Waspada Penyakit Ikan Hias Air Tawar Berikut

Media Penyuluhan Perikanan -  Perhatikan ikan-ikan hias air tawar yang Anda pelihara. Apakah sehat atau sakit? Kenali tanda-tanda ikan sakit, yaitu gerakan yang lemah dan lambat, pertumbuhan yang lambat, perkembangan tubuh yang tidak sempurna atau cacat, dan warna sisiknya yang pudar. Selalu perhatikan hal yang tidak wajar pada ikan Anda. Ini karena ada banyak penyakit yang bisa melanda ikan hias tanpa Anda sadari sebelumnya jika tidak awas. Akibatnya bisa berujung kematian pada ikan. Penyakit-penyakit tersebut bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa, learnea, dan kutu ikan. Berikut adalah beberapa jenis penyakit pada ikan hias yang harus diwaspadai.
Infeksi Jamur dan White Spot
Jamur bisa menyerang hampir seluruh jenis ikan. Bentuknya seperti benang-benang berwarna putih kecokelatan. Biasanya tumbuh subur di luka pada tubuh ikan. Awalnya mungkin tidak berbahaya, namun jika tidak diberantas, ikan yang terkena bisa kekurangan nutrisi. Gejalanya adalah tubuh ikan yang mengurus dan tampak benang-benang halus di sekitar ikan. Cara memberantasnya adalah dengan menjaga kebersihan air akuarium dan bila perlu menggunakan rendaman PK. Cukup satu teteskan satu tetes PK ke dalam sekitar 2 liter air dan diamkan selama 10 menit, kemudian kuras. 
Penyakit lainnya yang bisa menyerang ikan hias air tawar adalah white spot atau bintik putih. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dan menyerang lapisan lendir di insang, sirip, maupun ekor ikan. Mikroorganisme yang menyerang bergerombol membentuk gumpalan putih, maka itu disebut penyakit bintik putih. Penyakit ini sangat menular dan tergolong sulit diberantas. Gejalanya, selain terlihat bintik putih di tubuh, adalah pernpasan ikan meningkat, ikan malas berenang, tubuhnya jadi lebih berlendir, warna badan pucat, dan jadi sering berenang di permukaan untuk mengambil udara. Untuk mengobati, pisahkan ikan yang sakit dari ikan lainnya, kemudian teteskan cairan obat (blitz ich) satu tetes untuk 1 liter air, atau campurkan obat Gold 100 sekitar 5-10 gram ke dalam tiap 500 liter air. 
Busuk Sirip
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang sirip yang awalnya memang sudah terluka, kemungkinan karena digigit ikan lain. Bakteri ini akan menggerogoti sirip ikan dan membuatnya tampak busuk, sehingga hanya menyisakan sedikit di bagian pangkal. Gawatnya, penyakit ini sering diikuti penyakit jenis lain yang bisa memperparah kondisi ikan. Untuk mengobatinya, rendam ikan ke dalam larutan antibiotik. Lama waktu rendaman tergantung dengan jenis antibiotik yang digunakan. Untuk antibiotik yang keras, merendam ikan hanya boleh sekitar 10 menit, sedangkan untuk antibiotik biasa, bisa dilakukan rendaman sekitar 5 jam. Konsultasikan jenis antibiotik apa yang harus digunakan untuk ikan hias air tawar Anda dengan yang sudah berpengalaman. 

Memelihara Beberapa Spesies Dalam Akuarium

Media Penyuluhan Perikanan -  Sering dilihat beberapa orang yang memiliki akuarium, ternyata memelihara lebih dari satu spesies di dalam akuariumnya. Bukan hanya ikan hias air tawar yang terlihar, tetapi juga beberapa hewan air tawar lainnya. Masalahnya, bagaimana cara mencampurkan beberapa spesies tersebut di dalam satu habitat tanpa membuat mereka saling serang satu sama lain? Tidak semua hewan cocok disatukan. Sebelum Anda memutuskan untuk memelihara hewan lain dalam akuarium, pastikan dulu keadaan akuariumnya cukup kondusif untuk memelihara beberapa jenis hewan sekaligus. Selain itu, pastika juga hewan apa saja yang bisa Anda pilih. Berikut adalah hewan-hewan air tawar yang bisa disatukan dengan ikan.
Udang
Terdapat dua jenis udang, udang hias dan lobster. Untuk udang hias sendiri, sama seperti ikan hias air tawar, ada beberapa jenis udang yang dibagi berdasarkan varian warna, seperti red cherry, pale blue, dan lain sebagainya, dan varian ukuran. Untuk mencampurnya dengan ikan, perhatikan ukuran tubuh. Jangan menyatukan udang kecil dengan ikan yang bentuk tubuhnya terbilang besar, seperti maskoki, louhan, dan sejenisnya, karena akan dimakan. Beberapa jenis ikan yang bisa digabungkan dengan udang hias adalah ikan barb, ikan plati, dan ikan tetra. Jenis udah besar (amano) bisa disatukan dengan ikan plati dengan ukuran besar atau ikan ekor pedang. 
Untuk lobster, sebetulnya ini bukan jenis hewan air tawar. Maka dari itu, jika ingin memeliharanya, tidak bisa disatukan dengan ikan hias tawar. Anda harus mencampurnya dengan ikan hias air laut, seperti ikan badut. Lobster memiliki banyak warna, dan umumnya berwarna cerah. Inilah yang membuatnya menarik. Namun, saat memilih lobster di toko, pastikan bahwa Anda tidak memilih yang sakit. Jangan salah, ada banyak lobster tidak sehat yang dijual di toko akibat jumlah air yang tidak sesuai. Saat memilih, coba dekatkan jari Anda. Jika si lobster bereaksi dengan mundur atau mengangkat capitnya, bisa dipastikan ia sehat. Sebaliknya, jika lobsternya tidak responsif, itu berarti ia sakit dan stress. 
Kepiting Air Tawar
Kepiting memiliki jenis ukuran, bentuk, dan warna yang bisa menjadi pilihan.  Menempatkan seekor kepiting tawar di dalam akuarium bisa menjadi hiburan juga lho. Ditambah lagi, memelihara kepiting di dalam akuarium membuat Anda tidak perlu sering-sering menguras, karena ia makan sisa-sisa makanan, bahan organik yang sekarat atau mati, serta sisa-sisa tanaman hias di dalam akuarium. Yang patut diperhatikan adalah jangan mencampur kepiting dengan ikan hias air tawar berukuran kecil, karena bisa dimangsa oleh kepiting tersebut. Campurkan kepiting dengan ikan hias yang memiliki ukuran yang sama. Pastikan juga akuarium Anda tinggi, karena kepiting mudah untuk melompat keluar akuarium dan kabur. 

Macam Ikan Hias Air Tawar Yang Tidak Bisa Dicampur

Media Penyuluhan Perikanan -  Jangan kira ikan hias air tawar semuanya manis dan cinta damai. Jika Anda berpikiran seperti itu, Anda salah besar. Jangan tertipu dengan warnanya yang cerah dan bentuk yang unik. Terkadang, justru ikan seperti itu lah yang ganas. Ikan-ikan ganas tidak bisa dicampur dengan ikan lain di dalam akuarium, apalagi jika ikan campurannya adalah ikan cinta damai seperti guppy atau ikan komet. Jangankan dicampur dengan ikan lain, jika Anda memasukkan jari ke dalam akuarium saja, besar kemungkinan jari Anda akan digigit. Apa saja sih jenis ikan-ikan ganas yang harus dipelihara dengan hati-hati?
Ikan Parrot dan Oscar
Ikan parrot ini memiliki bentuk mulut yang seperti burung kakaktua, makanya disebut sebagai ikan parrot. Ikan yang berwarna merah ini memang sangat agresif dan hanya bisa berteman dengan sesama parrot. Ikan ini sebetulnya merupakan jenis hybrid, yakni hasil kawin silang dari beberapa jenis cichlid. Tubuhnya bulat lucu. Di waktu muda, warnanya memang oranye (kadang-kadang ada yang gelap). Ketika sudah mencapai usia dewasa, ikan parrot akan berubah warna menjadi merah. Memelihara ikan parrot sebagai ikan hias air tawar membutuhkan akuarium dengan volume air minimal 50 galon. Jangan lupa gunakan pasir sebagai dasar akuarium. Gunakan batu dan beberapa aksesori lainnya sebagai tempat persembunyiakn ikan parrot. 
Ikan air tawar agresif lainnya adalah ikan oscar. Sebetulnya, ikan parrot dan oscar berasal dari keluarga yang sama, karena oscar pun berasal dari keluarga cichild. Namun, jangan pernah menyatukan mereka di dalam akuarium. Ikan oscar bisa mencapai panjang 40cm, karena itu membutuhkan banyak ruang untuk pergerakannya. Kehadirannya memang mendominasi dan suka menakut-nakuti ikan yang lain, maka itu tidak disarankan untuk dicampur. Satu yang unik dari oscar; ia bisa mengenali pemiliknya. Ikan ini bisa menggoyangkan kepala atau ekor jika melihat Anda. Lucu, bukan?
Ikan Louhan
Ikan yang juga dikenal dengan sebutan flowerhorn ini juga terbilang agresif untuk ukuran ikan hias air tawar. Jika disatukan dengan ikan-ikan lain yang tubuhnya lebih kecil, bisa dipastikan ikan kecil tersebut akan dimakan oleh louhan. Itu karena pakan louhan sendiri memang berasal dari makhluk hidup, seperti udang tawar atau cacing tanah. Louhan hanya bisa disatukan dengan sesama louhan. Ada beberapa jenis louhan di dunia ini, namun hanya tiga jenis yang terdapat di Indonesia. Perawatannya terbilang cukup sulit dan tidak disarankan untuk pemula. Louhan membutuhkan akuarium dengan fasilitas lengkap. Selain itu, pastikan untuk mengganti airnya tiap 2-3 hari sekali supaya louhan bisa hidup lebih lama. Akuarium yang senantiasa bersih adalah salah satu syarat perawatan louhan. 

Jenis Ikan Hias Air Tawar Untuk Dipelihara Pemula

Media Penyuluhan Perikanan -  Jika Anda tertarik untuk berternak ikan hias air tawar, sebaiknya dimulai dengan memelihara ikan-ikan yang mudah dirawat terlebih dulu. Tidak disarankan untuk langsung memelihara ikan hias mahal dengan harga jutaan rupiah. Selain cara merawatnya yang terbilang sulit dan bukan untuk pemula, bayangkan jika ikan hias kesayangan Anda yang dibeli dengan harga tinggi mati begitu saja. Jangan berpikir ikan hias biasa tidak bagus kok. Bagus tidak selalu berarti mahal. Ada beberapa jenis ikan hias yang murah, mudah didapat, dan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi sehingga tidak mudah mati. Berikut adalah ikan-ikan hias yang direkomendasikan untuk pemula. 
Ikan Cupang dan Ikan Guppy
Dalam ikan hias air tawar, ikan cupang adalah jenis yang paling banyak digemari, dan juga paling mudah ditemukan, dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya dengan Rp. 10,000, Anda bisa mendapatkan beberapa ekor cupang. Pemeliharaannya pun sangat mudah. Ikan ini tidak membutuhkan gelembung oksigen di dalam akuarium. Jadi, sangat cocok diletakkan di dalam wadah bening kecil tanpa perlengkapan lengkap akuarium. Karena terlalu mudah dirawat, kebanyakan pemelihara lupa bahwa mereka memiliki ikan cupang. Disarankan untuk meletakkannya di tempat yang mudah terlihat. Jangan lupa beri makan pelet setiap hari dan ganti airnya jika sudah kotor. 
Ikan lainnya yang terbilang mudah dipelihara adalah ikan guppy. Ikan ini memiliki banyak tipe warna yang cerah dan menarik. Karena itu lah ia banyak digemari. Ukuran tubuhnya kecil dan memiliki varian ekor yang berbeda-beda. Sama seperti ikan cupang, ikan guppy juga tidak membutuhkan peralatan akuarium lengkap. Hanya dengan ditaruh di dalam wadah bening yang cukup besar tanpa tangki oksigen, ikan guppy bisa bertahan hidup. Hanya saja, pastikan wadahnya mampu menampung air setidaknya 1 liter, ya. 
Ikan Plastis dan Ikan Molly
Dalam ikan hias air tawar, ikan plastis merupakan jenis yang memiliki banyak varian ekor dan warna. Bukan saja mudah dirawat, ikan plastis ternyata juga mudah berkembang biak. Yang membuat ikan ini unik, jika merasa keberadaannya terancam, ikan plastis bisa meloncat dari akuarium lho. Seringnya, ikan ini berenang di permukaan air. Sama seperti cupang dan guppy, plastis juga tidak butuh tangki oksigen untuk hidup. Terakhir, ada ikan molly. Bentuk tubuh ikan ini agak lucu, yaitu pendek dan bulat. Meski kebanyakan warnanya putih dengan totol-totol hitam, ikan molly juga dikatergorikan berdasarkan varian warnanya. Sama seperti plastis, ikan molly juga senang berenang di permukaan air. Dan sama seperti plastis pula, ikan ini bisa berkembang biak dengan sendirinya di dalam akuarium dan bisa bertahan meski tanpa tangki oksigen. 

6 Jenis Ikan Hias Air Tawar Termahal

Media Penyuluhan Perikanan -  Apakah Anda pecinta ikan hias? Jika ya, Anda harus tahu bahwa tidak semua ikan hias air tawar bisa dibeli dengan harga murah. Kelihatannya, ikan mas, ikan maskoki, dan ikan-ikan lainnya yang gampang ditemui di toko hewan memang harganya terjangkau. Namun, untuk kolektor ikan hias sejati, semakin langka dan semakin mahal ikan tersebut, semakin diminati jadinya. Nah, apakah Anda salah satu kolektor ikan hias? Atau Anda hanya senang mengumpulkan beberapa sebagai hiasan kolam tanpa peduli jenis dan mutunya? Tak peduli apakah Anda kolektor atau penghobi biasa, berikut adalah jenis ikan air tawar termahal yang pastinya bisa membuat Anda kagum.
Arwana, Lou han, Koi, Oscar
Pasti sudah banyak yang tahu tentang arwana. Ikan yang juga disebut sebagai ikan naga ini memang banyak ditemukan di daerah Asia Tenggara. Meskipun begitu, populasi ikan ini terancam punah. Maka tak heran harganya mencapai ratusan juta. Bahkan ada ikan arwana tipe super red albino yang terjual seharga 1 milyar rupiah! Ikan lainnya adalah lou han. Yang membuatnya menarik adalah keindahan sisik serta benjolan di kepala yang menjadi ciri khasnya. Ada beberapa jenis ikan lou han, namun hanya ada 3 yang bisa ditemukan di Indonesia; SRD, Cecu, dan Golden Base. Harganya mencapai 40 juta rupiah per ekor. 
Koi adalah ikan lainnya yang patut dipertimbangkan. Berasal dari Cina, ikan ini sebetulnya masih memilki hubungan kerabat dengan ikan mas. Selain warnanya yang cantik, yang membuat ikan koi mahal adalah kepercayaan bahwa ikan ini dianggap membawa keberuntungan. Terdapat sekitar 24 jenis ikan koi di seluruh dunia. Harganya berkisar antara 5 juta sampai 7 juta rupiah. Ikan hias air tawar mahal lainnya adalah oscar. Warnanya memang kurang menarik, yakni kuning kemerahan. Namun, karena cukup populer di Indonesia, ada beberapa jenis oscar yang dikembang-biakkan di sini. Dibandingkan arwana dan lou han, ikan oscar jauh lebih terjangkau. Harganya berkisar antara Rp. 100,000 sampai Rp. 250,000. 
Discus dan Balashark
Ikan discus memiliki bentuk sisik yang bagus dan warna yang indah mencolok. Berasal dari sungai Amazon, ikan discus terbagi dalam tiga jenis warna; biru, coklat, dan hijau. Ukurannya terbilang kecil, hanya sekitar 3 inchi. Harganya berkisar antar Rp. 75,000 sampai Rp. 100,000. Berikutnya ada ikan balashark. Ikan ini, meskipun namanya shark, yang berarti hiu dalam bahasa Inggris, bukanlah benar-benar hiu. Bentuknya seperti torpedo dengan sirip besar. Ikan ini populasinya sudah muali menurun. Bisa ditemukan di asia tenggara dengan mudah. Harganya memang tidak berjuta-juta, tetapi tetap terbilang mahal untuk ikan hias air tawar. Bibitnya bisa mencapai Rp. 50,000 per ekor. 

Membuat Pellet Ikan Murah Dengan Telur Infertil (Kacingcalang)

Membuat Pakan Buatan Murah Dengan Telur Infertil (Kacingcalang)
Media Penyuluhan PerikananPokdakan Tambak Makmur di Rembang berhasil membuat pakan ikan dari telur ayam gagal tetas. Ujicoba pada bandeng menunjukkan hasil bagus. Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) mendapat respons positif dari pelaku usaha budidaya. Hal ini dikarenakan harga pakan ikan makin tinggi, tapi tak diikuti kenaikan harga jual ikan.

Akibatnya, tingkat keuntungan pembudidaya rendah bahkan merugi. Upaya pembuatan pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal yang lebih murah terus dilakukan masyarakat. Namun masih terhambat berbagai faktor yaitu penyediaan sarana (mesin pelet), rendahnya pengetahuan tentang formula pakan ikan, dan lain-lain.

Terobosan dalam membuat pakan ikan mandiri dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tambak Makmur yang berlokasi di Desa Tritunggal, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kelompok binaan BBPBAP Jepara yang merupakan salah satu UPT Ditjen Perikanan Budidaya, itu mencoba memanfaatkan telur ayam infertil (gagal tetas) sebagai bahan baku pakan ikan. Selain berkadar protein tinggi, telur gagal tetas ini juga merupakan bahan yang ekonomis dalam memproduksi pakan ikan mandiri.

Kebetulan di daerah Rembang banyak terdapat perusahaan penetasan telur ayam yang menghasilkan banyak telur gagal tetas. Ketua Pokdakan Tambak Makmur, Tris, mengatakan bahwa untuk menghasilkan 500 kg pakan per hari, diperlukan telur infertil sebanyak 200 kg. Lalu, dicampur dengan tepung daging anak ayam 200 kg, telur retak 50 kg, silase artemia dewasa sebanyak 5 liter, dedak halus 50 kg dan tapioka 5 kg. Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata.

Menurut Tris, untuk menghasilkan pakan pasta, campuran ini ditambah air 350 ml untuk tiap 1 kg. Sedangkan untuk membuat pakan berbentuk pelet ditambahkan air 250 ml per 1 kg campuran. Kemudian diaduk hingga rata dan selanjutnya bahan adonan dicetak menjadi pelet dengan mesin cetak pelet (mesin giling daging).

Hasilnya sangat memuaskan. Dari hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa ikan bandeng yang diberi pakan buatan dari telur infertil ini tumbuh cepat mencapai ukuran 5-6 ekor/kg selama pemeliharaan 4 bulan. Sedangkan ikan bandeng yang tanpa diberi pakan ini hanya mampu mencapai ukuran 12 ekor/kg dengan lama pemeliharaan yang lebih lama, 12 bulan. Hasil pada ikan lele pun sama memuaskannya, sedangkan pada udang baru dilakukan uji coba, dan belum diketahui hasilnya. Terobosan yang dilakukan Pokdakan Tambak Makmur membuktikan bahwa pakan ikan murah dapat dibuat menggunakan bahan baku telur gagal tetas, dengan hasil yang sangat bagus.

Pakan ikan murah ini terbukti mampu menghemat biaya penggunaan pakan sebesar Rp 3.000 per kg dibandingkan jika menggunakan pakan pabrikan. Pakan memang merupakan ongkos produksi terbesar dalam usaha budidaya ikan. Karena itu, para pembudidaya ikan dituntut melakukan terobosan untuk menekan biaya itu.



Sumber : Pakan Buatan dari Telur Infertil. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.15 Th 3 Mei - Juni 2015

Asiknya Memelihara Aligator Di Dalam Aquarium

Media Penyuluhan Perikanan -  Di masa sekarang ini, bisa dikatakan bahwa orang semakin mempunyai kegemaran yang beragam dalam memilih ikan hias air tawar. Mereka tidak hanya memilih ikan hias yang cenderung mempunyai ukuran yang kecil hingga sedang dan juga bersifat cukup jinak. Ada cukup banyak orang juga yang saat ini mulai melirik ikan-ikan air tawar berjenis predator yang cukup ganas untuk menghiasi aquarium di rumah mereka. Salah satu pilihan yang cukup populer saat ini adalah ikan yang dikenal dengan nama aligator atau yang di dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama Aligator Gar. 
Tampilan Ikan Hias Yang Sangat Berbeda
Salah satu hal yang membuat Aligator menjadi pilihan populer untuk ikan hias air tawar untuk dipelihara di aquarium tak lain dan tak bukan adalah tampilannya yang tentunya sangat jauh berbeda dengan tampilan ikan hias pada umumnya. Ikan yang satu ini mempunyai moncong yang cukup panjang dan dihiasi dengan deretan gigi-gigi tajam, yang dihabitat alaminya sangat berguna untuk memburu makanan dan juga untuk mempertahankan diri.
Fakta bahwa ikan Aligator merupkan jenis ikan predator juga membuat feeding time atau waktu makan dari ikan ini menjadi cukup menyenangkan bagi orang yang cinta adrenaline. Untuk mendapatkan sensasi yang menyenangkan saat waktu makan semacam ini, makanan hidup merupakan jenis yang disarankan. Biasanya, ikan yang satu ini diberi makan dengan ikan yang berukuran lebih kecil dari dirinya, yang juga ditempatkan di aquarium yang sama dengan si Aligator.
Satu hal lagi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah bahwa Aligator yang sehat dan tidak stres bisa hidup cukup lama dengan ukuran yang cukup fantastis. Di alam liar yang merupakan habitat aslinya, ikan predator yang satu ini bahkan bisa hidup dengan ukuran yang sangat besar. Ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ganas yang satu ini.
Hal Penting Yang Tidak Boleh Anda Abaikan
Dalam memelihara ikan hias air tawar yang sangat tidak biasa ini penting bagi Anda untuk menyiapkan aquarium dengan ukuran yang tidak sempit bahkan hingga ikan tersebut tumbuh nantinya. Selain itu, aquarium juga sebaiknya dilengkapi dengan fitur penutup di bagian atasnya untuk mencegah si ikan untuk melompat keluar. Selain itu, ini juga bisa menghindarkan orang untuk memasukkan anggota tubuhnya ke dalam aquarium yang tentunya sangat berbehaya. Jika ukuran ikan sudah terlalu besar bahkan hingga sulit bagi Anda untuk sekedar membersihkan aquarium tersebut, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk memindah si ikan ke kolam sebagai tempat hidup yang lebih besar. Jika ikan tersebut terlalu besar untuk Anda pelihara, ada baiknya jika Anda mencari pihak yang lebih mampu untuk memelihara ikan predator berukuran besar yang satu ini.

Mengenal Pakan Ikan Yang Terbuat dari Eceng Gondok

Mengenal Pakan Ikan Yang Terbuat dari Eceng Gondok
Media Penyuluhan PerikananDi Ambarawa dan Boyolali pakan ikan dibuat dari eceng gondok. Ikut mengatasi masalah melimpahnya gulma air itu. Pada 16 Januari 2015, Dirjen Perikanan Budidaya, Dr. Ir. Slamet Soebjakto mengunjungi 3 lokasi pengembangan pakan ikan mandiri di Jawa Tengah. Ketiganya adalah: Kelompok Sido Makmur di Desa Tambaksari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, UPTD PBIAT Ambarawa Kabupaten Semarang, dan perusahaan swasta di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.

Di daerah Ambarawa dan Boyolali, tersedia sumberdaya alam berupa enceng gondok yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan mandiri. Pemanfaatan enceng gondok ini juga membantu mengurangi melimpahnya eceng gondok khususnya di Rawa Pening yang selama ini jadi masalah.

Cara pembuatan pakan dari eceng gondok cukup sederhana. Eceng gondok diambil daun dan pelepahnya 5 cm dari bawah daun. Selanjutnya dipotongpotong dan dikeringkan. Setelah kering digiling untuk dijadikan tepung, ditambah dengan tepung ikan sebagai suplemen hewani, dan berbagai vitamin. Dengan banyaknya bahan baku pembuatan pakan ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah terus mendorong terbentuknya Kelompok Produsen Pakan Ikan Mandiri yang secara kelembagaan yang terpisah dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Kelompok produsen pakan ikan mandiri ini dapat dibagi dalam beberapa zona, yaitu : zona I sebagai sentra sumber bahan baku pakan, zona II sebagai sentra produksi pakan ikan mandiri dan zona III sebagai sentra lokasi penyimpanan pakan dan distribusi pakan ikan mandiri. Melalui sistem zona ini, maka dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak, berkembangnya profesionalitas usaha budidaya, tersedianya bahan baku pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal secara kontinyu (berkelanjutan), produksi pakan ikan mandiri sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) pakan serta semakin lancarnya distribusi pakan ikan guna memenuhi kebutuhan pembudidaya ikan.

Pengembangan pakan ikan mandiri 3 (tiga) zona di Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan dapat mendorong daerahdaerah lainnya untuk dapat membentuk kelompok produsen pakan mandiri lainnya. Hal ini membawa dampak positif untuk mengurangi ketergantungan bahan baku pakan impor dan peningkatan produksi perikanan budidaya yang menguntungkan.

Sumber : Pakan Ikan dari Eceng Gondok. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.13 Th 2 Januari - Februari 2015

Mengenal Tambak Udang Konstruksi Biocrete

Mengenal Tambak Udang Konstruksi Biocrete
Media Penyuluhan PerikananMasyarakat Kabupaten Bantul makin bergairah membudidayakan udang vaname. Namun usaha tambak ini masih perlu berkoordinasi dengan instansi lain.

Usaha pertambakan udang kini sedang marak di pantai selatan Jawa. Antara lain di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di Kabupaten Bantul usaha budidaya tambak mulai ramai sejak akhir 2012. Komoditas yang dikembangkan adalah udang putih vaname (Litopenaeus vannamei). Udang putih ini lebih tahan terhadap penyakit dan dapat dibudidayakan dengan padat tebar yang lebih tinggi dengan pertumbuhannya lebih bagus dari udang windu.

Lahan yang digunakan petambak merupakan tanah pasir yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pertanian. Pembudidaya ikan di tambak melakukan rekayasa konstruksi tambak dalam mengolah tanah berpasir ini sehingga air tidak meresap ke dalam pasir. Pembuatan konstruksi tambak juga memperhatikan sifat korosif air laut, sehingga teknik konstruksi yang digunakan dalam membuat petak tambak yaitu konstruksi Biocrete.

Konstruksi ini memadukan antara semen dan bambu. Bambu digunakan sebagai kerangka yang kemudian diberi semen sehingga menjadi beton, dan digunakan sebagai dinding tambak. Bagian dasar tambak dan lapisan dinding tambak menggunakan plastik PE (Polyethilen) sehingga tidak terjadi peresapan air laut ke darat.

Namun usaha tambak ini berpotensi masih perlu berkoordinasi dengan instansi lain hal ini dimaksudkan agar
di belakang hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan mengacu pada Perda No. 6 Tahun 2011 mengenai Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DIY Tahun 2010-2030, arahan pengelolaan zona sempadan pantai ditetapkan dengan lebar minimal 200 meter untuk Kabupaten Bantul yang dihitung dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Bila usaha tambak ini terus meningkat, dikhawatirkan akan mengurangi jarak sempadan pantai. Perundang-undangan yang mengatur mengenai kegiatan pengembangan kawasan budidaya air tawar dirasa kurang memadai. Di bidang perikanan, telah diterbitkan UndangUndang No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Namun undang-undang ini lebih banyak membahas dan mengatur mengenai perikanan tangkap. Di bidang penataan ruang, telah ada Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-undang inipun hanya mengatur penataan ruang suatu kawasan secara umum. Menurut undang-undang ini, kawasan perikanan tergolong kawasan budi daya, yaitu wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumberdaya buatan.

Dibidang sumber daya air, telah ada dua peraturan perundang-undangan, yaitu Undang-Undang No. 7 Tahun
2004 tentang Sumber Daya Air (UUSDA) dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Kawasan perikanan budidaya air tawar sebenarnya sudah diatur, namun belum ada pengaturan mengenai pembagian air antar dikarenakan para petani ikan atau pembudidaya belum masuk menjadi anggota komisi irigasi di masing-masing kabupaten.

Sumber : Tambak Udang Konstruksi Biocrete. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.8 Th 2 - Maret - April 2014

Pentingnya Menambahkan Tanaman Ke Dalam Aquarium Ikan Discus Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Tidak dapat dipungkiri bahwa ikan Discus merupakan ikan hias air tawar yang cukup banyak digemari tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lainnya di benua Asia. Hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup wajar karena sepintas, ikan yang satu ini terlihat mempunyai warna-warni yang biasanya hanya dimiliki oleh ikan air laut padahal sebenarnya ikan ini benar-benar murni ikan air tawar. Bagi yang belum familiar dengan Discus, mereka mungkin menyangka ikan ini sebagai ikan laut daripada ikan yang hidup di air tawar.
Khusus untuk Anda yang merasa berminat untuk memelihara ikan Discus, yang sebenarnya berasal dari sungai Amazon ini, Anda tidak hanya bisa menghiasi aquarium tersebut dengan bebatuan kecil khusus untuk aquarium atau pasir saja. Anda sebenarnya juga membuat aquarium tersebut menjadi lebih menarik lagi jika Anda juga menambahkan tanaman asli ke dalam tempat memelihara ikan tersebut. Sebenarnya, bisa juga dikatakan bahwa tanaman mempunyai peran yang cukup penting dalam upaya untuk memelihara ikan ini dengan baik.
Manfaat Tanaman Bagi Aquarium Ikan Discus
Secara umum, bisa dikatakan bahwa tanaman di dalam aquarium untuk ikan hias air tawar ini mempunyai beberapa manfaat yag cukup signifikan. Manfaat yang paling signifikan tentunya adalah tampilan aquarium yang jauh lebih menarik. Terlebih lagi, aquarium Discus biasanya dibuat dengan sirkulasi air yang baik guna menjaga ikan tetap merasa senang dan jauh dari stres. Hal ini membuat tanaman bisa bergerak dengan alami dan menghasilkan efek dramatisir yang indah.
Manfaat lain yang juga perlu untuk Anda ketahui adalah bahwa tanaman juga bisa berperan sebagai filter alami yang bisa menyaring zat-zat berbahaya di dalam air. Dengan demikian, ikan Discus di dalam aquarium tersebut bisa hidup dengan lebih sehat.
Dengan menambahkan tanaman air di dalam aquarium, Anda secara tidak langsung juga sudah menyiapkan tempat persembunyian alami bagi si ikan. Hal ini akan membuat ikan merasa lebih nyaman sehingga jauh dari stres. Terlebih lagi, ikan Discus sebenarnya juga merupakan jenis ikan yang cukup mudah merasa kaget dan takut. Karena hal inilah, ada baiknya jika Anda menambahkan banyak tanaman di dalam aquarium di mana ikan tersebut Anda pelihara.
Tanaman Yang Disarankan Untuk Anda Pilih
Dari semua jenis tanaman yang bisa ditempatkan di dalam habitat buatan dari ikan hias air tawar ini, sebenarnya ada beberapa jenis tanaman yang jauh lebih sesuai daripada yang lainnnya. Tanaman-tanaman tersebut adalah: Echinodorus, Anubias, dan beberapa jenis tanaman air dengan karakteristik tinggi. Dengan memilih semua atau beberapa dari tanaman tersebut, tentunya Anda bisa menciptakan habitat buatan dengan kualitas yang lebih baik bagi semua ikan Discus yang Anda pelihara.

Mengamati Moray Eel Sambil Diving di Pulau Selai, Kepulauan Anambas

Mengamati Moray Eel Sambil Diving di Pulau Selai, Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan PerikananDiving spot pulau Selai terletak di teluk pulau ini, turun pas di mushroom rock yang lumayan besar. DI mushroom rock ini karang-karang tumbuh subur, berikut dengan bebrapa komunitas ikan karang. Di spot ini di dominasi oleh hard coral, yang tumbuh subur dan sangat sehat. Namun ikan-ikan juga tidak terlalu banyak. Ada juga moray eel di sela2 hard coral, ikan Buntel (Arothron stellatus) yang besar, segerombolan ikan ekor kuning juga terlihat asyik berenang di depan kita sehingga dengan semangatnya kita mengambil gambarnya. Ikan ekor kuning memang termasuk ikan karang yamg banyak ditemukan di perairan dengan kondisi karang yang masih bagus.

Spot dive ini mungkin menjadi spot paling berkesan karena kondisi karangnya masih bagus dan cukup banyak di temukan biota-biota yang menarik.

Mengamati Indahnya Terumbu Karang di Pulau Akar, Kepulauan Anambas

 Mengamati Indahnya Terumbu Karang di Pulau Akar, Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan Perikanan - Perjalanan ke Pulau Akar kita tempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam dari dermaga Kota Tarempa dengan kecepatan kapal rata-rata 11knot/km. Di spot ini kita menyelam di sekitar kedalaman 18 meter. Kondisi terumbu karang di spot ini masih sangat bagus. Terlihat hamparan terumbu karang yang masih rapat dengan warnawarni yang indah yang keluar dari pigmen-pigmen alga terumbu.

Hal ini dipengaruhi juga oleh tingkat visibility yang cukup bagus sehingga cahaya yang masuk dan menembus permukaan air cukup banyak yang mengakibatkan proses fotosintesis oleh alga-alga terumbu karang dapat berjalan dengan normal dan menjadikan karang-karang mendapat makanan yang cukup.

Karang yang cukup mendominasi adalah jenis Acropora Formosa. Selain itu terlihat jenis-jenis lain seperti Acropora hyacintus dan kelompok Montipora yang terhampar luas dan rapat.Selain itu banyak ikan yang terlihat seperti ikan ekor kuning, parrot fish, ikan kerapu dan beberapa jenis angelfhises yang terlihat asyik berenang.

Jenis-jenis karang

Bentuk pertumbuhan massive (otak)
  1. Porites lutae
  2. Lobophyllia flabelliformis
  3. Goniastrea retriformis
Bentuk pertumbuhan sub massive
Palauastrea ramosa

Bentuk pertumbuhan tabulate (meja)

Acropora divaricata

Bentuk pertumbuhan branching (tanduk)
  1. Acropora donei
  2. Porites cylindica
  3. Pocillopora damicornisAcropora Formosa
  4. Plerogyra sinuosa
Bentuk pertumbuhan encrusting (merayap)
  1. Merulina empliata
  2. Physogyra lichensteini
Bentuk petumbuhan foliose (daun)
  1. Montipora capricornis
  2. Turbinaria reniformis
  3. Pachyseris rugosa
Bentuk pertumbuhan mashroom (jamur)
  1. Sandalolitha sp.
  2. Fungia paumotensis
Soft coral
  1. Sinularia sp.
  2. Sarcophyton sp.
Ikan-ikan yang ditemukan
  1. Ablyglyphidodon sp. (cabe-cabean)
  2. Labroides dimidiatus (ikan dokter/selendang strip)
  3. Centropyge heraldi (angelfish)
  4. Centropyge flavicauda (betok hitam)
  5. Amphiprion frenatus (ikan badut)
  6. Lutjanus decussates (Checkered Snapper)
  7. Lutjanus kasmira (kakap strip biru)
  8. Lutjanus biguttatus (kakap merah)
  9. Heniochus pleurotaenia (ikan kerbo)
  10. Cheilinus fasciatus (ikan Nuri/dean-dean), Pomacentrus philipinus (beluseton)
  11. Thalassoma lunare (bayeman hijau)
  12. Thalassoma hardwicke (Sixbar wrasse)
  13. Plectorhinchus chaetodonoides (ikan onde-onde)
  14. Siganus vulpinus (samadar sejati)
  15. Scarus spinus (parrot fish)
  16. Scarus hypselosterus (parrot fish)
  17. Chaetodon lunulatus (kepe-kepe melon)
  18. Chaetoton octovasciatus (ikan kiper strip 8)
  19. Chaetodon triangulum (Herringbone butterflyfish)
  20. Ghomposus varius (nila)
  21. Chlourus sardidus (kakak tua)

Biota lainnya
  1. Tridacna maxima (kima)
  2. Stichodactyla sp. (anemon)
  3. Trochus niloticus (siput lola)
  4. Gymnothorax flavimarginatus (moray)
 Sumber : Pesona Selam Kepualaun Anambas. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Menjelajah Pulau Tokong Berlayar, Kepulauan Anambas

Menjelajah Pulau Tokong Berlayar, Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan PerikananPulau Tokong Berlayar merupakan salah satu pulau terluar di Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan NegaraVietnam.Perjalanan ke pulau tersebut dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam menggunakan speed boat dengan kecepatan 11knot/km. Pulau Tokong berlayar merupakan pulau yang hanya teridiri dari tumpukan batu-batu yang terbentuk secara alamai. Dinamakan demikian karena seakan-akan batu-batu yang bertumpuk tersebut bagaikan kapal yang akan berlayar. Pulau ini luasnya hanya 0,2 km persegi.

Arus di permukaan sewaktu-waktu cukup kencang sehingga dibutuhkan negative entry untuk menuju kedalaman. Lokasi penyelaman merupakan perairan dangkal hanya dikedalaman 5-7 meter. Lokasinya merupakan hamparan karang yang kondisinya cukup bagus tetapi terlihat ada beberapa karang mengalami bleaching dan mati. Hampir semua jenis karang ada disini. Jenis-jenis karang yang ditemukan di lokasi penyelaman ini antara lainPorites mayeri, Pocillopora sp. yang secara umum memiliki bentuk pertumbuhan massive dan banyak dari kelompok Acropora maupun non Acropora yang secara umun memiliki bentuk pertumbuhan branching dan tabulate. Karang dengan bentuk pertumbuhan massive terlihat beberapa yang berukuran besar sedangkan karang dengan bentuk pertumbuhan branching maupun tabulate terlihat rusak dan mengalami bleacing. Jumlah dan jenis ikan disini tidak terlalu banyak, ada beberapa jenis ikan seperti angelfishes (Pygophites diacantus), Parrot fish, dan beberapa jenis Tridacna (kima) yang tidak begitu besar, juga gerombolan cumi-cumi.

Kondisi karang yang kurang bagus mempengaruhi jenis biota terutama ikan menjadi sedikit yang bisa ditemukan. Karang merupakan elemen penting didalam ekosistem laut karena menjadi tempat mencari makan, tempat berpijah maupun tempat tinggal beberapa jenis ikan. Kehidupan karang memang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti cahaya, salinitas suhu, arus dan masih banyak lagi.

Jenis Karang yang ditemukan
Karang dengan bentuk pertumbuhan massive (otak) 
  1. Leptoria Phrygia
  2. Porites lutea
  3. Porites mayeri
  4. Plerogyra sinuosa
Bentuk pertumbuhan sub massive
  1. Pocillopora eydouxi
  2. Palauastrea ramose
Bentuk pertumbuhan tabulate (meja)
  1. Acropora hyacianthus
Bentuk pertumbuhan digitata (menjari)
  1. Acropora gemmifera
Bentuk pertumbuhan Branching (tanduk)
  1. Acropora drivaricata
  2. Acropora schmitti
Bentuk pertumbuhan Enchrasting (merayap)
  1. Leptoseris scraba
Bentuk pertumbuhan Foliuse (daun/lembaran)
  1. Montipora sp.
Bentuk pertumbuhan Paceloid
  1. Euphyllia sp.

Jenis-jenis ikan yang ditemukan
  1. Apolemichthys trimaculatus (angelfish)
  2. Siganus vulpinus (samadar sejati)
  3. Pentapodus sp. (ikan anjang-anjang)
  4. Scarus sp. (parrot fish/kakaktua))
  5. Bulbometopon muricatum (humphead-parrotfish)
  6. Chaetodon lunulatus (kepe-kepe melon)
  7. Pygoplites diacanthus (injel strip 8)
  8. Pomacentrus auriventris (cabe-cabean)
  9. Amphirion sandaracinos (ikan badut)
  10. Dascyllus trimaculatus (ikan betok dakocan)
  11. Heniochus singularius (singular bannerfish)
  12. Gomposus sp. (pelok nila)
  13. Heniochus acuminatus (moris layaran tegak)
  14. Amphirion clarkii (ikan badut)
  15. Centropyge heraldi (Lemonpeel Angel Yellow Angelfish)
  16. Paropercis sp. (ikan pisang-pisangan)
  17. Apogon compressus (cardinal fish/ikan kardinal)

Biota lainnya
  1. Linkia laevigata (bintang laut biru)
  2. Fromia indica (bintang laut cokelat)
  3. Phyllidia elegans (nudibranc)
  4. Stichodactyla sp. (anemon)
Sumber : Pesona Selam Kepualaun Anambas. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Black Skirt Tetra: Satu Pilihan Untuk Community Aquarium Anda

Media Penyuluhan Perikanan -  Jika Anda gemar untuk memelihara ikan hias air tawar di dalam aquarium dan Anda lebih suka untuk memelihara bebera jenis ikan sekaligus di dalam satu wadah, ikan yang dikenal dengan nama Black Skirt Tetra bisa menjadi salah satu pilihan untuk Anda pertimbangkan. Sepintas, nama dari ikan ini mungkin mengingatkan Anda pada salah satu jenis ikan yang sedang sangat populer saat ini yaitu Neon Tetra. Walaupun begitu, kedua ikan ini tidaklah sama. Dari namanya sendiri sudah cukup jelas bahwa kedua ikan ini merupakan spesies yang berbeda. Selain itu, mungkin saat ini ikan ini mungkin juga tidak sepopuler ikan Neon Tetra yang memang sedang banyak digandrungi oleh banyak pecinta ikan.
Fitur Menarik Dari Black Skirt Tetra
Sebagai salah satu ikan hias air tawar penghuni community aquarium atau aquarium yang sengaja disiapkan untuk beberapa jenis ikan hias sekaligus, Black Skirt Tetra bisa dikatakan mempunyai beberapa fitur menarik yang membuatnya lebih menonjol dibandingkan dengan ikan-ikan yang lain. Fitur yang pertama adalah kombinasi warna abu-abu silver dan juga warna hitam. Selain itu, ada lagi satu fitur menarik yang bisa Anda temukan di ikan yang satu ini, yang sebenarnya juga sesuai dengan namanya sendiri. Fitur ini sebenarnya merupakan sirip berwarna hitam pada bagian bawah tubuh si ikan. Fitur inilah juga yang membuatnya disebut sebagai Black Skirt Tetra atau dalam bahasa Indonesia ikan Tetra dengan rok hitam.
Tips Memelihara Ikan Black Skirt Tetra
Memelihara ikan hias air tawar bernama Black Skirt Tetra bukanlah merupakan hal yang sulit untuk Anda lakukan. Bahkan sebenarnya ikan yang satu ini cukup disarankan untuk dipelihara bagi pada pemula. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa Anda bisa memeliharanya secara sembarangan. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan guna bisa memelihara ikan ini dengan baik. Tips yang pertama adalah untuk memelihara minimal 6 ikan karena pada dasarnya ikan ini cukup suka bergerombol dengan jenisnya. Terlebih lagi jika Anda berniat untuk menaruhnya di community aquarium. Dengan jumlah minimal 6 ikan, maka ikan-ikan tersebut tidak akan mudah stres.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa ikan yang satu ini mempunyai napsu makan yang cukup besar dan ini sebenarnya hal lain yang juga membuat si ikan menjadi pilihan yang menarik. Karena inilah, penting bagi Anda untuk selalu menyediakan makanan dengan jumlah yang cukup dan semestinya. Dengan demikian, si ikan akan bisa hidup dengan nyaman dengan jumlah umur yang tidak terlalu pendek.
Tips selanjutnya berkaitan dengan sifat si ikan yang mungkin berkembangbiak di aquarium. Jika Anda sudah menemukan beberapa telur ikan di aquarium Anda, ada baiknya jika Anda memisahkan telur-telur tersebut dengan si ikan dan juga ikan yang lain.Tujuannya adalah untuk menambah tingkat keberhasilan telur-telur tersebut untuk menetas nantinya. Tentu, selain hal ini, cara-cara pemeliharaan telur Black Skirt Tetra juga tentunya dibutuhkan.

Menjelahah Wisata Selam Kepulauan Anambas

Menjelahah Wisata Selam Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan PerikananBelum banyak yang mengenal akan wisata selam di kabupaten Kepulauan Anambas. Kepulauan yang terletak antara Singapura dan Kepulauan Natuna di Laut Cina Selatan ini sebelumnya dikenal sebagai pulau-pulau pengeboran minyak lepas pantai dan eksplorasi gas alam. Namun ternyata juga memiliki pemandangan indah bawah laut, terutama hard coral yang tumbuh subur dan sangat banyak aneka ragamnya. Kawasan selam di sini, lebih banyak dikunjungi oleh penyelam asing dari pada penyelam lokal. Itu dikarenakan minimnya fasiltas dan informasi mengenai situs selam di kabupaten kepulauan Anambas.

Beberapa situs selam yang populer adalah Tokong Berlayar, pulau Malang Biru dengan lereng yang curam, karang Katoaka, dan wreck Seven Skies. Namun masih banyak lagi situs-situs selam yang belum di eksplorasi dan belum populer.

Informasi situs selam secara umum
  1. Temperatur     : 28-30 derajat Celcius.
  2. Visibilitas        : 10-20 meter.
  3. Level             : pemula hingga mahir
  4. Waktu terbaik untuk menyelam : Maret – September

Hampir semua lokasi selam yang dikunjungi merupakan reef flat atau bentuk daratan terbentang luas 50 meter - 100 meter persegi, dengan kedalaman 5 – 10 meter. sampai tubir pantai dengan kedaiaman satu hingga sepuluh meter. Di bagian yang lebih dalam, terdapat dinding karang dan gorgonian serta coral aneka warna, tempat hidup dan bertumbuhnya rupa-rupa ikan dan biota laut lainnya. Situs selam di dominasi oleh hard coral yang tumbuh rapat dan padat. Acropora, Lobophylia, Pocillopora, Porites, dengan corak dan warna yang beragam seperti karang meja, karang bercabang dan karang otak, mendominasi kawasan yang menjadi situs selam di kepualauan Anambas.

Semua situs selam berada dalam lokasi kawasan Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas.

Sumber: Pesona Selam Kepulauan Anambas. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Uniknya Memelihara Ikan Jenis Golden Black Molly

Media Penyuluhan Perikanan -  Ikan dengan jenis Molly sebenarnya merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup disarankan untuk dipilih bagi mereka yang adalah pemula dalam hal memelihara ikan di aquarium sebagai hewan peliharaan. Keuntungan dari memelihara ikan yang satu ini adalah bahwa ikan ini cukup mudah untuk dipelihara dalam aquarium, bahkan jika Anda memiliki sepasang Molly dengan jenis kelamin yang berbeda, sangat mungkin untuk Anda nantinya mendapatkan beberap anak Molly secara gratis karena ikan yang Anda pelihara bertelur. Satu hal lagi yang mungkin juga bisa meningkatkan minat Anda untuk memelihara Molly adalah bahwa ada satu varian yang cukup baru yang dikenal dengan nama Golden Black Molly. Jenis semacam apakah ikan ini? Mari kita cari tahu lebih lanjut di sini.
Ikan Molly Dengan Dua Warna Sekaligus
Sesuai dengan nama dari ikan hias air tawar ini, Golden Black Molly merupakan salah satu jenis dari Molly yang tidak hanya berwarna hitam tetapi juga mempunyai sentuhan warna kuning keemasan. Biasanya, bagian berwarna keemasan ini terletak pada bagian depan ikan dan bagian belakangnya tetap berwarna hitam sempurna. Inilah yang merupakan ciri paling utama dari ikan berukuran kecil hingga sedang yang satu ini.
Bisa dikatakan bahwa ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hybrid ataau persilangan dari dua jenis ikan Molly yang berbeda. Yang pertama adalah Molly dengan warna golden atau emas dan yang kedua adalah Molly dengan warna hitam. Jika Molly berwarna hitam saja atau emas saja sudah cukup menarik, tentu aja Molly dengan dua warna semacam ini jauh lebih menarik lagi untuk dipelihara, bukan?
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memelihara Ikan Golden Black Molly
Bagi Anda yang ingin memelihara ikan hias air tawar berjenis Golden Black Molly ini, sebaiknya Anda memastikan bahwa julah ikan yang Anda taruh di dalam satu aquarium tidak terlalu banyak sehingga populasi aquarium tersebut tidak akan terlalu banyak. Jika Anda ingin mendapatkan bayi Molly, komposisi jumlah ikan yang cukup adalah satu ikan jantan dengan 3 betina. Karena ikan Molly semacam ini juga cukup mudah berkembangbiak, bahkan jika mereka hidup di aquarium, tidak akan sulit bagi Anda untuk mengembang-biakannya.
Walalupun mungkin, sebaiknya Anda tidak menyampur ikan Golden Black Molly dengan ikan hias jenis lain dalam satu wadah. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan Molly yang pada umumnya suka sedikit demi sedikit memakan sirip dari ikan lain. Jika Anda memang menghendaki ikan lain di dalam aquarium yang sama, mungkin Anda bisa memilih ikan Molly dengan jenis yang berbeda, yang sebaiknya merupakan Molly jenis golden atau black.

Kaidah Statistik Pengumpulan Data Potensi Perikanan

Media Penyuluhan Perikanan -   Kaidah Statistik pengumpulan data potensi perikanan dapat diuraikan sebagai berikut :

a.    Memahami Data Primer dan Sekunder

 Kaidah Statistik pengumpulan data potensi perikanan
Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi sesuai dengan lingkup penelitian. Data adalah keterangan atau bahan yang nyata yang data dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan). Keterangan dimaksud yang diperoleh dalam bentuk angka atau yang diangkakan, kalimat, gambar, rekaman, dan lain-lain.

Dilihat dari cara perolehannya, data dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan usaha sendiri melalui instrumen yang dipersiapkan, diolah, dan disajikan sendiri. Sedangkan data sekunder adalah data yang dipinjam dari sumber lain dan sudah tersaji dengan baik, peneliti tinggal menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan, seyogyanya dilakukan dengan prosedur yang baik dan benar.

1)    Data Primer

Ditinjau dari sifatnya data primer dibagi menjadi dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
Data kualitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk informasi melalui wawancara yang dilakukan terhadap nara sumber yang telah ditentukan sebelumnya. Data yang diperoleh umumnya tidak terstruktur sehingga variasi data dari sumbernya mungkin sangat beragam. Mengingat data yang diberikan oleh nara sumber akan sangat beragam, maka perlu dikontrol dengan baik jalannya wawancara sehingga hanya informasi yang relevan dan terarah yang akan diperoleh dan tidak melebar.

Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk angka atau yang diangkakan. Data jenis ini dapat terstruktur karena ragam data yang diperoleh dari sumbernya cenderung berpola terstruktur sehingga mudah diolah, dibaca, dan dianalisis.

2)    Data Sekunder

Dari sumber penyediaannya, data sekunder dibagi dua yaitu data yang berasal dari dalam (internal) dan data yang berasal dari luar (eksternal). Data sekunder baik internal maupun eksternal pada dasarnya memiliki keterbatasan informasi yang diberikan sebab umumnya data sekunder cenderung bersifat umum.

b.    Metode Pengumpulan Data Primer

1)    Metode Pengumpulan Data Kualitatif
Data kualitatif umumnya diperoleh dengan metode wawancara. Wawancara atau interview adalah suatu proses tanya jawab yang dilakukan pewawancara dengan yang diwawancarai untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan yang dipersiapkan sebagai panduan.

Terdapat tiga (3) bentuk pengumpulan data melalui wawancara, yaitu :

a)    Wawancara Sistemik

Wawancara sistemik adalah wawancara yang dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkan pedoman wawancara secara tertulis tentang materi pertanyaan yang akan digunakan untuk memperoleh informasi. Dalam membangun pedoman wawancara yang baik, pewawancara seharusnya lebih dahulu mengerti secara pasti objek dan subjek penelitiannya.

b)    Wawancara Terarah

Wawancara terarah dilaksanakan dengan pola yang lebih bebas dibandingkan dengan wawancara sistemik meskipun tetap dalam koridor permasalahan dan daftar pertanyaan yang ditentukan.

c)    Wawancara Diskusi Kelompok Terbuka

Wawancara jenis ini dilakukan secara berkelompok atau yang biasa disebut dengan Focus Group Discussion (FGD). FGD merupakan kelompok kecil yang terdiri atas 8-10 orang yang dipilih untuk mendiskusikan topic tertentu dan dipimpin oleh seorang moderator terlatih. Tempat duduk disetting melingkari meja bundar atau melingkar sehingga mereka bisa saling berinteraksi. Moderator akan mengarahkan jalannya diskusi dan memberikan pertanyaan yang memancing ide peserta diskusi misalnya dengan pertanyaan “bagaimana menurut anda ?”

Wawancara akan berjalan dengan baik ditentukan oleh empat factor yaitu pewawancara, responden, topic yang tertuang dalam pertanyaan, dan situasi wawancara.

2)    Metode Pengumpulan Data Kuantitatif

Pengumpulan data kuantitatif menghasilkan data yang bersifat terstruktur dan umumnya menggunakan instrumen yang telah diujicobakan untuk menganalisis kelayakan instrumen tersebut. Metode-metode popular yang banyak digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif adalah :
  1. Survei : penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok;
  2. Observasi : pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan; dan
  3. Eksperimen : penelitian yang berusaha memanipulasi satu atau lebih variable kasual, kemudian mengukur efek manipulasi satu atau lebih variable dependen.

c.    Metode Sampling

1)    Populasi

Populasi adalah objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga bisa berupa benda-benda alam lainnya. Populasi juga bukan sekedar jumlah tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki objek atau subjek itu.

2)    Sampel

Penelitian atau penggalian data dengan populasi yang besar terkadang sulit dilakukan apalagi jika sebaran populasi tersebut berbeda jauh dilihat dari segi geografinya. Untuk itu, data dilakukan penelitian atau penggalian data melalui sebagian populasi sebagai sampel sehingga dapat mengefisienkan biaya, tenaga, dan waktu. Namun demikian sampel yang ditetapkan haruslah diyakini dapat merepresentasikan populasi sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan terhadap populasi tersebut.

3)    Teknik Sampling

Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling.

a)    Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi :
  1. Simple Random Sampling : pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi itu. Teknik ini dilakukan apabila anggota populasinya homogeny atau dianggap homogen. Cara yang dapat dilakukan dalam teknik sampling ini adalah undian;
  2. Proportionate Stratified Random Sampling : teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai unsur (anggota) yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Misalnya pembudidaya ikan di Desa Cicapar dilihat dari sebaran latar belakang pendidikan yaitu SD= 50, SMP= 100, SMA= 85, S1= 30. Jumlah sampel yang harus diambil harus meliputi strata pendidikan tersebut yang diambil secara proporsional.
  3. Disproportionate Random Sampling : populasi tidak berdistribusi secara proporsional, misalnya karena satu elemen jumlahnya sangat kecil akan tetapi tetap diharapkan masuk dalam sampel
  4. Cluster Sampling : teknik samping daerah ini digunakan untuk menentukan sampel bila sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, provinsi, atau kabupaten. Teknik sampling ini sering dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu.
b)    Nonprobability Sampling

Teknik sampling ini tidak memberi peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi :

  1. Sampling sistematis : teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi 100 orang, dari semua anggota itu diberi nomor urut 1 s.d 100. Pengambilan samplenya dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja atau kelipatan dari bilangan tertentu;
  2. Sampling kuota : teknik penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan;
  3. Sampel Aksidental : teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok atau sesuai dengan ketentuan sebagai sumber data;
  4. Purposive Sampling : teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Teknik ini berorientasi pada pemilihan sampel dimana populasi dan tujuan yang spesifik dari penelitian diketahui oleh peneiti sejak awal;
  5. Sampling Jenuh : teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil kurang dari 10 orang. Istilah lain dari teknik ini adalah sensus.
  6. Snowball sampling : teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian sampel ini diminta memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel, begitu seterusnya sehingga jumlah sampel semakin banyak.
  7. Convinence sampling : teknik yang mengarah pada penarikan sampel yang seadanya saja.

4)    Menentukan Jumlah Sampel

Jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang 100% memiliki populasi adalah sama dengan jumlah populasi. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil. Pertanyaannya berapakah jumlah sampel yang tepat ditentukan ?

Besaran sampel sangat ditentukan empat hal, yaitu :
a)    Sifat analisisnya, apakah sederhana atau kompleks;
b)    Banyaknya perbandingan yang diharapkan dan banyaknya variable yang akan dianalisis secara simultan;
c)    Ketepatan estimasi dalam pengukuran yang dilakukan apakah akurat atau kurang akurat;
d)    Keterbatasan interviewer dan keterbatasan sumberdaya lainnya sehingga tidak dapat menjangkau sampel yang besar.

Penentuan jumlah sampel dapat dilakukan dengan berbagai rumus yang cenderung rumit untuk dimenegrti. Untuk memudahkan dalam penentuan jumlah sampel, dapat menggunakan tabel Krejcie dengan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% (Sinambela, 2014).

Memahami Cara Mencapai Tujuan Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Memahami Cara Mencapai Tujuan Dalam Programa Penyuluhan Perikanan
Media Penyuluhan PerikananDalam sebuah Programa Penyuluhan Perikanan, yang dimaksud dengan Cara Mencapai Tujuan adalah rincian kegiatan (rencana kerja) yang menggambarkan bagaimana tujuan itu bisa dicapai. Bentuk dari cara mencapai tujuan dalam suatu programa berupa sebuah matrik sebagai yang berisi : 1) Nomor, 2) Masalah, 3) Kegiatan, 4) Tujuan, 5) Sasaran, 6) Metode, 7) Volume, 8) Lokasi, 9) Waktu, 10) Biaya, 11) Sumber Biaya, 12) Pelaksana, 13) Penanggung jawab, dan 14) Pihak Terkait terkait.

Dalam penyusunan Cara Mencapai Tujuan tersebut yang terpenting adalah penetapan metode  penyuluhan perikanan yang tepat  yang akan digunakan untuk mencapai tujuan.  Pada hakekatnya cara mencapai tujuan adalah rencana kegiatan yang menunjukkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehingga masalah-masalah dapat dipecahkan dan tujuan tercapai.

Cara Tepat Untuk Mempersiapkan Aquarium Untuk Ikan Neon Tetra

Media Penyuluhan Perikanan -  Saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa ikan yang dikenal dengan sebutan Neon Tetra merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang sangat digemari. Karena hal itulah, sangat wajar jika seringkali para penjual kehabisan stok karena ikan dagangan mereka habis terjual. Jika kebetulan Anda merasa tertarik untuk memelihara ikan berukuran kecil dengan tampilan yang sangat menarik ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang bagaimana cara untuk mempersiapkan aquarium dengan benar sehingga nantinya ikan Neon yang Anda pelihara tidak akan mudah stres.
Detail Aquarium Yang Perlu Disiapkan
Sebelum mengetahui tentang cara tepat mempersiapkan aquarium untuk ikan hias air tawar dengan jenis Neon Tetra, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa aquarium tempat di mana ikan Neon tersebut akan tinggal sudah siap. Saat Anda membeli ikan tersebut, tentunya dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran aquarium yang Anda pilih, Anda tidak akan merasa bingung lagi di mana Anda akan menaruh ikan tersebut. Dalam memilih aquarium itu sendiri, sebenarnya Anda bebas untuk memilih jenis dan ukuran aquarium yang Anda inginkan. Yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah bahwa ada beberapa detail yang perlu untuk membuat aquarium tersebut menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk si Neon Tetra.
Pertama-tama, sebaiknya Anda menutupi bagian belakang aquarium dengan menempelkan kertas guna membuat aquarium tampak tidak terlelu terbuka bagi si ikan. Dalam hal ini Anda bisa memilih background dengan gambar atau bakground polos berwarna yang sebenarnya terlihat lebih modern. Background dengan warna biru tua menyala contohnya, akan sangat cocok saat dipadukan dengan lampu UV yang secara khusus didesain untuk aquarium, dengan sinar yang tiak terlalu silau. Detail lain yang juga perlu untuk Anda persiapkan adalah tempat untuk si ikan bersembunyi, seperti rumah-rumahan untuk aquarium. Untuk membuat aquarium terasa seperti habitat aslinya, Anda sebaiknya juga menambahkan tanaman air di dalamnya. Satu lagi hal penting yang tidak boleh Anda lupakan adalah sirkulasi air yang baik.
Jangan Menambahkan Ikan Lain Di Aquarium Yang Sama
Jika Anda pernah mendengar bahwa pemeliharaan ikan hias air tawar dengan jenis Neon Tetra semacam ini akan jauh lebih baik jika Anda juga menambahkan beberapa jenis ikan hias yang lain di akuarium yang sama. Pada kenyataannya, hal semacam itu sebaiknya jangan Anda lakukan. Memang benar bahwa ikan kecil yang satu ini memang suka hidup bergerombol, akan tetapi ini tidak berarti bahwa mereka juga bisa hidup berdampingan dengan mudah dengan ikan lain. Sebaliknya, hal itu hanya akan membahayakan si Neon. Karena hal tersebut, sebaiknya Anda tidak memelihara ikan yang satu ini di aquarium yang sama dengan ikan yang lainnya.

Memahami Tujuan Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Media Penyuluhan PerikananTujuan dalam programa penyuluhan perikanan adalah pernyataan pemecahan masalah atau pernyataan sesuatu yang ingin dicapai.  Tujuan sangat erat sekali dengan masalah. Suatu tujuan tidak mungkin dirumuskan apabila masalah tidak dirumuskan terlebih dahulu.
Memahami Tujuan Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Dari setiap masalah dapat ditetapkan satu atau lebih tujuan programa, dan dalam  perumusan tujuan harus mengandung empat hal yaitu :
a.    Sasaran,
b.    Perilaku,
c.    Inovasi/materi,
d.    Kondisi/situasi.

Contoh pernyataan tujuan dalam programa penyuluhan perikanan adalah sebagai berikut :

Masalah   
Rendahnya pengetahuan dan keterampilan 75 % pembudidaya ikan lele di Desa Cicapar dalam menggunakan pakan sesuai anjuran  

Tujuan
Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap 75% pembudidaya ikan dalam melakukan pemberian pakan sesuai anjuran

Si MANTAP, Ikan Mas Majalaya Tahan Penyakit

Ikan Mas Majalaya Tahan Penyakit
Media Penyuluhan PerikananIkan mas Majalaya MHC+ F2 terbukti tahan KHV dan Aeromonas hydrophila. Ikan ini dapat didistribusikan ke masyarakat guna mendorong produksi ikan mas nasional.

Ikan mas ( Cyprinus carpio) merupakan spesies ikan air tawar yang sudah lama dibudidayakan. Di Indonesia, dikenal beberapa strain ikan mas yang dibudidayakan, yakni Majalaya, Punten, Sinyonya, Domas, Merah/Ikan Mas Cangkringan, Kumpai dan sebagainya. Pembudidayaan ikan mas di Indonesia sempat mengalami penurunan akibat serangan penyakit, khususnya koi herpesvirus (KHV). Serangan penyakit tersebut makin menambah  rendahnya ketersediaan induk ikan mas yang ada di masyarakat, baik kualitas maupun kuantitas.

Upaya pemulihan kondisi ini terus dilakukan terutama oleh lembaga pemerintah. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pun turut terlibat aktif melalui upaya meningkatkan ketahanan tubuh induk dan benih ikan mas. Kini telah diperoleh ikan mas unggul Majalaya, yakni Ikan mas Majalaya MHC⁺ F2. Ikan ini telah diuji dengan menggunakan bakteri Aeromonas hydrophila dan KHV. Hasil uji tantang di laboratorium menggunakan bakteri Aeromonas hydrophila menunjukkan bahwa ikan Majalaya MHC⁺ F2 (74,44%) memiliki kelangsungan hidup sekitar 3,5 kali (252,6%) lebih tinggi daripada ikan kontrol (21,11%).

Sementara itu uji tantang terhadap KHV menunjukkan bahwa ikan Majalaya MHC⁺ F2 hidup 100%, sedangkan ikan kontrol hanya 8,33%. Ikan kontrol berasal dari masyarakat di daerah Cisaat, Sukabumi. Selanjutnya, daya tahan ikan mas F3 MHC⁺ terhadap infeksi Aeromonas hydrophila tetap tinggi, yakni sekitar 161,5% dibandingkan dengan ikan mas dari pembudidaya di Bogor.

Berdasarkan aspek teknologi, ikan mas tahan penyakit ini memberikan peluang kepada para pembudidaya untuk mendapatkan pilihan jenis ikan untuk dibudidayakan yang dikembangkan melalui teknologi seleksi berbasis marka.

Teknologi seleksi pada ikan mas ini dapat pula menjadi acuan untuk diaplikasikan pada spesies lainnya. Ditinjau dari aspek ekonomi; bahwa tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik, produksi ikan mas akan makin baik pula. Di samping itu, kerugian yang diakibatkan oleh serangan penyakit akan lebih kecil jika menggunakan produk ikan mas tahan penyakit.

Secara aspek sosial, pemuliaan dan produk pemuliaan yang dihasilkan berupa ikan mas tahan penyakit merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat pembudidaya dalam penyediaan ikan mas unggul. Tingkat kepastian produksi akan meningkat walaupun ada serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh KHV dan Aeromonas hydrophila. Berdasarkan aspek lingkungan, penggunaan ikan mas Majalaya tahan penyakit ini akan mengurangi penggunaan obat-obatan.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap ikan mas turunan Majalaya MHC+ F2, khususnya terhadap KHV dan Aeromonas hydrophila, maka, ikan ini dapat didistribusikan ke masyarakat guna mendorong peningkatan produksi ikan mas nasional. Strain ikan mas ini untuk selanjutnya diberi nama ikan mas MANTAP (Majalaya yang Tahan Penyakit).

Sumber : Ikan Mas Majalaya Tahan Penyakit. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.15 Th 3 Mei - Juni 2015

Memahami Masalah Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Media Penyuluhan PerikananMasalah dalam hal ini terkait dengan faktor-faktor yang dinilai dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan, atau faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara kondisi saat ini (aktual) dengan kondisi yang ingin dicapai (potensial). Faktor-faktor tersebut antara lain:
Memahami Masalah Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

  1. Faktor penyebab yang bersifat perilaku (masalah perilaku) yang menyangkut pengetahuan, keterampilan dan sikap yakni berkaitan dengan tingkat adopsi pelaku utama dan pelaku usaha terhadap penerapan suatu inovasi/teknologi baru;
  2. Faktor penyebab yang bersifat non perilaku (masalah non perilaku) menyangkut sarana dan prasarana pendukung usaha pelaku utama dan pelaku usaha.
Suatu wilayah kerja penyuluhan kelautan dan perikanan dikatakan mempunyai masalah apabila ada fakta yang belum memuaskan atau fakta tersebut belum sesuai dengan yang diinginkan.  Untuk mengetahui apa masalahnya, maka perlu dilakukan analisis atau dicari lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan keadaan tersebut menjadi tidak memuaskan.

Budidaya Ikan Gabus Kian Menjanjikan

Budidaya Ikan Gabus Kian Menjanjikan
Media Penyuluhan PerikananBudidaya ikan gabus bisa dilakukan secara sederhana. Menjanjikan banyak keuntungan. Ikan gabus atau dikenal dengan sebutan merupakan ikan asli perairan tawar Indonesia Snakehead yang banyak dijumpai di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Flores, Ambon, Maluku, dan Papua. Ikan yang di Kalimantan disebut “haruan” itu di habitat aslinya dapat mencapai 3 – 5 kilogram. Ikan ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dengan harga perkilogram Rp 30.000 - Rp 60.000. Harga ikan gabus asin bahkan dapat mencapai Rp 80.000 per kg. Kandungan protein ikan gabus adalah sekitar 25,2 gram/100 gram dagingnya. Ikan ini juga mengandung albumin 62,24 g/kg yang dipercaya bermanfaat untuk penyembuhan luka terutama pada pasien pasca operasi.

Tingginya permintaan ikan gabus mendorong masyarakat melakukan usaha budidaya melalui proses domestikasi. Kepala Balai Per ikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kali mantan Selatan, Ir. Endang Mudji utami,
mengatakan bahwa sejak tahun 2011 BPBAT Mandiangin telah berhasil melakukan proses domestikasi ikan gabus.

“Potensi ekonomi ikan gabus sebagai ikan budidaya tidak kalah oleh ikan lokal maupun ikan introduksi lain,” katanya. Selain domestikasi ikan gabus, BPBAT Mandiangin juga telah berhasil melakukan kegiatan domestikasi dan budidaya ikan spesifik lokal yang lain seperti ikan Papuyu (Anabas testudineus, Bloch), Belida (Chitala lopis), dan Kelabau (Osteochilus melanopleura, Bleeker).

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, BPBAT Mandiangin berupaya untuk menghasilkan teknologi budi daya ikan gabus yang sederhana dan aplikatif sehingga mudah diterapkan masyarakat. Ikan gabus mampu beradaptasi terhadap kualitas air yang “ekstrem” seperti pH air dan oksigen yang rendah (DO<4). Ikan gabus mampu mengambil nafas langsung dari udara bebas karena memiliki organ pernafasan tambahan berupa labirin.

Di Kalimantan, habitat asli ikan ini adalah perairan agak asam seperti sungai, rawa, dan lahan gambut. Karena itu, pengembangan budidaya ikan gabus juga dilakukan BPBAT Mandiangin pada lahan gambut dengan membangun salah satu instalasi budidaya ikan di lahan gambut, yaitu Instalasi Budidaya Ikan Lahan Gambut
(IBILAGA) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kini instalasi ini telah menjadi sentra pengembangan ikan gabus.

Budidaya ikan gabus yang sudah berhasil dikembangkan BPBAT Mandiangin meliputi teknologi pembenihan dan teknologi pem besarannya. Pembenihan gabus dimulai dari pematangan gonad, seleksi induk, pemijahan, pemeliharaan larva, dan pendederan. Induk ikan gabus sudah dapat dipijahkan mulai dari yang berukuran 200 – 300 gram. Untuk mendorong pematangan gonad induk gabus dilakukan pemberian pakan pelet apung dengan kadar protein 30 – 32%, lemak 5% dengan porsi 3% dari bobot biomassa perhari, sebanyak 2 kali sehari. Hasilnya, tingkat kematangan gonad induk berkisar antara 8,3% - 26,7%.


“Cara makan ikan gabus yang menyambar mangsanya membuat ikan gabus hanya tertarik dengan pakan yang berada di permukaan air. Dan dari hasil adaptasi pakan buatan yang telah dilakukan diketahui ikan gabus lebih responsif terhadap pelet apung ketimbang pelet tenggelam,” kata Tulus, seorang perekayasa BPBAT Mandiangin.

Pemijahan ikan gabus dapat dilakukan secara alami. Jumlah perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1. Wadah pemijahan berupa bak terpal berukuran 4 x 2 m. Induk jantan dan betina dicampur dalam satu bak terpal. Induk jantan dan betina bisa juga diberi rangsangan hormon ovaprim untuk mempercepat terjadinya pemijahan dengan cara disuntik satu kali pada bagian punggung dengan dosis 0,5 ml/kg berat induk. Induk ikan gabus dapat memijah sebanyak 2 – 3 kali dalam satu siklus pemijahannya dengan jumlah telur berkisar antara 3.000 – 5.000 tergantung dari berat induk. Telur ikan gabus bersifat mengapung di permukaan air. Telur ini akan menetas setelah 24 – 38 jam. Karena sifat induk ikan gabus yang menjaga dan mengasuh anaknya, maka larva ikan gabus dipelihara bersama dengan kedua induknya selama ± 1 bulan sampai mencapai ukuran panjang 2 – 3 cm. Pemberian pakan buatan untuk larva ikan berupa pelet tepung protein 40% diberikan mulai umur 7 hari setelah menetas.

Setelah itu, larva ikan dipelihara dalam happa selama 1 bulan sampai mencapai 3 – 5 cm. Pakan benih selama pendederan berupa pelet apung ukuran PL 1 protein 40% sebanyak 3 – 5% dengan frekuensi pemberian sebanyak 2 kali sehari. Selama pendederan dilakukan seleksi ukuran benih/grading setiap minggu sekali untuk memisahkan ukuran benih mulai dari ukuran kecil, sedang, besar, atau ukuran S, M, L. Ukuran benih yang seragam berguna untuk mencegah kanibalisme pada benih ikan gabus dan mengurangi persaingan pakan yang diberikan sehingga diharapkan pertumbuhan benih ikan akan lebih baik dan seragam. Pemeliharaan benih dilakukan selama 7 bulan yang akan mencapai ukuran 200 gram perekor.

Erisman, seorang pembudidaya ikan gabus dari Basarang Kapuas Kalimantan Tengah, mengatakan bahwa dari benih 2.000 ekor selama 11 bulan pemeliharaan diperoleh gabus konsumsi sebanyak 700 kg. ”Dengan modal Rp 14 juta mendapat untung Rp 8 juta,” kata dia. Keberhasilan budidaya ikan gabus memberikan harapan untuk pendapatan masyarakat, sekaligus untuk pelestarian sumberdaya perikanan tawar asli perairan Indonesia.

Sumber : Gabus Kian Menjanjikan. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.8 Th 2 - Maret - April 2014

Memahami Keadaan Wilayah Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Media Penyuluhan PerikananKeadaan wilayah adalah fakta-fakta yang ditunjukan oleh data yang ada pada saat akan disusunnya suatu programa. Fakta-fakta  yang mencirikan suatu keadaan digolongkan menjadi dua (2) golongan yaitu :
  1. Fakta-fakta yang menunjukkan tentang keadaan yang nyata ada pada saat itu. Data nyata yang diperoleh tersebut disebut data aktual. Contoh data aktual seperti : produksi ikan lele dumbo ukuran 8 ekor/kg di Desa Cicapar tahun  2013/2014 pada kolam seluas 100 m² dihasilkan rata-rata 500 kg.
  2. Fakta-fakta yang menunjukkan tentang keadaan yang mungkin bisa dicapai, data yang bisa dicapai tersebut disebut data potensial. Contoh data potensial seperti : hasil demontrasi Kolam (dempond) pembesaran  ikan lele dumbo  di Desa Cicapar tahun  2014 pada kolam seluas 100m² rata-rata mencapai  750 kg dengan ukuran 8 ekor/kg.
Memahami Keadaan Wilayah Dalam Programa Penyuluhan Perikanan

Keadaan wilayah dapat juga diartikan sebagai gambaran mengenai potensi, dan lingkungan usaha kelautan dan perikanan, serta perilaku dan kebutuhan pelaku utama dalam menjalankan usahanya yang berorientasi bisnis kelautan dan perikanan disuatu wilayah. Adapun penjelasannya sebagai berikut :
  1. Potensi usaha kelautan dan perikanan adalah peluang usaha pelaku utama, baik usaha hulu maupun sampai usaha hilir yang prospektif untuk dikembangkan sesuai dengan peluang pasar, kondisi biofisik dan ekosistem kelautan dan perikanan setempat. Sumberdaya dan teknologi yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama beserta keluarganya.
  2. Produktivitas usaha kelautan dan perikanan adalah gambaran kemampuan hasil usaha per satuan unit usaha perikanan yang telah dicapai maupun potensi hasil usaha yang dapat dikembangkan oleh pelaku utama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama beserta keluarganya.
  3. Lingkungan usaha kelautan dan perikanan adalah kondisi ketersediaan sarana dan prasarana usaha budidaya perikanan, penangkapan, pengolahan, distribusi, dan pemasaran serta kebijakan yang mempengaruhi usaha pelaku utama.
Perilaku dan kebutuhan pelaku utama dalam menjalankan usahanya adalah keadaan sosial, kultur, ekonomi yang mencangkup tingkat pendidikan, usia rata-rata, penyerapan tenaga kerja kelautan dan perikanan, status usaha, dan kepemilikan.

Berkaitan dengan data aktual dan data potensial, apabila dalam perumusan keadaan data aktual berbeda dengan data potensial, maka adanya perbedaan tersebut menyebabkan data aktual menjadi keadaan yang tidak memuaskan.  Keadaan yang tidak memuaskan demikian akan menjadi pangkal terjadinya ”masalah”.

Pulau Pasu Salah Satu Spot Menyelam Favorit di Kepulauan Anambas

Pulau Pasu Salah Satu Spot Menyelam Favorit di Kepulauan Anambas
Media Penyuluhan PerikananPerjalanan ke Pulau Pasung bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dari spot diving pertama yaitu Pulau Tokong Berlayar. Pulau Pasung merupakan salah satu gosong dari jejeran gosong dari Pulau Penjalin yang memiliki pantai dengan pasir putih yang masih bagus.

Sepertimjuga di Tokong Berlayar, di sini juga arus permukaan cukup kuat. Kondisi karang di sini lebih bagus dan lebih rapat dibandingkan dengan kondisi karang di Pulau Tokong Berlayar. Beberapa jenis karang yang dapat dilihat adalahAcropora sp., Pocillipora dan beberapa dari kelompok Montipora Montipora yang memiliki bentuk pertumbuhan foliose. Secara umum bentuk pertumbuhan yang mendominasi di daerah ini adalah sub massive dan tabulate yang terlihat dengan ukuran cukup besar. Sedangkan beberapa jenis ikan yang terlihat yaitu seperti ikanBumpheaded parrotfish (Bolbornetopon muricatum) yang terlihat membentuk kelompok sekitar 5-7 ekor. Ikan ini merupakan kelompok ikan pemakan karang sehingga sering terlihat di ekosistem terumbu karang. Ikan parrotfish yang lain juga tampaik terlihat sedang asyik memakan karang. Bintang laut (Linckia sp.) juga tampak terlihat memperindah pemandangan bawah laut.

Selesai menyelam di Pulau Pasu, sempatkan diri untuk beristirahat di tepian pantai pulau Penjalin yang terletak tidak jauh dari spot diving pulau Pasu. Disini bisa dinikmati pemandangan indah berupa hamparan pasir putih dan batubatu besar yang eksotik di sekitar pantai. Selain itu kita dapat bersnorkling menikmati terumbu karang dari permukaan.

Selama snorkling bisa melihat karang-karang dengan bentuk pertumbuhan massive (otak) yang cukup besar dan beberapa jenis ikan karang seperti parrot fish. Karang dengan bentuk pertumbuhan massive cukup umum di temukan di peraiaran dangkal karena lebih tahan dengan terjangan ombak dibandingkan dengan bentuk pertumbuhan yang lain.

Sumber : Pesona Selam Kepualaun Anambas. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Penyakit Parastier Yang Menyerang Ikan Gurame

Media Penyuluhan PerikananGangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin.

Penyakit parasiter diakibatkan parasit. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh, insang, maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan.
Penyakit Parastier Yang Menyerang Ikan Gurame

Ciri-Ciri Gurame yang Terkena Parasiter


a.    Penyakit pada kulit :

Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.

b.    Penyakit pada insang :

Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

c.    Penyakit pada organ dalam :

Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

Parasit yang Sering Menyerang Gurame



Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurame adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit, berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. Parasit lainnya adalah Aeromonas hdyrophyla, Pseudomonas, dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil.

Penangangan Penyakit Parasiter


Untuk penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan :
  1. Mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.
  2. Pembudidaya ikan di daerah Banyumas menggunakan daun lambesan (Chromolaena odorata) sebagai antibiotik. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. Daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Penggunaan daun ini adalah 1 kali untuk 1 masa tanam.

Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dianjurkan mengingat dampaknya yang tidak baik. Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaiknya tidak diberikan apabila ikan yang hendak diekspor.

Cara Memperoleh Induk dan Benih Gurame yang Unggul

Media Penyuluhan Perikanan -   Untuk memperoleh induk unggul, sebaiknya dilakukan seleksi berdasarkan standar yang telah dibakukan. Ada tiga cara yang umum dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk mendapatkan induk yang baik dan unggul sehingga dapat menghasilkan benih yang unggul pula. Ketiga cara tersebut adalah seleksi massal, seleksi individu dan seleksi ilmiah.
Cara Memperoleh Induk dan Benih Gurame yang Unggul

Ketiga cara tesebut tentu saja memiliki kelebihan maupun kekurangan. Berikut ini adalah ketiga cara memperoleh induk dan benih unggul :

a.    Seleksi Massal

Salah satu cara yang paling sederhana dan murah adalah dengan seleksi missal. Seleksi ini merupakan hasil pemijahan berbagai jenis induk ikan yang dimiliki.

Selanjutnya dipilih benih hasil pemijahan yang mempunyai keunggulan fisik seperti pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan benih lainnya, warna yang sesuai dengan induknya, tubuh tidak cacat dan mempunyai sifat-sifat unggul dari induknya.

b.    Seleksi Individu

Cara lain untuk memperoleh induk unggul adalah dengan seleksi individu, yaitu seleksi yang dilakukan secara individu atau ekor per ekor. Benih yang digunakan dipilih dari berbagai induk atau daerah. Selanjutnya dipilih benih yang terbaik, yaitu yang mempunyai karakteristik sesuai dengan standar yang telah dibakukan, seperti tidak cacat fisik dan mempunyai sifat-sifat unggul yang diturunkan oleh induknya. Benih yang dihasilkan memiliki kriteria kuantitatif sesuai dengan tahap pemeliharaannya, yaitu p-I, P-II, P-III, P-IV dan P-V. untuk lebih jelasnya syarat benih yang dapat dijadikan calon induk dan diharapkan mempunyai keunggulan dibanding induk yang belum jelas asal keturunannya. Berikut ini adalah kriteria tersebut:

  1. Larva : umur 10-12 hari, panjang total 0,75-1 cm, bobot minimal 0,03 gr, keseragaman ukuran > 80%
  2. Benih P-I : umur 40 hari, panjang total 1-2 cm, bobot minimal 0,2 gr, keseragaman ukuran > 80%
  3. Benih P-II : umur 80 hari, panjang total 2-4 cm, bobot minimal 0,5 gr, keseragaman ukuran > 80%
  4. Benih P-III : umur 120 hari, panjang total 4-6 cm, bobot minimal 1,0 gr, keseragaman ukuran > 80%
  5. Benih P-IV : umur 160 hari, panjang total 6-8 cm, bobot minimal 3,5 gr, keseragaman ukuran > 80%
  6. Benih P-V : umur 200 hari, panjang total 8-11 cm, bobot minimal 7,0 gr, keseragaman ukuran > 80%

c.    Seleksi Alamiah

Seleksi alamiah terjadi secara kebetulan, yaitu benih yang dijadikan induk diperoleh dari induk-induk yang tidak jelas, tetapi mempunyai keunggulan sesuai standar baku, baik dari segi pertumbuhan maupun kriteria lainnya.

Benih semacam ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada kolam pemeliharaan. Umurnya tidak jelas, tetapi kualitas keturunan yang dihasilkan sangat baik. Baiknya kualitas dimungkinkan karena adanya perawatan yang lebih baik oleh induknya.

Pada umumnya benih dari hasil seleksi alamiah sangat sedikit jumlahnya, tetapi kualitasnya baik sehingga sangat memungkinkan untuk dijadikan sebagai induk.

Tips Agar Gurame Tidak Berbau Lumpur

Media Penyuluhan PerikananIkan gurame memang hidup di air yang banyak mengandung Lumpur. Banyak orang yang mengira bahwa bau lumpur pada ikan gurame disebabkan karena ikan gurame hidup pada lingkungan yang berlumpur. Sebenarnya, timbulnya bau lumpur pada ikan gurami hasil pemeliharaan di kolam stagnan disebabkan oleh senyawa geosmin yang dihasilkan oleh melimpahnya (blooming) fitoplankton (alga hijau-biru) di perairan.

Jika tidak ditangani dengan baik, bau lumpur ini akan menjadi salah satu penyebab orang kurang mengkonsumsi ikan. Karena bau lumpur masih terasa pada masakan ikan, padahal sebagian besar orang tidak menyukai bau lumpur pada olahan masakan ikan.

Tips Agar Gurame Tidak Berbau Lumpur


Pencegahan bau lumpur di kolam

Pencegahan bau lumpur di kolam ini perlu dilakukan melalui cara yang tepat yaitu dengan mengendalikan kelimpahan plankton. Plankton penyebab bau lumpur di kolam ini pada umumnya adalah fitoplankton alga hijau-biru jenis Coelasphaerium dan Oscilatoria.

Pencegahan ini bertujuan agar gurame tidak berbau lumpur dan sekaligus mengendalikan plankton penyebab bau lumpur. Pencegahan dapat dilakukan secara kimia yaitu  dengan menggunakan tembaga oksida dan pupuk urea dan secara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air.

Pengendalian plankton penyebab bau lumpur ini lebih baik dilakukan dengan cara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air Salvinia natans. Tanaman air ini hanya disebarkan di kolam dan selalu dikontrol kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman air Salvinia natans efektif mencegah kelimpahan fitoplankton alga hijau-biru yang komposisinya didominasi oleh Coelasphaerium dan Oscilatoria.

Dengan penggunaan tanaman air Salvinia natans, kelimpahan plankton nyata lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan tembaga oksida dan pupuk urea.

Penanganan bau lumpur pada saat panen ikan

Penanganan bau lumpur pada saat panen ikan ini sudah dilakukan oleh pembudidaya gurame di daerah Beji Banyumas. Ikan gurame yang berbau lumpur dikarantina dalam kolam khusus dan hanya diberi pakan berupa daun sente selama kurang lebih 7 hari. Setelah itu bau lumpur yang ada akan hilang. Hal ini dikarenakan kotoran pada insang dan lendir yang mengandung kotoran pada seluruh tubuh ikan akan hilang. Sehingga cita rasa lumpur pada ikan akan hilang.

Bau lumpur pada ikan gurami dapat dihilangkan dengan perlakuan berupa pemberokkan ikan gurami pada air yang bersalinitas 8 sampai dengan 12 ppt selama 7 hari. Pemberokan ikan gurami ini mengakibatkan perubahan yang terjadi pada kulit yang semula mengkilat menjadi terlihat lebih kusam, dan tesktur semula lembek (banyak mengandung air dan mudah pemisahaan dagingnya) menjadi kenyal (struktur daging kompak, kering dan tidak mudah terjadi pemisahan).

Penanganan dengan pemberokan selama 7 hari, selain menghilangkan bau lumpur pada gurame juga  menjadikan daging ikan terasa lebih gurih, struktur daging lebih kompak dan kering.