Showing posts sorted by relevance for query Ikan Hias Untuk Aquarium. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Ikan Hias Untuk Aquarium. Sort by date Show all posts
Friday, August 21, 2015

Asiknya Memelihara Aligator Di Dalam Aquarium

Media Penyuluhan Perikanan -  Di masa sekarang ini, bisa dikatakan bahwa orang semakin mempunyai kegemaran yang beragam dalam memilih ikan hias air tawar. Mereka tidak hanya memilih ikan hias yang cenderung mempunyai ukuran yang kecil hingga sedang dan juga bersifat cukup jinak. Ada cukup banyak orang juga yang saat ini mulai melirik ikan-ikan air tawar berjenis predator yang cukup ganas untuk menghiasi aquarium di rumah mereka. Salah satu pilihan yang cukup populer saat ini adalah ikan yang dikenal dengan nama aligator atau yang di dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama Aligator Gar. 
Tampilan Ikan Hias Yang Sangat Berbeda
Salah satu hal yang membuat Aligator menjadi pilihan populer untuk ikan hias air tawar untuk dipelihara di aquarium tak lain dan tak bukan adalah tampilannya yang tentunya sangat jauh berbeda dengan tampilan ikan hias pada umumnya. Ikan yang satu ini mempunyai moncong yang cukup panjang dan dihiasi dengan deretan gigi-gigi tajam, yang dihabitat alaminya sangat berguna untuk memburu makanan dan juga untuk mempertahankan diri.
Fakta bahwa ikan Aligator merupkan jenis ikan predator juga membuat feeding time atau waktu makan dari ikan ini menjadi cukup menyenangkan bagi orang yang cinta adrenaline. Untuk mendapatkan sensasi yang menyenangkan saat waktu makan semacam ini, makanan hidup merupakan jenis yang disarankan. Biasanya, ikan yang satu ini diberi makan dengan ikan yang berukuran lebih kecil dari dirinya, yang juga ditempatkan di aquarium yang sama dengan si Aligator.
Satu hal lagi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah bahwa Aligator yang sehat dan tidak stres bisa hidup cukup lama dengan ukuran yang cukup fantastis. Di alam liar yang merupakan habitat aslinya, ikan predator yang satu ini bahkan bisa hidup dengan ukuran yang sangat besar. Ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ganas yang satu ini.
Hal Penting Yang Tidak Boleh Anda Abaikan
Dalam memelihara ikan hias air tawar yang sangat tidak biasa ini penting bagi Anda untuk menyiapkan aquarium dengan ukuran yang tidak sempit bahkan hingga ikan tersebut tumbuh nantinya. Selain itu, aquarium juga sebaiknya dilengkapi dengan fitur penutup di bagian atasnya untuk mencegah si ikan untuk melompat keluar. Selain itu, ini juga bisa menghindarkan orang untuk memasukkan anggota tubuhnya ke dalam aquarium yang tentunya sangat berbehaya. Jika ukuran ikan sudah terlalu besar bahkan hingga sulit bagi Anda untuk sekedar membersihkan aquarium tersebut, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk memindah si ikan ke kolam sebagai tempat hidup yang lebih besar. Jika ikan tersebut terlalu besar untuk Anda pelihara, ada baiknya jika Anda mencari pihak yang lebih mampu untuk memelihara ikan predator berukuran besar yang satu ini.
Wednesday, August 12, 2015

Cara Tepat Untuk Mempersiapkan Aquarium Untuk Ikan Neon Tetra

Media Penyuluhan Perikanan -  Saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa ikan yang dikenal dengan sebutan Neon Tetra merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang sangat digemari. Karena hal itulah, sangat wajar jika seringkali para penjual kehabisan stok karena ikan dagangan mereka habis terjual. Jika kebetulan Anda merasa tertarik untuk memelihara ikan berukuran kecil dengan tampilan yang sangat menarik ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang bagaimana cara untuk mempersiapkan aquarium dengan benar sehingga nantinya ikan Neon yang Anda pelihara tidak akan mudah stres.
Detail Aquarium Yang Perlu Disiapkan
Sebelum mengetahui tentang cara tepat mempersiapkan aquarium untuk ikan hias air tawar dengan jenis Neon Tetra, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa aquarium tempat di mana ikan Neon tersebut akan tinggal sudah siap. Saat Anda membeli ikan tersebut, tentunya dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran aquarium yang Anda pilih, Anda tidak akan merasa bingung lagi di mana Anda akan menaruh ikan tersebut. Dalam memilih aquarium itu sendiri, sebenarnya Anda bebas untuk memilih jenis dan ukuran aquarium yang Anda inginkan. Yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah bahwa ada beberapa detail yang perlu untuk membuat aquarium tersebut menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk si Neon Tetra.
Pertama-tama, sebaiknya Anda menutupi bagian belakang aquarium dengan menempelkan kertas guna membuat aquarium tampak tidak terlelu terbuka bagi si ikan. Dalam hal ini Anda bisa memilih background dengan gambar atau bakground polos berwarna yang sebenarnya terlihat lebih modern. Background dengan warna biru tua menyala contohnya, akan sangat cocok saat dipadukan dengan lampu UV yang secara khusus didesain untuk aquarium, dengan sinar yang tiak terlalu silau. Detail lain yang juga perlu untuk Anda persiapkan adalah tempat untuk si ikan bersembunyi, seperti rumah-rumahan untuk aquarium. Untuk membuat aquarium terasa seperti habitat aslinya, Anda sebaiknya juga menambahkan tanaman air di dalamnya. Satu lagi hal penting yang tidak boleh Anda lupakan adalah sirkulasi air yang baik.
Jangan Menambahkan Ikan Lain Di Aquarium Yang Sama
Jika Anda pernah mendengar bahwa pemeliharaan ikan hias air tawar dengan jenis Neon Tetra semacam ini akan jauh lebih baik jika Anda juga menambahkan beberapa jenis ikan hias yang lain di akuarium yang sama. Pada kenyataannya, hal semacam itu sebaiknya jangan Anda lakukan. Memang benar bahwa ikan kecil yang satu ini memang suka hidup bergerombol, akan tetapi ini tidak berarti bahwa mereka juga bisa hidup berdampingan dengan mudah dengan ikan lain. Sebaliknya, hal itu hanya akan membahayakan si Neon. Karena hal tersebut, sebaiknya Anda tidak memelihara ikan yang satu ini di aquarium yang sama dengan ikan yang lainnya.

Thursday, February 18, 2016
Teknik Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Teknik Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Media Penyuluhan PerikananSepat mutiara adalah salah satu ikan hias air tawar yang dapat dipijahkan di dalam aquarium.  Ikan ini tergolong ikan yang memijah pada sarang busa yang dibangun oleh induk jantan.

Sama halnya dengan ikan air tawar yang lain, dalam budidaya sepat mutiara selalu ada hambatan-hambatan yang tidak diduga-duga kedatangannya.  Hambatan yang dapat menyebabkan kerugian dalam usaha budidaya ikan ini, terjadinya infeksi penyakit pada ikan peliharaan. Untuk mengantisipasi terjadinya serangan penyakit pada sepat mutiara,  tulisan ini akan membahas secara sederhana tentang langkah-langkah pencegahan dan pengobatan penyakit pada sepat mutiara, dan juga cara pemijahannya.

Dengan dilakukannya pencegahan dan pengobatan penyakit ini, diharapkan produksi ikan Sepat mutiara dapat ditingkatkan yang pada akhirnya pendapatan petani pembudidaya sepat mutiara dapat meningkat pula.

MENGENAL SEPAT MUTIARA
Sistematika Sepat Mutiara
-    Ordo        : Percomorphoidei
-    Sub ordo    : Anabantoidea
-    Famili        : Anabantidae
-    Genus        : Trichogaster
-    Spesies    : Trichogaster leeri

Penyebaran dan Morfologi
Penyebaran ikan ini meliputi wilayah Sumatra, Kalimantan, Malaya sampai Siam.  Ikan ini juga mempunyai ciri-ciri badan yang memanjang dengan potongan pipih ke samping (Compressed), mulut kecil dan moncong meruncing.  Sirip dubur (anal) sangat panjang seperti benang, sirip perut lebar dengan jari-jari sebelah belakang menonjol ke luar.

Jenis ini mempunyai warna dasar badan sawo matang dengan sisi badannya berwarna lebih pucat yang dihiasi bintik-bintik berwarna kelabu, terkadang berwarna kehijauan seperti mutiara di seluruh tubuhnya.

Beberapa bagian dari sirip anal berwarna merah dan sisi badannya terpotong horizontal oleh garis hitam yang memanjang mulai dari mulut hingga pertengahan batang ekor dan satu bintik hitam di akhir garis tersebut.

Sepat mutiara dapat mencapai ukuran 12,5 cm dan sudah bisa dipijahkan setelah berukuran 10 cm.  Ikan ini tergolong ikan yang memijah pada sarang busa yang dibangun oleh induk jantan.  Sepat jenis ini dapat dijumpai pada perairan yang kecil, genangan air yang tenang, dan rawa-rawa.

PEMBENIHAN SEPAT MUTIARA

Tempat Pemijahan
Ikan sepat mutiara tergolong ikan yang mudah dipijahkan, asalkan lingkungannya memadai.  Untuk itu, dapat digunakan aquarium dengan ukuran 50×30×30 cm.  Pada aquarium dibuat beberapa tempat yang gelap sebagai tempat persembunyian dan juga sebagai tempat memijah.  Untuk membuat bagian-bagian yang gelap pada aquarium, dapat diberi enceng gondok yang berakar rimbun pada aquarium.

Untuk kebutuhan air, dapat digunakan air sumur dan air bersih lainnya, yang sebelumnya diendapkan sehari semalam.  Suhu air diusahakan 27 – 28 0C dan PH 6 – 7, serta dasar aquarium diberi pasir bersih.

Memilih Induk
Induk jantan mempunyai sirip punggung yang panjang dan lancip serta dilengkapi dengan hiasan warna merah pada leher dan perut.  Warna merah ini akan semakin menyala pada saat ikan ini birahi.  Sedangkan ikan betina mempunyai sirip bulat dan pendek.

Induk sepat mutiara sebaiknya berumur lebih dari 7 bulan dengan ukuran minimal 7,5 cm.  Untuk persyaratan, induk yang dipilih harus sehat, tidak cacat serta gerakannya lincah.  Induk jantan dan betina untuk sementara dipisah pemeliharaannya, dan selama pemeliharaan diberi makan jentik nyamuk.

Pemijahan
Setelah aquarium selesai disiapkan, ikan sepat mutiara sudah bisa dipijahkan.  Induk jantan dan betina dimasukkan secara berpasangan di dalm aquarium pemijahan.  Setelah beradaptasi induk jantan langsung membuat sarang busa dan tidak mau didekati oleh pasangannya.  Sarang busa yang dibuat tidak terlalu tebal dan luasnya ± 15 – 20 cm.

Setelah selesai pembuatan sarang busa, induk jantan langsung menghampiri induk betina, dan langsung memijah di bawah sarang busanya.  Induk betina dapat menghasilkan telur ± 1.000 butir telur.  Setelah telur habis dikeluarkan, induk betina langsung diangkat dari telurnya.

Induk jantan dibiarkan tetap berada bersama telurnya, dia akan menghampiri sarang busa dan merusak sarang busa yang telah dipakai memijah dengan cara menyemprotkan pasir yang dipungut dari dasar tempat pemijahan.  Telur-telur yang tidak terbuahi, akan rontok dan mengendap di dasar aquarium.  Proses ini sangat membantu fekunditas telur lainnya, karena telur-telur yang tidak terbuahi tidak membusuk dan tidak menjadi sarana tumbuhnya jamur yang dapat merusak telur-telur yang lain.  Hal ini dapat memperkecil serangan jamur, karena media tumbuhnya tidak ada.

Telur akan menetas 2 – 3 hari setelah pembuahan, dan kuning telur akan habis setelah 4 hari.  Pada saat ini harus disediakan makanan yang sesuai dengan bukaan mulut benih, biasanya Infusoria.  Benih dipelihara ± 2 minggu, selanjutnya sudah bisa dipindah ke tempat pembesaran.  Pada saat kuning telur sudah habis, induk jantan sudah bisa dipindah ke tempat lain.

PENANGANAN PENYAKIT PADA SEPAT MUTIARA
Penyakit yang menyerang sepat mutiara, tidak jauh berbeda dengan penyakit yang menyerang ikan lainnya.  Penyakit dapat ditimbulkan oleh serangan parasit (virus, jamur, bakteri, protozoa dan bangsa udang renik), selain itu dapat juga disebabkan oleh kualitas air dan pakan yang buruk.  Namun, penyakit yang sering menyerang sepat mutiara adalah parasit golongan bakteri, cacing, jamur.

Untuk menghindari terjadinya serangan penyakit, perlu dilakukan pencegahan sebelum terjadi dan pengobatan apabila ikan sudah menunjukkan tanda-tanda terserang penyakit, serta pemusnahan seluruh ikan apabila serangan penyakit tidak bisa diatasi lagi.

Pencegahan Serangan Penyakit
Untuk mencegah serangan penyakit dalam usaha budidaya Ikan Sepat mutiara dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya : dekontaminasi peralatan, dekontaminasi aquarium, dan dekontaminasi ikan itu sendiri.

A.    Dekontaminasi Peralatan
Semua peralatan yang akan dan telah digunakan harus dibersihkan, supaya kuman-kuman yang menempel pada peralatan tersebut mati dan ikan tidak terserang oleh kuman tersebut.
Dekontaminasi peralatan dapat dilakukan dengan cara merendam semua peralatan ke dalam larutan PK dosis rendah (3 – 20 mg/l) selama 30 menit.

B.    Dekontaminasi Aquarium
Aquarium yang akan digunakan untuk pemeliharaan dan pemijahan dibersihkan terlebih dahulu.   Pembersihan aquarium dapat dilakukan dengan cara pencucian dan penjemuran aquarium.  Selain itu dapat digunakan obat kimia Kalium Permagnat (PK) 20 mg/l dengan cara merendam aquarium dengan larutan tersebut, kemudian dijemur.

C.    Dekontaminasi ikan
Ikan juga perlu diberi perlakuan agar tidak menjadi penyebab timbulnya wabah penyakit.  Dekontaminasi ikan dilakukan dengan teknik karantina ikan dengan cara memelihara ikan dalam wadah khusus selama waktu tertentu.  Dengan cara ini dapat diketahui apakah ikan terkena serangan penyakit atau tidak dan segera diambil langkah pengamanannya.

Ikan juga dapat diberi imunisasi dan vaksinasi.  Pemberian imunisasi dan vaksinasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh ikan terhadap infeksi penyakit.  Pemberiannya dengan cara penyuntikan dan pelapisan dengan pakan.

Penanganan Ikan yang Sakit

A.    Identifikasi Penyakit
Secara umum, sepat mutiara yang terinfeksi penyakit menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :
Gejala    Diagnosis penyakit
1. Rontok sirip
2. Sisik kasar
3. Serabut pada kulit
4. Pendarahan pada tubuh    a. Parasit Gyrodactylus sp.
b. Bakteri Flexybacter
a. infeksi bakteri
a. Jamur Saprolegnia sp.
a. Infeksi Bakteri
b. Infeksi trichodina spp.

Penyakit yang disebabkan oleh senyawa beracun di dalam air umumnya sulit untuk diidentifikasi, sebab efek dari senyawa beracun ini terhadap ikan relatif cepat, tetapi dapat langsung diambil tindakan untuk mengatasinya.

B.    Penggantian Air dan pencucian Aquarium
Langkah ini merupakan salah-satu cara untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh senyawa beracun atau kualitas air aquarium yang kurang memadai.

Ikan yang ada secepatnya dipindah ke tempat yang lain yang tidak mengandung senyawa beracun.  Untuk aquariun yang telah dicuci, kemudian dijemur untuk lebih memastikan bahwa aquarium telah steril.

DAFTAR PUSTAKA
Afrianto E. dan Evi Liviawati” Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan”. Kanasius. Yogyakarta 2000.
Azmi dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Sepat Mutiara Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
Daelami, Deden A.S ” Agar Ikan Sehat”. Penebar Swadaya. Jakarta 2001.
Lingga, P dan Heru Susanto” Ikan Hias Air Tawar”. Penebar Swadaya. Jakarta 1989.
Wijayakusuma, Hembing. H.M, Setiawan Dalimarta dan A.S. Wrian” Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia”. Pustaka Kartini. Jakarta.
Monday, August 17, 2015

Black Skirt Tetra: Satu Pilihan Untuk Community Aquarium Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Jika Anda gemar untuk memelihara ikan hias air tawar di dalam aquarium dan Anda lebih suka untuk memelihara bebera jenis ikan sekaligus di dalam satu wadah, ikan yang dikenal dengan nama Black Skirt Tetra bisa menjadi salah satu pilihan untuk Anda pertimbangkan. Sepintas, nama dari ikan ini mungkin mengingatkan Anda pada salah satu jenis ikan yang sedang sangat populer saat ini yaitu Neon Tetra. Walaupun begitu, kedua ikan ini tidaklah sama. Dari namanya sendiri sudah cukup jelas bahwa kedua ikan ini merupakan spesies yang berbeda. Selain itu, mungkin saat ini ikan ini mungkin juga tidak sepopuler ikan Neon Tetra yang memang sedang banyak digandrungi oleh banyak pecinta ikan.
Fitur Menarik Dari Black Skirt Tetra
Sebagai salah satu ikan hias air tawar penghuni community aquarium atau aquarium yang sengaja disiapkan untuk beberapa jenis ikan hias sekaligus, Black Skirt Tetra bisa dikatakan mempunyai beberapa fitur menarik yang membuatnya lebih menonjol dibandingkan dengan ikan-ikan yang lain. Fitur yang pertama adalah kombinasi warna abu-abu silver dan juga warna hitam. Selain itu, ada lagi satu fitur menarik yang bisa Anda temukan di ikan yang satu ini, yang sebenarnya juga sesuai dengan namanya sendiri. Fitur ini sebenarnya merupakan sirip berwarna hitam pada bagian bawah tubuh si ikan. Fitur inilah juga yang membuatnya disebut sebagai Black Skirt Tetra atau dalam bahasa Indonesia ikan Tetra dengan rok hitam.
Tips Memelihara Ikan Black Skirt Tetra
Memelihara ikan hias air tawar bernama Black Skirt Tetra bukanlah merupakan hal yang sulit untuk Anda lakukan. Bahkan sebenarnya ikan yang satu ini cukup disarankan untuk dipelihara bagi pada pemula. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa Anda bisa memeliharanya secara sembarangan. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan guna bisa memelihara ikan ini dengan baik. Tips yang pertama adalah untuk memelihara minimal 6 ikan karena pada dasarnya ikan ini cukup suka bergerombol dengan jenisnya. Terlebih lagi jika Anda berniat untuk menaruhnya di community aquarium. Dengan jumlah minimal 6 ikan, maka ikan-ikan tersebut tidak akan mudah stres.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa ikan yang satu ini mempunyai napsu makan yang cukup besar dan ini sebenarnya hal lain yang juga membuat si ikan menjadi pilihan yang menarik. Karena inilah, penting bagi Anda untuk selalu menyediakan makanan dengan jumlah yang cukup dan semestinya. Dengan demikian, si ikan akan bisa hidup dengan nyaman dengan jumlah umur yang tidak terlalu pendek.
Tips selanjutnya berkaitan dengan sifat si ikan yang mungkin berkembangbiak di aquarium. Jika Anda sudah menemukan beberapa telur ikan di aquarium Anda, ada baiknya jika Anda memisahkan telur-telur tersebut dengan si ikan dan juga ikan yang lain.Tujuannya adalah untuk menambah tingkat keberhasilan telur-telur tersebut untuk menetas nantinya. Tentu, selain hal ini, cara-cara pemeliharaan telur Black Skirt Tetra juga tentunya dibutuhkan.
Wednesday, August 19, 2015

