Posts

Showing posts with the label Konservasi

Dampak Buruk Perubahan Iklim Menyebabkan Ikan Kehilangan Temannya

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Seperti halnya manusia, ikan cenderung berkelompok dengan individu yang akrab dengannya, bukan “orang” asing. Hal ini memberikan banyak manfaat seperti pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang bisa lebih tinggi, pertahanan yang lebih besar terhadap predator dan pembelajaran sosial yang lebih cepat. Namun, tingginya kadar karbon dioksida, seperti yang diakibatkan oleh perubahan iklim, dapat menghalangi kemampuan ikan untuk mengenali satu sama lainnya dan menghalangi kemampuannya untuk membentuk kelompok dengan individu akrab yang akrab dengannya.

Para ilmuwan di ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies di James Cook University, Australia, telah mempelajari efek dari karbon dioksida pada perilaku  ikan Chromis viridis tropis. Pemimpin penelitian ini Miss Lauren Nadler menemukan bahwa ikan remaja biasanya memerlukan tiga minggu untuk mengenali teman akrabnya, namun tingkat karbon dioksida yang meningkat secara signifikan dapat mengganggu kemampuan ini.

Mengamati Struktur dan Sebaran Komunitas Padang Lamun

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Metode RRI digunakan untuk melihat sebaran lamun secara cepat dan dapat menjankau daerah yang luas. Sedangkan untuk pengamatan kelimpahan, komposisi jenis dan biomassa digunakan transek kuadrat.

Metode pengamatan struktur komunitas padang lamun merupakan modifikasi dari English,et al., (1994). Untuk mengamatan zonasi sebaran lamun adalah sebagai berikut:

Zonasi sebaran lamun di buat pada satu garis transek tegak lurus pantai. Arah transek dari pantai ke laut dicatat dengan kompas. Sepanjang garis transek diletakkan pita berskala (roll meter), dan lamun yang terletak di bawah roll meter dicatat jenisnya, luas tutupannya diamati, kemudian dicatat karakteristik tipe substrat dan kedalaman air. Di setiap lokasi pengamatan sebaiknya minimal dibuat 3 buah transek yang masing-masing sejajar dengan jarak antara 50 s/d 100 m (Gambar 1.). Titik penentuan transek di pantai ditentukan posisinya dengan GPS. Data tentang zonasi sebaran lamun dari setiap transek di pakai …

Cantik Tapi Mengancam : Invasi Ikan Tropis Menghancurkan Hutan Kelp

Image
Media Penyuluhan Perikanan -  Migrasi ikan tropis sebagai akibat dari pemanasan laut menimbulkan ancaman serius ke daerah-daerah yang mereka serang, karena mereka memakan tumbuhan di hutan kelp dan padang lamun.

Dampak berbahaya dari ikan tropis yang paling jelas di perairan Jepang selatan dan Mediterania timur, di mana telah terjadi penurunan dramatis populasi kelp.

Ada juga bukti yang muncul di Australia dan Amerika Serikat bahwa penyebaran ikan tropis ke arah kutub yang menyebabkan kerusakan di daerah yang mereka masuki.

"Tropikalisasi iklim di wilayah laut merupakan fenomena baru signifikansi global yang telah muncul karena perubahan iklim," kata penulis utama studi, Dr Adriana Verges, dari UNSW Australia.

"Peningkatan jumlah ikan tropis pemakan tumbuhan sangat dapat mengubah ekosistem dan menyebabkan terumbu karang tandus, mempengaruhi keanekaragaman hayati daerah ini, dengan dampak ekonomi dan manajemen yang penting."

Studi ini diterbitkan dalam Prosidin…

Teknologi Rehabilitasi Habitat dan Pemulihan Sumberdaya Ikan Melalui Pengembangan Terumbu Karang Buatan

Image
Media Penyuluhan Perikanan -  Teknologi Rehabilitasi Habitat dan Pemulihan Sumberdaya Ikan Melalui Pengembangan Terumbu Karang Buatan.



DESKRIPSI TEKNOLOGI

Kekayaan ekosistem terumbu karang dan letaknya yang dekat dengan hunian manusia (wilayah pesisir) menyebabkan tekanan dari berbagai kegiatan untuk mengeksploitasi sumberdayanya. Beberapa penyebab kerusakan terumbu karang diantaranya adalah penambangan batu karang, penangkapan ikan tidak ramah lingkungan (muroami, bahan peledak, bahan kimia beracun), pencemaran, sedimentasi, dan juga perubahan iklim global (kenaikan suhu perairan). Kerusakan terumbu karang akan menyebabkan ekosistem tersebut tidak dapat memenuhi fungsinya, baik sebagai pelindung pantai maupun tempat berlindung, mencari makan, bertelur, dan asuhan berbagai jenis biota laut. Salah satu rumusan kebijakan nasional pengelolaan terumbu karang adalah mengupayakan pelestarian, perlindungan, perbaikan/rehabilitasi dan peningkatan kualitas ekosistem terumbu karang bagi kepenti…

Pengendalian Gulma Air, Eceng Gondok di Perairan

Image
Media Penyuluhan Perikanan -  Pengendalian Gulma Air, Eceng Gondok di Perairan



TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
Tujuan dari penerapan teknologi pengendalian gulma air ecenggondok adalah untuk mengendalikan pertumbuhan ecenggondok di perairan sehingga keberadaannya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sumber daya ikan dan perairan. Teknologi pengendalian gulma air ecenggondok ini sangat bermanfaat untuk memulihkan fungsi ekologis perairan dan sekaligus berguna sebagai teknologi pemanfaatan ecenggondok sebagai sumber makanan ikan (bisa seluruh pohon atau daunnya saja. Bila daunnya saja (10 % dari pohon) maka batangnya (50 % bagian pohon) dapat digunakan untuk kerajinan kreatif dengan catatan panjang minimum 60 Cm dan perlu adanya pelatihan serta akarnya (40 % bagian pohon) sebagai bahan baku kompos atau biogas, memerlukan sarana dan teknologi yang harus dimiliki. Teknologi ini dapat diterapkan secara efektif di perairan umum daratan terutama di perairan danau dan wa…

Mengenal Jenis-Jenis Ikan Cucut

Image
Media Penyuluhan PerikananPelabuhanratu (Jawa Barat) merupakan salah satu daerah produsen cucut di terbesar di pantai selatan Pulau Jawa. Keanekaragaman jenisnya cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya seperti Cilacap (Jawa Tengah) dan Prigi (Jawa Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Palabuhanratu terdapat 28 spesies (12 famili), sedangkan di Cilacap dan Prigi masing-masing 30 spesies dan 5 spesies. Dibandingkan dengan hasil temuan Gloerfelt–Tarp dan Kailola (1984), di perairan selatan Indonesia dan barat laut Australia yang menghasilkan 73 spesies dari 8 famili, maka biodiversitas cucut di Palabuhanratu lebih tinggi.

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Sainsbury, Kaiola dan Leiland (1985) menunjukkan 30 spesies cucut yang terdapat di perairan bagian barat Australia. Ahmad (1998) mengemukakan bahwa di perairan Malaysia telah ditemukan 48 spesies cucut dari 12 famili. Jenis cucut yang mempunyai spesies terbanyak adalah famili Carcharhinidae. Jenis cucut ini d…

Jenis-Jenis Mangrove

Image
Media Penyuluhan PerikananDiperkirakan ada sekitar 89 spesies mangrove yang tumbuh di dunia, yang terdiri dari 31 genera dan 22 famili. Tumbuhan mangrove tersebut pada umumnya hidup di hutan pantai Asia Tenggara, yaitu sekitar 74 spesies, dan hanya 11 spesies hidup di daerah Caribbean. Lebih lanjut menurut Soegiarto dan Polunin (1982) dalam Supriharyono (2000) dari jumlah ini sekitar 51% atau 38 spesies hidup di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk spesies ikutan yang hidup bersama di daerah mangrove (KLH et al., 1993 dalam Supriharyono, 2000). Ada beberapa spesies tumbuhan pantai, yaitu sekitar 12-16 spesies, yang masih diragukan apakah tumbuh-tumbuhan tersebut termasuk mangrove atau tidak. Sebagai contoh, famili Rhizophoraceae mempunyai 17 genera dan sekitar 70 spesies, akan tetapi hanya empat generasi dan 17 spesies diketahui benar - benar sebagai mangrove. Demikian pula famili Combretaceae, hanya tiga genera dan lima spesies yang diketahui sebagai mangrove (Supriharyono, …

Cara Mengenal Jenis-Jenis Mangrove

Image
Media Penyuluhan PerikananSecara umum, ada 4 (empat) cara dalam mengenal suatu jenis flora, yaitu (a) bertanya kepada orang yang ahli, (b) mencocokkan dengan herbarium yang telah diidentifikasi, (c) membandingkan dengan gambar dan deskripsi yang terdapat pada buku flora, dan (d) menggunakan kunci identifikasi. Karakter yang digunakan dalam pengenalan suatu jenis adalah karakter morfologi yang bersifat khas dan mantap. Oleh karena itu, setiap yang ingin mengenal jenis flora, termasuk mangrove, minimal memiliki pengetahuan tentang morfologi tumbuhan.

Dalam berbagai buku taksonomi, identifikasi didasarkan pada morfologi bunga dan buah, namun sulit diaplikasikan di lapangan, mengingat tidak setiap waktu dijumpai bagian bunga dan buah. Oleh karena itu, pengenalan berdasarkan karakter morfologi dari bagian vegetatif, seperti akar, batang, daun, dan getah banyak dikembangkan yang tidak bergantung pada keberadaan bagian generatif.

Flora mangrove dapat dikenali berdasarkan karakteristik mor…

Mengenal Komponen Dalam Hutan Mangrove

Image
Media Penyuluhan PerikananUnsur dominan dalam hutan mangrove adalah pohon – pohon yang tumbuh dan tingginya mencapai lebih dari 30 meter, memiliki tajuk (canopy) lebar, rapat dan tertutup. Banyak juga species tumbuhan dan fauna lain yang atau eksklusif yang menempati hutan mangrove. Topografi setempat dan karakteristik hidrologi, tipe dan komposisi bahan kimia dari tanah dan pasang surut menentukan tipe ekosisitem mangrove yang dapat dibuktikan pada tempat – tempat tertentu.

Flora mangrove umumnya tumbuh membentuk zonasi mulai dari pinggir pantai sampai pedalaman daratan. Zonasi yang terbentuk bisa berupa zonasi yang sederhana dan zonasi yang kompleks tergantung pada kondisi lingkungan mangrove yang bersangkutan.

Chapman (1984), mengelompokan mangrove menjadi 2 kategori yaitu :
Flora mangrove Inti, yaitu mangrove yang mempunyai peran ekologi utama dalam formasi mangrove yang terdiri dari jenis : Rhizophora, bruguiera, Ceriops, Kandelia, Soneratia, Avicenia, Nypa, Xylocarpus, Deris, …

Mengenal Hutan Mangrove

Image
Media Penyuluhan PerikananHutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau  muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Sering kali disebut pula sebagai hutan pantai, hutan pasang-surut, hutan payau, atau hutan bakau.  Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pantai-pantai yang datar. Biasanya di tempat yang tidak ada muara sungainya hutan mangrove terdapat agak tipis, namun pada tempat yang mempunyai muara sungai besar dan delta yang aliran airnya banyak mengandung lumpur dan pasir, mangrove biasanya tumbuh meluas (Jaya, 2001).

Hutan mangrove berada di daerah tropis di titik pertemuan antara laut dan darat dimana ekosistemnya mempunyai bermacam-macam fungsi. Ekosistem mangrove sangat berhubungan dengan kehidupan manusia dalam mengontrol kondisi alam. Di Indonesia ditemukan 75 jenis flora mangrove yang tersebar di 27 propinsi dengan luas hutan mangrove berkisar antara 2,5-4,2 juta ha dan luas ini terus  berubah karena faktor …

Mengenal Teknik Transplantasi Terumbu Karang

Image
Media Penyuluhan PerikananTransplantasi karang adalah pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanamkan di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan, bertujuan untuk pemulihan atau pembentukan terumbu karang alami. Transplantasi karang berperan untuk mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak, dan dapat pula dipakai untuk membangun daerah terumbu karang baru yang sebelumnya tidak ada (Harriott dan Fisk, 1988 dalam Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, 2002).

Transplantasi karang telah dipelajari dan dikembangkan sebagai teknologi pilihan dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang terutama pada daerah-daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi (Harriot dan Fisk, 1988 dalam Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, 2002).
Dimasa mendatang transplantasi karang akan memiliki banyak kegunaan antara lain untuk melapisi bangunan-bangunan bawah laut sehingga lebih kokoh dan kuat, untuk menambah populasi spesies karang yang jarang a…

Mengenal Upaya-Upaya Rehabilitasi Padang Lamun

Image
Media Penyuluhan PerikananMerujuk pada kenyataan bahwa padang lamun mendapat tekanan gangguan utama dari aktivitas manusia maka untuk rehabilitasinya dapat dilaksanakan melalui dua pendekatan: yakni: 1) rehabilitasi lunak (soft rehabilitation) , dan 2) rehabilitasi keras (hard rehabilitation).

1.    Rehabilitasi lunak
Rehabilitasi lunak berkenan dengan penanggulangan akar masalah,  dengan asumsi jika akar masalah dapat diatasi, maka alam akan mempunyai kesempatan untuk merehabilitasi dirinya sendiri secara alami. Rehabilitasi lunak lebih menekankan pada pengendalian perilaku manusia.

Rehabilitasi  lunak bisa mencakup hal-hal sebagai berikut:

Kebijakan dan strategi pengelolaan. Dalam pengelolaan lingkungan diperlukan kebijakan dan strategi yang jelas untuk menjadi acuan pelaksanaan oleh para pemangku kepentingan (stake holders).

Penyadaran masyarakat (Public awareness).  Penyadaran masyarakat dapat dilaksanakan dengan berbagai pendekatan seperti:
Kampanye penyadaran lewat media elekt…

Pengelolaan Ekosistem Lamun Berbasis Masyarakat

Image
Media Penyuluhan PerikananMenurut definisi, pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat adalah suatu strategi untuk mencapai pembangunan yang berpusat pada manusia, dimana pusat pengambilan keputusan mengenai pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan di suatu daerah terletak atau berada di tangan organisasi-organisasi dalam masyarakat di daerah tersebut (Carter, 1996). Pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat (community-base management) dapat didefinisikan sebagai proses pemberian wewenang, tanggung jawab, dan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sumberdaya lautnya, dengan terlebih dahulu mendefinisikan kebutuhan, keinginan, dan tujuan serta aspirasinya (Nikijuluw, 2002; Dahuri, 2003).

Pengelolaan berbasis masyarakat yang dimaksudkan di sini adalah co-management (pengelolaan bersama), yakni pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah setempat, yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam kegiatan perencanaan dan pelaks…

Pengelolaan Ekosistem Lamun Berwawasan Lingkungan

Image
Media Penyuluhan PerikananPelestarian ekosistem padang lamun merupakan suatu usaha yang sangat kompleks untuk dilaksanakan, karena kegitan tersebut sangat membutuhkan sifat akomodatif terhadap segenap pihak baik yang berada sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Pada dasarnya kegiatan ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dari berbagai kepentingan. Namun demikian, sifat akomodatif ini akan lebih dirasakan manfaatnya bilamana keperpihakan kepada masyarakat yang sangat rentan terhadap sumberdaya alam  diberikan porsi yang lebih besar.

Dengan demikian, yang perlu diperhatikan adalah menjadikan masyarakat sebagai  komponen utama penggerak pelestarian areal padang lamun. Oleh karena itu, persepsi masyarakat terhadap keberadaan ekosistem pesisir perlu untuk diarahkan kepada cara pandang masyarakat akan pentingnya sumberdaya alam persisir (Bengen, 2001).


Salah satu strategi penting yang saat ini sedang banyak dibicarakan orang dalam konteks pengelolaan sumberdaya alam, termasuk ekosistem …