Follow by Email

Profil Usaha dan Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Ikan Nila (Pembenihan dan Pembesaran)

Media Penyuluhan Perikanan - Di Kabupaten Klaten, perikanan budidaya ikan nila berkembang pesat. Perkembangan ini didukung dengan adanya usaha pembenihan dan pembesaran.

Pembenihan Ikan
Kegiatan pembenihan ikan nila di kolam sangat ditentukan oleh ketersediaan air yang kontinyu dan dalam jumlah yang mencukupi. Di Kabupaten Klaten, Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Tulung yang memiliki sumber air berlimpah berupa mata air, dikenal sebagai penghasil benih ikan nila terbesar di wilayah tersebut. Kedua Kecamatan ini secara total memiliki andil penyediaan benih sebesar 6,865 juta ekor/tahun atau 32,22% dari produksi benih ikan nila di Kabupaten Klaten.

Namun demikian, untuk pengembangan usaha pembenihan di kolam dimasa depan, Kecamatan Polanharjo memiliki potensi yang jauh lebih tinggi daripada Kecamatan Tulung. Hal ini disebabkan luas kolam di Kecamatan Tulung yang hanya 0,78 ha kurang mendukung usaha tersebut. Sementara itu di Kecamatan Polanharjo yang memiliki kolam paling luas di Kabupaten Klaten yaitu 6,41 ha (15,21% dari total luas kolam di Klaten) sangat potensial dijadikan sebagai sentra produksi benih. Selain itu secara kelembagaan, usaha pembenihan tersebut juga sangat didukung oleh keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) Ngrumbul seluas 1,4 ha di Desa Kebonarum dan BBI Sentral Janti di Polanharjo.

Profil Usaha dan Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Ikan Nila (Pembenihan dan Pembesaran)
Pembesaran Ikan
Usaha pembesaran ikan nila dilakukan di banyak Kecamatan di Kabupaten Klaten. Seperti halnya usaha pembenihan, maka usaha pembesaran ikan nila di Kabupaten Klaten juga berlangsung di lahan kolam maupun non kolam. Sentra pembesaran ikan di kolam terdapat di Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Karanganom dan Kecamatan Tulung. Faktor sumber air yang melimpah serta banyak bermunculannya restoran apung dan kolam pemancingan di kedua Kecamatan tersebut telah memicu usaha pembesaran ikan di sana.

Rerata produksi ikan konsumsi di kedua Kecamatan Polanhardjo sebesar 371,439 ton per tahun sedangkan di Kecamatan Tulung 320,131 ton per tahun. Produksi ikan konsumsi di Kecamatan Polanharjo secara pelan namun pasti terus mengalami peningkatan dibanding wilayah lainnya. Terkait dengan perikanan budidaya ikan nila, maka pada buku pola pembiayaan usaha kecil ini akan diuraikan lebih banyak tentang usaha pembersarannya.

Pola Pembiayaan
Sampai saat ini petani ikan di Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, belum ada yang memperoleh pinjaman dana dari perbankan. Kebutuhan dana mereka dipenuhi oleh Koperasi Unit Desa (KUD). Untuk mendapat pinjaman, mereka harus menjadi anggota KUD setempat. Pada umumnya mereka mengajukan pinjaman untuk biaya operasional, antara lain untuk membeli benih atau pakan ikan. Pinjaman ini akan dilunasi setelah mereka panen (dengan masa pinjaman sama dengan masa budidaya yaitu empat bulan). Bunga yang dibebankan sebesar 2% per bulan.

Meskipun demikian, dari informasi perbankan di wilayah tersebut menyatakan bahwa terbuka bagi usaha budidaya ikan nila untuk memperoleh kredit dari bank. Bahkan BRI Kabupaten Klaten mempunyai komitmen memberikan kredit untuk kegiatan penunjang ketahanan pangan di daerah tersebut, termasuk usaha budidaya ikan nila. Persyaratan yang diberikan oleh BRI dalam pemberian kredit usaha mikro (kurang dari Rp 100 juta) antara lain:

  1. Foto kopi KTP calon debitur.
  2. Calon debitur mempunyai usaha yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Desa setempat.
  3. Surat keterangan dari Dinas Perikanan (untuk kebenaran tentang usaha dan areal yang dipakai sebagai usaha).
  4. Surat rekomendasi dari Unit Pelayanan Perikanan (UPP) Kabupaten Klaten.
  5. Rincian biaya yang diperkirakan (biaya investasi maupun biaya modal kerja).
 Sumber :
Anonymous. 2008. POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA. Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. Bank Indonesia. Jakarta

0 Response to "Profil Usaha dan Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Ikan Nila (Pembenihan dan Pembesaran)"

Post a Comment

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.