Pentingnya Menambahkan Tanaman Ke Dalam Aquarium Ikan Discus Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Tidak dapat dipungkiri bahwa ikan Discus merupakan ikan hias air tawar yang cukup banyak digemari tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lainnya di benua Asia. Hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup wajar karena sepintas, ikan yang satu ini terlihat mempunyai warna-warni yang biasanya hanya dimiliki oleh ikan air laut padahal sebenarnya ikan ini benar-benar murni ikan air tawar. Bagi yang belum familiar dengan Discus, mereka mungkin menyangka ikan ini sebagai ikan laut daripada ikan yang hidup di air tawar.
Khusus untuk Anda yang merasa berminat untuk memelihara ikan Discus, yang sebenarnya berasal dari sungai Amazon ini, Anda tidak hanya bisa menghiasi aquarium tersebut dengan bebatuan kecil khusus untuk aquarium atau pasir saja. Anda sebenarnya juga membuat aquarium tersebut menjadi lebih menarik lagi jika Anda juga menambahkan tanaman asli ke dalam tempat memelihara ikan tersebut. Sebenarnya, bisa juga dikatakan bahwa tanaman mempunyai peran yang cukup penting dalam upaya untuk memelihara ikan ini dengan baik.
Manfaat Tanaman Bagi Aquarium Ikan Discus
Secara umum, bisa dikatakan bahwa tanaman di dalam aquarium untuk ikan hias air tawar ini mempunyai beberapa manfaat yag cukup signifikan. Manfaat yang paling signifikan tentunya adalah tampilan aquarium yang jauh lebih menarik. Terlebih lagi, aquarium Discus biasanya dibuat dengan sirkulasi air yang baik guna menjaga ikan tetap merasa senang dan jauh dari stres. Hal ini membuat tanaman bisa bergerak dengan alami dan menghasilkan efek dramatisir yang indah.
Manfaat lain yang juga perlu untuk Anda ketahui adalah bahwa tanaman juga bisa berperan sebagai filter alami yang bisa menyaring zat-zat berbahaya di dalam air. Dengan demikian, ikan Discus di dalam aquarium tersebut bisa hidup dengan lebih sehat.
Dengan menambahkan tanaman air di dalam aquarium, Anda secara tidak langsung juga sudah menyiapkan tempat persembunyian alami bagi si ikan. Hal ini akan membuat ikan merasa lebih nyaman sehingga jauh dari stres. Terlebih lagi, ikan Discus sebenarnya juga merupakan jenis ikan yang cukup mudah merasa kaget dan takut. Karena hal inilah, ada baiknya jika Anda menambahkan banyak tanaman di dalam aquarium di mana ikan tersebut Anda pelihara.
Tanaman Yang Disarankan Untuk Anda Pilih
Dari semua jenis tanaman yang bisa ditempatkan di dalam habitat buatan dari ikan hias air tawar ini, sebenarnya ada beberapa jenis tanaman yang jauh lebih sesuai daripada yang lainnnya. Tanaman-tanaman tersebut adalah: Echinodorus, Anubias, dan beberapa jenis tanaman air dengan karakteristik tinggi. Dengan memilih semua atau beberapa dari tanaman tersebut, tentunya Anda bisa menciptakan habitat buatan dengan kualitas yang lebih baik bagi semua ikan Discus yang Anda pelihara.
Thursday, January 14, 2016
Teknik Budidaya Ikan Hias Lou Han

Teknik Budidaya Ikan Hias Lou Han

Media Penyuluhan PerikananPada dasarnya, lou han merupakan jenis ikan yang tahan ‘banting’ dari pengaruh temperatur atau kesadahan yang rendah. Namun, yang namanya mahluk hidup tetap saja bisa terganggu kesehatannya, terutama saat kondisinya lemah. Lemahnya kondisi lou han bisa diakibatkan kondisi air yang buruk atau serangan bakteri patogen. Lemahnya kondisi ikan bisa semakin parah jika pengetahuan tentang fisiologi ikan serta pengobatan penyakit tidak dikuasai, karena itu pengetahuan tentang sifat penyakit, serta pengobatan harus dikuasai secara jelas.

Pemeliharaan lou han sebenarnya tergantang pada selera pemiliknya, yang penting adalah teknik atau cara-caranya harus diketahui terlebih dahulu. Hal yang harus diperhatikan dalam memelihara lou han, antara lain :

Kondisi Aquarium dan Peralatannya
Untuk mendukung kesehatan dan penampilan lou han, kebersihan aquarium harus diperhatikan. Aquarium yang kotor bisa jadi sumber penyakit bagi lou han. Yang biasanya menjadi sumber kotoran aquarium adalah sisa pakan, lumut, sisa obat dan kotoran lou han. Patokan dalam membersihkan aquarium adalah tingkat kekotoran aquarium, kondisi peralatan dan aksesoris pendukung juga harus diperhatikan.Jika tidak bersih atau tidak berfungsi sebagai mana mestinya, peralatan dan aksesoris ini bisa menjadi sumber penyakit.

Kualitas Air
Air merupakan factor penting dalam meningkatkan kualitas lou han. Air harus bersih dari bahan beracun yang berasal dari sumber air, sisa metabolisme ikan atau sisa pakan yang berlebihan. Meskipun lou han tergolong ikan hias yang memiliki toleransi yang cukup tinggiterhadap kualitas air, berbagai parameter air harus tetap diperhatikan. Sebelum digunakan, air perlu diendapkan didalam bak penampungan. Bak penampungan dapat berupa tong bekas atau fiberglass.

Kualitas Pakan dan Pemberiannya
Supaya lou han peliharaan tetap cantik, pakan yang diberikan harus mengandung menu seimbang. Pakan yang salah dapat membuat lou han menjadi stress dan tidak suka makan. Pakan yang seimbang memiliki karbohidrat, protein, lemak, mineral,dan vitamin yang memadai. Pemberian pakan harus sesuai dengan aturan agar tidak cepat mengotori aquarium, sehingga tidak menimbulkan penyakit.Pakan juga harus cukup agar ikan cepat tumbuh, pemberian pakan dengan frekuensi lebih sering dengan jumlah yang tidak terlalu banyaklebih baik dibandingkan dengan pemberian pakan yang jarang dengan jumlah yang berlebihan.

DESKRIPSI IKAN LOU HAN
Sistematika
Lou Han adalah ikan hias yang penampilannya cantik dan menarik dengan aneka warna yang cerah.Budidaya Lou Han sudah banyak dilakukan di Indonesia, baik oleh para peternak atau pengusaha ikan hias maupun para hobiis.

Menurut sistematikanya, ikan Lou han digolongkan sebagai berikut:
Ordo     : Percomorphoidei
Sub Ordo    : Percoidea
Family    : Cichlidae
Genus               : Cichlasoma
Spesies             : Red Flower Horn  

Meskipun Lou Han termasuk jenis ikan hias yang relative tahan terhadap infeksi penyakit, jika kualitas air tempat pemeliharaan tidak cocok bagi ikan tersebut, Maka akan timbul masalah. Masalah ini akan semakin parah jika penanganannya di lakukan dengan cara yang tidak sempurna, terutama bagi ikan yang baru di datangkan dari tempat lain. Salah satu masalah yang sering merugikan para peternak ikan hias adalah masalah penyakit.Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah Lou Han memiliki sifat yang mudah berubah. Hal ini disebabkan lou han merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis ikan yang termasuk keluarga siklid (Cichlidae) dari genus Cichlasoma. Di samping itu proses perkawinan silang kurang mengikuti kaidah yang benar akan berakibat pada penurunan mutu genetic. Efek dari penurunan mutu genetic ini adalah menurunnya daya tahan ikan terhadap penyakit.

Lou Han (Cichlasoma sp) termasuk salah satu jenis ikan hias baru yang memiliki penampilan cantik dengan nilai ekonomis yang tinggi. Ikan ini mulai marak dibicarakan di Indonesia sejak tahun 2001 dengan berbagai sebutan, yaitu Flower born, Flower louhan, dan sun go kong. Sebutan lainnya adalah mutiara dari timur.  

Lou han merupakan hasil persilangan dari ikan jenis siklid lain,yaitu Cichlasoma synpilum dengan Cichlosoma cycnoguttatum ( Neetropus carpintis). Persilangan antar siklid-siklid ini di lakukan oleh orang-orang dari Negara Malaysia. Namun kini sudah banyak persilangan antar jenis ikan siklid lainnya, baik oleh para peternak local maupun manca Negara, sehingga di peroleh berbagai variasi Lou Han. Beberapa species yang merupakan ikan hias dari family Cichlidae yang sudah dikenal di Indonesia di antaranya jenis Oskar (astronhotus ocellatus),texas (Cichlasoma cyanoguttatum), zebra (cichlasoma nigrofasciatum), angel fish atau manvis (Pteophylum spp), dan discus (Symphysodon discus).

Daerah Penyebaran
Ikan yang tergolong dalam keluarga Cichlidae banyak ditemukan di perairan Amerika Latin, Asia, dan Afrika. Namun, menurut pakar breeder di Malaysia, kebanyakan keluarga Lou Han berasal dari perairan Amerika latin, seperti meksiko, Paraguay dan Kolombia. Berkat keuletan para beeder di Malaysia, dalam tempo tiga tahun saja. Lou han telah menjadi ikan yang fenomenal, mengalahkan semua jenis ikan eksotis yang bergengsi di Negara Asia.

Penyebarannya di Afrika dan Madagaskar mencapai 700 species dan hanya 3 species yang terdapat di Asia. Beberapa species family Cichlidae yang terdapat di daerah Afrika merupakan species yang endemic, sehingga tidak bisa ditemukan di daerah lain. Species ini biasanya meletakkan telur tidak jauh dari tempat tinggalnya.Ada yang meletakkan telur di batu, daun-daun tanaman air, pasir, dan rongga mulut.Species ini baik jantan dan betina memiliki insting yang kuat untuk melindungi telur atau anaknya.

