Showing posts with label Featured. Show all posts
Showing posts with label Featured. Show all posts
Monday, August 28, 2017

Cara Unik Ikan Lele Mencari Mangsa: 'Kumis' Mendeteksi Perubahan Kecil Dalam pH

Media Penyuluhan Perikanan - Hewan menggabungkan beberapa metode yang unik untuk mendeteksi mangsa, tetapi untuk lele laut Jepang, Plotosus japonicus, hal tersebut akan terasa sulit mengingat air di lingkungannya yang keruh dan gelap.

John Caprio, George C. Kent Profesor of Biological Sciences di LSU, dan rekannya dari Kagoshima University Jepang telah mengidentifikasi bahwa ikan lele ini dilengkapi dengan sensor yang dapat menemukan mangsanya dengan mendeteksi perubahan kecil kadar pH air.

Sebuah paper, " Marine teleost locates live prey through pH sensing" merinci pekerjaan Caprio dan rekan risetnya, diterbitkan dalam jurnal Science pada tanggal 6 Juni ini merupakan laporan pertama dari ikan apa saja yang menggunakan pH untuk menemukan mangsanya.

"Apa yang membuat hal ini begitu menarik adalah bahwa penemuan itu tak terduga, kebetulan," kata Caprio.

Penelitian ini dimulai pada tahun 1984 ketika Caprio, spesialis dalam sistem rasa dan bau vertebrata perairan, penyelidikan kolaboratif dimulai di Kagoshima University memeriksa fisiologi sistem rasa lele laut Jepang. Sambil melakukan rekaman listrik dari kumis ikan ia melihat bahwa setiap serabut saraf sensorik baru akan menanggapi amplitudo yang jauh lebih besar daripada yang lain.
Cara Unik Catfish Mencari Mangsa: 'Kumis' Mendeteksi Perubahan Kecil Dalam pH
 
"Segera saya tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang saraf itu, tapi saya bekerja pada sebuah proyek yang berbeda didanai oleh National Science Foundation dan harus menempatkan keingintahuan saya di bagian belakang," kata Caprio.

Pada tahun 1986, keingintahuan Caprio semakin besar, dan ia meminta teman-temannya di Jepang untuk mengirimkan dia beberapa ikan lele sehingga ia bisa memeriksa apa yang memicu respon yang begitu besar dalam ikan ini.

"Saya menduga respon terjadi karena perubahan pH yang disebabkan oleh beberapa rangsangan," katanya. "Itu jelas bahwa ada serabut saraf sensorik di ikan ini yang menanggapi fenomena penurunan pH air laut, namun, apa yang saya tidak tahu adalah apa fungsinya."

Caprio mengajukan penyelidikannya lagi, seperti kegiatan penelitian lainnya terdahulu, dan dilanjutkan analisis pada tahun 2005 dengan dukungan dari National Institutes of Health dan LSU. Caprio ke Jepang enam kali antara tahun 2005 dan 2013, menetap setidaknya satu bulan setiap kali kunjungan. Selama waktu ini, ia memusatkan perhatiannya pada sistem saraf ikan, sementara rekannya melakukan percobaan perilaku.

Untuk percobaan fisiologis, ikan yang dilengkapi dengan elektroda yang memungkinkan pencatatan respon ikan terhadap air dari berbagai pH. Selama kurun waktu ini mereka menemukan bahwa fungsi sensitivitas kumis ikan terhadap perubahan kecil kadar pH air adalah karena respirasi cacing laut kecil, polychaetes, mangsa utama dari lele laut.

Cacing laut hidup di tabung atau liang di lumpur. Sebagai cacing yang bernapas, mereka melepaskan sejumlah kecil karbon dioksida dan asam, menghasilkan sedikit penurunan pH air laut yang dideteksi oleh lele laut yang bersifat nokturnal.

"Ikan ini seperti pH meter berjalan. Mereka sama baiknya dengan pH meter komersial di laboratorium," kata Caprio.

Untuk percobaan perilaku, para peneliti menempatkan ikan di akuarium diisi dengan air laut, bersama dengan cacing laut, yang ditempatkan dalam tabung kaca dalam substrat karang akuarium. Para peneliti menggunakan fotografi inframerah untuk menunjukkan bahwa ikan nokturnal aktif menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar cacing daripada di lokasi lain di dalam akuarium. Para peneliti juga menegaskan bahwa lele tertarik ke lokasi di mana akuarium air laut dengan kadar pH rendah yang sedang dipancarkan dari tabung kecil bahkan ketika tidak ada cacing yang hadir. Selain itu, ikan ini menjadi sangat aktif, mencari makanan dan bahkan menggigit berulang kali pada ujung tabung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sensitivitas lele tertinggi dalam air laut alami pH 8.2, namun menurun drastis pada pH kurang dari 8. Temuan ini menyiratkan bahwa kemampuan menentukan lokasi makanan oleh lele laut Jepang dapat dipengaruhi oleh keasaman laut.

Studi menunjukkan bahwa sebelum revolusi industri, tingkat karbon dioksida sekitar 280 ppm. Hari ini, adalah 390 ppm, dan ilmuwan memprediksi bahwa kadar tersebut bisa meningkat menjadi 900 ppm pada tahun 2100. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, lautan menyerap sekitar seperempat dari karbon dioksida yang dilepaskan di atmosfer setiap tahun, sehingga meningkatkan keasaman laut.

"Setelah pH laut turun jauh di bawah 8, shell memproduksi invertebrata tidak bisa lagi menghasilkan cangkang mereka," kata Caprio. "Pekerjaan kami mungkin bisa menjadi indikator kemungkinan efek keasaman laut pada vertebrata laut. Jika proses pengasaman laut berlanjut pada tingkat yang sama, kita tidak tahu apakah kehidupan laut akan dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat seperti pH. Hal ini dimungkinkan bahwa sensor bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut, tapi kami tidak yakin bahwa ini akan terjadi. Sampai saat ini, apa yang kita tahu adalah bahwa sensor ini bekerja secara optimal di sekitar pH 8,2, yaitu air laut normal. Jika kadar pH laut jauh di bawah 8, sejumlah peristiwa merugikan mungkin terjadi. "

Sumber :
Louisiana State University. (2014, June 5). Unique way that catfish locate prey: 'Whiskers' detect slight changes in pH. ScienceDaily. Retrieved September 5, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/06/140605183613.htm
Thursday, August 24, 2017

Memikirkan Kembali Tentang Budidaya Ikan Kaitannya Dengan Kesehatan dan Resiko Lingkungan

Media Penyuluhan Perikanan - Kebanyakan instansi pemerintah saat ini merekomendasikan untuk mengkonsumsi lebih banyak seafood (produk perikanan) yang bermanfaat bagi kesehatan, analisis baru yang dipimpin oleh para peneliti dari Johns Hopkins Center for a Livable Future mendesak profesional kesehatan, medis, dan masyarakat untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan dari sumber seafood/ikan, khususnya budidaya ikan, kerang dan krustasea. Makalah ini muncul di edisi Juli 2014 Journal of Current Environmental Health Reports.

Hampir setengah dari semua seafood/ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia berasal dari sektor budidaya. Meningkatkan konsumsi seafood/ikan telah diusulkan sebagai bagian dari strategi untuk memerangi epidemi global tentang obesitas dan diabetes. Selain itu, US Food and Drug Administration dan US Environmental Protection Agency sekarang merekomendasikan wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak untuk meningkatkan konsumsi seafood/ikan yang rendah merkuri 2-3 porsi per minggu.

"Sementara peningkatan konsumsi seafood/ikan memberikan banyak manfaat kesehatan, kita tidak bisa mengabaikan tanda-tanda peringatan yang jelas bahwa kita dengan cepat mendekati batas ikan liar yang bisa ditangkap," kata David C. Love, PhD, MSPH, penulis senior dari studi dan asisten ilmuwan dengan Johns Hopkins Center for a Livable Future di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. "Untuk mengisi kesenjangan ini, budidaya menggantikan perikanan tangkap sebagai sumber utama seafood/ikan yang dapat dimakan. Banyak metode budidaya yang aman dan berkelanjutan. Namun, beberapa metode menimbulkan resiko yang tidak perlu untuk kesehatan masyarakat dan menguras sumber daya alam."

