Menjelahah Wisata Selam Kepulauan Anambas



Menjelahah Wisata Selam Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan PerikananBelum banyak yang mengenal akan wisata selam di kabupaten Kepulauan Anambas. Kepulauan yang terletak antara Singapura dan Kepulauan Natuna di Laut Cina Selatan ini sebelumnya dikenal sebagai pulau-pulau pengeboran minyak lepas pantai dan eksplorasi gas alam. Namun ternyata juga memiliki pemandangan indah bawah laut, terutama hard coral yang tumbuh subur dan sangat banyak aneka ragamnya. Kawasan selam di sini, lebih banyak dikunjungi oleh penyelam asing dari pada penyelam lokal. Itu dikarenakan minimnya fasiltas dan informasi mengenai situs selam di kabupaten kepulauan Anambas.

Beberapa situs selam yang populer adalah Tokong Berlayar, pulau Malang Biru dengan lereng yang curam, karang Katoaka, dan wreck Seven Skies. Namun masih banyak lagi situs-situs selam yang belum di eksplorasi dan belum populer.

Informasi situs selam secara umum
  1. Temperatur     : 28-30 derajat Celcius.
  2. Visibilitas        : 10-20 meter.
  3. Level             : pemula hingga mahir
  4. Waktu terbaik untuk menyelam : Maret – September

Hampir semua lokasi selam yang dikunjungi merupakan reef flat atau bentuk daratan terbentang luas 50 meter - 100 meter persegi, dengan kedalaman 5 – 10 meter. sampai tubir pantai dengan kedaiaman satu hingga sepuluh meter. Di bagian yang lebih dalam, terdapat dinding karang dan gorgonian serta coral aneka warna, tempat hidup dan bertumbuhnya rupa-rupa ikan dan biota laut lainnya. Situs selam di dominasi oleh hard coral yang tumbuh rapat dan padat. Acropora, Lobophylia, Pocillopora, Porites, dengan corak dan warna yang beragam seperti karang meja, karang bercabang dan karang otak, mendominasi kawasan yang menjadi situs selam di kepualauan Anambas.

Semua situs selam berada dalam lokasi kawasan Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas.

Sumber: Pesona Selam Kepulauan Anambas. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Comments