Mengenal Manfaat Terumbu Karang

Media Penyuluhan PerikananDalam konteks ekonomi, terumbu  karang menyediakan sejumlah manfaat yang dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu manfaat berkelanjutan dan manfaat yang tidak berkelanjutan.

Manfaat berkelanjutan

Perikanan lepas pantai
Berbagai sumberdaya ikan pelagis (mis. Scombridae, Exocoetidae, Carangidae, Charcharinidae) bergantung pada ekosistem terumbu karang, baik sebagai lokasi memijah, membesarkan anak, dan makan.

Perikanan terumbu
Empat kelompok sumberdaya ikan terumbu yang penting bagi nelayan:
1.    Ikan, mis. Muraenidae, Serranidae, Holocentridae, Lutjanidae, dll
2.    Avertebrata, mis. Gastropoda, Bivalva,  Krustasea, Cephalopoda, Ekhinodermata, Coelenterata
3.    Reptil, mis. ular laut dan penyu
4.    Makrofita, mis. alga dan lamun

1.    Perlindungan pantai dan pulau kecil
2.    Wisata bahari
3.    Marikultur
4.    Bioteknologi -Perdagangan biota ornamental
5.    Wilayah perlindungan -Penambangan pasir karang
6.    Kerajinan suvenir -Penelitian dan pendidikan

Berbagai manfaat yang dapat diperoleh manusia dari ekosistem terumbu karang, perlu diatur pengelolaannya karena terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan akan perubahan lingkungan dan memiliki daya dukung terbatas. Dengan demikian, beberapa manfaat berkelanjutan yang awalnya mampu disediakan pada akhirnya tidak berkelanjutan karena laju pemanfaatannya yang berlebihan atau metode yang digunakan bersifat merusak (destruktif) seperti penangkapan ikan menggunakan racun sianida atau bom.  Aktivitas seperti pengumpulan biota ornamental (kerang Conus, bintang laut Linckia) yang pada awalnya hanya bertujuan sebagai hobi atau koleksi, apabila sudah bersifat ekstraktif dan bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar (perdagangan) akan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem alami terumbu karang.


Dampak terbesar dan paling merusak yang mungkin terjadi atas ekosistem terumbu karang adalah pembangunan pesisir yang pesat akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan meningkatnya berbagai kebutuhan manusia (pemukiman, perikanan, industri, pelabuhan, dan lain-lain).  Hal ini akan memicu peningkatan tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya hayati yang terkandung di dalamnya.

Manfaat yang tidak berkelanjutan
1.    Aktivitas ekstratif
2.    Perikanan dengan metode destruktif
3.    Pengumpulan organisme terumbu
4.    Perdagangan biota ornamental
5.    Pembangunan pesisir

Sumber :
Jabbar, Meuthia Aula. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan No. 002/TPS/BPSDMKP/2011. Badang Pengembangan SDM KP. Jakarta

Comments