Memikirkan Kembali Tentang Budidaya Ikan Kaitannya Dengan Kesehatan dan Resiko Lingkungan
Penangkapan ikan berlebihan telah menghabiskan stok ikan di alam dan merusak sumber daya laut, dan budidaya ikan telah hadir untuk mengisi beberapa kesenjangan. Tapi budidaya ikan ini bukan tanpa resiko. Ini sering mengandung kontaminan yang sama, seperti logam berat, yang ditemukan di alam. Sementara itu, ikan diberi pakan dengan obat antibiotik untuk menangkal penyakit atau diperlakukan dengan bahan kimia, yang dapat mengendap di air.

Budidaya berkelanjutan berkontribusi terhadap pencegahan pengurangan stok ikan di alam.

Di sisi positifnya, operasi budidaya ikan dapat memberikan pekerjaan di masyarakat pesisir di mana mereka sangat bergantung pada menangkap ikan sebagai mata pencaharian mereka.

Peneliti merekomendasikan, menerapkan, dan memperluas pendekatan One Health, sebuah model interdisipliner yang menyatukan manusia, hewan, dan layanan kesehatan lingkungan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan budidaya. One Health secara historis difokuskan pada penyakit menular yang melewati antara hewan dan manusia, namun para peneliti mengatakan itu bisa menjembatani kesenjangan antara keinginan untuk memiliki cukup seafood/ikan untuk memenuhi permintaan konsumen dan dampak budidaya terhadap lingkungan. Rekomendasi untuk meningkatkan konsumsi seafood/ikan harus diimbangi dengan resiko kerusakan lebih lanjut sektor perikanan dan resiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan dari berbagai metode budidaya, kata mereka.

"Operasi budidaya yang ideal yang  harus didukung konsumen adalah yang memproduksi seafood/ikan yang bergizi, memberikan kualitas hidup yang tinggi bagi pekerja, dan melestarikan sumber daya untuk generasi mendatang," kata Love. "Penelitian ini mempromosikan pendekatan multi-stakeholder untuk mereformasi dan mengembangkan industri akuakultur yang beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi untuk diet manusia yang mempromosikan kesehatan."

"Perspektif Kesehatan Masyarakat pada Akuakultur" ditulis oleh Juan G. Gomez, Jillian P. Fry, Marcia Erazo dan David C. Love.

Penelitian ini didukung oleh Johns Hopkins Center untuk Masa Depan yang Layak Huni dengan dana dari Grace Communications Foundation.


Sumber :
Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. (2014, July 14). Rethinking fish farming to offset its public health and environmental risks. ScienceDaily. Retrieved September 7, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/07/140714152324.htm
Wednesday, August 23, 2017

Polusi Suara Berdampak Pada Spesies Ikan Secara Berbeda

Media Penyuluhan Perikanan - Gangguan akustik memiliki efek yang berbeda pada spesies ikan yang berbeda, menurut sebuah studi baru dari Universitas Bristol dan Exeter yang menguji perilaku ikan anti-predator.

Tiga ikan spined stickleback merespons cepat terhadap predator camar terbang ketika terkena gangguan tambahan, sedangkan tidak ada efek yang diamati pada ikan kecil Eropa.

Polusi Suara Berdampak Pada Spesies Ikan Secara Berbeda
Penulis utama Dr Irene Voellmy of Bristol School of Biological Sciences mengatakan: "Tingkat kebisingan di banyak lingkungan perairan telah meningkat secara substansial selama beberapa dekade terakhir, ini dikarenakan peningkatan lalu lintas mengirimkan potensi dampak kebisingan pada ekosistem perairan“

Tim, yang termasuk Dr Julia Purser, Dr Steve Simpson dan Dr Andrew Radford, menggunakan percobaan laboratorium yang terkendali untuk menyelidiki bagaimana gangguan akustik, yang dihasilkan oleh kebisingan putaran kapal, mengubah perilaku anti-predator ikan kecil dan stickleback.

Dr Radford memperingatkan: "Perilaku anti-predator yang tepat sangat penting untuk kelangsungan hidup, efek merugikan dari kebisingan dapat menyebabkan konsekuensi kebugaran."

Studi saat ini menunjukkan spesies-spesifik berbeda dalam menanggapi kebisingan, hal ini didorong oleh berbagai mekanisme perilaku dan fisiologis yang mendasari.

Dr Simpson menambahkan "Jika kita ingin efektif mengelola kebisingan di lingkungan laut, kita selanjutnya perlu menilai skala spasial dimana individu hewan dan populasi yang terpengaruh Ini berarti mengambil percobaan seperti ini untuk lingkungan lepas pantai dekat sumber kebisingan dunia nyata. "

Sumber :
University of Bristol. (2014, July 24). Noise pollution impacts fish species differently. ScienceDaily. Retrieved September 7, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/07/140724141614.htm
Tuesday, August 22, 2017

Siap Kawin Pada Saat Yang Tepat: Bagaimana Isyarat Kawin Ikan Mujair Melalui Sinyal Feromon

Media Penyuluhan Perikanan - Pertukaran sinyal kimia antara organisme dianggap bentuk komunikasi tertua. Sebagai molekul messenger, feromon mengatur interaksi sosial antara individu sejenis, misalnya, daya tarik seksual antara jantan dan betina. Ikan mengandalkan feromon untuk memicu respon sosial dan untuk mengkoordinasikan perilaku reproduksi pada jantan dan betina. Para ilmuwan di Pusat Sains Kelautan di Universitas Algarve di Faro, Portugal, dan di Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia di Jena, Jerman, kini telah mengidentifikasi molekul sinyal dalam urin Ikan Tilapia Mozambik jantan (Oreochromis mossambicus): feromon ini meningkatkan produksi hormon dan mempercepat pematangan oosit pada reproduksi betina. Oleh karena itu, ikan nila Mozambik adalah salah satu spesies ikan pertama di mana struktur kimia feromonnya telah diidentifikasi dan dasar biologis dari aktivitasnya dijelaskan.

Perilaku sosial
ikan tilapia Mozambik (Mujair) asli Afrika Selatan ini sangatlah kompleks. Ranking hierarkis yang ketat antara jantan yang berjuang arena pacaran. Dengan mulut mereka, mujair jantan membuat galian pasir di tengah arena dengan tujuan untuk menarik betina bertelur di sarang tersebut. Pada saat yang sama, mereka bertindak agresif untuk menjaga jantan lain agar menjauh. Jantan yang dominan terlihat buang air kecil lebih sering dan menyemprotkan jumlah yang lebih besar dari urin di dalam air selama perkelahian dibandingkan dengan saingan mereka. Urin mengandung feromon yang mengurangi perilaku agresif pada jantan lain. Senyawa ini juga memikat betina ke sarang dan memodifikasi status hormonal mereka dengan mempercepat pematangan oosit.

Siap Kawin Pada Saat Yang Tepat: Bagaimana Isyarat Kawin Ikan Mujair Melalui Sinyal Feromon

Dua steroid sebagai komponen utama dalam urin

Prosedur ini menghasilkan dua zat murni yang struktur kimia
nya telah ditetapkan dengan menggunakan spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR). Identitas mereka dikonfirmasi oleh sintesis kimia: "Dua struktur adalah stereoisomer atau gambar cermin dari steroid pregnane-jenis yang terkait dengan asam glukuronat," kata Bernd Schneider, kepala laboratorium NMR di Jena. Kedua jantan dan betina menunjukkan respon yang sangat sensitif terhadap bau kedua steroid tersebut. Meskipun dua komponen feromon merangsang sistem hormon betina dan memicu pemijahan, mereka sendiri tidak mampu mengurangi perilaku agresif pada jantan pesaingnya. Para peneliti menganggap bahwa urin dari jantan yang dominan harus mengandung zat tambahan yang belum teridentifikasi yang berkontribusi terhadap efek ini dalam campuran yang kompleks. Sampai saat ini hanya sedikit feromon ikan yang telah diidentifikasi secara kimia. "Penemuan kami akan memungkinkan untuk penyelidikan lebih lanjut, misalnya, mekanisme persepsi dan pengolahan sinyal-sinyal kimia oleh otak untuk mengetahui asal respon, dalam hal ini kasus pematangan oosit dan perubahan perilaku," kata Tina Keller-Costa, yang melakukan percobaan untuk tesis PhD-nya.  

Berbeda dari keluarga ikan mas (karper),
mujair tergolong ikan yang secara komersial lebih penting. Namun, budidaya ikan ini di banyak perairan tropis dan subtropis telah menyebabkan pertumbuhan dan penyebaran populasi yang tidak terkendali. Penggunaan feromon dapat membantu mengoptimalkan budidaya spesies ikan mujair ini dengan meningkatkan kesuburan betina dan mengurangi agresi di antara jantan yang bersaing. Feromon juga dapat membantu untuk mengontrol perilaku invasif ikan ini, yang mengancam keseimbangan ekologi banyak ekosistem.

