Profil Usaha dan Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Mutiara



Media Penyuluhan Perikanan - Usaha budidaya mutiara ini dapat dikembangkan di daerah yang memiliki potensi perairan laut tenang dan luas. Karakteristik daerah di Indonesia sangat mendukung pengembangan usaha budidaya mutiara ini, seperti di Nusa Tenggara Barat, Halmahera, Lampung, Maluku Utara, dan Maluku bagian Tenggara, Sulawesi Tenggara. Untuk Nusa Tenggara Barat dan daerah sekitarnya, ada beberapa perusahaan budidaya mutiara maupun pembesaran spat, diantaranya :

Diantara perusahaan budidaya biasanya menjalin kemitraan dalam bentuk kerjasama pemasaran spat. Biasanya dari jumlah spat yang dimiliki, tidak semuanya dioperasi karena masing-masing perusahaan memiliki
keterbatasan sarana pembudidayaan sehingga spat tersebut harus dijual kepada perusahaan lain. Begitupula sebaliknya, perusahaan yang membutuhkan spat untuk dipelihara dan dibudidayakan akan membeli dari
perusahaan lain yang terdekat karena dalam kondisi saat ini, mencari induk tiram dari penyelaman tidak dimungkinkan lagi. Selain jumlah tiram di laut bebas semakin berkurang, ukurannya pun biasanya tidak seragam.

Mutiara yang berkualitas baik di pasaran internasional juga datang dari Sri Lanka, