Posts

Siap Kawin Pada Saat Yang Tepat: Bagaimana Isyarat Kawin Ikan Mujair Melalui Sinyal Feromon

Image
Media Penyuluhan Perikanan -  Pertukaran sinyal kimia antara organisme dianggap bentuk komunikasi tertua. S ebagai molekul messenger, feromon mengatur interaksi sosial antara individu sejenis, misalnya, daya tarik seksual antara jantan dan betina . Ikan mengandalkan feromon untuk memicu respon sosial dan untuk mengkoordinasikan perilaku reproduksi pada jantan dan betina . Para ilmuwan di Pusat Sains Kelautan di Universitas Algarve di Faro, Portugal, dan di Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia di Jena, Jerman, kini telah mengidentifikasi molekul sinyal dalam urin Ikan Tilapia Mozambik jantan (Oreochromis mossambicus): feromon ini meningkatkan produksi hormon dan mempercepat pematangan oosit pada reproduksi betina . Oleh karena itu, ikan nila Mozambik adalah salah satu spesies ikan pertama di mana struktur kimia feromon nya telah diidentifikasi dan dasar biologis dari aktivitasnya dijelaskan. Perilaku sosial ikan tilapia Mozambik (Mujair) asli Afrika Selatan ini sangat la...

Mengetahui Kebutuhan Gizi Bagi Ikan

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Seperti halnya hewan lain, ikan pun membutuhkan zat gizi tertentu untuk hidupnya yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. Zat gizi yang dibutuhkan adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air. a. Protein Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan/udang, baik untuk pertumbuhan maupun untuk menghasilkan tenaga. Protein nabati (asal dari tumbuhan), lebih sulit dicernakan dari pada protein hewani (asal dari hewan), hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam dinding selulosa yang memang sukar dicerna. Pada umumnya ikan membutuhkan protein lebih banyak daripada hewan ternak di darat (unggas, dan mamalia). Selain itu, jenis dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protein. Ikan carnívora membutuhkan protein lebih banyak daripada ikan herbivora, sedangkan ikan omnivora berada diantara keduanya. Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20 – 60%, dan optimum 30 -36%,. b. Lemak. ...

Membuat Unagi kabayaki (Sidat Panggang)

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Dalam proses pengasapan panas ikan yang akan diasapi diletakkan cukup dekat dengan sumber asap. Proses pengasapan panas juga sering disebut proses pemanggangan ikan. Pengasapan panas lebih dirancang untuk meningkatkan aroma melalui asap itu sendiri, dibandingkan untuk pengawetan ikan akibat asap. Pengasapan panas menggunakan suhu yang cukup yaitu 80 -90 oC. Karena suhu yang tinggi, daging ikan menjadi masak dan tidak perlu diolah terlebih dahulu sebelum disantap. Pengasapan panas pada prinsipnya merupakan usaha penanganan ikan secara perlahan. Pada pengasapan panas terjadi penyerapan asap, ikan cepat menjadi matang tetapi kadar air di dalam daging masih tinggi sehingga tidak tahan lama. Masakan yang dikenal dengan istilah unagi adalah sajian sidat panggang yang menjadi favorit di Jepang. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi juga masakan ini dipercaya mampu membangkitkan vitalitas. Orang Jepang memakannya biasanya pada musim panas (akhir bulan Juli)...

Mengenal Ikan Sidat

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Ikan merupakan sumber protein yang lebih baik dibanding hewan ternak karena rendahnya kandungan/kadar kolesterol dan relatif lebih murah. Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang potensial untuk dikembangkan. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai 'Belut Bertelinga' karena keberadaan sirip dadanya menyerupai daun telinga. Sidat dikenal pula dengan nama lain moa, lubang, dan uling (Jawa Barat); sedangkan di Jawa Tengah menyebutnya dengan nama pelus. Ikan sidat, Anguilla spp merupakan salah satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia, sidat banyak ditemukan di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam seperti pantai selatan Pulau Jawa, pantai barat Sumatera, pantai timur Kalimantan, pantai Sulawesi, pantai kepulauan Maluku dan Irian Barat. Tidak seperti halnya di negara lain (Jepang, da...

Cara Unik Ikan Lele Mencari Mangsa: 'Kumis' Mendeteksi Perubahan Kecil Dalam pH

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Hewan menggabungkan beberapa metode yang unik untuk mendeteksi mangsa, tetapi untuk lele laut Jepang, Plotosus japonicus , hal tersebut akan terasa sulit mengingat air di lingkungannya yang keruh dan gelap. John Caprio, George C. Kent Profesor of Biological Sciences di LSU, dan rekannya dari Kagoshima University Jepang telah mengidentifikasi bahwa ikan lele ini dilengkapi dengan sensor yang dapat menemukan mangsanya dengan mendeteksi perubahan kecil kadar pH air. Sebuah paper, " Marine teleost locates live prey through pH sensing" merinci pekerjaan Caprio dan rekan risetnya, diterbitkan dalam jurnal Science pada tanggal 6 Juni ini merupakan laporan pertama dari ikan apa saja yang menggunakan pH untuk menemukan mangsanya. "Apa yang membuat hal ini begitu menarik adalah bahwa penemuan itu tak terduga, kebetulan," kata Caprio. Penelitian ini dimulai pada tahun 1984 ketika Caprio, spesialis dalam sistem rasa dan bau vertebrata per...

Dampak Buruk Perubahan Iklim Menyebabkan Ikan Kehilangan Temannya

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Seperti halnya manusia, ikan cenderung berkelompok dengan individu yang akrab dengannya, bukan “orang” asing. Hal ini memberikan banyak manfaat seperti pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang bisa lebih tinggi, pertahanan yang lebih besar terhadap predator dan pembelajaran sosial yang lebih cepat. Namun, tingginya kadar karbon dioksida, seperti yang diakibatkan oleh perubahan iklim, dapat menghalangi kemampuan ikan untuk mengenali satu sama lainnya dan menghalangi kemampuannya untuk membentuk kelompok dengan individu akrab yang akrab dengannya. Para ilmuwan di ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies di James Cook University, Australia, telah mempelajari efek dari karbon dioksida pada perilaku  ikan Chromis viridis tropis. Pemimpin penelitian ini Miss Lauren Nadler menemukan bahwa ikan remaja biasanya memerlukan tiga minggu untuk mengenali teman akrabnya, namun tingkat karbon dioksida yang meningkat secara signifikan dapat mengganggu kemampuan i...

Memikirkan Kembali Tentang Budidaya Ikan Kaitannya Dengan Kesehatan dan Resiko Lingkungan

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Kebanyakan instansi pemerintah saat ini merekomendasikan untuk mengkonsumsi lebih banyak seafood (produk perikanan) yang bermanfaat bagi kesehatan, analisis baru yang dipimpin oleh para peneliti dari Johns Hopkins Center for a Livable Future mendesak profesional kesehatan, medis, dan masyarakat untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan dari sumber seafood/ikan, khususnya budidaya ikan, kerang dan krustasea. Makalah ini muncul di edisi Juli 2014 Journal of Current Environmental Health Reports. Hampir setengah dari semua seafood/ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia berasal dari sektor budidaya. Meningkatkan konsumsi seafood/ikan telah diusulkan sebagai bagian dari strategi untuk memerangi epidemi global tentang obesitas dan diabetes. Selain itu, US Food and Drug Administration dan US Environmental Protection Agency sekarang merekomendasikan wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak untuk meningkatkan konsumsi seafood/ikan yang rendah merkuri 2...