Sumber :
Max Planck Institute for Chemical Ecology. (2014, August 29). Ready for mating at the right time: How pheromones signal mating cues in tilapia. ScienceDaily. Retrieved September 8, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/08/140829115915.htm
Tuesday, August 15, 2017

Diet Dengan Tinggi Protein Ikan Dapat Menurunkan Resiko Terkena Stroke


Media Penyuluhan Perikanan - Orang diet dengan kadar protein tinggi, terutama protein dari ikan, memiliki resiko lebih rendah mengalami stroke dibandingkan mereka yang diet namun rendah protein, menurut meta-analisis yang dipublikasikan pada 11 Juni 2014, edisi online Neurology®,  jurnal medis American Academy of Neurology.

"Jumlah protein yang menyebabkan penurunan resiko adalah moderat - setara dengan 20 gram per hari," kata penulis studi Xinfeng Liu, MD, PhD, dari Nanjing University School of Medicine di Nanjing, Cina. "Tambahan, penelitian yang lebih besar diperlukan sebelum rekomendasi definitif dapat dibuat, akan tetapi buktinya kuat."

Meta-analisis melihat semua penelitian yang tersedia pada hubungan antara protein dalam makanan dan resiko stroke. Tujuh studi dengan total 254.489 peserta yang telah mengikuti selama rata-rata 14 tahun dilibatkan dalam analisis.

Secara keseluruhan, para peserta dengan jumlah tertinggi protein dalam diet mereka adalah 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terserang stroke dibandingkan mereka dengan jumlah terendah protein dalam diet mereka. Hasil juga dipengaruhi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi resiko stroke, seperti merokok dan kolesterol yang tinggi. Untuk setiap tambahan 20 gram per hari dari protein yang orang makan, resiko terkena stroke menurun sebesar 26 persen.

Diet Dengan Tinggi Protein Dapat Menurunkan Resiko Terkena Stroke "Jika asupan protein setiap orang berada di tingkat ini, akan mempengaruhi lebih dari 1,4 juta kematian akibat stroke setiap tahun di seluruh dunia, ditambah menurunnya tingkat kecacatan dari stroke," kata Liu.

Liu mencatat bahwa analisis tidak mendukung konsumsi peningkatan daging merah, yang telah dikaitkan dengan peningkatan resiko stroke. Dua studi yang dilakukan di Jepang, di mana mereka makan lebih sedikit daging merah dan lebih banyak makan ikan dibandingkan dengan orang Barat, resiko stroke mereka lebih rendah."Hasil ini menunjukkan bahwa resiko stroke dapat dikurangi dengan mengganti daging merah dengan sumber protein lain, seperti ikan," kata Liu.

Protein memiliki efek menurunkan tekanan darah, yang mungkin memainkan peran dalam mengurangi resiko stroke, kata Liu.


Sumber :
American Academy of Neurology (AAN). (2014, June 11). Diet higher in protein may be linked to lower risk of stroke. ScienceDaily. Retrieved September 4, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/06/140611170750.htm
Wednesday, July 26, 2017

Cantik Tapi Mengancam : Invasi Ikan Tropis Menghancurkan Hutan Kelp

Media Penyuluhan Perikanan -  Migrasi ikan tropis sebagai akibat dari pemanasan laut menimbulkan ancaman serius ke daerah-daerah yang mereka serang, karena mereka memakan tumbuhan di hutan kelp dan padang lamun.

Dampak berbahaya dari ikan tropis yang paling jelas di perairan Jepang selatan dan Mediterania timur, di mana telah terjadi penurunan dramatis populasi kelp.

Ada juga bukti yang muncul di Australia dan Amerika Serikat bahwa penyebaran ikan tropis ke arah kutub yang menyebabkan kerusakan di daerah yang mereka masuki.

"Tropikalisasi iklim di wilayah laut merupakan fenomena baru signifikansi global yang telah muncul karena perubahan iklim," kata penulis utama studi, Dr Adriana Verges, dari UNSW Australia.

Cantik Tapi Mengancam : Invasi Ikan Tropis Menghancurkan Hutan Kelp
"Peningkatan jumlah ikan tropis pemakan tumbuhan sangat dapat mengubah ekosistem dan menyebabkan terumbu karang tandus, mempengaruhi keanekaragaman hayati daerah ini, dengan dampak ekonomi dan manajemen yang penting."

Studi ini diterbitkan dalam Prosiding jurnal Royal Society B.

Sebagaimana lautan telah menjadi hangat dan iklim telah berubah, hotspot berkembang di daerah di mana arus yang mengangkut perairan tropis yang hangat ke arah kutub meningkat.

Misalnya peningkatan aliran Australia Timur saat ini yang berarti kawasan tenggara dari benua ini memanas dua sampai tiga kali rata-rata global. Ikan tropis sekarang menjadi umum di Pelabuhan Sydney selama musim panas.

Jepang, pantai timur AS, Brazil utara, dan timur Afrika Selatan juga sangat dipengaruhi oleh arus pantai yang mengangkut perairan tropis yang hangat.

"Di daerah tropis, keanekaragaman ikan pemakan tumbuhan melakukan peran penting menjaga terumbu karang bebas dari rumput laut yang besar, yang memungkinkan karang untuk berkembang. Tapi ketika mereka menyusup ke perairan lain mereka menimbulkan ancaman signifikan terhadap habitat ini. Mereka bisa langsung memakan tumbuhan hutan alga serta mencegah pemulihan alga yang telah rusak karena alasan lain, "kata Dr Verges.

Ikan tropis memperluas rentang mereka ke daerah-daerah beriklim termasuk unicornfish, parrotfish, dan baronang.

Para penulis penelitian termasuk peneliti dari Australia, Amerika Serikat, Spanyol, Singapura, Inggris dan Jepang
Studi kasus:

Selatan Jepang:  Lebih dari 40 persen rumput laut dan hamparan alga telah hilang sejak tahun 1990-an, sebuah fenomena yang dikenal di Jepang sebagai isoyake. Spesies tropis termasuk ikan baronang dan ikan kakatua tampaknya yang bertanggung jawab.  Meskipun ikan ini telah hadir untuk waktu yang lama, tingkat penggembalaan tahunan mereka telah meningkat secara dramatis sebagaimana suhu laut di musim dingin telah meningkat. Karang sekarang mendominasi ekosistem di banyak lokasi. Perubahan ini menyebabkan runtuhnya potensi abalone.

Mediterania Timur:  Ikan tropis pindah ke Mediterania timur dari Laut Merah setelah pembukaan Terusan Suez. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah ikan baronang telah meningkat, sehingga menyebabkan ratusan kilometer daerah ‘gundul’ dan 40 persen penurunan berbagai spesies laut. Sebagaimana menghangatnya wilayah Mediterania ikan baronang memperluas jangkauan mereka ke arah barat, menyebabkan ancaman bagi ekosistem dangkal lainnya.

US:  Telah ada peningkatan lebih dari 20 kali lipat jumlah parrotfish di Teluk Meksiko - spesies yang mengkonsumsi lamun pada lima kali tingkat grazers asli. Jumlah penyu hijau pemakan tumbuhan dan manate juga meningkat.

Australia: Di Australia Barat, bukti yang muncul menunjukkan bahwa kenaikan jumlah ikan tropis mencegah pemulihan hutan kelp yang rusak akibat gelombang panas pada tahun 2011. Di Australia timur, kelp telah menghilang dari sejumlah terumbu dalam 5 tahun terakhir dan penelitian Dr Verges menunjukkan penggembalaan intensif oleh ikan tropis pada rumput laut yang memulai hal ini.

Sumber :
University of New South Wales. (2014, July 9). Beautiful but a threat: Tropical fish invasion destroys kelp forests. ScienceDaily. Retrieved September 7, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/07/140709100104.htm
Friday, February 5, 2016

Memilih Calon Induk Ikan Mas Yang Baik

Media Penyuluhan PerikananKeberhasilan Usaha pembenihan ikan mas sangat ditentukan oleh kualitas induk. Pemilihan calon induk harus mempertimbangkan ras atau varietas ikan yang akan dipelihara, karena ciri-ciri calon induk yang baik berbeda-beda untuk setiap ras atau varietas.

Menurut Khairuman, dkk (2008), secara umum ciri-ciri induk yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Sehat Tidak cacat, dan tidak terluka
  2. Umur induk 1,5 tahun - 3 tahun
  3. Sisik tersebar teratur dan berukuran agak besar
  4. Sisik tidak terluka dan tidak cacat
  5. Bentuk dan ukuran tubuh seimbang tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus
  6. Tubuh tidak terlalu keras atau tidak terlalu lembek
  7. Perut lebar dan datar
  8. Ukuran tubuh relatif tinggi
  9. Bentuk ekor normal, cepat terbuka, pankal ekor relatif lebar dan datar
  10. Kepala relatif kecil dan moncongnya lancip, terutama pada induk betina, Sebab jumlah telur ikan yang berkepala kecil biasanya lebih banyak daripada ikan yang berkepala besar
  11. Jarak lubang dubur relatif dekat dengan pangkal ekor

Selain sifat umum di atas induk ikan mas juga memiliki sifat spesifik yaitu sebagai berikut

Induk Jantan :
  1. Dapat dipijahkan pada umur lebih dari 6 bulan atau mencapai bobot minimal 0,5 kg 
  2. Jika bagian perut di urut ke arah urogenital akan keluar sperma

Induk Betina
  1. Dapat dipijahkan pada umur 1,5 tahun atau minimal berbobot 1,5 kg
  2. Ikan yang matang gonad dapat dilihat dari perut yang terasa lunak, membengkak ke arah belakang dari atas urogenital (lubang urine sekaligus kelamin), lubang urogenital biasanya berwarna kemerahan dan agak terbuka, tetapi banyak juga yang tidak terbuka
  3. Induk yang matang gonad biasanya tidak banyak bergerak atau gerakannya sangat perlahan
Sumber : Alam, Mahendra. 2011. Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio). Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan No. 002/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan KP - BPSDMKP. Jakarta
Wednesday, January 27, 2016

SK PPB (Penyuluh Perikanan Bantu) Tahun 2016

Media Penyuluhan PerikananMenindaklanjuti hasil seleksi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/KEPMEN-KP/SJ/2016 tentang Penyuluh Perikanan Bantu yang berisi penetapan PPB tahun 2016.

Surat Keputusan Pengangkatan PPB Tahun 2016 ini dapat didownload di : https://drive.google.com/file/d/0B91jmC8BTo6-Um1vemxnWGVfZk0/view?usp=sharing
Sunday, September 6, 2015

Jenis-Jenis Ikan Cupang yang Banyak Digemari

Media Penyuluhan Perikanan -  Ikan cupang dalam dunia ikan hias air tawar semakin banyak menarik minat penghobi. Selain untuk koleksi, ikan cupang juga bisa dibudidayakan dan menghasilkan uang. Ternak cupang tergolong mudah, sama seperti perawatannya. Sekarang ini, diketahui ada 73 jenis cupang yang tersebar di seluruh dunia. Dalam 73 jenis cupang tersebut, ada banyak jenis lain yang merupakan hasil kawin silang. Jadi, bisa dibilang ada ratusan spesies cupang, baik yang murni maupun yang hasil kawin silang. Meskipun begitu, dari antara ratusan cupang yang ada, ada 7 jenis yang paling banyak digemari berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna siripnya. Berikut adalah jenis cupang tersebut. 
Bulan Separuh, Serit, Plakat, dan Cagak
Bulan separuh atau dikenal juga dengan sebutan half moon memiliki ekor dan sirip yang menyatu membentuk setengah lingkaran. Memang terlihat seperti bulan sabit jika dilihat dri samping. Jenis ini memiliki banyak jenis warna, mulai dari kuning sampai merah menyala. Ini adalah jenis ikan hias air tawar yang paling mudah ditemukan. Jenis yang lainnya adalah serit, yang merupakan hasil kawin silang asli dari Indonesia. Sering disebut juga dengan crown tail karena memang serit-serit di ekornya tampak seperti mahkota. Ada banyak jenis cupang serit; ada yang seritnya tunggal, ada juga yang ganda. 
Jenis lainnya adalah plakat atau laga. Ini adalah jenis cupang aduan. Ekor dan sirip cupang plakat lebih pendek ketimbang cupang hias lainnya dan tidak menjumbai. Karena itulah ikan ini memberi kesan kekar dan kokoh. Gerakannya juga tidak anggun dan lamban seperti cupang lainnya, melainkan agresif, cepat, dan bersemangat. Jenis lainnya adalah cagak, atau yang dikenal juga dengan sebutan double tail. Ini karena ekornya terbelah dua dan terlihat bercabang. Ini adalah jenis cupang yang, tidak seperti cupang lain, sulit dikembang biakkan. Itu sebabnya keberadaannya jarang ditemui di Indonesia. Kalaupun ada, harganya terbilang mahal. 
Raksasa dan Cupang Alam
Ikan ini disebut juga dengan giant, dikembang biakkan pertama kali di Thailand. Ukurannya memang jauh melampaui cupang-cupang biasa. Terbesarnya saja mencapai 12 cm. Ini merupakan hasil dari cupang plakat atau petarung yang kemudian disilangkan dengan jenis cupang lain. Maka tak heran jenis cupang raksasa ini juga berasal dari cupang hias, seperti cagak raksasa, serit raksasa, dan bulan separuh raksasa. Dikenal juga cupang alam dalam dunia ikan hias air tawar. Disebut sebagai cupan alam karena memang asli dari alam tanpa rekayasa genetik dan persilangan dengan jenis cupang lain. Segala jenis cupang awalnya berasal dari sini. Cupang alam biasa ditemukan di rawa-rawa, sungai, atau sawah. Karena semakin sulit ditemukan, harga cupang alam ini menjadi mahal. 
Friday, September 4, 2015

Bedanya Ikan Cupang Hias dan Cupang Adu

Media Penyuluhan Perikanan -  Ikan cupang tidak hanya diminati karena harganya yang murah dan perawatannya yang mudah, melainkan juga karena keindahan siripnya yang membuat ikan cupang terbagi menjadi beberapa varian. Seperti yang sudah diketahui selama ini, sebagai ikan hias air tawar, ikan cupang ternyata juga bisa diadu. Ikan cupang aduan dan ikan cupang hias sebetulnya sama. Itu karena cupang pada dasarnya bersifat agresif. Namun, postur dan karakter ikan cupang juga memainkan peranan penting dalam menjadi cupang aduan. Ditambah lagi, butuh beberapa latihan untuk mengubah cupang hias menjadi cupang aduan. Jika Anda belum terbiasa melatih cupang, lebih baik untuk langsung membeli jadi ikan cupang hias atau cupang aduan. Berikut adalah cara untuk membedakannya. 
Cupang Hias
Umumnya, cupang hias merupakan jenis betta splendens. Cupang hias bisa dilombakan untuk mengadu kecantikan bentuk dan warna siripnya. Jenis cupang yang biasa dilombakan antara lain jenis cagak, laga, bulan separuh, dan serit.  Ciri-ciri cupang hias adalah sebagai berikut:
  1. Bila melihat ikan cupang lain, baik itu sebagai musuh atau pasangan kawin, ekor dan siripnya akan mengembang sempurna, menunjukkan bentuk yang cantik. 
  2. Gerakannya cenderung tenang dan tidak agresif. Saat berenang, siripnya akan mengibas lambat dan anggun.
  3. Warna tubuhnya tidak kusam, malah terang dan sangat atraktif. Ada berbagai varian warna dan semuanya terlihat menarik.
  4. Ekor dan siripnya panjang menjuntai. Struktur ekor dan tulang siripnya pun khas seperti layaknya ikan hias air tawar yang memang menonjolkan keindahan, bukan kekuatan. 

Cupang Aduan
Cupang aduan umumnya merupakan jenis betta imbellis dan betta mahachai. Ada juga cupang aduan dari jenis betta splendens, asal bisa dilatih dengan baik. Ada juga beberapa jenis silangannya yang bisa menjadi cupang adu. Dalam mengadu cupang, yang dibuktikan adalah keandalan dan keperkasaannya. Maka dari itu, warna dan bentuk sirip tidak lah penting dalam jenis cupang aduan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
  1. Bentuk bibirnya kokoh dan tebal. Mulutnya pun tidak menganga, melainkan terkatup rapat. Jika dilihat, pada bibir bagian bawahnya terlihat bintik-bintik yang mengindikasikan gigi yang runcing. 
  2. Keadaan mentalnya sangat bagus. Yang menandakan keadaan mental seekor cupang layak diadu adalah ketika melihat ikan cupang aduan lain, yang dianggap musuh, sirip-siripnya akan mengembang penuh, namun bukan bertujuan untuk pamer seperti ikan cupang hias. 
  3. Tidak seperti ikan hias air tawar lainnya, gerakannya saat berenang terlihat agresif, cenderung cepat dan bertenaga, tidak anggun dan lamban seperti cupang hias. 
  4. Bentuk tubuh cupang aduan juga khas seperti cupang hias, tetapi strukturnya terlihat kokoh dan kekar. Tinggi dan lebar ikan dari mulai leher sampai ekor memiliki ketebalan dan besar yang sama. 
Wednesday, September 2, 2015

Waspada Penyakit Ikan Hias Air Tawar Berikut (Bag. 2)

Media Penyuluhan Perikanan -  Penyakit ikan hias air tawar tidak cuma sedikit, dan kadang ikan terkena penyakit komplikasi di mana luka sebelumnya diperparah dengan penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Berikut adalah penyakit ikan air tawar lainnya yang patut diwaspadai. 
Insang Busuk dan Gatal
Tidak sama seperti sirip busuk, penyakit insang busuk disebabkan oleh sebangsa jamur. Jamur ini hidup di air akuarium yang kotor dan jarang dikuras. Celakanya, penyakit ini terbilang berbahaya karena dengan cepat menyebar dari satu ikan ke ikan lain dan menyebabkan kematian massal. Yang lebih berbahaya lagi, penyakit insang busuk ini belum diketahui bagaimana cara mengobatinya. Yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga ikan hias air tawar Anda dengan baik; pastikan air akuariumnya selalu bersih. 
Penyakit gatal adalah penyakit berikutnya yang bisa menyerang ikan hias. Gatal disebabkan oleh protozoa dan menyerang ikan-ikan yang daya tahan tubuhnya rendah, baik karena sedang sakit atau sedang stress dan luka akibat diserang ikan lain. Gejalannya adalah adanya bintik putih keabuan di sekitar punggung dan kepala, ikan menjadi lemah dan kurus karena tidak nafsu makan, tubuh ikan yang tampak mengkilat akibat produksi lendir berlebih, sering mengapung di permukaan air, dan adanya pendarahan pada beberapa bagian tubuh tertentu. Untuk mengobatinya, pisahkan ikan yang terkena penyakit, kemudian rendam ikan tersebut dalam larutan formalin selama 5-10 menit. Lakukan sebanyak 2 kali dalam sehari, dan pastikan Anda melakukannya rutin dan berturut-turut selama sekitar 2 minggu.
Kutu Ikan dan Cacing
Kutu ikan warnanya bening dan bentuknya bulat pipih. Sering terlihat pada sirip, kulit, dan insang untuk menghisap sari makanan dari ikan tersebut. Memang, kutu tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kematian, namun jika dibiarkan, ikan menjadi kurus dan lemah karena asupan nutrisinya diserap kutu. Terlebih, kutu bisa menyebabkan lubang kecil pada tubuh ikan yang bisa mengakibatkan infeksi. Gejalanya adalah; ikan kurus dan lemah, terdapat banyak gigitan kemerahan di sekujur tubuhnya, gerakannya tidak bertenaga. Cara mengatasinya adalah dengan merendam ikan dalam larutan PK selama setengah sampai satu jam dalam 3-4 hari. 
Cacing pun ternyata bisa menyerang ikan hiar air tawar. Seperti kutu, cacing ini akan menempelkan diri ke tubuh ikan dan menghisap sari-sari makanan. Caranya menempel adalah dengan menusuk ikan dengan kepalanya, yang bisa membuat luka tusukan tersebut infeksi. Ikan jadi terlihat lebih kurus. Cacing bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika sudah melihat kehadirannya, segera rendam ikan dalam larutan tetrasiklin selama kurang lebih 3 jam. Lakukan ini secara rutin selama sekitar 3-4 hari sampai ikan sembuh.
Monday, August 31, 2015

Waspada Penyakit Ikan Hias Air Tawar Berikut

Media Penyuluhan Perikanan -  Perhatikan ikan-ikan hias air tawar yang Anda pelihara. Apakah sehat atau sakit? Kenali tanda-tanda ikan sakit, yaitu gerakan yang lemah dan lambat, pertumbuhan yang lambat, perkembangan tubuh yang tidak sempurna atau cacat, dan warna sisiknya yang pudar. Selalu perhatikan hal yang tidak wajar pada ikan Anda. Ini karena ada banyak penyakit yang bisa melanda ikan hias tanpa Anda sadari sebelumnya jika tidak awas. Akibatnya bisa berujung kematian pada ikan. Penyakit-penyakit tersebut bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa, learnea, dan kutu ikan. Berikut adalah beberapa jenis penyakit pada ikan hias yang harus diwaspadai.
Infeksi Jamur dan White Spot
Jamur bisa menyerang hampir seluruh jenis ikan. Bentuknya seperti benang-benang berwarna putih kecokelatan. Biasanya tumbuh subur di luka pada tubuh ikan. Awalnya mungkin tidak berbahaya, namun jika tidak diberantas, ikan yang terkena bisa kekurangan nutrisi. Gejalanya adalah tubuh ikan yang mengurus dan tampak benang-benang halus di sekitar ikan. Cara memberantasnya adalah dengan menjaga kebersihan air akuarium dan bila perlu menggunakan rendaman PK. Cukup satu teteskan satu tetes PK ke dalam sekitar 2 liter air dan diamkan selama 10 menit, kemudian kuras. 
Penyakit lainnya yang bisa menyerang ikan hias air tawar adalah white spot atau bintik putih. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dan menyerang lapisan lendir di insang, sirip, maupun ekor ikan. Mikroorganisme yang menyerang bergerombol membentuk gumpalan putih, maka itu disebut penyakit bintik putih. Penyakit ini sangat menular dan tergolong sulit diberantas. Gejalanya, selain terlihat bintik putih di tubuh, adalah pernpasan ikan meningkat, ikan malas berenang, tubuhnya jadi lebih berlendir, warna badan pucat, dan jadi sering berenang di permukaan untuk mengambil udara. Untuk mengobati, pisahkan ikan yang sakit dari ikan lainnya, kemudian teteskan cairan obat (blitz ich) satu tetes untuk 1 liter air, atau campurkan obat Gold 100 sekitar 5-10 gram ke dalam tiap 500 liter air. 
Busuk Sirip
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang sirip yang awalnya memang sudah terluka, kemungkinan karena digigit ikan lain. Bakteri ini akan menggerogoti sirip ikan dan membuatnya tampak busuk, sehingga hanya menyisakan sedikit di bagian pangkal. Gawatnya, penyakit ini sering diikuti penyakit jenis lain yang bisa memperparah kondisi ikan. Untuk mengobatinya, rendam ikan ke dalam larutan antibiotik. Lama waktu rendaman tergantung dengan jenis antibiotik yang digunakan. Untuk antibiotik yang keras, merendam ikan hanya boleh sekitar 10 menit, sedangkan untuk antibiotik biasa, bisa dilakukan rendaman sekitar 5 jam. Konsultasikan jenis antibiotik apa yang harus digunakan untuk ikan hias air tawar Anda dengan yang sudah berpengalaman. 
Saturday, August 29, 2015

Memelihara Beberapa Spesies Dalam Akuarium

Media Penyuluhan Perikanan -  Sering dilihat beberapa orang yang memiliki akuarium, ternyata memelihara lebih dari satu spesies di dalam akuariumnya. Bukan hanya ikan hias air tawar yang terlihar, tetapi juga beberapa hewan air tawar lainnya. Masalahnya, bagaimana cara mencampurkan beberapa spesies tersebut di dalam satu habitat tanpa membuat mereka saling serang satu sama lain? Tidak semua hewan cocok disatukan. Sebelum Anda memutuskan untuk memelihara hewan lain dalam akuarium, pastikan dulu keadaan akuariumnya cukup kondusif untuk memelihara beberapa jenis hewan sekaligus. Selain itu, pastika juga hewan apa saja yang bisa Anda pilih. Berikut adalah hewan-hewan air tawar yang bisa disatukan dengan ikan.
Udang
Terdapat dua jenis udang, udang hias dan lobster. Untuk udang hias sendiri, sama seperti ikan hias air tawar, ada beberapa jenis udang yang dibagi berdasarkan varian warna, seperti red cherry, pale blue, dan lain sebagainya, dan varian ukuran. Untuk mencampurnya dengan ikan, perhatikan ukuran tubuh. Jangan menyatukan udang kecil dengan ikan yang bentuk tubuhnya terbilang besar, seperti maskoki, louhan, dan sejenisnya, karena akan dimakan. Beberapa jenis ikan yang bisa digabungkan dengan udang hias adalah ikan barb, ikan plati, dan ikan tetra. Jenis udah besar (amano) bisa disatukan dengan ikan plati dengan ukuran besar atau ikan ekor pedang. 
Untuk lobster, sebetulnya ini bukan jenis hewan air tawar. Maka dari itu, jika ingin memeliharanya, tidak bisa disatukan dengan ikan hias tawar. Anda harus mencampurnya dengan ikan hias air laut, seperti ikan badut. Lobster memiliki banyak warna, dan umumnya berwarna cerah. Inilah yang membuatnya menarik. Namun, saat memilih lobster di toko, pastikan bahwa Anda tidak memilih yang sakit. Jangan salah, ada banyak lobster tidak sehat yang dijual di toko akibat jumlah air yang tidak sesuai. Saat memilih, coba dekatkan jari Anda. Jika si lobster bereaksi dengan mundur atau mengangkat capitnya, bisa dipastikan ia sehat. Sebaliknya, jika lobsternya tidak responsif, itu berarti ia sakit dan stress. 
Kepiting Air Tawar
Kepiting memiliki jenis ukuran, bentuk, dan warna yang bisa menjadi pilihan.  Menempatkan seekor kepiting tawar di dalam akuarium bisa menjadi hiburan juga lho. Ditambah lagi, memelihara kepiting di dalam akuarium membuat Anda tidak perlu sering-sering menguras, karena ia makan sisa-sisa makanan, bahan organik yang sekarat atau mati, serta sisa-sisa tanaman hias di dalam akuarium. Yang patut diperhatikan adalah jangan mencampur kepiting dengan ikan hias air tawar berukuran kecil, karena bisa dimangsa oleh kepiting tersebut. Campurkan kepiting dengan ikan hias yang memiliki ukuran yang sama. Pastikan juga akuarium Anda tinggi, karena kepiting mudah untuk melompat keluar akuarium dan kabur. 
Thursday, August 27, 2015

Macam Ikan Hias Air Tawar Yang Tidak Bisa Dicampur

Media Penyuluhan Perikanan -  Jangan kira ikan hias air tawar semuanya manis dan cinta damai. Jika Anda berpikiran seperti itu, Anda salah besar. Jangan tertipu dengan warnanya yang cerah dan bentuk yang unik. Terkadang, justru ikan seperti itu lah yang ganas. Ikan-ikan ganas tidak bisa dicampur dengan ikan lain di dalam akuarium, apalagi jika ikan campurannya adalah ikan cinta damai seperti guppy atau ikan komet. Jangankan dicampur dengan ikan lain, jika Anda memasukkan jari ke dalam akuarium saja, besar kemungkinan jari Anda akan digigit. Apa saja sih jenis ikan-ikan ganas yang harus dipelihara dengan hati-hati?
Ikan Parrot dan Oscar
Ikan parrot ini memiliki bentuk mulut yang seperti burung kakaktua, makanya disebut sebagai ikan parrot. Ikan yang berwarna merah ini memang sangat agresif dan hanya bisa berteman dengan sesama parrot. Ikan ini sebetulnya merupakan jenis hybrid, yakni hasil kawin silang dari beberapa jenis cichlid. Tubuhnya bulat lucu. Di waktu muda, warnanya memang oranye (kadang-kadang ada yang gelap). Ketika sudah mencapai usia dewasa, ikan parrot akan berubah warna menjadi merah. Memelihara ikan parrot sebagai ikan hias air tawar membutuhkan akuarium dengan volume air minimal 50 galon. Jangan lupa gunakan pasir sebagai dasar akuarium. Gunakan batu dan beberapa aksesori lainnya sebagai tempat persembunyiakn ikan parrot. 
Ikan air tawar agresif lainnya adalah ikan oscar. Sebetulnya, ikan parrot dan oscar berasal dari keluarga yang sama, karena oscar pun berasal dari keluarga cichild. Namun, jangan pernah menyatukan mereka di dalam akuarium. Ikan oscar bisa mencapai panjang 40cm, karena itu membutuhkan banyak ruang untuk pergerakannya. Kehadirannya memang mendominasi dan suka menakut-nakuti ikan yang lain, maka itu tidak disarankan untuk dicampur. Satu yang unik dari oscar; ia bisa mengenali pemiliknya. Ikan ini bisa menggoyangkan kepala atau ekor jika melihat Anda. Lucu, bukan?
Ikan Louhan
Ikan yang juga dikenal dengan sebutan flowerhorn ini juga terbilang agresif untuk ukuran ikan hias air tawar. Jika disatukan dengan ikan-ikan lain yang tubuhnya lebih kecil, bisa dipastikan ikan kecil tersebut akan dimakan oleh louhan. Itu karena pakan louhan sendiri memang berasal dari makhluk hidup, seperti udang tawar atau cacing tanah. Louhan hanya bisa disatukan dengan sesama louhan. Ada beberapa jenis louhan di dunia ini, namun hanya tiga jenis yang terdapat di Indonesia. Perawatannya terbilang cukup sulit dan tidak disarankan untuk pemula. Louhan membutuhkan akuarium dengan fasilitas lengkap. Selain itu, pastikan untuk mengganti airnya tiap 2-3 hari sekali supaya louhan bisa hidup lebih lama. Akuarium yang senantiasa bersih adalah salah satu syarat perawatan louhan. 
Tuesday, August 25, 2015

Jenis Ikan Hias Air Tawar Untuk Dipelihara Pemula

Media Penyuluhan Perikanan -  Jika Anda tertarik untuk berternak ikan hias air tawar, sebaiknya dimulai dengan memelihara ikan-ikan yang mudah dirawat terlebih dulu. Tidak disarankan untuk langsung memelihara ikan hias mahal dengan harga jutaan rupiah. Selain cara merawatnya yang terbilang sulit dan bukan untuk pemula, bayangkan jika ikan hias kesayangan Anda yang dibeli dengan harga tinggi mati begitu saja. Jangan berpikir ikan hias biasa tidak bagus kok. Bagus tidak selalu berarti mahal. Ada beberapa jenis ikan hias yang murah, mudah didapat, dan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi sehingga tidak mudah mati. Berikut adalah ikan-ikan hias yang direkomendasikan untuk pemula. 
Ikan Cupang dan Ikan Guppy
Dalam ikan hias air tawar, ikan cupang adalah jenis yang paling banyak digemari, dan juga paling mudah ditemukan, dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya dengan Rp. 10,000, Anda bisa mendapatkan beberapa ekor cupang. Pemeliharaannya pun sangat mudah. Ikan ini tidak membutuhkan gelembung oksigen di dalam akuarium. Jadi, sangat cocok diletakkan di dalam wadah bening kecil tanpa perlengkapan lengkap akuarium. Karena terlalu mudah dirawat, kebanyakan pemelihara lupa bahwa mereka memiliki ikan cupang. Disarankan untuk meletakkannya di tempat yang mudah terlihat. Jangan lupa beri makan pelet setiap hari dan ganti airnya jika sudah kotor. 
Ikan lainnya yang terbilang mudah dipelihara adalah ikan guppy. Ikan ini memiliki banyak tipe warna yang cerah dan menarik. Karena itu lah ia banyak digemari. Ukuran tubuhnya kecil dan memiliki varian ekor yang berbeda-beda. Sama seperti ikan cupang, ikan guppy juga tidak membutuhkan peralatan akuarium lengkap. Hanya dengan ditaruh di dalam wadah bening yang cukup besar tanpa tangki oksigen, ikan guppy bisa bertahan hidup. Hanya saja, pastikan wadahnya mampu menampung air setidaknya 1 liter, ya. 
Ikan Plastis dan Ikan Molly
Dalam ikan hias air tawar, ikan plastis merupakan jenis yang memiliki banyak varian ekor dan warna. Bukan saja mudah dirawat, ikan plastis ternyata juga mudah berkembang biak. Yang membuat ikan ini unik, jika merasa keberadaannya terancam, ikan plastis bisa meloncat dari akuarium lho. Seringnya, ikan ini berenang di permukaan air. Sama seperti cupang dan guppy, plastis juga tidak butuh tangki oksigen untuk hidup. Terakhir, ada ikan molly. Bentuk tubuh ikan ini agak lucu, yaitu pendek dan bulat. Meski kebanyakan warnanya putih dengan totol-totol hitam, ikan molly juga dikatergorikan berdasarkan varian warnanya. Sama seperti plastis, ikan molly juga senang berenang di permukaan air. Dan sama seperti plastis pula, ikan ini bisa berkembang biak dengan sendirinya di dalam akuarium dan bisa bertahan meski tanpa tangki oksigen. 
Sunday, August 23, 2015

