Follow by Email

Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif

Media Penyuluhan Perikanan - Pembenihan secara intensif biasanya dibantu dengan hormon hipofisa untuk merangsang pematangan gonad agar lebih cepat matang. Pemijahan dengan menggunakan teknik hipofisasi adalah pemijahan yang dengan cara penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa ke induk yang akan dipijahkan, penggunaan ekstrak kelenjar hipofisa ini lebih diutamakan untuk induk betina sedangkan induk jantan tidak terlalu membutuhkan. Teknik hipofisasi dilakukan jika pemijahan secara alami sulit dilakukan.

Tujuan penggunaan ekstrak hipofisa ini adalah mempercepat proses pemijahan, memperkecil resiko gagalnya proses pemijahan dan merancang terjadinya proses pemijahan sesuai waktu yang diinginkan yaitu pagi, siang, sore atau malam hari. Dosis 1-1,5 ml/kg ikan artinya 1-1,5 ml ekstrak kelenjar hipofisa untuk 1 kg induk atau setiap 1 kg induk resipien membutuhkan 1-1,5 kg induk donor.

Kelenjar hipofisa dapat diperoleh dari hipofisa ikan mas, kelenjar hipofisa terletak di bagian dalam kepala ikan mas untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar 9, namun apabila menginginkan lebih mudah dapat membeli ekstrak kelenjar hipofisa yang sudah jadi sehingga kita bisa langsung menggunakan. Ekstrak hipofisa diambil dari ikan sejenis dan tanpa mempertimbangkan jantan dan betina.

Adapun tahap-tahap menyiapkan donor adalah sebagai berikut:
  1. Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
  2. Potong bagian batas kepalanya
  3. Dari arah bukaan mulut, kepala ikan dibelah, bagian ats kepala diambil
  4. Ambil kelenjar dengan menggunakan pinset kemudian digerus /dihancurkan dengan menggunakan alat penggerus sambil ditambah pelarut akuabides 1-2 cc
  5. Ambil dengan menggunakan spuit dan kelenjar siap disuntikkan

Selain dapat diambil dari ikan, ekstrak hipofisa yang sudah siap pakai juga tersedia di toko, adapun tahap-tahap dalam penggunaannya adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan alat suntik dan hormon Ovaprim untuk disuntikkan. Gunakan injeksi spuit yang sudah dibersihkan dengan air panas atau gunakan alat injeksi yang baru.
  2. Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis Ovaprim. Induk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon Ovaprim 0,3-0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg maka dosis yang diperlukan setengah nya, yakni 0,15 - 0,25 ml (sesuai petunjuk pada wadah hormon tersebut). Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang diperlukan, misalnya 0,5 ml. Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, sedot lagi dengan injeksi spuit yang sama akuades sebanyak 0,5 ml juga untuk mengencerkannya.

Sedangkan cara penyuntikan dan pelepasan induk adalah sebagai berikut:
  1. Induk disuntik pada siang atau sore hari
  2. Kelenjar hipofisa yangtelah disiapkan, setengah disuntik pada induk jantan dan setengahnya pada induk betina, penyuntikan dilakukan pada kedalaman ±2 cm dan kemiringan 45 derajat disesuaikan dengan ukuran ikan
  3. Induk yang telah disuntik dilepaskan pada kolam pemijahan Penyuntikan induk ikan mas bisa dilakukan 1-2 kali, induk ikan mas matang kelamin yang sudah disuntik dimasukkan ke dalam kolam pemijahan, biasanya pemijahan terjadi 6-7 jam setelah penyuntikan.

Selanjutnya, perawatan telur dan larva sama seperti pemijahan secara alami Setelah larva berumur 5 hari atau lebih maka larva ikan tersebut dapat dipindahkan ke kolam pendederan, Khairuman, dkk (2008).

Penyuntikan dapat dilakukan dibeberapa tempat yaitu di bagian atas yaitu di dekat sirip punggung dan sirip ekor, serta bagian bawah perut yaitu di dekat pangkal sirip perut dan sirip dada. Tidak disarankan untuk melakukan penyuntikan di bagian tubuh yang lain karena kemungkinan dapat mengenai organ atau tulang, efek dari terkenanya organ atau tulang akan menyebabkan kerusakan organ atau rasa sakit yang luar biasa pada ikan sehingga dapat mengakibatkan kematian ikan. Pada saat dilakukan penyuntikan bagian kepala induk harus ditutup kain basah untuk menenangkan induk, Djarijah, (2007).

Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif
Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif
Teknik pemijahan yang dibantu dengan ekstrak kelenjar hipofisa, selain dipijahkan di kolam pemijahan juga dapat dilakukan dengan teknik stripping. Teknik stripping adalah teknik pemijatan (mengurut) perut ikan untuk mengeluarkan baik telur yang telah siap dibuahi atau sperma ikan.

Dengan menggunakan teknik stripping diharapkan persentase telur yang dibuahi sperma semakin besar sehingga jumlah larva yang dihasilkan semakin besar pula. Pelaksanaan stripping dapat dilakukan dengan 3 cara, cara pertama induk direbahkan diatas meja beralaskan busa karet lalu di stripping bagian perutnya, tangan kiri memegang punggung ikan dan tangan kanan memijit sambil/mengurut perut ke arah ovarium.

Cara kedua adalah dipeganggang menggunakan dua tangan, tangan kiri memegang pangkal ekor sambil memijit atau mengurut kantong ovari dan tangan kanan memegang perut bawah, ujung kepala induk ditopang pangkal paha. Cara ini biasanya dikerjakan dua orang. Pada saat stripping dilakukan di bawah ovari sudah disiapkan baskom bersih untuk menampung telur.

Cara ketiga yaitu telur atau sperma disedot menggunakan kolektor (Sucking milt). Caranya yaitu induk direbahkan di atas meja yang dialasi busa karet, kemudian selang kolektor dimasukkan menembus lubang ovary/urogenital, selanjutnya dihisap dengan mulut. Dengan cara ini telur akan tertampung di dalam tabung yang terhubung dengan selang kolektor, kemudian telur dituang ke dalam baskom.

Stripping yang dilakukan secara sembarangan selain mengakibatkan organ induk rusak juga mengakibatkan telur yang keluar tercampur kotoran. Pada saat dilakukan stripping kepala induk harus ditutup kain basah agar induk lebih tenang atau induk dibius dengan cara direndam di larutan ayang diberi MS 222 dengan dosis 100 oom (0,1 g/liter) selama 20 menit atau dibius dengan menggunakan bahan lain, Djarijah, (2007).

Pembuahan dilakukan di dalam cawan. Caranya yaitu tuangkan sperma dari botol penampungan ke dalam cawan yang berisi telur kemudian aduk dengan menggunakan bulu ayam atau alat pengaduk halus yang bersih, pengadukan dilakukan dengan cara menggerakkan bulu ayam atau alat pengaduk secara memutar sehingga mengaduk adonan telur.

Untuk membantu proses pembuahan maka ditambahkan larutan yang terbuat dari campuran 30 g carbamide (Urea) dan 40 gram garam (NaCL) dalam 10 liter air. Larutan tersebut ditambahkan sebannyak 10%-20% dari volume telur. Pengadukan dilakukan selama 3-5 menit, buang larutan tersebut, kemudian diganti dengan larutan yang baru dengan volume yang sama, aduk kembali selama 3-5 menit. Telur yang telah dibuahi dapat dicuci dengan larutan pembersih (tannin) yang terbuat dari 5 g - 8 g tannin dalam 10 liter air, caranya yaitu dengan mencelupkan telur yang telah dibuahi (maksimal 2-3 liter) ke dalam larutan tannin sebannyak 1-2 liter atau maksimal 2-5 liter di dalam ember, kemudian aduk selama 3-5 menit, kemudian cuci dengan air bersih, pencucian telur sebaiknya dilakukan 3 kali, karena tanin dapat melapisi telur sehingga dapat menghambat perkembangan telur. Telur yang telah dicuci segera di tetaskan ke dalam inkubator, Djarijah, (2007).

Sebelum diisi telur, inkubator dibersihkan dan dikeringkan, atau atau direndam dengan menggunakan larutan PK 20 ppm selama 30 menit. Kemudian bilas sampai bersih. Inkubator dengan kapasitas/ volume 200 liter dapat diisi telur 500.000 butir telur atau 2500 butir telur/liter air. Selama pemeliharaan debit air harus ditambah setelah telur memasuki fase blastula. Secara bertahap debit air diperbesar dari 0,7 liter/menit menjadi 1,2 liter/menit kemudian ditingkatkan menjadi 1,5 liter/menit sampai telur menetas. Telur yang telah dibuahi akan menetas selama 1-2 hari, suhu optimal untuk pertumbuhan telur yaitu pada 20oC-22oC dan relatif stabil, selain suhu media pemeliharaan telur juga harus memiliki tingkat kekeruhan dan CO2 dan NH3 yang rendah, kandungan oksigen terlarut dalam air (DO) 5-6 ppm, Djarijah, (2007).

Sumber : Alam, Mahendra. 2011. Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio). Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan No. 002/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan KP - BPSDMKP. Jakarta

0 Response to "Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif"

Post a Comment

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.