BUDIDAYA LOU HAN
Pemilihan Calon Induk
Jenis induk jantan dan betina yang dipilih disesuaikandengan jenis keturunan yang diharapkan, keturunan yang dihasilkan merupakan penggabungan factor genetis kedua induknya.Jika dilihat secara fisik, induk jantan memiliki badan yang lebih langsing dengan jarak antara mulut dan nongnong dekat, sedangkan betina memiliki tubuh yang lebihmembulat dan gendut dibagian perut serta jarak antara mulut dan nongnong agak jauh. Lou han jantan memiliki variasi warna yang lebih banyak dan legas, sedangkan lou han betina agak pucat. Hal ini memang tidak mutlak karena ada juga betina yang menampilkan warna cerah, tetapi setidaknya prediksi ini memiliki kemungkinan kebenaran 80 %.

Memijahkan Induk
Lou han adalah ikan yang hidup soliter, karena itu menjodohkan lou han memerlukan strategi khusus. Calon induk diletakkan dalam aquarium yang diberi pembatas kaca, biarkan keduanya saling mengenal sampai lou han betina benar-benar matang telur dan si jantan siap mencumbunya. Dalam proses pengenalan biasanya betina akanlebih agresif dibandingkan jantan. Umur perjodohan paling baik adalah jantan 2,5 tahun dan betina 2 tahun, dalam usia ini telur yang dibuahi lebih banyak serta keturunannya akan lebih besar.

Merawat Telur dan Burayak
Setelah berjodoh dan siap dipilahkan, dalam tempo paling lama tiga hari saja lou han akan bertelur dimedia telur berupa keramik yang diletakan didasar aquarium. Dalam tempo tiga hari telur biasanya sudah mulai menetas. Pada hari ke-4 aquarium tampak dipenuhi oleh burayak lou han. Burayak masih memiliki cadangan kuning telur ditubuhnya sampai hari ke-4 setelah menetas.Pada hari ke-5 baru diberi pakan kutu air yang disaring, pemberian pakan 3-4 kali /hari.yang harus diperhatikan adalah pakan yang diberikan sekali habis dan tiodak cepat mengotori aquarium.

DAFTAR PUSTAKA
Firmansyah A dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Lou Han Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
S. Hambali, 2001. Mewaspadai dan Menanggulangi Penyakit  Pada Lou Han. Agromedia Pustaka, Jakarta.
S. Suwandi, 2002.  Memilih Anakan dan Meningkatkan Kualitas Lou Han. Agromedia Pustaka, Jakarta
Saturday, August 15, 2015

Uniknya Memelihara Ikan Jenis Golden Black Molly

Media Penyuluhan Perikanan -  Ikan dengan jenis Molly sebenarnya merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup disarankan untuk dipilih bagi mereka yang adalah pemula dalam hal memelihara ikan di aquarium sebagai hewan peliharaan. Keuntungan dari memelihara ikan yang satu ini adalah bahwa ikan ini cukup mudah untuk dipelihara dalam aquarium, bahkan jika Anda memiliki sepasang Molly dengan jenis kelamin yang berbeda, sangat mungkin untuk Anda nantinya mendapatkan beberap anak Molly secara gratis karena ikan yang Anda pelihara bertelur. Satu hal lagi yang mungkin juga bisa meningkatkan minat Anda untuk memelihara Molly adalah bahwa ada satu varian yang cukup baru yang dikenal dengan nama Golden Black Molly. Jenis semacam apakah ikan ini? Mari kita cari tahu lebih lanjut di sini.
Ikan Molly Dengan Dua Warna Sekaligus
Sesuai dengan nama dari ikan hias air tawar ini, Golden Black Molly merupakan salah satu jenis dari Molly yang tidak hanya berwarna hitam tetapi juga mempunyai sentuhan warna kuning keemasan. Biasanya, bagian berwarna keemasan ini terletak pada bagian depan ikan dan bagian belakangnya tetap berwarna hitam sempurna. Inilah yang merupakan ciri paling utama dari ikan berukuran kecil hingga sedang yang satu ini.
Bisa dikatakan bahwa ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hybrid ataau persilangan dari dua jenis ikan Molly yang berbeda. Yang pertama adalah Molly dengan warna golden atau emas dan yang kedua adalah Molly dengan warna hitam. Jika Molly berwarna hitam saja atau emas saja sudah cukup menarik, tentu aja Molly dengan dua warna semacam ini jauh lebih menarik lagi untuk dipelihara, bukan?
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memelihara Ikan Golden Black Molly
Bagi Anda yang ingin memelihara ikan hias air tawar berjenis Golden Black Molly ini, sebaiknya Anda memastikan bahwa julah ikan yang Anda taruh di dalam satu aquarium tidak terlalu banyak sehingga populasi aquarium tersebut tidak akan terlalu banyak. Jika Anda ingin mendapatkan bayi Molly, komposisi jumlah ikan yang cukup adalah satu ikan jantan dengan 3 betina. Karena ikan Molly semacam ini juga cukup mudah berkembangbiak, bahkan jika mereka hidup di aquarium, tidak akan sulit bagi Anda untuk mengembang-biakannya.
Walalupun mungkin, sebaiknya Anda tidak menyampur ikan Golden Black Molly dengan ikan hias jenis lain dalam satu wadah. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan Molly yang pada umumnya suka sedikit demi sedikit memakan sirip dari ikan lain. Jika Anda memang menghendaki ikan lain di dalam aquarium yang sama, mungkin Anda bisa memilih ikan Molly dengan jenis yang berbeda, yang sebaiknya merupakan Molly jenis golden atau black.
Friday, April 15, 2016

Budidaya Ikan Hias Air Tawar Maskoki

Media Penyuluhan PerikananMaskoki merupakan salah satu ikan hias yang penting sebagai ikan hias air tawar. Dalam Materi Penyuluhan Budidaya maskoki akan dipelajari tentang identifikasi maskoki, bagaimana menyiapkan wadah dan media untuk budidaya maskoki, bagaimana cara memelihara maskoki, seperti pemilihan calon induk, perispan wadah pemeliharaan, pemberian pakan serta pemanenan. Pada umumnya dalam membudidayakan maskoki terkait dengan cara budidaya  maskoki yang baik.  Materi Penyuluhan ini perlu bagi  Pembudidaya yang akan menguasai kompetensi membudidayakan maskoki. Materi Penyuluhan lainnya yang terkait dengan  Materi Penyuluhan ini antara lain budidaya pakan alami ikan hias air tawar. Dengan mempelajari Materi Penyuluhan ini,  Pembudidaya dapat melakukan Budidaya maskoki secara terencana dan bekelanjutan.


Penyiapan Wadah dan Media
Wadah dan volume yang dapat digunakan untuk membudidayakan  maskoki ada beberapa macam antara lain adalah: bak semen, bak fiber, kolam atau akuarium. Pemilihan wadah budidaya ini sangat bergantung kepada skala produksi budidaya  maskoki. Wadah budidaya  maskoki ini sebaiknya ditempatkan di ruang teduh.


Wadah budidaya  maskoki

Akuarium yang berbentuk bulat sangat cocok untuk memelihara maskoki yang tubuhnya bulat gempal. Akuarium bulat yang berdiameter 15 cm cocok untuk memelihara maskoki yang tubuhnya berukuran kecil, sekitar 3-4 cm sebanyak tiga ekor. Jika berukuran sedang (5-6 cm), akuarium hanya diisi dua ekor. Akuarium ini tidak cocok memelihara maskoki yang berukuran tubuh besar (6,5—8 cm) ke atas.

Jika mau memelihara maskoki yang berukuran besar sampai jumbo, akuarium persegi empat dapat dipilih karena ukuran akuariumnya bervariasi. Akuarium yang berukuran 60 cm x 30 cm x 35 cm dapat diisi maskoki ukuran kecil sebanyak 8 ekor atau 6 ekor maskoki berukuran sedang. Bila akan memelihara maskoki berukuran besar, dapat dimasukkan 3 ekor, sedangkan maskoki berukuran extra large (10—12 cm) cukup satu ekor saja. Jika mau memeihara seekor maskoki yang berukuran jumbo (14—15 cm) harus menggunakan akuarium berukuran 80 cm x 40 cm x 37 cm. Selain itu, akuarium persegi empat sangat sesuai untuk memelihara maskoki yang tubuhnya berbentuk bulat panjang.

Strain maskoki yang cocok dipelihara di dalam akuarium adalah maskoki yang keindahan warna dan keunikan tubuhnya cenderung dinikmati dan sisi samping (side view) seperti red-white tossa, panda dragon eyes, chocolate oranda red pompom, red cap oranda, red-white ranchu, dan big head pearlscale combination colour.
Wadah yang cocok untuk pemeliharaan maskoki selain akuarium yaitu kolam bak semen, bak fiberglass, dan kontainer kecil yang terbuat dan plastik. Adapun ukuran dan bentuk kolam bak semen disesuaikan dengan luas tanah yang akan digunakan. Untuk pemeliharaan maskoki berukuran extra large sampai jumbo dengan jumlah 10-15 ekor dibutuhkan kolam berukuran 200 cm x 300 cm dengan kedalaman air 15 cm. Bila menggunakan baik fiberglass berukuran 100 cm x 150 cm x 40 cm, dapat untuk memelihara maskoki ukuran large sebanyak  10—12 ekor. Bila memilih kontainer kapasitas 70 liter cukup  diisi tiga ekor maskoki berukuran large atau satu ekor maskoki  berukuran extra large dan jumbo. Tidak ada strain maskoki yang khusus dipelihara di dalam bak/kolam. Akan tetapi, bila keindahan warna dan keunikan bentuk fisiknya terletak pada bagian atas maka bak atau kolam dapat dipilih untuk wadahnya. Strain maskoki yang keindahaimya cenderung dinikmati dan posisi atas (top view) antara lain strain ranchu (seperti red-white ranchu), strain bubble eyes, dan strain butterfly.

