Pemetaan Sebaran Jenis Lamun



Media Penyuluhan PerikananPemetaan keberadaan padang lamun yang meliputi sebaran, kerapatan dal luas tutupan tajuk (coverage) merupakan informasi yang paling awal untuk dilakukan, dalam hubungannya untuk mengetahui peranan ekosistem padang lamun di perairan pesisir dan mengamati perubahan-perubahan yang terjadi akibat kegiatan manusia maupun gejala alam.

Observasi untuk pengambilan data sebaran dan jenis lamun dan luas penutupannya serta karakteristik habitat padang lamun dilakukan dengan berjalan kaki  pada waktu air laut surut mengikuti garis transek yang tegak lurus pantai, dinilai lebih akurat, cepat dan mudah dibandingkan dengan laut ketika pasang. Jarak pandang waktu surut lebih luas dan lebih cepat dapat menentukan jenis lamun yang tumbuh, jenis substrat dan gambaran persentase tutupan lamun. Alat yang dipergunakan untuk observasi adalah alat tulis menulis berupa pinsil, penggaris , hardboard, GPS merk Garmin dan Coral Boot.


 Persentase tutupan lamun ditentukan secara relatif dalam plot ukuran 30 x 30 m laut. Ukuran petak didasarkan pada luasan kelompok rumpun lamun yang penyebaranya tidak merata dengan kisaran luasan kelompok rumpun lamun antara 10-30m². Dari petak luasan tersebut secara relatif dapat ditentukan berapa persen yang berupa pasir dan berapa persen yang berupa karang baik hidup atau mati, yang dilakukan dengan mata telanjang. Pengamatan dilakukan dalam garis transek sejauh 400 m untuk garis yan tegak lurus pantai dan sejauh 200 m untuk garis yang sejajar pantai. Jarak antar transek ditentukan dengan posisi GPS.

Untuk dapat menggambarkan peta sebaran lamun, persen tutupan dari tiap-tiap petak contoh dijumlahkan kemudian diambil rata-rata sesuai banyaknya peta contoh, maka akan didapat angka rata-rata penutupan persen. Untuk mengetahui perkiraan luasan tutupan vegetasi lamun, angka rata-rata tutupan dalam persen dikalikan dengan luas rataan pasir sebagai habitat tempat tumbuh lamun.

Sumber :
Hilman, Iman dan Ratna Suharti. Pengelolaan Ekosistem Lamun. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Comments