Mengamati Struktur dan Sebaran Komunitas Padang Lamun

Media Penyuluhan Perikanan - Metode RRI digunakan untuk melihat sebaran lamun secara cepat dan dapat menjankau daerah yang luas. Sedangkan untuk pengamatan kelimpahan, komposisi jenis dan biomassa digunakan transek kuadrat.

Metode pengamatan struktur komunitas padang lamun merupakan modifikasi dari English,et al., (1994). Untuk mengamatan zonasi sebaran lamun adalah sebagai berikut:

  1. Zonasi sebaran lamun di buat pada satu garis transek tegak lurus pantai. Arah transek dari pantai ke laut dicatat dengan kompas. Sepanjang garis transek diletakkan pita berskala (roll meter), dan lamun yang terletak di bawah roll meter dicatat jenisnya, luas tutupannya diamati, kemudian dicatat karakteristik tipe substrat dan kedalaman air. Di setiap lokasi pengamatan sebaiknya minimal dibuat 3 buah transek yang masing-masing sejajar dengan jarak antara 50 s/d 100 m (Gambar 1.). Titik penentuan transek di pantai ditentukan posisinya dengan GPS. Data tentang zonasi sebaran lamun dari setiap transek di pakai untuk mengamati kerapatan dan biomassa lamun.
  2. Sepanjang garis transek di ambil sampel lamun untuk dihitung kerapatan dan biomassa. Jarak pengambilan sampel sepanjang garis transek ditentukan oleh komposisi jenisnya. Sebaran jenis yang homogen titik pengambilan sampel dilakukan pada jarak setiap 15 s/d 20 m. Sebaran jenis yang heterogen titik pengambilan sampel pada jarak setiap 15 s/d 20 m. Sebaran jenis yang heterogen titik pengambilan sampel dapat berjarak setiap 5 m atau kurang. Pengambilan/pengukuran sampel  kerapatan biomassa lamun di setiap titik dilakukan sebanyak 4 kali. Pengukuran kerapatan dan biomas untuk lamun berdaun besar (Enhalus acoroides) dan lamun berdaun kecil dikerjakan dengan cara yang berbeda.


Teknik Pembuatan Transek dan penentuan titik pengambilan data Inventaris lamun
Gambar. Teknik Pembuatan Transek dan penentuan titik pengambilan data Inventaris lamun
Penarikan tali transek, pemberian tanda pada tali transek, kuadran pengamatan, pemotretan kuadran, identifikasi pada kuadran
Gambar. Penarikan tali transek, pemberian tanda pada tali transek, kuadran pengamatan, pemotretan kuadran, identifikasi pada kuadran
Sumber :
Hilman, Iman dan Ratna Suharti. 2011. Pengelolaan Ekosistem Lamun. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta

Potensi, Distribusi, dan Klasifikasi Rumput laut

Media Penyuluhan Perikanan - Indonesia memiliki perairan yang sangat luas dan berpotensi besar untuk pengembangan industri perikanan berbasis rumput laut. Pada saat ini pengembangan industri rumput laut masih menjadi salah satu program revitalisasi Kementrian Kelautan dan Perikanan, karena komoditas rumput laut memberikan kontribusi dan penyumbang devisa negara terbesar setelah komoditas udang dan tuna. Pengembangan industri rumput laut di Indonesia memiliki prospek yang cerah. Hal ini disebabkan karena tehnik pembudidayaan rumput laut yang relatif mudah dikuasai oleh masyarakat,, sehingga usaha tersebut dapat dilakukan secara masal. Disamping itu permintaan terhadap rumput laut dan produk olahannya baik di pasar domestik maupun internasional selalu menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Biologi dan Ekologi Rumput Laut
Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor faktor oseanografi. (Fisika, kimia dan pergerakan atau dinamika laut), serta jenis substart dasarnya. Untuk pertrumbuhannya rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya. Perkembang biakan rumput laut dilakukan dengan dua cara, yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta secara tidak kawin dengan melalui vegetatif dan konjugatif.

Potensi, Distribusi, dan Klasifikasi Rumput laut

Beberapa jenis rumput laut di Indonesia yang bernilai ekonomis seperti Eucheuna sp dan Hypnea sp  yang juga disebut carrageenophyte menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut karagenan, Glacelaria sp dan Gelidium sp  yang juga disebut agarophyte menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut agar. Sementara Sargassum sp  yang disebut juga alginophyte menghasilkan metabolit primer yang disebut alginat.

Wilayah Sebaran Rumput Laut di Indonesia.Suatu karunia Allah SWT yang patut disyukuri, bahwa dua pertiga dari wilayah Indonesia berupa laut. Berbagai potensi biota laut terkandung didalamnya, diantaranya adalah algae ( ganggang laut). Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda. Yang dimaksud sebagai gulma laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga("ganggang").

Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Gulma laut alam biasanya dapat hidup diatas substrat pasir dan karangmati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, gulma laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, gulma laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, gulma laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera utara dan Aceh/Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis gulma laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis gulma laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii   dan Gracilaria spp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya gulma laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu,Provinsi Kepulauan Riau, Sulawesi,Maluku Pulau Lombok  dan Papua.

Wilayah sebaran jenis rumput laut ekonomis penting di Indonesia, tersebar diseluruh kepulauan.Untuk rumput laut yang tumbuh alami ( wild stock) terdapat di hampir seluruh perairan dangkal Laut Indonesia yang mempunyai rataan terumbu karang. Sedangkan sebaran rumput laut komersial  yang dibudidayakan hanya terbatas jenis Eucheuma dan Glacelaria. Jenis Eucheuma dibudidayakan di laut agak jauh dari sumber air tawar, sedang Glacelaria dapat dibudidayakan dilaut dekat dengan muara sungai karena untuk jenis ini salinitas yang sesuai berkisar antara 15 – 25 per mil.  Lokasi budidaya Eucheuma tersebar diperairan pantai di beberapa Kepulauan Riau,Bangka Belitung,Lampug selatan, Pulau Panjang (Banten) Pulau Seribu, Karimun Jawa ( Jawa tengah) Selatan Madura,Nusa dua,Nusa Lembongan dan Nusa Penida (Bali) , Lombok barat,Lombok tengah (Teluk Ekas) Sumbawa,Larantuka Teluk Maoumere, Sumba,Alor,Kupang, P Rote,Sulawesi utara, Gorontalo,Bualemo,Bone Bolango, Samaringa (Sulawesi tengah) Sulawesi tenggara, Jeneponto, Takalar,Selayar, Sinjai dan Pangkep ( Sulawesi selatan); Seram Ambon, dan Aru (Maluku), Biak serta Sorong.Sementara untuk budidaya Glacelaria dalam tambak tersebar luas di daerah daerah serang (Banten) Pantai Utara Jawa
(Bekasi,Karawang,Subang Cirebon,Indramayu Pemalang, Brebes,  dan Tegal). Sebagian pantai utara Jawa timur ( Lamongan dan Sidoarjo) untuk derah di luar pulau Jawa hampir di semua perairan tambak Sulawesi selatan dan Lombok barat serta Sumbawa. Produksi rumput laut nasional tahun 2010 mencapai 3,082 juta ton, di atas target yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar 2,574 juta ton dan rumput laut sudah menjadi komoditas unggulan dan menjadi penyumbang utama produksi perikanan budidaya. (KKP,2010)  Untuk menopang salah satu produk unggulan ini, maka hal hal yang harus diketahui adalah pengenalan  jenis rumput laut yang ada di Indonesia serta penanganan sampai menjadi produk setengah jadi atau rumput laut kering.

Sumber :
Sudariastuti, Endang. 2011. Pengolahan Rumput Laut. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta

Cantik Tapi Mengancam : Invasi Ikan Tropis Menghancurkan Hutan Kelp

Media Penyuluhan Perikanan -  Migrasi ikan tropis sebagai akibat dari pemanasan laut menimbulkan ancaman serius ke daerah-daerah yang mereka serang, karena mereka memakan tumbuhan di hutan kelp dan padang lamun.

Dampak berbahaya dari ikan tropis yang paling jelas di perairan Jepang selatan dan Mediterania timur, di mana telah terjadi penurunan dramatis populasi kelp.

Ada juga bukti yang muncul di Australia dan Amerika Serikat bahwa penyebaran ikan tropis ke arah kutub yang menyebabkan kerusakan di daerah yang mereka masuki.

"Tropikalisasi iklim di wilayah laut merupakan fenomena baru signifikansi global yang telah muncul karena perubahan iklim," kata penulis utama studi, Dr Adriana Verges, dari UNSW Australia.

Cantik Tapi Mengancam : Invasi Ikan Tropis Menghancurkan Hutan Kelp
"Peningkatan jumlah ikan tropis pemakan tumbuhan sangat dapat mengubah ekosistem dan menyebabkan terumbu karang tandus, mempengaruhi keanekaragaman hayati daerah ini, dengan dampak ekonomi dan manajemen yang penting."

Studi ini diterbitkan dalam Prosiding jurnal Royal Society B.

Sebagaimana lautan telah menjadi hangat dan iklim telah berubah, hotspot berkembang di daerah di mana arus yang mengangkut perairan tropis yang hangat ke arah kutub meningkat.

Misalnya peningkatan aliran Australia Timur saat ini yang berarti kawasan tenggara dari benua ini memanas dua sampai tiga kali rata-rata global. Ikan tropis sekarang menjadi umum di Pelabuhan Sydney selama musim panas.

Jepang, pantai timur AS, Brazil utara, dan timur Afrika Selatan juga sangat dipengaruhi oleh arus pantai yang mengangkut perairan tropis yang hangat.

"Di daerah tropis, keanekaragaman ikan pemakan tumbuhan melakukan peran penting menjaga terumbu karang bebas dari rumput laut yang besar, yang memungkinkan karang untuk berkembang. Tapi ketika mereka menyusup ke perairan lain mereka menimbulkan ancaman signifikan terhadap habitat ini. Mereka bisa langsung memakan tumbuhan hutan alga serta mencegah pemulihan alga yang telah rusak karena alasan lain, "kata Dr Verges.

Ikan tropis memperluas rentang mereka ke daerah-daerah beriklim termasuk unicornfish, parrotfish, dan baronang.

Para penulis penelitian termasuk peneliti dari Australia, Amerika Serikat, Spanyol, Singapura, Inggris dan Jepang
Studi kasus:

Selatan Jepang:  Lebih dari 40 persen rumput laut dan hamparan alga telah hilang sejak tahun 1990-an, sebuah fenomena yang dikenal di Jepang sebagai isoyake. Spesies tropis termasuk ikan baronang dan ikan kakatua tampaknya yang bertanggung jawab.  Meskipun ikan ini telah hadir untuk waktu yang lama, tingkat penggembalaan tahunan mereka telah meningkat secara dramatis sebagaimana suhu laut di musim dingin telah meningkat. Karang sekarang mendominasi ekosistem di banyak lokasi. Perubahan ini menyebabkan runtuhnya potensi abalone.

Mediterania Timur:  Ikan tropis pindah ke Mediterania timur dari Laut Merah setelah pembukaan Terusan Suez. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah ikan baronang telah meningkat, sehingga menyebabkan ratusan kilometer daerah ‘gundul’ dan 40 persen penurunan berbagai spesies laut. Sebagaimana menghangatnya wilayah Mediterania ikan baronang memperluas jangkauan mereka ke arah barat, menyebabkan ancaman bagi ekosistem dangkal lainnya.

US:  Telah ada peningkatan lebih dari 20 kali lipat jumlah parrotfish di Teluk Meksiko - spesies yang mengkonsumsi lamun pada lima kali tingkat grazers asli. Jumlah penyu hijau pemakan tumbuhan dan manate juga meningkat.

Australia: Di Australia Barat, bukti yang muncul menunjukkan bahwa kenaikan jumlah ikan tropis mencegah pemulihan hutan kelp yang rusak akibat gelombang panas pada tahun 2011. Di Australia timur, kelp telah menghilang dari sejumlah terumbu dalam 5 tahun terakhir dan penelitian Dr Verges menunjukkan penggembalaan intensif oleh ikan tropis pada rumput laut yang memulai hal ini.

Sumber :
University of New South Wales. (2014, July 9). Beautiful but a threat: Tropical fish invasion destroys kelp forests. ScienceDaily. Retrieved September 7, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/07/140709100104.htm

Harta Karun Tersembunyi Ada di Ubur-Ubur

Media Penyuluhan Perikanan - Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, ubur-ubur termasuk ikan yang tak diminati. Jarang sekali nelayan menangkap ikan jenis ini. Harganya pun tak seberapa. Jadi maklum, ikan jenis ini tak menarik minat nelayan dan pelaut.

Namun, berbeda dari Indonesia, ubur-ubur punya cerita dan nasib lain di Jepang, Korea, dan China. Di tiga negara ini, ubur-ubur sangat berharga, tentu saja setelah dilakukan pengolahan secara khusus. Di restoran besar, dengan strategi pengelolaan khusus, ubur-ubur disulap dengan berbagai menu tambahan, sehingga tak terlalu tampak wujud dasar ubur-ubur. Hasilnya luar biasa. Makanan berbahan baku ubur-ubur justru kerap dicari pelanggan. Ubur-ubur yang telah dikeringkan juga bisa dijadikan camilan lezat. Ini biasa dijumpai di mal-mal di Jepang dengan harga sekitar 100-200 yen, tergantung ukuran kemasan.

Camilan hasil “racikan” dari ubur-ubur rupanya sangat digemari remaja di Jepang. Rasanya enak, sama sekali tak berbau anyir, dan mengandung protein hewani yang tinggi. Satwa ini ditemukan hampir di seluruh peraian laut di dunia, tak terkecuali Indonesia. Kita bisa dengan mudah menjumpainya di pesisir pantai. Ikan jenis ini hidup dan berenang dari permukaan hingga ke kedalaman laut. Beberapa ubur-ubur ditemukan hidup di air tawar. Ubur-ubur umumnya berwarna bening, meski ada juga yang warna-warni, tergantung wilayah pesisir tempat ia hidup.

Biota laut ini 95 persen terdiri atas air, mempunyai gelembung udara di bagian atas tubuhnya dan segumpal daging berwarna biru. Karena bentuknya mirip jelly, ia kerap disebut “jellyfish”. Di antara cirinya, organ tubuhnya dapat memantulkan cahaya hijau terang kebiruan, kuning kehijauan, atau merah menyala. Cahaya itu berasal dari sinar matahari yang diserap sel-sel protein yang mengandung zat fosfor. Pada saat gelap, khususnya malam hari, cahaya itu otomatis memencar. Tidak heran, pada malam hari, di kedalaman laut tampak cahaya hijau kebiruan yang bergerak beriringan.

Harta Karun Rahasia Dari Ubur-Ubur



Menariknya, ubur-ubur tak punya mata untuk melihat mangsa dan musuh. Ia tidak pula memiliki otak. Ia hanya berupa massa air seperti agar-agar. Kendati demikian, ubur-ubur bisa menjalankan tingkah laku berakal seperti kebanyakan ikan: berburu dengan berbagai taktik dan meloloskan diri dari musuh-musuhnya.

Hidup di Semua Iklim
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai dan tidak mempunyai tulang belakang. Ia bisa hidup hamper di semua iklim. Tubuhnya bertentakel (organ yang menyerupai belalai) yang berjuntai dari bagian bawah tubuhnya. Binatang ini ada yang mempunyai mulut dan ada yang tidak.

Sebagian besar ubur-ubur berbahaya bagi makhluk lainnya. Satwa ini memiliki struktur yang tembus pandang. Pada beberapa spesies, terdapat cairan beracun di dalam tentakelnya. Ubur-ubur menangkap mangsa dengan menyemprotkan racun ini, lalu membunuhnya. Bagi yang tidak memiliki racun, bukan berarti tidak dapat mempertahankan diri. Mereka menggunakan sel penghasil cahaya untuk melindungi dirinya.

Saat meninggalkan musuh, semua tubuhnya memancarkan cahaya. Tapi saat musuh menggigitnya, cahaya di bagian tubuh yang berbentuk lonceng pun padam, dan tentakel yang masih bercahaya dilepaskan dari tubuhnya. Dengan cara inilah musuh mengalihkan perhatian pada tentakel. Ubur-ubur pun mengambil keuntungan dari situasi ini dan segera melarikan diri.

Manfaat Ubur-ubur

Pada 8 Oktober 2008, seorang ilmuwan Jepang, Osamu Shimomura, diumumkan menjadi salah satu pemenang hadiah Nobel bidang kimia. Penghargaan ini diberikan karena ia menemukan green fluorescence protein (GFP), protein berpendar hijau, yang ada pada ubur-ubur.

Ia mulai menyelidiki mekanisme cahaya ubur-ubur sejak 1960. Ia menduga cahaya ubur-ubur dihasilkan dengan cara yang sama sebagaimana kunang-kunang laut. Tetapi, ternyata ia salah. Dari penelitian panjang ini, ia menangkap 10 ribu ekor lebih ubur-ubur untuk mendapatkan beberapa tetes protein yang selama ini dia cari. Aequorin, protein berwarna biru, diberi nama sesuai nama ilmiah si ubur-ubur, Aequorea, bisa ia dapatkan.

Tetapi Shimomura tidak langsung puas dengan penemuan Aequorin biru. Sedangkan ubur-ubur itu, selain mengeluarkan warna biru, juga mengeluarkan warna hijau. Ia pun kembali melakukan riset dan berhasil menemukan protein kedua, berwarna hijau. Protein kedua ini diberi nama Green Fluorescence Protein (GFP), dan kemudian mengantarnya meraih hadiah Nobel. Penelitian ini dilakukan bersama dua rekannya, Martin Chalfie dan Roger Tsien.

Berkat penemuan ini, para dokter di dunia kini dapat memantau perjalanan penyakit hingga terjadi kerusakan jaringan dengan jelas. Karena ekstrak protein GFP, selama perjalanannya di dalam jaringan, bersinar seperti ubur-ubur berenang di kegelapan lautan.

Ekstrak protein yang berpendar hijau diekstraksi dari ubur-ubur jenis Aequorea victoria. Dengan teknologi ini, zat protein ubur-ubur bisa digunakan untuk kepentingan lain, di antaranya untuk tes DNA, pengobatan rematik dan asam urat (athritis), termasuk mendeteksi penyakit kanker terutama saat masih stadium awal.

Sumber :
Warta Pasar Ikan, Edisi Desember 2011 No.100

Standar Rumput Laut kering dan Agar-Agar

Media Penyuluhan Perikanan - Untuk mendapatkan nilai jual yang tinggi, persyaratan mutu bahan baku  rumput laut kering atau pun hasil produk dasarnya harus memenuhi standar. Rumput kering yang bagus dan memenuhi standar perdagangan adalah rumput laut yang kandungan benda asingnya seperti pasir,atau batu karang tidak lebih dari 5%. Kandungan airnya sekitar 20-22%. Rumput laut  kering jenis Eucheuma, gelidium, glacelaria,dan hypnea yang akan diekpor harus memenuhi standar mutu sebagai berikut.



 Tabel. Standar Mutu beberapa jenis rumput laut kering
Standar Mutu beberapa jenis rumput laut kering

Agar agar bubuk merupakan komoditas yang diekspor  dan beberapa pengusaha sudah mengusahakan  dalam skala industri.Di Indonesia agar agar sudah mulai di produksi pada tahun 1930, dan sekarang beberapa industri pengasil  agar – agar sudah banyak memproduksi, Untuk mengekspor bubuk agar – agar mutu produk harus memenuhi persyaratan untuk bubuk agar agar di Indonesia umumnya menggunakan jenis glacelaria.  Pada Tabel  5 dapat dilihat standar mutu agar agar.

Tabel. Standar Mutu Agar-agar 
Standar Mutu Agar-agar

Standar Industri Indonesia (SII) untuk karaginan belum dirumuskan. Standar mutu yang ditetapkan FCC (Food Chemical Codex), FDA, dan FAO (Food and Agricultural Organization) meliputi spesifikasi kadar logam berat Pb, sulfat, air, abu, abu tak larut asam, bahan tak larut asam, dan viskositas larutan. Standar mutu internasional berdasarkan ISO 9002 untuk produk karaginan adalah sebagai berikut.

Tabel. Standar Mutu  Karagenan
Standar Mutu  Karagenan

Natrium alginat sebagai food grade menurut Cottrell and Kovacs (1977) harus bebas dari selulose dan warnanya sudah dilunturkan, sehingga menjadi putih. Sedangkan untuk yang mutu industrial untuk warna masih diperbolehkan adanya beberapa bagian dari selulose dengan warna coklat sampai mengarah ke putih dengan kisaran pH  3.5 – 10, viskositas  larutan 1% alginat, kadar air  5-20% dengan ukuran partikel 10-200  standar mesh ( Winarno,1990).

Tabel. Spesifikasi mutu asam alginat, Natrium alginat dan propilen glikol alginat
Spesifikasi mutu asam alginat, Natrium alginat dan propilen glikol alginat

 Tabel. Natrium Alginat sebagai  Food GradeNatrium Alginat sebagai  Food Grade

Sumber :
Sudariastuti, Endang. 2011. Pengolahan Rumput Laut. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta

Suplemen Minyak Ikan Dapat Mengurangi Penurunan Fungsi Kognitif

Media Penyuluhan Perikanan - Peneliti Rhode Island Hospital telah menyelesaikan penelitian yang menemukan penggunaan rutin suplemen minyak ikan (FOS) dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam penurunan kognitif dan atrofi otak pada orang dewasa yang lebih tua. Studi ini meneliti hubungan antara FOS yang digunakan pada penderita  Alzheimer Disease Neuroimaging Initiative (ADNI) dan indikator penurunan kognitif. Temuan ini dipublikasikan secara online sebelum dicetak dalam jurnal Alzheimer & Dementia.

"Setidaknya satu orang didiagnosa mengidap penyakit Alzheimer (AD) setiap menitnya dan meskipun upaya terbaik telah dilakukan, kami belum menemukan obat untuk penyakit ini," kata peneliti utama Lori Daiello, PharmD, Penyakit Alzheimer dan Gangguan Memory Pusat di Rumah Sakit Rhode Island. "Bidang ini saat ini terlibat dalam berbagai penelitian untuk menemukan pengobatan yang lebih baik bagi orang yang menderita AD, namun, penelitian untuk mencegah atau memperlambat AD atau penurunan fungsi kognitif pada penuaan secara normal adalah sangat penting."

Dalam penelitian retrospektif ini, orang dewasa yang lebih tua yang terlibat dalam studi ADNI dinilai dengan tes neuropsikologi dan magnetic resonance imaging (MRI) otak setiap enam bulan. Kelompok itu adalah 229 orang dewasa yang lebih tua dengan fungsi kognitif normal; 397 yang didiagnosis menderita gangguan kognitif ringan; dan 193 dengan AD.
Suplemen Minyak Ikan Dapat Mengurangi Penurunan Fungsi Kognitif

Studi ini menemukan bahwa menggunakan suplemen minyak ikan selama penelitian dikaitkan dengan tingkat penurunan kognitif yang signifikan yang diukur dengan Skala Alzheimer Disease Assessment (ADAS-cog), dan Mini Mental State Exam (MMSE), tetapi manfaat ini diamati hanya untuk kelompok peserta tanpa demensia pada saat pendaftaran. 

"Selain itu, pencitraan otak seri yang dilakukan selama penelitian ini menunjukkan bahwa peserta dengan kognisi biasa yang dilaporkan mengonsumsi suplemen minyak ikan menunjukkan penyusutan otak lebih sedikit di daerah neurologis utama, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan suplemen," kata Daiello. "Juga, temuan positif pada tes kognitif dan MRI otak hanya diamati pada orang-orang yang tidak membawa faktor risiko genetik terbaik-dipelajari untuk AD, APOE-4. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi temuan ini menjanjikan dan menyoroti kebutuhan untuk studi masa depan untuk memperluas pengetahuan saat ini efek dari FOS terhadap penurunan fungsi kognitif dan AD. "

Diperkirakan bahwa lebih dari 5 juta orang di Amerika Serikat memiliki penyakit Alzheimer. Ini adalah bentuk paling umum dari demensia dan merupakan penyebab utama kematian keenam di AS

Sumber :
Lifespan. (2014, July 15). Fish oil supplements reduce incidence of cognitive decline, may improve memory function. ScienceDaily. Retrieved August 6, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/07/140715142845.htm

Makan Ikan Adalah Gaya Hidup Yang Membuat Otak Anda Selalu Sehat

Media Penyuluhan Perikanan - Makan ikan panggang atau kukus seminggu sekali baik untuk otak, tak peduli berapa banyak asam lemak omega-3 yang dikandungnya, menurut para peneliti di University of Pittsburgh School of Medicine. Temuan yang dipublikasikan secara online baru-baru ini dalam American Journal of Preventive Medicine, menambah bukti yang berkembang bahwa faktor gaya hidup berkontribusi terhadap kesehatan otak di kemudian hari.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 80 juta orang akan memiliki demensia pada tahun 2040, yang bisa menjadi beban besar untuk keluarga dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan, menurut peneliti senior James T. Becker, Ph.D., profesor psikiatri, Pitt School of Medicine . Beberapa penelitian memperkirakan bahwa perubahan gaya hidup seperti pengurangan tingkat aktivitas fisik, merokok dan obesitas dapat menyebabkan lebih sedikit kasus penyakit Alzheimer dan kondisi lain dari penurunan kognitif pada orang tua. Efek anti-oksidan dari omega-3 asam lemak, yang banyak ditemukan pada ikan, biji-bijian dan kacang-kacangan, dan minyak tertentu, juga telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan, terutama kesehatan otak.

Peneliti utama Cyrus Raji, MD, Ph.D., yang saat ini dalam pelatihan residensi radiologi di UCLA, dan tim peneliti menganalisis data dari 260 orang yang memberikan informasi tentang asupan makanan mereka, memiliki resolusi tinggi MRI otak scan, dan secara kognitif normal pada dua titik waktu selama partisipasi mereka dalam Studi Kesehatan Kardiovaskular (CHS), upaya multicenter 10 tahun yang dimulai pada tahun 1989 untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyakit jantung pada orang di atas 65.

"Bagian dari peserta CHS menjawab kuesioner tentang kebiasaan makan mereka, seperti berapa banyak ikan yang mereka makan dan bagaimana itu dibuat," kata Dr Raji. "Baked atau ikan panggang mengandung lebih banyak omega-3 dari ikan goreng karena asam lemak yang hancur dalam panas tinggi saat proses menggoreng, jadi kami mengambilnya sebagai bahan pertimbangan saat kami meneliti scan otak mereka."

Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan panggang atau panggang ikan sedikitnya sekali seminggu memiliki volume materi abu-abu di otak yang lebih besar yang bertanggung jawab untuk memori (4,3 persen) dan kognisi (14 persen) dan lebih cenderung memiliki pendidikan tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak makan ikan secara teratur. Tapi tidak ada hubungan yang ditemukan antara perbedaan otak dan kadar omega-3.

Makan Ikan Adalah Gaya Hidup Yang Membuat Otak Anda Selalu Sehat
"Ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup, dalam hal ini makan ikan, bukan faktor biologis berkontribusi terhadap perubahan struktural dalam otak," kata Dr Becker. "Sebuah pertemuan faktor gaya hidup mungkin bertanggung jawab untuk kesehatan otak yang lebih baik, dan cadangan ini mungkin mencegah atau menunda masalah kognitif yang dapat berkembang di kemudian hari."

Sumber :
University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences. (2014, August 4). Eating baked, broiled fish weekly boosts brain health, study says. ScienceDaily. Retrieved August 6, 2014 from www.sciencedaily.com/releases/2014/08/140804123358.htm

Wow, Kandungan Kimia Rumput Laut Ternyata Komplit

Media Penyuluhan Perikanan - Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi, iodin, aluminum, mangan, calsium, nitrogen dapat larut, phosphor, sulfur, khlor. silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya), asam nukleat, asam amino, protein, mineral, trace elements, tepung, gula dan vitamin A, D, C, D E, dan K.
(http://rumputlaut.web44.net/article/kandungan-dan-manfaat-rumput-laut/ 8-10-2011).

Kandungan kimia penting lain adalah karbohidrat yang berupa polisakarida seperti agar – agar. Karagenan dan alginat ( Atmadja,1999). Rumput laut yang banyak dimanfaatkan adalah dari jenis ganggang merah karena mengandung selain agar – agar. Karagenan dan alginat , porpiran dan furcelaran. Jenis ganggang coklatpun juga sangat potensial  seperti Sargassum dan Turbinaria karena mengandung pigmen klorofil  a dan c, beta  carotene,  filakoid,violasantin dan fukosantin, pirenoid dan cadangam makanan berupa laminarin, dinding sel yang terdapat pada selulosa dan algin. Berdasarkan strukturnya karagenan dibagi menjadi tiga jenis yaitu kappa,iota dan lambda karagenan. Karagenan pada ganggang merah merupakan senyawa polisakarida yang tersusun dari D –galaktosa dan L.-galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa yang dihubungkan yang dihubungkan  oleh ikatan 1-4 glikosilik.

Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi, iodin, aluminum, mangan, calsium, nitrogen dapat larut, phosphor, sulfur, chlor. silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya), asam nukleat, asam amino, protein, mineral, trace elements, tepung, gula dan vitamin A, D, C, D E, dan K. .Tabel komposisi kimiawi  dari beberapa jenis rumput lau dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Kimiawi Beberapa Jenis Rumput Laut
Komposisi Kimiawi Beberapa Jenis Rumput Laut

Penggunaan  jenis rumput laut E.cottonii   tidak hanya terbatas sebagai makanan utama pada industri karagenan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan makanan, akan tetapi juga sumber gizi yang baik selain itu juga merupakan sumber mineral yang baik.

Tabel  2 Kandungan mineral  rumput Laut E.cottonii sp.
Kandungan mineral  rumput Laut E.cottonii sp.



Sumber :
Sudariastuti, Endang. 2011. Pengolahan Rumput Laut. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta

Menangani Rumput Laut Hasil Panen

Media Penyuluhan Perikanan - Penanganan merupakan kegiatan pra panen untuk mendapatkan mutu bahan baku yang baik sesuai standar. Oleh karenanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka kegiatan pra panen akan dapat memaksimalkan mutu rumput laut  baik dari mutu bahan baku maupun nilai jualnya.

Pemanenan Rumput Laut
Rumput laut yang sudah siap panen yang dibudidayakan dengan metode rumpon (tali), dipanen dengan cara menarik rumpon ke pinggir pantai. Rumput laut dilepas dari ikatannya, dipetik pucuknya untuk ditanam kembali, diikat lagi pada rumpon sebagai tanaman baru. Umur panen yang optimum adalah 40-45 hari, hal ini sangat disarankan karena pada umur tanaman tersebut kandungan karagenannya sangat optimum.
Menangani Rumput Laut Hasil Panen

Pencucian dan Perendaman Rumput LautPemanenan sebaiknya dilakukan mulai siang hari. Hasil panen dicuci air laut untuk menghilangkan kotoran yang melekat seperti lumpur, garam, dan lain lain, sehingga rumput laut menjadi bersih. Selanjutnya rumput laut langsung direndam larutan alkali KOH 0,1% sampai terendam dan dibiarkan kontak dengan alkali semalaman. Tujuan perendaman dengan menggunakan larutan alkali adalah untuk mendapatkan karagenan yang maksimal. Tahapan selanjutnya pagi harinya rumput laut  diangkat dan dicuci dengan air tawar sampai bersih dan netral.

Pengeringan dan Sortasi Rumput LautRumput laut yang sudah netral dikeringkan dengan penjemuran, dapat dilakukan disekitar pantai sampai mencapai kekeringan tertentu (optimum) biasanya 20-30%. Alas pengering yang sederhanan adalah dengan bahan plastik, agar cepat kering dan lebih bersih, dapat pula dengan pengeringan solar yang dipadu kompor.dan untuk menjaga mutu pengeringan harus dikeringkan diatas para para.

Pengemasan dan Penyimpanan Rumput Laut

Setelah rumput laut kering dilakukan pengemasan dengan karung net atau plastik. Untuk lebih efisien tempat rumput laut kering dapat dipress (cetak) menjadi bentuk kotak-kotak padat per Kg atau 5 kg sehingga pengemasan selanjutnya menjadi lebih efisien dalam kotak-kotak kayu.dan dijaga agar sirkulasi udara baik. Hal ini disebabkan apabila sirkulasi udara dalam ruangan dan kemasan tidak baik, maka akan terjadi proses fermentasi , rumput laut menjadi apek dan timbul kapang/jamur. Yang akibatnya akan menurunkan mutu rumput laut.

Sumber :
Sudariastuti, Endang. 2011. Pengolahan Rumput Laut. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta


Pemanfaatan Rumput Laut Untuk Industri

Media Penyuluhan Perikanan - Rumput laut merupakan salah satu produk sektor kelautan dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan berbagai macam jenis industri. Berikut ini adalah pemanfaatan rumput laut di beberapa jenis industri

Pemanfaatan Rumput Laut Dalam Industri Pangan
Jelly merupakan makanan paling sederhana yang dibuat dari agar. Atau karagenan. Jelly biasanya diproduksi dicampur dengan bahan makanan lain seperti buah, ekstrak kacang – kacangan, Tujuan penambahan  agar, karagenan ataupun alginat diantaranya adalah untuk mendapatkan tekstur tertentu, untuk makanan diet,stabilizer,pengental dan lain sebagainya.

Pada industri makanan kaleng,seperti daging dan ikan dalam kaleng, memerlukan bahan pengental, pembentuk gel serta pensuspensi dengan memanfaatkan agar dan karagenan .Hal ini dilakukan agar produk dalam kaleng memiliki kemampuan melting temperature dan gel strength lebih tinggi  Kemampuan Alginat dan karagenen dalam membentuk busa dan kejernihan menyebabkan hidrokoloid tersebutdimanfaatkan dalam proses pembuatan bir.

Pemanfaatan Rumput Laut Dalam Industri Farmasi, Kosmetik dan Bio teknologi
Industri Farmasi : Faktor yang mempengaruhi rumput laut dalam industry farmasi antara lain sifat kimia fisika dari senyara metabolit primer dan sekunder yang dihasilkan. Senyawa metabolit primer yang dimaksud adalah agar, karagenan ( iota, kappa dan lambda) serta alginat. Senyawa senyawa ini berfungsi sebagai suspending aget, thickener,emulsifier, stabilizer, film former, coating agent ,gelling agent, dan lain sebagainya.

Industri Kosmetik : Pada industry kosmetik, penggunaan agar, karagenan dan alginat  biasanya digunakan untuk produk sabun krim, sabun cair,shampoo,lotions, pasta gigi pewarna bibir dan produk produk perawatan kulit seperti hand body lotion dan pencuci mulut serta hair lotions.

Bioteknologi : Sebagian besar agar digunakan dalam bidang makanan. Penggunaan dalam bidang bio teknologi kurang lebih hanya 9%  yaitu digunakan sebagai medium untuk menumbuhkan mikroba,seperti bakteri, jamur, yeast, mikro alga. Penggunaan lain sebagai medium dalam industri perbanyakan bibit secara kultur jaringan.

Industri Non Pangan : Penggunaan  agar, karagenan dan alginat di dalam industry non pangan diantaranya adalah industri makanan ternak. Keramik, cat, tekstil, kertas dan pembuatan film fotografis.

Pemanfaatan Rumput Laut Untuk Industri


Rumput Laut Untuk Makanan ternakPet food atau makanan ternak biasanya berupa makanan dalam kaleng atau pellet. Fungsi agar,karagenan atau alginat untuk menstabilkan dan mempertahankan komposisi dari makanan ternak. Khusus untuk pellet fungsi utamanya untuk melapisi pellet , sehingga udara yang ada di dalam pellet akan tertahan dan pellet tidak mudah tenggelam, juga untuk mengikat air dari dalam pellet selama penyimpanan dan pengangkutan.

Rumput Laut Untuk Keramik    
Karagenan mempunyai kemampuan sebagai gelling point pada temperatur dan tekanan yang tinggi. Oleh karena itu , karagenan dicampurkan ke dalam pelapis keramik pada pembuatan busi otomotif. Dengan menggunakan karagenan, mampu mendukung  honeycomb keramik.

Rumput Laut Untuk Cat.Fungsi karagenan dan alginat dalam industri cat adalah sebagai penstabil dan perekat pada permukaan dinding pada saat mengering, bersifat sebagai pengemulsi pada resin cat supaya minyak dan air tercampur dengan sempurna

Rumput Laut Untuk TekstilKaragenan, agar  dan alginat didunakan dalam industry tekstil, yang fungsinya untuk merekatkan benang saat di tenun. Juga dalam pencampuran warna pada saat mewarnia benang dengan maksud agar warna benang rata, tidak pecah dan lembut

Rumput Laut Untuk Kertas
Alginat mempunyai kemampuan membentuk film yang lembut, tidak terputus dan dapat menjadi perekat yang baik. Pembentukan film tersebut memperkuat serat selulosa dan ketegangan permukaan kertas yang baik dalam mengatur ketebalan tinta,

Rumput Laut Untuk Pembuatan Film Fotografis
Agar banyak digunakan untuk pelapisan film untuk foto. Hal ini disebabkan sifat agar lebih baik dari pada gelatin  karena memiliki gelstrength atau kekuatan gel yang lebih kuat.Dengan demikian dalam kondisi panas seperti daerah tropis yang suhunya relatif tinggi film tidak mudah, meleleh.


Sumber :
Sudariastuti, Endang. 2011. Pengolahan Rumput Laut. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta