Jenis Biota Yang Hidup Di Padang Lamun



Media Penyuluhan PerikananTumbuhan lamun merupakan substrat (media tumbuh) yang memberikan perlindungan dan tempat menempel berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Komunitas flora dan fauna padang lamun memiliki komposisi yang khas. Daunnya mendukung sejumlah besar organisme epifit (tumbuhan yang hidup menumpang pada tumbuhan lain) dengan suatu substrat penempelan yang cocok.

Tumbuhan lamun dapat tumbuh diperairan dangkal yang berpasir, namun juga dijumpai di terumbu karang yang membentuk vegetasi yang membentuk vegetasi yang lebat sehingga merupakan padang lamun (Seagress bed) yang luas. Di padang lamun juga hidup bermacam-macam biota laut seperti crutacea, molusca, cacing dan berbagai jenis ikan. Ada yang hidup menetap dipadang lamun ada pula sebagai pengunjung yang setia. Beberapa jenis ikan misalnya berkunjung ke padang lamun untuk mencari makanan  atau untuk memijah. Beberapa jenis biota laut yang mempunyai nilai niaga menggunakan daerah padang lamun sebagai tempat asuhan, antara lain ikan baronang, duyung merupakan mamalia laut yang makanannya adalah lamun terutama Syringodium isotifolium . apabila air sedang surut rendah sebagian padang lamun ini tersembul keluar dari air terutama bila komponen utamanya adalah Enhalus acoroides yang berdaun seperti pita yang memanjang dan hewan yang berasosiasi dengan padang lamun, ikan (baronang, dugong), Molusca (kerang), crustasea (bintang laut, bulu babi, teripang, bintang rapuh) (Nontji, 2002 dalam Nopriandy, 2008).


Selanjutnya dikemukakan oleh Supriharyono (2007) bahwa produktifitas tersebut selain dari tumbuhan lamun juga berasal dari algae dan organisme yang menempel didaun. Sejumlah invetebrata seperti molusca (bipinna, lambis dan strombus), Enchodermata (tripang-holutoria, bulu babi-diadema sp), dan bintang laut (Archaster, Linckia) serta Crustasea (udang, kepiting)

1.     Moluska
Filum mollusca meliputi keong, kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, sotong dan sebangsanya. Moluska merupakan komponen yang sangat penting dari ekosistem padang lamun, baik hubungannya ke biomasa maupun perannya didalam aliran energi, sebanyak 20 % - 60 % biomasa epifit di padang lamun dimanfaatkan oleh epifauna yang didominasi oleh gastropoda (Klumpp et al dalam Kiswara, 2004).

Menurut Romimohtarto dan Juwana, (2007 dalam Seringo, 2009) berdasarkan kesimetrisan bentuknya, sifat kaki, cangkang, insang dan sistem saraf maka moluska di bagi menjadi 7 kelas antara lain polyplacopora atau Amphineura (chiton), Gastropoda (keong), Pelecypoda atau Bivalia (kerang), Cephalopoda (cumi-cumi atau gurita), Scaphopoda (cangkang tanduk), Aplacopora dan Monoplacopora (hewan bercangkang yang kecil).

2.    Enchinodermata
Enchinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya, kebanyakan memiliki simetri radial (menggambarkan hewan yang mempunyai bagian tubuh yang tersusun melingkar (bulat), jika diambil garis lewat mulut akan menghasilkan bagian-bagian yang sama), khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata (Abidin, 2009). Kelompok Enchinodermata yang banyak kita jumpai antara lain Bintang laut, Lili Laut, Teripang, dan Bulu Babi didaerah padang lamun (Abdullah, 1999).    
                 
3.    Arthropoda
Arthropoda merupakan kelompok terbesar diantara seluruh duna hewan. Namanya berasal dari kakinya yang bersendi. Meskipun kelompok ini  mencakup udang dan kepiting dalam laut hanya tiga kelompok taksonomi yang mendapatkan perhatian  yakni Curtasea, Pycnogonida dan Arachnida.
Menurut Kikuchi dan Peres, 1973 dalam Listyo ( 2002) komunitas hewan termasuk krutasea mempergunakan padang lamun sebagai habitatnya, tempat memijah dan mencari makan. Komunitas hewan tersebut membentuk empat kategori struktur dan cara hidup dipadang lamun, yaitu Komunitas biota yang hidup pada daun hijau (segar) lamun (epifit, mikro-meiofauna), Komunitas biota yang menempel pada rimpang lamun (Polikhaeta, Krustasea, Moluska, Echinodermata), Kominitas biota yang hidup dalam sediman (bivalia, polikhaeta). Lebih lanjut peran padang lamun bagi komunitas biota kosumer, yaitu padang lamun sebagai habitat dari komunitas biota dan padang lamun sumber makanan biota.  

Crustacea dengan jumlah yang sangat besar dalam kelompok arthropoda yang terdiri dari hampir 50 jenis dan biasanya dimasukkan sebagai sub filum. Mereka termasuk jenis binatang seperti kepiting, lobster, udang laut, brenacles. Mayoritas mereka adalah hidup di air, baik yang tinggal di laut atau air tawar, tetapi beberapa kelompok dapat menyesuaikan dengan kehidupan di darat, seperti kepiting. Mayoritas krustasea bebas berpindah atau bebas bergerak (Romimohtarto, 2001)
Krustasea termasuk dalam salah satu biota konsumen dipadang lamun, isopoda dan tanaidacea memakan detritus dan rimpang lamun. Di samping itu beberapa decapoda memakan daun lamun dan beberapa kepiting dengan ukuran besar memakan moluska. Pada saat yang sama, beberapa ikan memakan udang dan kepiting kecil. Hal ini dapat dikatakan bahwa krustasea berperan dalam rantai makanan ( Listyo, 2002).

Riniatsih, 2001 dalam Agusriadi, 2010 mendapatkan bahwa kawasan padang lamun diperairan pantai Jepara merupakan habitat yang cocok  untuk kehidupan pasca larva udang famli Penaidae, Sergestidae, dan Luciferidae. Dimana asosiasinya sangat bervariasi dalam komposisi, kepadatan dan keanekaragaman jenisnya.

4.     Ikan

Berdasarkan cara hidup pada ekosistem padang lamun, asosiasi antara ikan dengan padang lamun terdiri dari 4 kategori, yaitu Dwintasari, 2009 dalam Agusriadi, 2010).

  1. Penghuni tetap dengan memijah dan menghabiskan sebagian basar hidupnya diekosistem padang lamun ( contoh Apogon margaritoporous)
  2. Menetap dengan menghabiskan seluruh hidupnya di ekosistem padang lamun ( contoh Haliochoeres leparensis, Pranaesus duodecimalis, Paramia quinqilineata, Gerres macrosoma, Monachantus tomentosus, Manachantus hajam)
  3. Menetap hanya pada saat tahap juvenil ( Siganus canaliculatus, Siganus virgatus, Siganus chrysospilos, Lethrinus sp)
  4. Menetap sewaktu-waktu atau singgah hanya mengunjungi padang lamun untuk berlindung atau cari makan.
Diperairan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu hidup berbagai jenis ikan yang dikategorikan kedalam dua kelompok ikan komsumsi dan ikan hias yang keseluruhan tidak kurang dari 113 jenis sedangkan jenis ikan komsusmsi yang dijumpai di daerah padang lamun antaranya ikan kerapu, baronang, pari, ijo, sepah dan kwe (Abdullah, 1999).

Pengamatan ikan muda dari ikan kerapu (Epinchelus) pada padang lamun 1985. Mereka mencoba mengumpulkan informasi tentang komposisi jenis dan variasi musiman dari ikan-ikan kerapu muda, puncak musim ikan kerapu muda terjadi pada bulan Febuari s/d April dan komposisi jenis ikan kerapu yang ditemukan adalah E. bleekeri, E. fuscoguttatus, E. merra, E. morhua, E. septemfaciatus, E. tauvina, dan plectropoma sp. Jenis yang dominan adalah K. tauvina dn K. morhua (Sugama dan Eda, 1985 dalam Kiswara 2004).

Di pesisir pantai bama terdapat tujuh jenis ikan yang berasosiasi dengan lamun antara lain Siganus canaliculatus, Siganus guttaus, Acreicthys tomentous, Syngnathoides biaculeatus, Paracentropogon longispnis, Arothron immaculatus dan Acanthurus triostegus.



Sumber :
Hilman, Iman dan Ratna Suharti. Pengelolaan Ekosistem Lamun. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Jakarta


Comments