6 Jenis Ikan Hias Air Tawar Termahal

Media Penyuluhan Perikanan -  Apakah Anda pecinta ikan hias? Jika ya, Anda harus tahu bahwa tidak semua ikan hias air tawar bisa dibeli dengan harga murah. Kelihatannya, ikan mas, ikan maskoki, dan ikan-ikan lainnya yang gampang ditemui di toko hewan memang harganya terjangkau. Namun, untuk kolektor ikan hias sejati, semakin langka dan semakin mahal ikan tersebut, semakin diminati jadinya. Nah, apakah Anda salah satu kolektor ikan hias? Atau Anda hanya senang mengumpulkan beberapa sebagai hiasan kolam tanpa peduli jenis dan mutunya? Tak peduli apakah Anda kolektor atau penghobi biasa, berikut adalah jenis ikan air tawar termahal yang pastinya bisa membuat Anda kagum.
Arwana, Lou han, Koi, Oscar
Pasti sudah banyak yang tahu tentang arwana. Ikan yang juga disebut sebagai ikan naga ini memang banyak ditemukan di daerah Asia Tenggara. Meskipun begitu, populasi ikan ini terancam punah. Maka tak heran harganya mencapai ratusan juta. Bahkan ada ikan arwana tipe super red albino yang terjual seharga 1 milyar rupiah! Ikan lainnya adalah lou han. Yang membuatnya menarik adalah keindahan sisik serta benjolan di kepala yang menjadi ciri khasnya. Ada beberapa jenis ikan lou han, namun hanya ada 3 yang bisa ditemukan di Indonesia; SRD, Cecu, dan Golden Base. Harganya mencapai 40 juta rupiah per ekor. 
Koi adalah ikan lainnya yang patut dipertimbangkan. Berasal dari Cina, ikan ini sebetulnya masih memilki hubungan kerabat dengan ikan mas. Selain warnanya yang cantik, yang membuat ikan koi mahal adalah kepercayaan bahwa ikan ini dianggap membawa keberuntungan. Terdapat sekitar 24 jenis ikan koi di seluruh dunia. Harganya berkisar antara 5 juta sampai 7 juta rupiah. Ikan hias air tawar mahal lainnya adalah oscar. Warnanya memang kurang menarik, yakni kuning kemerahan. Namun, karena cukup populer di Indonesia, ada beberapa jenis oscar yang dikembang-biakkan di sini. Dibandingkan arwana dan lou han, ikan oscar jauh lebih terjangkau. Harganya berkisar antara Rp. 100,000 sampai Rp. 250,000. 
Discus dan Balashark
Ikan discus memiliki bentuk sisik yang bagus dan warna yang indah mencolok. Berasal dari sungai Amazon, ikan discus terbagi dalam tiga jenis warna; biru, coklat, dan hijau. Ukurannya terbilang kecil, hanya sekitar 3 inchi. Harganya berkisar antar Rp. 75,000 sampai Rp. 100,000. Berikutnya ada ikan balashark. Ikan ini, meskipun namanya shark, yang berarti hiu dalam bahasa Inggris, bukanlah benar-benar hiu. Bentuknya seperti torpedo dengan sirip besar. Ikan ini populasinya sudah muali menurun. Bisa ditemukan di asia tenggara dengan mudah. Harganya memang tidak berjuta-juta, tetapi tetap terbilang mahal untuk ikan hias air tawar. Bibitnya bisa mencapai Rp. 50,000 per ekor. 
Friday, August 21, 2015

Asiknya Memelihara Aligator Di Dalam Aquarium

Media Penyuluhan Perikanan -  Di masa sekarang ini, bisa dikatakan bahwa orang semakin mempunyai kegemaran yang beragam dalam memilih ikan hias air tawar. Mereka tidak hanya memilih ikan hias yang cenderung mempunyai ukuran yang kecil hingga sedang dan juga bersifat cukup jinak. Ada cukup banyak orang juga yang saat ini mulai melirik ikan-ikan air tawar berjenis predator yang cukup ganas untuk menghiasi aquarium di rumah mereka. Salah satu pilihan yang cukup populer saat ini adalah ikan yang dikenal dengan nama aligator atau yang di dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama Aligator Gar. 
Tampilan Ikan Hias Yang Sangat Berbeda
Salah satu hal yang membuat Aligator menjadi pilihan populer untuk ikan hias air tawar untuk dipelihara di aquarium tak lain dan tak bukan adalah tampilannya yang tentunya sangat jauh berbeda dengan tampilan ikan hias pada umumnya. Ikan yang satu ini mempunyai moncong yang cukup panjang dan dihiasi dengan deretan gigi-gigi tajam, yang dihabitat alaminya sangat berguna untuk memburu makanan dan juga untuk mempertahankan diri.
Fakta bahwa ikan Aligator merupkan jenis ikan predator juga membuat feeding time atau waktu makan dari ikan ini menjadi cukup menyenangkan bagi orang yang cinta adrenaline. Untuk mendapatkan sensasi yang menyenangkan saat waktu makan semacam ini, makanan hidup merupakan jenis yang disarankan. Biasanya, ikan yang satu ini diberi makan dengan ikan yang berukuran lebih kecil dari dirinya, yang juga ditempatkan di aquarium yang sama dengan si Aligator.
Satu hal lagi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah bahwa Aligator yang sehat dan tidak stres bisa hidup cukup lama dengan ukuran yang cukup fantastis. Di alam liar yang merupakan habitat aslinya, ikan predator yang satu ini bahkan bisa hidup dengan ukuran yang sangat besar. Ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ganas yang satu ini.
Hal Penting Yang Tidak Boleh Anda Abaikan
Dalam memelihara ikan hias air tawar yang sangat tidak biasa ini penting bagi Anda untuk menyiapkan aquarium dengan ukuran yang tidak sempit bahkan hingga ikan tersebut tumbuh nantinya. Selain itu, aquarium juga sebaiknya dilengkapi dengan fitur penutup di bagian atasnya untuk mencegah si ikan untuk melompat keluar. Selain itu, ini juga bisa menghindarkan orang untuk memasukkan anggota tubuhnya ke dalam aquarium yang tentunya sangat berbehaya. Jika ukuran ikan sudah terlalu besar bahkan hingga sulit bagi Anda untuk sekedar membersihkan aquarium tersebut, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk memindah si ikan ke kolam sebagai tempat hidup yang lebih besar. Jika ikan tersebut terlalu besar untuk Anda pelihara, ada baiknya jika Anda mencari pihak yang lebih mampu untuk memelihara ikan predator berukuran besar yang satu ini.
Wednesday, August 19, 2015

Pentingnya Menambahkan Tanaman Ke Dalam Aquarium Ikan Discus Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Tidak dapat dipungkiri bahwa ikan Discus merupakan ikan hias air tawar yang cukup banyak digemari tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lainnya di benua Asia. Hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup wajar karena sepintas, ikan yang satu ini terlihat mempunyai warna-warni yang biasanya hanya dimiliki oleh ikan air laut padahal sebenarnya ikan ini benar-benar murni ikan air tawar. Bagi yang belum familiar dengan Discus, mereka mungkin menyangka ikan ini sebagai ikan laut daripada ikan yang hidup di air tawar.
Khusus untuk Anda yang merasa berminat untuk memelihara ikan Discus, yang sebenarnya berasal dari sungai Amazon ini, Anda tidak hanya bisa menghiasi aquarium tersebut dengan bebatuan kecil khusus untuk aquarium atau pasir saja. Anda sebenarnya juga membuat aquarium tersebut menjadi lebih menarik lagi jika Anda juga menambahkan tanaman asli ke dalam tempat memelihara ikan tersebut. Sebenarnya, bisa juga dikatakan bahwa tanaman mempunyai peran yang cukup penting dalam upaya untuk memelihara ikan ini dengan baik.
Manfaat Tanaman Bagi Aquarium Ikan Discus
Secara umum, bisa dikatakan bahwa tanaman di dalam aquarium untuk ikan hias air tawar ini mempunyai beberapa manfaat yag cukup signifikan. Manfaat yang paling signifikan tentunya adalah tampilan aquarium yang jauh lebih menarik. Terlebih lagi, aquarium Discus biasanya dibuat dengan sirkulasi air yang baik guna menjaga ikan tetap merasa senang dan jauh dari stres. Hal ini membuat tanaman bisa bergerak dengan alami dan menghasilkan efek dramatisir yang indah.
Manfaat lain yang juga perlu untuk Anda ketahui adalah bahwa tanaman juga bisa berperan sebagai filter alami yang bisa menyaring zat-zat berbahaya di dalam air. Dengan demikian, ikan Discus di dalam aquarium tersebut bisa hidup dengan lebih sehat.
Dengan menambahkan tanaman air di dalam aquarium, Anda secara tidak langsung juga sudah menyiapkan tempat persembunyian alami bagi si ikan. Hal ini akan membuat ikan merasa lebih nyaman sehingga jauh dari stres. Terlebih lagi, ikan Discus sebenarnya juga merupakan jenis ikan yang cukup mudah merasa kaget dan takut. Karena hal inilah, ada baiknya jika Anda menambahkan banyak tanaman di dalam aquarium di mana ikan tersebut Anda pelihara.
Tanaman Yang Disarankan Untuk Anda Pilih
Dari semua jenis tanaman yang bisa ditempatkan di dalam habitat buatan dari ikan hias air tawar ini, sebenarnya ada beberapa jenis tanaman yang jauh lebih sesuai daripada yang lainnnya. Tanaman-tanaman tersebut adalah: Echinodorus, Anubias, dan beberapa jenis tanaman air dengan karakteristik tinggi. Dengan memilih semua atau beberapa dari tanaman tersebut, tentunya Anda bisa menciptakan habitat buatan dengan kualitas yang lebih baik bagi semua ikan Discus yang Anda pelihara.
Monday, August 17, 2015

Black Skirt Tetra: Satu Pilihan Untuk Community Aquarium Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Jika Anda gemar untuk memelihara ikan hias air tawar di dalam aquarium dan Anda lebih suka untuk memelihara bebera jenis ikan sekaligus di dalam satu wadah, ikan yang dikenal dengan nama Black Skirt Tetra bisa menjadi salah satu pilihan untuk Anda pertimbangkan. Sepintas, nama dari ikan ini mungkin mengingatkan Anda pada salah satu jenis ikan yang sedang sangat populer saat ini yaitu Neon Tetra. Walaupun begitu, kedua ikan ini tidaklah sama. Dari namanya sendiri sudah cukup jelas bahwa kedua ikan ini merupakan spesies yang berbeda. Selain itu, mungkin saat ini ikan ini mungkin juga tidak sepopuler ikan Neon Tetra yang memang sedang banyak digandrungi oleh banyak pecinta ikan.
Fitur Menarik Dari Black Skirt Tetra
Sebagai salah satu ikan hias air tawar penghuni community aquarium atau aquarium yang sengaja disiapkan untuk beberapa jenis ikan hias sekaligus, Black Skirt Tetra bisa dikatakan mempunyai beberapa fitur menarik yang membuatnya lebih menonjol dibandingkan dengan ikan-ikan yang lain. Fitur yang pertama adalah kombinasi warna abu-abu silver dan juga warna hitam. Selain itu, ada lagi satu fitur menarik yang bisa Anda temukan di ikan yang satu ini, yang sebenarnya juga sesuai dengan namanya sendiri. Fitur ini sebenarnya merupakan sirip berwarna hitam pada bagian bawah tubuh si ikan. Fitur inilah juga yang membuatnya disebut sebagai Black Skirt Tetra atau dalam bahasa Indonesia ikan Tetra dengan rok hitam.
Tips Memelihara Ikan Black Skirt Tetra
Memelihara ikan hias air tawar bernama Black Skirt Tetra bukanlah merupakan hal yang sulit untuk Anda lakukan. Bahkan sebenarnya ikan yang satu ini cukup disarankan untuk dipelihara bagi pada pemula. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa Anda bisa memeliharanya secara sembarangan. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan guna bisa memelihara ikan ini dengan baik. Tips yang pertama adalah untuk memelihara minimal 6 ikan karena pada dasarnya ikan ini cukup suka bergerombol dengan jenisnya. Terlebih lagi jika Anda berniat untuk menaruhnya di community aquarium. Dengan jumlah minimal 6 ikan, maka ikan-ikan tersebut tidak akan mudah stres.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa ikan yang satu ini mempunyai napsu makan yang cukup besar dan ini sebenarnya hal lain yang juga membuat si ikan menjadi pilihan yang menarik. Karena inilah, penting bagi Anda untuk selalu menyediakan makanan dengan jumlah yang cukup dan semestinya. Dengan demikian, si ikan akan bisa hidup dengan nyaman dengan jumlah umur yang tidak terlalu pendek.
Tips selanjutnya berkaitan dengan sifat si ikan yang mungkin berkembangbiak di aquarium. Jika Anda sudah menemukan beberapa telur ikan di aquarium Anda, ada baiknya jika Anda memisahkan telur-telur tersebut dengan si ikan dan juga ikan yang lain.Tujuannya adalah untuk menambah tingkat keberhasilan telur-telur tersebut untuk menetas nantinya. Tentu, selain hal ini, cara-cara pemeliharaan telur Black Skirt Tetra juga tentunya dibutuhkan.
Saturday, August 15, 2015

Uniknya Memelihara Ikan Jenis Golden Black Molly

Media Penyuluhan Perikanan -  Ikan dengan jenis Molly sebenarnya merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup disarankan untuk dipilih bagi mereka yang adalah pemula dalam hal memelihara ikan di aquarium sebagai hewan peliharaan. Keuntungan dari memelihara ikan yang satu ini adalah bahwa ikan ini cukup mudah untuk dipelihara dalam aquarium, bahkan jika Anda memiliki sepasang Molly dengan jenis kelamin yang berbeda, sangat mungkin untuk Anda nantinya mendapatkan beberap anak Molly secara gratis karena ikan yang Anda pelihara bertelur. Satu hal lagi yang mungkin juga bisa meningkatkan minat Anda untuk memelihara Molly adalah bahwa ada satu varian yang cukup baru yang dikenal dengan nama Golden Black Molly. Jenis semacam apakah ikan ini? Mari kita cari tahu lebih lanjut di sini.
Ikan Molly Dengan Dua Warna Sekaligus
Sesuai dengan nama dari ikan hias air tawar ini, Golden Black Molly merupakan salah satu jenis dari Molly yang tidak hanya berwarna hitam tetapi juga mempunyai sentuhan warna kuning keemasan. Biasanya, bagian berwarna keemasan ini terletak pada bagian depan ikan dan bagian belakangnya tetap berwarna hitam sempurna. Inilah yang merupakan ciri paling utama dari ikan berukuran kecil hingga sedang yang satu ini.
Bisa dikatakan bahwa ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hybrid ataau persilangan dari dua jenis ikan Molly yang berbeda. Yang pertama adalah Molly dengan warna golden atau emas dan yang kedua adalah Molly dengan warna hitam. Jika Molly berwarna hitam saja atau emas saja sudah cukup menarik, tentu aja Molly dengan dua warna semacam ini jauh lebih menarik lagi untuk dipelihara, bukan?
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memelihara Ikan Golden Black Molly
Bagi Anda yang ingin memelihara ikan hias air tawar berjenis Golden Black Molly ini, sebaiknya Anda memastikan bahwa julah ikan yang Anda taruh di dalam satu aquarium tidak terlalu banyak sehingga populasi aquarium tersebut tidak akan terlalu banyak. Jika Anda ingin mendapatkan bayi Molly, komposisi jumlah ikan yang cukup adalah satu ikan jantan dengan 3 betina. Karena ikan Molly semacam ini juga cukup mudah berkembangbiak, bahkan jika mereka hidup di aquarium, tidak akan sulit bagi Anda untuk mengembang-biakannya.
Walalupun mungkin, sebaiknya Anda tidak menyampur ikan Golden Black Molly dengan ikan hias jenis lain dalam satu wadah. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan Molly yang pada umumnya suka sedikit demi sedikit memakan sirip dari ikan lain. Jika Anda memang menghendaki ikan lain di dalam aquarium yang sama, mungkin Anda bisa memilih ikan Molly dengan jenis yang berbeda, yang sebaiknya merupakan Molly jenis golden atau black.