Sarana pendukung utama yang harus disediakan di dalam akuarium di antaranya aerator atau blower yang berfungsi sebagai pemasok oksigen ke dalam air. Selain itu, juga disediakan silkulator (aquarium liquid filter) yang berfungsi ganda sebagai penyaring kotoran dan pemasok oksigen. Sarana pendukung lain yang juga berfungsi sebagai alat pembersih kotoran yaitu selang penvifon dan serokan. Sementara sarana pendukung lain yang tidak kalah pentingnya adalah lampu UV (ultra violet biolite) yang berfungsi sebagai penerang, terutama pada malam hari. Gunakan lampu UV 10 watt untuk akuarium berukuran 60 cm x 30cm x 35 Cm dan berukuran 80 cm x 40 cm x 37 cm, serta kontainer mini berkapasitas 70 liter. Untuk bak fiberqlass 100 cm x 150 cm sebaiknya dipasang lampu 25 watt. Sementara untuk kolam berukuran 200 cm x 350 cm x 50 cm, lampu yang digunakan UV 40 watt. Patut diketahui, lampu neon memancarkan cahaya yang tidak menimbulkan panas sehingga tidak meningkatkan suhu air.

Pemilihan Calon Induk Mas koki

Untuk membedakan antara maskoki jantan dan betina tidaklah sulit. Pada dasarnya ada dua cara yang dapat dipilih. Pertama dengan melihat bentuk organ reproduksinya dan kedua melalui tanda yang ada pada siripnya. Untuk mengenali perbedaan organ reproduksinya, maskoki harus ditangkap dan dibuat terlentang. Bila organ reproduksinya berbentuk oval dan kecil, maskoki tersebut berkelamin jantan. Namun, bila organ reproduksinya berbentuk bulat dan sedikit menonjol, dapat dipastikan maskoki berjenis kelamin betina. Adapun mengenali jenis kelamin melalui siripnya dengan memperhatikan sirip keseimbangan di bagian depan yang juga berfungsi sebagai sirip insang. Bila tulang siripnya besar dan pada bagian pangkalnya ada beberapa benjolan kecil berwarna putih maka dipastikan maskoki ini berjenis kelamin jantan karena betina tidak ada tanda tersebut. Tulang sirip insang jantan lebih tebal dibandingkan dengan tulang sirip insang betina.

Untuk mendapatkan calon induk yang berkualitas dapat dengan membeli dari peternak besar yang produksinya berkualitas baik. Sekalipun harganya mahal, tetapi kualitas anak yang dihasilkan memuaskan. Bila menghendaki yang berharga sedikit lebih murah maka pilihlah calon induk yang umurnya muda. Namun, tidak dianjurkan memilih induk yang diperjualbelikan di pedagang ikan hias karena biasanya induk tersebut sudah tidak produkif lagi, kurang subur, atau telurnya sulit menetas. Penyebabnya adalah umur induk sudah melampaui batas produktivitas atau induk pernah terserang penyakit pada organ reproduksinya. Menyilangkan dua strain yang berbeda tidak dianjurkan karena anak yang dlihasilkan tidak berkualitas dan sulit untuk dipasarkan. Namun, perkawinan silang dapat saja dilakukan dalam kurun waktu  yang lama untuk menghasilkan bentuk tubuh yang lebih menarik atau variasi warna yang fantastik. Contoh perkawinan silang yang menghasilkan bentuk tubuh lebih menarik yaitu crown pearlscale atau maskoki mutiara jambul. Sementara contoh perkawinan silang yang menghasilkan variasi warna menawan yaitu panda dragon eyes atau maskoki owo hitam putih.

Maskoki sudah matang kelamin pada umur 5-6 bulan, tetapi telur yang dihasilkan berjumlah sedikit, berukuran kecil, dan burayaknya berkualitas rendah. Selain itu, burayak menjadi rentan terhadap serangan penyakit dan perkembangan tubuhnya lambat. Dengan demikian, umur maskoki yang ideal untuk dijadikan induk adalah 1,5-3,5 tahun agar burayak yang dihasilkan cepat besar dan tahan terhadap serangan penyakit. Untuk mengetahui maskoki betina sudah matang kelamin, perhatikan bentuk perut dan organ reproduksinya. Bila kloakanya tampak melebar, perut membesar, dan perut terasa lembek bila dipegang maka dapat dipastikan maskoki betina tersebut sudah matang kelamin dan siap bertelur. Sementara tanda maskoki jantan matang kelamin bila benjolan kecil berwarna putih pada sirip insang terlihat jelas.

Bentuk fisik calon induk yang baik harus sempuma. Tubuh induk ideal di antaranya bulat pendek, sirip punggung lebar dan berdiri tegak, serta ekor terbelah dua simetris sama lebar. Untuk strain yang berjambul, bentuk jambul harus besar, tinggi, dan berwarna cemerlang. Sementara untuk strain bufterfly, kedua mata hams seimbang sama besar, bentangan ekor harus lebar, dan belahan di ekor harus simetris sama besar. Lain halnya untuk strain ryukin, kepala harus kecil dan membentuk segitiga. Selain itu, sirip punggung harus tegak dan lebar, ekor hams panjang dengan belaban ekor simetris sama besar. Adapun untuk strain ranchu, jambul yang menyerupai brokoli harus menutupi seluruh muka. Selain itu, tubuh strain ranchu harus bulat gempal, punggung bungkuk, dan pangkal ekor tegak. Dengan mengetahui syarat-syarat tersebut, agaknya maskoki yang bertubuh cacat tidak baik untuk dijadikan induk.

Pemeliharaan yang terpisah juga memudahkan perawatan karena pakan yang diberikan untuk calon induk betina berlainan dengan calon induk jantan. Dalam pemeliharaan sepuluh ekor calon induk yang terdiri dan lima ekor calon induk betina dan lima ekor calon induk jantan dibutuhkan dua buah akuarium berukuran 100 cm x 70 cm x 50 cm. Sementara lamanya perawatan tergantung dan umur calon induk itu sendiri karena calon induk yang baik berumur minimal 1,5 tahun. Namun, bila hanya menunggu sampai matang kelamin, perawatan dilakukan selama 2-3 bulan.

Pakan yang baik untuk calon induk betina berupa jentik nyamuk (Mosquito larvacide) yang sudah disucihamakan. Sebagai pakan tambahan, berikan pelet yang mengandung mineral kalsium, protein minimal 30%, fiber 2%, dan vitamin (A, D3, B1, seita E). Untuk calon induk jantan dapat diberi cacing super (blood worm) segar dan pelet yang kandungannya sama untuk betina. Pemberian pakan sebaiknya diatur 5-6 kali sehari. Pagi hari pukul 06.30 diberikan pakan segar dengan jumlah sekali makan habis agar tidak tersisa. Selanjutnya, pukul 10.00 dan pukul 13.000 diberikan pelet dengan takaran sekali makan habis. Pemberian pelet diulangi lagi pada pukul 17.00 dengan takaran yang sama. Agar kebersihan air terjaga, setiap kali pemberian pakan tersebut sebaiknya kotoran dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, pakan diberikan lagi pada pukul 20.00 berupa pakan segar dalam jumlah yang lebih banyak sebagai persediaan jika maskoki lapar di malam hari.

Pemijahan Induk

Untuk pemijahan maskoki sarana utama yang harus disiapkan yaitu kolam pemijahan dan substrat perekat telur. Substrat dapat berupa tanaman air yang mengapung seperti apu-apu atau eceng gondok (Eichornia sp.). Berdasarkan pengalaman,kedua jenis tanaman air ini sangat disukai induk maskoki untuk melekatkan telur karena perakarannya lebat, rimbun, dan panjang menjuntai.

Eceng gondok atau apu-apu terpilih harus dalam kondisi sehat. Untuk eceng gondok, daunnya harus kaku, kecil, dan berwarna hijau tua. Gondok dipangkal batang jangan ada yang pecah dan batang tidak tinggi. Sementara untuk apu-apu, daunnya harus bertumpuk lebat, tidak sobek, dan berwama hijau muda.
Sebelum digunakan, kedua tanaman air tersebut harus disucihamakan terlebih dahulu agar tidak membawa bibit penyakit. Caranya ialah daun yang rusak dibuang dan akar dicuci dengan air mengalir. Setelah bersih, tanaman air ini dimasukkan ke dalam wadah berukuran 30 cm yang sudah diisi air sebanyak 3/4 bagian dan sudah dilarutkan butiran kristal PK (permanganat kalium) 0,5 gram. Tanaman air tersebut direndam selama 2 jam. Setelah direndam. tanaman sudah siap digunakan.

Selain kedua jenis tanaman air tersebut, substrat perekat telur pun dapat dibuat dari bahan ijuk. Substrat ini dibuat dengan cara ijuk sebanyak satu genggam diikat, lalu disisir agar batang kasarnya terlepas. Setelah membentuk seperti akar, ijuk tersebut diikat pada sepotong styrofoam, lalu dimasukkan ke dalam wadah yang sudah diisi air. Sebelumnya ke dalam air tersebut sudah dilarutkan butiran kristal PK sebanyak 0,5 gram. Selanjutnya, ijuk direndam selama 3-4 jam. Setelah itu, ijuk sudah siap digunakan.

Kondisi air yang dikehendaki maskoki untuk berpijah harus memenuhi persyaratan suhu, pH, dH, dan kandungan oksigen terlarut. Untuk dapat berpijah, suhu air hams berkisar 20-25O C, kemasaman (pH) air 7-7,5, kesadahan (dH) sekitar 4, dan kadar kandungan oksigen terlarut di atas5 mg/l.

