Pembesaran Ikan Mas



Media Penyuluhan Perikanan - Kolam pembesaran ikan mas harus subur. Persiapan kolam pada kegiatan pembesaran pada prinsipnya sama seperti persiapan kolam pada kegiatan pendederan Sehingga tidak perlu di bahas kembali.

Penebaran Benih pada kegiatan pembesaran pada dasarnya sama dengan kegiatan pendederan yaitu sebaiknya dilakukan pada pagi, sore atau malam hari Benih yang digunakan berukuran 7-10 gram. Padat tebar pada kegiatan pembesaran di kolam tanah dengan kedalaman 1,2 m yang baik berkisar antara 100-150 ekor/m, Nugroho dan Kristanto, (2008). Penghitungan benih dilakukan dengan cara yang sama dengan penghitungan larva pada kegiatan pendederan. Contoh kasus adalah sebagai berikut.

Kolam ukuran 1.000 m2, kemudian diisi air setinggi 60 cm. Benih ikan mas seberat 100 kg dimasukkan ke dalam kolam, beri pakan 3%-5% dari berat benih ikan mas setiap hari, Panen dapat dilakukan setelah 3 bulan. Dengan model pemeliharaan seperti ini kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400 – 500 kg. Selama pemeliharaan, ikan mas harus diberi makanan tambahan, pakan tambahan yang baik adalah pelet yang mempunyai kandungan protein tidak kurang dari 30%, dosis pakan yang diberikan adalah 3-5 persen dari biomassa (berat total ikan) yang dipelihara.

Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pada pagi, siang dan sore hari Pemberian pakan tambahan dilakukan dengan cara menebar langsung ke kolam. Pemberian pakan tidak dilakukan pada malam hari pada malam hari suhu cenderung rendah sehingga nafsu makan ikan cenderung rendah pula. Pengontrolan yang dilakukan pada kegiatan pembesaran pada dasarnya sama dengan kegiatan pendederan. Pengontrolan diperlukan untuk mengetahui baik kondisi kolam maupun ikan.

Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam keramba Jaring Apung yang biasa dipasang di perairan umum. Beberapa karakteristik perairan yang tepat antara lain : Air bergerak dengan arus terbesar, tetapi bukan arus kuat, Penempatan jaring dapat dipasang sejajar dengan arah angin, Badan air cukup besar dan luas sehingga dapat menjamin stabilitas kualitas air, Kedalaman air minimal dapat mencapai jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan 1,0 meter, Kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 27oC sampai 30oC, oksigen terlarut tidak kurang dari 4,0 mg/l, dan kecerahan tidak kurang dari 80 cm. Satu unit Keramba Jaring Apung minimal terdiri dari kantong jaring dan kerangka jaring. Dimensi unit jaring berbentuk persegi empat dengan ukuran kantong jaring 7 x 7 x 3 M3 atau 6 x 6 x 3 M3. Satu unit Keramba Jaring Apung terdiri empat set kantong dan satu set terdiri dari dua lapis kantong Bagian badan kantong jaring yang masuk kedalam air 2,0 sampai 2,5 meter.
Pembesaran Ikan Mas
Pembesaran Ikan Mas
Kerangka jaring dapat dibuat dari besi atau bambu dan pelampung berupa sterofoam atau drum. Bahan kantong jaring berasal dari benang polietina. Frekuensi pemberian pakan minimal dua kali per hari. Dengan penebaran bibit seberat 300 kg dalam waktu 3 bulan akan menghasilkan ikan mas konsumsi 1.5 sampai 2 ton. Pemeliharaan ikan mas di kolam air deras harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain lokasi dekat dengan sumber air (sungai, irigasi, dan lain-lain.) dengan topografi yang memungkinkan air kolam dapat dikeringkan dengan cara gravitasi, kualitas air yang digunakan berkualitas baik dan tidak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) dan dengan debit air minimal 100 liter permenit.

Bentuk kolam air deras bermacam-macam tergantung kondisi lahan, bisa segitiga, bulat maupun oval. Ukurannya bervariasi disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan pembiayaan. Umumnya kolam berukuran 10-100 m2 dengan kedalaman rata-rata 1,0 – 1,5 meter. Dinding kolam tidak terkikis oleh aliran air dan aktivitas ikan.

Oleh karena itu harus berkontruksi tembok atau lapis papan. Dasar kolam harus memungkinkan tidak daerah mati aliran (tempat dimana kotoran mengendap). Oleh karena itu kemiringan kolam harus sesuai (sekitar 2 – 5o).Padat tebar ikan ukuran 75 -150 gram/ ekor sebanyak 10 – 15 kg /m3 air kolam. Dosis pakan yang diberikan sebannyak 3-5% bobot biomass /hari. Frekuensi pemberiannya 3 kali/hari.

Pemanenan pada kegiatan pembesaran ikan mas pada dasarnya sama dengan kegiatan pendederan, pemanenan sebaiknya dilakukan pada sore, malam atau pagi (sebelum matahari terbit), pemanenan yang dilakukan pada siang hari menyebabkan kondisi ikan cepat turun karena kepanasan baik pada saat proses pengemasan maupun proses pengiriman, namun apabila akan dipanen dan ikan mau dimatikan maka panen dapat dilakukan pada siang hari dan sebaiknya setelah dicuci dimasukkan ke dalam almari pendingin atau diberi es batu agar tetap segar. Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

Sumber : Alam, Mahendra. 2011. Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio). Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan No. 002/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan KP - BPSDMKP. Jakarta

Comments