Posts

Showing posts from August, 2017

Mengenal Ikan Sidat

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Ikan merupakan sumber protein yang lebih baik dibanding hewan ternak karena rendahnya kandungan/kadar kolesterol dan relatif lebih murah. Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang potensial untuk dikembangkan. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai 'Belut Bertelinga' karena keberadaan sirip dadanya menyerupai daun telinga. Sidat dikenal pula dengan nama lain moa, lubang, dan uling (Jawa Barat); sedangkan di Jawa Tengah menyebutnya dengan nama pelus.

Ikan sidat, Anguilla spp merupakan salah satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia, sidat banyak ditemukan di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam seperti pantai selatan Pulau Jawa, pantai barat Sumatera, pantai timur Kalimantan, pantai Sulawesi, pantai kepulauan Maluku dan Irian Barat. Tidak seperti halnya di negara lain (Jepang, dan …

Cara Unik Ikan Lele Mencari Mangsa: 'Kumis' Mendeteksi Perubahan Kecil Dalam pH

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Hewan menggabungkan beberapa metode yang unik untuk mendeteksi mangsa, tetapi untuk lele laut Jepang, Plotosus japonicus, hal tersebut akan terasa sulit mengingat air di lingkungannya yang keruh dan gelap.

John Caprio, George C. Kent Profesor of Biological Sciences di LSU, dan rekannya dari Kagoshima University Jepang telah mengidentifikasi bahwa ikan lele ini dilengkapi dengan sensor yang dapat menemukan mangsanya dengan mendeteksi perubahan kecil kadar pH air.

Sebuah paper, " Marine teleost locates live prey through pH sensing" merinci pekerjaan Caprio dan rekan risetnya, diterbitkan dalam jurnal Science pada tanggal 6 Juni ini merupakan laporan pertama dari ikan apa saja yang menggunakan pH untuk menemukan mangsanya.

"Apa yang membuat hal ini begitu menarik adalah bahwa penemuan itu tak terduga, kebetulan," kata Caprio.

Penelitian ini dimulai pada tahun 1984 ketika Caprio, spesialis dalam sistem rasa dan bau vertebrata perairan, peny…

Dampak Buruk Perubahan Iklim Menyebabkan Ikan Kehilangan Temannya

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Seperti halnya manusia, ikan cenderung berkelompok dengan individu yang akrab dengannya, bukan “orang” asing. Hal ini memberikan banyak manfaat seperti pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang bisa lebih tinggi, pertahanan yang lebih besar terhadap predator dan pembelajaran sosial yang lebih cepat. Namun, tingginya kadar karbon dioksida, seperti yang diakibatkan oleh perubahan iklim, dapat menghalangi kemampuan ikan untuk mengenali satu sama lainnya dan menghalangi kemampuannya untuk membentuk kelompok dengan individu akrab yang akrab dengannya.

Para ilmuwan di ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies di James Cook University, Australia, telah mempelajari efek dari karbon dioksida pada perilaku  ikan Chromis viridis tropis. Pemimpin penelitian ini Miss Lauren Nadler menemukan bahwa ikan remaja biasanya memerlukan tiga minggu untuk mengenali teman akrabnya, namun tingkat karbon dioksida yang meningkat secara signifikan dapat mengganggu kemampuan ini.

Memikirkan Kembali Tentang Budidaya Ikan Kaitannya Dengan Kesehatan dan Resiko Lingkungan

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Kebanyakan instansi pemerintah saat ini merekomendasikan untuk mengkonsumsi lebih banyak seafood (produk perikanan) yang bermanfaat bagi kesehatan, analisis baru yang dipimpin oleh para peneliti dari Johns Hopkins Center for a Livable Future mendesak profesional kesehatan, medis, dan masyarakat untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan dari sumber seafood/ikan, khususnya budidaya ikan, kerang dan krustasea. Makalah ini muncul di edisi Juli 2014 Journal of Current Environmental Health Reports.

Hampir setengah dari semua seafood/ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia berasal dari sektor budidaya. Meningkatkan konsumsi seafood/ikan telah diusulkan sebagai bagian dari strategi untuk memerangi epidemi global tentang obesitas dan diabetes. Selain itu, US Food and Drug Administration dan US Environmental Protection Agency sekarang merekomendasikan wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak untuk meningkatkan konsumsi seafood/ikan yang rendah merkuri 2-3…

Polusi Suara Berdampak Pada Spesies Ikan Secara Berbeda

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Gangguan akustik memiliki efek yang berbeda pada spesies ikan yang berbeda, menurut sebuah studi baru dari Universitas Bristol dan Exeter yang menguji perilaku ikan anti-predator.

Tiga ikan spined stickleback merespons cepat terhadap predator camar terbang ketika terkena gangguan tambahan, sedangkan tidak ada efek yang diamati pada ikan kecil Eropa.

Penulis utama Dr Irene Voellmy of Bristol School of Biological Sciences mengatakan: "Tingkat kebisingan di banyak lingkungan perairan telah meningkat secara substansial selama beberapa dekade terakhir, ini dikarenakan peningkatan lalu lintas mengirimkan potensi dampak kebisingan pada ekosistem perairan“

Tim, yang termasuk Dr Julia Purser, Dr Steve Simpson dan Dr Andrew Radford, menggunakan percobaan laboratorium yang terkendali untuk menyelidiki bagaimana gangguan akustik, yang dihasilkan oleh kebisingan putaran kapal, mengubah perilaku anti-predator ikan kecil dan stickleback.

Dr Radford memperingatkan: &…

Ikan Ternyata Lebih Cerdas Daripada Yang Kita Bayangkan

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Dewasa ini beredar anggapan bahwa ikan hanya memiliki rentang memori hanya 30 detik. Ilmuwan dari Kanada membuktikan bahwa anggapan itu adalah salah. Menurutnya ikan sebenarnya bias mengingat hingga dua belas hari kemudian.

Penelitian ini dilakukan terhadap spesies ikan hias akuarium yang popular yaitu Cichlid Afrika (Labidochromis caeruleus). Ikan ini menunjukan tingkah laku yang kompleks hal inilah yang menyebabkan para ilmuwan memprediksi ikan ini mampu menjalankan tugas memori lebih lanjut.  Ikan percobaan ini dilatih untuk memasuki area tertentu dalam akuarium untuk menerima pakan, dimana masing-masing sesi pelatihan berlangsung selama dua puluh menit. Selanjutnya ikan diistirahatkan selama dua belas hari setelah mengikuti pelatihan tersebut selama 3 hari. Setelah dua belas hari istrihat, kemudian ikan kembali masuk ke dalam akuarium tempat pelatihan sebelumnya, diketahui bahwa mereka mengingat pengalaman pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya itu.

Wow, Omega-3 Minyak Ikan Mampu Mencegah Kerusakan Syaraf Pencandu Alkohol

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE  (video di atas) menyebutkan bahwa Minyak omega-3 pada ikan ternyata dapat membantu melindungi kerusakan saraf dan risiko demensia bagi para pecandu alkohol.

Sebagaimana telah banyak disampaikan oleh para peneliti bahwa efek penyalahgunaan alcohol adalah kerusakan otak dan meningkatnya resiko demensia, namun demikian penelitian terbaru dewasa ini menemukan bahwa senyawa minyak ikan mampu meindungi peradangan dan kematian sel saraf pada sel-sel otak yang terkena kadar alkogol tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Michael A. Collins, PhD, Edward J. Neafsey, PhD, dan rekan-rekannya di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, dan rekan dari University of Kentucky dan Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme (NIAAA). Collins dan rekannya melakukan percobaan pada sel-sel otak tikus dewasa yang diberikan konsentrasi alcohol yang empat kali lebih besar daripada batas legal alcoh…

Diet Dengan Tinggi Protein Ikan Dapat Menurunkan Resiko Terkena Stroke

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Orang diet dengan kadar protein tinggi, terutama protein dari ikan, memiliki resiko lebih rendah mengalami stroke dibandingkan mereka yang diet namun rendah protein, menurut meta-analisis yang dipublikasikan pada 11 Juni 2014, edisi online Neurology®,  jurnal medis American Academy of Neurology.

"Jumlah protein yang menyebabkan penurunan resiko adalah moderat - setara dengan 20 gram per hari," kata penulis studi Xinfeng Liu, MD, PhD, dari Nanjing University School of Medicine di Nanjing, Cina. "Tambahan, penelitian yang lebih besar diperlukan sebelum rekomendasi definitif dapat dibuat, akan tetapi buktinya kuat."

Meta-analisis melihat semua penelitian yang tersedia pada hubungan antara protein dalam makanan dan resiko stroke. Tujuh studi dengan total 254.489 peserta yang telah mengikuti selama rata-rata 14 tahun dilibatkan dalam analisis.

Secara keseluruhan, para peserta dengan jumlah tertinggi protein dalam diet mereka adalah 20 perse…

Mengenal Alat Tangkap Ikan Gillnet

Image
Media Penyuluhan Perikanan - Gill Net merupakan salah satu jenis alat penangkap ikan yang sering digunakan oleh nelayan (nasional dan internasional) untuk menangkap ikan di laut. 

Ikan yang menjadi tujuan penangkapan umumnya adalah ikan-ikan pelagis relatif besar mulai dari ikan kembung hingga Madidihang.  Ukuran ikan besar sangat bervariasi tergantung ukuran mata jarinng dan besarnya bukaan mata jaring.

Gill Net termasuk alat penangkap ikan yang pasif, selektif dan juga ramah lingkungan. Pengoperasian Gill Net konvesional (yang umum dioperasikan di Indonesia) relatif sederhana, sebagian besar pelaksanaan operasi menggunakan tenaga manusia.

Gill Net hampir dapat dioperasikan diseluruh lapisan kedalaman perairan, mulai dari lapisan permukaan, pertengahan hingga lapisan dasar perairan.  Juga dapat dioperasiakan  di berbagai jenis perairan, seperti perairan pantai, laut dan samudera.


Metode Menangkap Kata kuncinya adalah “Menjebak untuk dijerat”.  Pengertiannya adalah Gill Net harus mampu…