Ambang batas toleransi suhu air sekitar 17OC dan 27OC. Bila suhu air terlalu rendah maka maskoki akan menjadi malas bergerak dan kehilangan nafsu makan. Sebaliknya bila suhu air melebihi ambang batas toleransi, maskoki akan lebih banyak bergerak di permukaan air sehingga proses perkawinannya pun sulit terjadi. Ambang batas tolerasi kemasaman air (acidity) 6,8 dan alkalidity 8,3. Bila pH air kolam di bawah ambang batas toleransi tersebut maka maskoki akan mengalami acidosis yang ditandai dengan hilangnya nafsu makan akibat penimbunan ion hidrogen di dalam tubuh. Bila pH air tinggi atau melebihi ambang batas alkalidity maka maskoki akan mengalami alkalidosis, yaitu produksi lendir di tubuh meningkat dan maskoki tidak mau memijah.

Sementara ambang batas toleransi kesadahan air (dH) adalah 6. Bila dH air melebihi ambang batas tersebut maka maskoki akan menjadi stres dan dapat menemui kematian. Meningkatkan suhu air yang rendah dapat menggunakan heater (pemanas air). Sementara bila suhu air tinggi, tanaman air seperti eceng gondok harus diperbanyak. Daun eceng gondok dapat meredam panas sinar matahari. Selain dengan eceng gondok, penggunaan penutup dan jaring net yang dipasang di atas kolam dapat dilakukan agar sinar matahari tidak langsung menyinari air. Untuk menetralisir pH dan dH, dapat digunakan Tetra Black Water, Tetra AquaSafe, atau Izeki Super Clean dengan dosis 1 tetes/5 liter air.

Sementara untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air, dapat dilakukan dengan mengaktifkan aerator dan melarutkan Oxydan dengan tàkaran 1 gram/20 liter air. Waktu yang tepat untuk memasangkan calon induk adalah pada sore hari sekitar pukul 17.30—18.00. Pemasangan calon induk terdiri dan seekor induk betina dan dun ekor pejantan. Dapat juga dipasangkan dua ekor induk betina dengan tiga ekor pejantan yang ukuran tubuhnya sama. Jumlah pejantan lebih banyak dan induk betina karena seekor induk betina berkualitas tidak cukup hanya dilayani oleh seekor pejantan.

Proses perkawinan terjadi sekitar 3-5 hari setelah calon induk dipasangkan. Perkawinan berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.00—07.30. Prosesi perkawinan berlangsung dengan diawali oleh dua ekor pejantan mengikuti betina dan saling bergantian menggesek-gesekkan siripnya ke organ reproduksi betina. Betina yang terangsang akan segera mengelilingi substrat dan melepaskan telurnya. Telur yang melekat pada substrat segera dibuahi oleh pejantan. Ukuran telur berkualitas sekitar 0,8-1,3 mm. Setiap induk betina dapat menghasilkan telur sebanyak 3.500-4.500 butir.

Setelah terlihat telur banyak melekat pada substrat, kedua induk segera dikembalikan ke dalam kolam masing-masing. Kedua induk diberi pakan pelet yang mengandung vitamin dan mineral  tidak dapat menetas pada suhu di bawah 12,5OC. Pada suhu 18-21OC, telur akan menetas sekitar 4-5 hari Sementara pada suhu 24-27OC, telur akan menetas 2-3 hari. Panjang larva yang baru menetas sekitar 5 mm. Di perut larva tergantung kantong telur (yolk sac) yang berfungsi sebagai persediaan makanan sebelum burayak mampu mencari makanan sendiri. Larva tersebut melekat pada substrat dinding kolam, atau dasar kolam.

 Untuk menjaga agar kualitas air tidak menurun maka bagian atas kolam ditutupi dengan terpal atau tripleks. Tutup tersebut dibuka setelah 2-3 hari, kemudian dan larva sudah bisa berenang mencari pakan berupa fitoplankton di sekitar akar tanaman. Seminggu kemudian, larva yang sudah disebut burayak ini dapat memangsa Infusoria, Clorodera, Daphnia, dan Hama. Burayak umur dua minggu dapat menyantap pelet halus seperti White Crane CR atau Izeki Ultra.

Cara lain yang lazim digunákan untuk mengawinkan maskoki adàlah dengan metode stripping. Metode stripping yang umuin dilakukan adalah telur diambil dan disatukan dengan sperma jantan di dalam wadah. Namun, stripping yang dilakukan peternak di Tong Kwan Pu (Dangguan, Cina) berbeda, yaitu langsung di dalam kolam. Teknis perlakuannya adalah pada pagi hari dua orang masuk ke dalam kolam yang masing-masing membawa wadah berisi jantan dan betina. Secara bersamaan keduanya mengurut perut induk maskoki yang dihadapkan ke substrat perekat telur sampai sel telur dan sperma keluar. Setelah telur dan sperma keluar, kedua induk dikembalikan ke kolam induk.

Dengan metode stripping, tingkat keberhasilan pemijahan sangat rendah. Telur yang menetas hanya sekitar 10—15% atau sekitar 500 ekor. Namun, pemijahan dengan cara ini lebih cepat. Secara normal, sepasang induk maskoki yang sudah matang gonad akan menyelesaikan perkawinan dalam waktu 2-3 hari, sedangkan dengan metode stripping sebanyak 25 pasang dapat dikawinkan hanya dalam waktu 2 jam.

Perawatan Benih Ikan Mas Koki

Mengatur padat penebaran benih berfungsi agar pertumbuhan burayak cepat besar dan tidak mudah terserang penyakit. Berdasarkan catatan (T. Kafuku & H. Ikenoue, 1983), larva yang baru menetas dipelihara dalam kolam bak semen atau bak fiber dengan padat penebaran 200-300 ekor/m2. Padat penebaran ikan yang sudah berumur satu bulan atau panjang tubuh sekitar 2 cm yaitu 100-150 ekor/m2, umur dua bulan 75-100 ekor/m2, dan umur tiga bulan atau panjang tubuh sudah sekitar 5 cm yaitu 40-60 ekor/m2.

Apabila luas kolam tidak cukup untuk menampung jumlah burayak yang ada maka sebaiknya dilakukan seleksi benih terlebih dahulu, yaitu hanya benih berkualitas saja yang dibesarkan. Burayak maskoki umur di bawah sebulan sebaiknya diberi pakan berupa jasad renik seperti Inflisoria, Rotifera, dan Chordata.

Jasad renik tersebut sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan burayak. Organisme kecil ini diperoleh dari air tergenang yang banyak mengandung bahan organik. Ukuran tubuhnya sangat kecil dan lazim disebut kutu air. Sebenarnya ada banyak jenis kutu air tersebut, di antaranya ialah Branchionus sp., Keratela sp., Picodina sp., Daphnia sp.,dan Moinci sp. Pemberian pakan tersebut secara adlibitum (tersedia setiap saat). Burayak yang sudah berumur 1-2 bulan sudah bisa diberi pakan cacing sutera (tubfiex worm). Cacing ini banyak mengandung crude oil dan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Sebagai pakan tambahan, burayak dapat diberi pelet halus yang mengandung vitamin dan mineral seperti White Crane CR, CR 6, Tetra Gold Medal for Quick Growth, atau Izeki Ultra L. Cacing sutera ini disediakan secara adlibthum. Cara pemberiannya ialah gumpalan cacing sutera yang sudah bersih diletakkan di dalam piring kaca, lalu dimasukkan ke dalam kolam. Agar tetap tersedia hingga malam hari, cacing sutera perlu ditambah setiap sore. Pakan berupa cacing sutera ini dapat diberikan sampai maskoki dewasa. Pakan lain yang juga dapat diberikan adalah cacing super yang sudah dibekukan.

Seleksi bertujuan untuk menghasilkan produk berkualitas baik berdasarkan bentuk tubuh, kelengkapan sirip, dan warna. Seleksi diawali sejak burayak berumur dua minggu dan berukuran tubuh mencapai 1 cm. Pengamatan selektif ditujukan pada sirip ekor. Maskoki yang tidak berekor atau ekorya tunggal seperti ekor ikan mas harus dibuang.

Pada penyeleksian ini dibutuhkan sarana pendukung berupa serokan berbahan halus ukuran 15 cm dengan kedalaman 5 cm dan baskom warna putih ukuran 30 cm. Seleksi dimulai pada pagi hari pukul 08.00. Perhatikan dengan seksama burayak yang sedang berenang bergerombol. Bila di antaranya ada yang tidak bersirip ekor maka secara perlahan ikan tersebut diserok bersama dengan beberapa ekor ikan lain dan dimasukkan ke dalam baskom. Ikan yang rusak dibuang, sedangkan ikan lain dikembalikan ke dalam kolam. Seleksi dilakukan setiap hari hingga burayak berumur satu bulan atau sudah tidak ada lagi burayak yang rusak.

Seleksi kedua dilakukan saat anak ikan sudah berumur tiga bulan. Seleksi diutamakan pada bentuk tubuh, sirip, dan wama. Untuk red oranda dan red cap oranda hasil seleksi terbagi tiga kelas, yaitu kelas A, B, dan C. Red oranda kelas A merupakan kualitas kontes. Bentuk tubuhnya bulat telur, jambul besar, berekor lebar, dan sirip punggung tegak. Sirip tidak ada yang terpelintir atau patah dan wama tubuh sampai ke pangkal ekor merah oranye cemerlang. Untuk kelas B, bentuk tubuh dan lainnya sama dengan kelas A, hanya berbeda pada jambul yang kurang besar. Sementara ikan yang tidak termasuk pada kelas A maupun kelas B digolongkan dalam kelas C. Red oranda kelas B dan kelas C dapat disatukan dalam satu kolam, sedangkan red oranda kelas A yang berkualitas kontes harus dipisahkan dalam kolam tersendiri walaupun jumlahnya hanya sedikit. Red cap oranda terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas kontes dan kelas komersial, Ciri-ciri red cap oranda kualitas kontes antara lain bentuk tubuh bulat telur, jambul lebar berwarna merah darah, seluruh tubuh berwama putih mutiara cemerlang, sirip punggung tegak utuh, sirip ekor lebar, dan pangkal ekor berdiri. Bentuk jambul red cap oranda harus tinggi, melebar, dan warna merahnya tidak boleh ada yang keluar dan jambul.

Memilih calico oranda yang berkualitas kontes hanya dengan memperhatikan komposisi warna dan corak yang ada pada tubuhnya. Ciri lainnya mirip dengan cara memilih red oranda. Oranda red pompom terbagi atas tiga kelas. Kelas A merupakan kualitas kontes. Dalam memilih kelas A yang diperhatikan adalah bentuk pompomnya harus tinggi, sama besar, dan harus berwarna merah darah. Pompom harus berdiri tegak dan tidak terkulai. Pilih warna yang jarang seperti cokelat cemerlang pada chocolate oranda red pompom atau putih cemerlang seperti diamond oranda red pompon. Menilai bentuk tubuh sama dengan menilai bentuk tubuh pada red oranda. Antara oranda red pompom kelas A dan kelas B hanya berbedaan pada ukuran dan tegak tidaknya pompom. Sementara ikan yang tidak termasuk dalam kelas A dan B digolongkan dalam kelas C.

Menyeleksi burayak bubble eyes dan telescope eyes dapat dilakukan setelah burayak berukuran 1 cm. Seleksi pertama ditujukan untuk penyortiran burayak bertubuh bengkok tidak berekor, dan bentuk ekor seperti ikan mas. Pada umur dua bulan, mata sudah terbentuk. Untuk tipe mata balon, ukuran mata bukan merupakan tujuan utama penyeleksian. Ini disebabkan mata yang kecil atau tidak sama besar dapat diolah menjadi sama besar. Namun, bila memilih bubble eyes untuk bakalan kontes, bentuk balon harus sama besar dan warnanya tidak gelap.

Penilaian juga ditujukan pada bentuk tubuh. Bentuk tubuh bubble eyes harus panjang, punggung datar, tidak bersirip punggung, ekor panjang, dan belahan ekor harus dalam. Untuk telescope eyes, apa pun tipenya, mata mempunyai nilai sendiri. Sebagai contoh, telescope eyes tipe butterfly bertubuh bentuk bulat, sirip punggung tegak, sirip ekor membentang lebar seperti sayap kupu-kupu, kedua mata harus sama besar, tinggi tonjolan mata harus sejajar dengan kepala, dan warna mata juga harus sama dengan warna kepala.

Red tossa atau red-white tossa sudah bisa dilihat perbedaannya setelah berumur 2-3 bulan bila perkembangan warnanya sempurna. Warna hitam kehijauan pada tubuh tossa akan dominan pada umur sebelum dua bulan. Selanjutnya, pigmen pembawa warna hitam (melanopkore) secara perlahan akan digantikan oleh pembawa warna kuning (xanthophore).

Untuk mempercepat terjadinya perubahan warna menjadi merah cemerlang, anakan tossa diberi pakan yang banyak mengandung spirulina dan sent (crude fiber) seperti CR5 atau Ultra P-DX dan Biriiant F-DX yang mengandung Chitin Chitosan 3%. Untuk tossa yang membawa warna putih, warna tersebut menjadi lebih berkilau.
Dalam penyortiran anakan pearlscale yang perlu diutamakan adalah memperhatikan bentuk tubuh dan sisiknya. Bentuk tubuh harus bulat seperti bola pingpong dan sisik di tubuhnya harus tampak kasar menonjol seperti butiran buah jagung. Sementara kepalanya kecil membentuk segitiga. Sirip punggung utuh dan sirip ekor membuka lebar. Belahan pada sirip ekor harus terlihat jelas. Bila tidak menggunakan induk dari tipe crown pearlscale maka sulit dijumpai anakan yang berjambul di kepalanya.

Bila salah satu induk bertipe crown pearlscale maka anakan yang dihasilkan ada yang berjambul di kepala dan ada yang tidak. Pada umur tiga bulan, jambul di kepala sudah tampak jelas dan dapat diseleksi. Membedakan warna tubuh ranchu dapat dilakukan pada umur minimal dua bulan. Pada umur satu bulan, sel pembawa warna hitam (melanophore) masih mendominasi sehingga belum dapat membedakan wama tubuh, Memasuki umur dua bulan barulah terjadi pembahan warna karena perlahan-lahan sel pembawa warna kuning (xanthophore) masuk ketubuh ranchu sehingga warna tubuh menjadi kombinasi hitam kuning. Memasuki umur tiga bulan warna hitam di tubuh ranchu semakin sedikit dan warna kuning berubah menjadi orange kemerahan. Pada umur tiga bulan ini sel pembawa warna merah (erythrophore) mulai mendominasi. Bila pada umur tiga bulan sel pembawa warna masih didominasi oleh melanophore maka dapat dipastikan bahwa ranchu akan tetap berwarna hitam.

Untuk mempertahankan agar pewarnaan tubuh tetap didominasi oleh sel pigmen melanophore, ranchu perlu diberi bahan pakan yang mengandung lemak seperti cacing sutera atau cacing super. Selain itu, ranchu perlu diletakkan di tempat yang teduh dengan suhu air maksimal 22OC. Jika panas terlalu tinggi, warna ranchu hitam Iebih cepat berubah menjadi merah. Walaupun demikian, terkadang setelah dewasa warna tersebut pun dapat berubah menjadi merah. Untuk melihat dominasi sel pewarna tubuh, perlu diperhatikan bagian perutnya. Bila perut berwarna putih kelabu maka dapat dipastikan bahwa secara perlahan-lahan wama putih tersebut akan merambat naik ke atas dan berubah menjadi kuning. Lambat laun perubahan menjadi menyeluruh dan warna kuning berkombinasi hitam akan berubah menjadi merah. Bila wama perut kuning kehitaman atau bahkan hitam pekat, dapat dipastikan bahwa warnanya tidak akan berubah.

Pada umumnya semua jenis maskoki umur satu bulan masih herwarna hitam. Maskoki yang warna tubuhnya cepat berubah menjadi meràh bila berwarna hitarn kehijauan. Untuk mempercepat perubahan warna, suhu udara ditingkatkan menjadi minimal 26° C. Selain itu, maskoki diberi pakan pelet yang banyak mengandung spirullina seperti Hal Feng, CR5, CR6, atan Ultra P-DX dan Brilliant F-DX yang mengandung Chitin Chitosan 3%. Bila pelet yang ada berukuran agak besar, pelet tersebut sebaiknya ditumbuk bingga halus dahulu sebelum diberikan. Sementara airnya harus diganti tiga hari sekali agar sinar matahari dapat langsung diterima tubuh. Perlu diperhatikan bahwa pemberian pakan yang mengandung banyak lemak seperti cacing sutera atau cacing super harus dihindari karena sangat berisiko, yaltu pertumbuhan fisiknya menjadi agak terlambat.

Pencegahan Penyakit Mas Koki

Pakan yang rentan membawa bibit penyakit adalah bahan pakan alami atau pakan hidup, seperti cacing sutera, larva nyamuk, atau kutu air. Dapat juga berasal dan pakan olahan seperti cacing super beku (frozen blood worm). Tidak dapat dipungkiri semua jenis pakan alami tersebut diambil dan perairan yang kotor.

Pakan lain yang juga umum dikonsumsi maskoki, terutama induknya, yaitu larva nyamuk (Mosquito lurvacide) yang populer disebut cuk atau ughet-ughet (Jawa). Larva berukuran 10-25 mm ini hidup berkelompok di air tergenang ber-pH rendah antara 6-6,5. Larva nyamuk yang baru diambil tidak dapat langsung dikonsumsi maskoki karena ada juga sejenis ulat yang tidal layak dikonsumsi maskoki.

Cara membersihkan ulat tersebut dengan memasukkan larva nyamuk ke dalam baskom yang sudah terisi air 1/2 bagian. Kemudian, larutkan 1 tetes Tetra AquaSafe/liter air. Setelah dibiarkan 1 jam, ulat berwarna kelabu akan keluar dari wadah dan ulat berwarna hitam berkumpul di dasar wadah. Selanjutnya, sifon dengan selang kecil ulat yang di dasar wadah dan buang ulat yang di permukaan air. Setelah bersih, larutkan Tetra Medica Contra Spot, Rot Stop, atau Dactylo Shower dengan dosis 1 tetes/liter air. Larva siap dikonsumsi induk maskoki setelah dibiarkan 3 jam.

Maskoki gatal karena terserang cendawan berwarna putih kapas yang lazim disebut whitespot. Gejala awalnya, maskoki berenang seperti tersentak-sentak, sirip terkulai dan tubuh dibentur-benturkan ke dinding akuarium.

Bila diperhatikan, pada bagian tubuhnya terdapat butiran kecil seperti serbuk yang semula garam. Sekitar 2-3 hari kemudian, tubuh dan sirip maskoki dipenuhi bintik putih. Penyebab penyakit ini adalah parasit Icthtiopthirius multjfihiis. Parasit golongan Ciliata ini hidup di air ber-pH rendah dan kotor. Penyebab penyakit ini terbawa ke dalam akuarium bersama pakan segar, seperti larva nyamuk atau kutu air. Sporanya melekat di tubuh larva atau mengapung di air bersama kutu air.

Ikan yang telah sakit diobati dengan cara teteskan obat antibiotik cair, seperti Tetra Medica Fungi Stop, Dactylo Shower, atau Blitz Icth yang mengandung tetrametil paramino trifenil atau Rid-all yang mengandung dimetil amino trifenil metanol dengan takaran 1 tetes/ liter air. Biarkan obat ini berada dalam akuarium selama 2 hari. Selanjutnya, air disifon dan diganti dengan air yang baru. Perhatikan hasil dan pengobatan selama 2 hari. Bila jamur masih banyak melekat, larutkan kembali obat antibiotik dengan dosis yang sama. Selama dalam perawatan, maskoki harus tetap diberi pakan. Akan tetapi, bila tidak disentuh, pakan segera diangkat agar air tidak tercemar. Bila belum parah, dalam waktu 1 minggu ikan sudah sembuh dari penyakit tersebut.

Melihat gejala dan kondisi fisiknya, dapat dipastikan maskoki sudah terserang penyakit velvet. Gejala awal penyakit ini mirip dengan penyakit white spot. Tahap selanjutnya, lendir di bagian tubuh terlepas, warna maskoki menjadi pudar, kesulitan bernapas, dan maskoki pun menemui kematian. Penyebab penyakit ini adalah parasit Qodiniumpillularis dan famii Dinoflageflate. Ukuran tubuhnya sangat kecil, 50-70 mikron. Hidup dan perkembangbiakkannya di air keruh. Bibit penyakit terbawa oleh cacing sutera, cacing super, larva nyamuk, atau kutu air. Maskoki yang telah sakit dapat diobati dengan cara sebagai berikut : Teteskan obat antibakterial cair seperti SuperInternal,Tetra Medica Contraspot, atauRot Stop yang mengandung formaldehyde dengan dosis 1 tetes/2 liter air.

Biarkan maskoki terendam selama 1-2 har, kemudian air dikuras habis. Bila terlihat parasit masih melekat maka pengobatan dapat diulangi. Penyakit velvet ini juga dapat diberantas dengan Furazan Gold atan tetrasilclin yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Dosis Furazan Gold dan tetrasiklin yang digunakan 1 butir kapsul dilarutkan dalam air 1 sendok makan. Selanjutnya, 3 tetes larutan tetrasiklin tersebut dicampurkan dalam 1 liter air. Furazan Gold 1 sendok teh dilarutkan dalam air 1/2 cangkir air. Selanjutnya, 2 tetes larutan yang berwarna kuning digunakan untuk 1 liter air. Biarkan maskoki terendam selama  1 jam. Kemudian, air diganti dengan air baru. Bila penyakit belum telanjur parah, dalam waktu 2 hari maskoki sudah sembuh.

Benda yang melekat di sirip atau tubuh maskoki itu adalah Argullusinclicus, kutu air parasit golongan udang renik, famili Copepoda. Tubuhnya berbentuk bulat seperti kura-kura berwarna hijau muda transparan. Kutu air parasit ini mengisap darah maskoki. Maskoki yang terserang menjadi liar dan kehilangan nafsu makan. Pada akhirnya, maskoki dapat mengalami kematian. Kutu terbawa ke dalam kolam atau akuariurn bersama larva nyamuk atau kutu air. Sering pula, kutu terbawa masuk oleh maskoki yang baru dibeli. Cara mengatasi kutu Argullus ini dengan menangkap ikannya dan membuang kutu satu per satu menggunakan pinset. Kutu yang sudab terlepas dan tubuh ikan segera dihancurkan. Ikan yang sudah dibersihkan dari kutu dimasukkan ke dalam wadah lain yang telah ditetesi Blitz Icth atau Tetra Medica Fungistop dengan dosis 1 tetes/2 liter air untuk mencegah masuknya bibit penyakit lain ke dalam wadah. Selain itu, dapat juga digunakan bubuk Abate berbahan aktif phenylene phosphorothioate 1% yang dilarutkan dalam kolam atau akuarium dengan takaran 2 bungkus Abate per 100 liter air. Dalam waktu 1 jam, kutu air yang melekat di tubuh maskoki terlepas semua dan mati karena kesulitan bernapas. Pernapasan maskoki tidak terganggu karena Abate hanya efektif membunuh insekta yang bernapas dengan trakea. Agar maskoki tidak stres, larutkan Tetra AquaSafe dengan takaran 1 tetes/5 liter air.

Dapat dipastikan insang maskoki terserang cacing golongan Trematoda yang bernama Dactylogyrus sp. Cacing ini terbawa dalam pakan segar, seperti cacing sutera, cacing suf atau jentik nyamuk yang kurang higienis. Mengobati serangan cacing Trematoda ini cukup sulit. Sering kali pada saat pengobatan, maskoki sudah menemui kematian. Pencegahan terhadap serangan cacing ini hanya dengan mennyucihamakan pakan sebelum diberikan maskoki. Pengobatan dapat dicoba dengan cara merendam maskoki yang sakit ke dalam larutan PK dosis 1/2 gram/ 5 liter air. Lakukan perendaman selama 5 menit, kemudian pindahkan maskoki ke dalam wadah yang sudah berisi air bersih.

Setelah 2 menit, masukkan kembali maskoki ke dalam larutan PK. Lakukan pengobatan ini sampai terlihat maskoki sudah dapat bernapas secara normal. Ada beberapa jenis maskoki, seperti bubble eyes dan red cap oranda, pada saat pengobatan menjadi stres berat, lendirnya terlepas, dan warnanya menjadi pudar. Untuk mengatasi kondisi tersebut, siapkan wadah berdiameter 30 cm, isi dengan air bersih 1/2 bagian dan larutkan cairan antistres, seperti Tetra AquaSafe sebanyak 20 tetes. Biarkan maskoki berada di dalam air tersebut selama menit sebelum direndam kembali ke dalam larutan PK. Akuarium tempat asal maskoki dibersihkan dan airnya diganti dengan air baru yang sudah diendapkan. Sebelum maskoki dimasukkan kembali ke dalam akuarium, larutkan Tetra Black Water untuk mengikat logam berat dan menurunkan kadar klorin dengan takaran 1 tetes / liter air. Kemudian, masukkan cairan antistres Tetra AquaSafe dosis 1 tetes/3 liter air. Sebagai perlindungan terhadap serangan penyakit, larutkan Dactylo Shower atau Rot Stop dengan takaran 1 tetes/5 liter air.

Sumber :
Nurleli. 2011. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Ikan Maskoki. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Jakarta
Tuesday, April 22, 2014

Mengenal Taman Wisata Perairan Pulau Pieh

Media Penyuluhan Perikanan -  Salah satu dari 185 pulau-pulau kecil yang masuk dalam daerah administrattif Kabupaten Padang Pariaman adalah Pulau Pieh. Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya mempunyai potensi bahari dan biota laut yang perlu dilindungi dan dapat dikembangkan untuk pemanfaatan wisata bahari. Potensi yang dimiliki Pulau Pieh antara lain hamparan terumbu karang, topografi bawah laut
yang unik, ikan karang, penyu, mangrove, biota lainnya pantai pasir putih dan air laut yang jernih.

Keunikan lainnya dari Pulau Pieh yaitu daerah daratan di tengah pulau yang berupa lahan rawa yang langsung berhubungan dengan laut, dimana ketinggian air yang terdapat di rawa-rawa ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Daerah ini dapat dikembangkan sebagai aquarium alam yang sangat menarik bagi wisatawan. Berdasarkan kondisi di atas Kawasan Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan dan perkebunan RI sebagai Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) berdasarkan Surat Keputusan No. 070/Kpts-II/2000 tanggal 28 Maret 2000 dengan luas kawasan 39.900 hektar. Penentuan status TWAL tersebut berdasarkan kriteria penentuan kawasan konservasi laut yang memiliki keanekaragaman biota laut dan lingkungan yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata.

Saat ini Pengelolaan Pulau Pieh dan perairan sekitarnya telah diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan berita acara serah terima no: BA.01/menhut-IV/2009 dan No BA. 108/MEN.KP/III/2009 pada tanggal 4 maret 2009 dengan nama Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan Laut di sekitarnya (TWP Pulau Pieh).

Kawasan konservasi perairan dengan fungsi Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan Laut di sekitarnya, terdiri dari beberapa pulau, yaitu pulau Bando, Pulau Pieh, Pulau Air, Pulau Toran dan Pulau Pandan. Kawasan ini memiliki luas 39.900 Ha dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP. 70/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Pieh dan laut di sekitarnya di provinsi Sumatera Barat. Pulau Pieh dan laut disekitarnya ditetapkan sebagai Taman Wisata Perairan (TWP).

Pulau Pieh merupakan pulau sedimentasi yang ditengahnya di dominasi oleh lumpur, pecahan batu yang tipis dan tanah liat bercampur kapur yang masih berusia relative muda. Tanah pulau ini cukup subur namun tanahnya peka terhadap erosi. Tipe tanah tergolong rezinea dan carnbiosols dengan tekstur tanah baik (FAO-UNESCO, 1979) hal ini menunjukkan kandungan haranya lebih miskin dibandingkan dengan tanah hujan tropis pada umumnya (WWF 1980).

Di Pulau Pieh flora dominan adalah kelapa dan Nipah (Nypa frutican). Pada Pulau Pieh tumbuhan ini merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis burung dan satwa daratan lainnya. Beberapa jenis burung yang
terdapat di Pulau Pieh antara lain, Elang Laut (Haliarctus leucogaster), Dara laut (Sterna sp.), Pucung (Roko-roko), Barabah, Barau-barau (Cucak rawa) dan Burung Raou. Reptil yang dijumpai di Pulau Pieh antara lain Biawak (Varanus sp.), Penyu hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Erecmochelys imbricata).

Terumbu Karang
Terumbu Karang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi. Fungsi ekologisnya antara lain sebagai tempat pemijahan, pembesaran, tempat mencari makan, terumbu karang juga dipandang penting karena produk yang dihasilkan seperti ikan karang, ikan hias, udang, alga dan bahan-bahan bio-aktif.

Berdasarkan hasil pengambilan data Loka KKPN Pekanbaru (2009) kondisi terumbu karang berada pada status jelek dengan nilai rata-rata tutupan karang sebesar 4%, nilai tersebut terdiri dari 1% Acropora dan 3% Non Acropora sebagian kawasan yang diamati ditumbuhi oleh Alga, 10,5% ditutupi oleh pasir, sementara sisanya ditutupi oleh Rubbie dan Sponge.

Disamping terumbu karang perairan Pieh juga sangat kaya dengan ikan karang, baik berupa ikan hias, maupun ikan konsumsi. Ikan hias laut di kawasan Pieh ini cukup potensial untuk didayagunakan, khususnya bagi wisata bawah air maupun objek penelitian.

Disamping ikan di Pieh juga dapat ditemui penyu, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Pualu Pieh merupakan lokasi bertelurnya penyu-penyu tersebut. Penyu ini bertelur pada malam hari dari pukul 20.00 sampai 04.00.


Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta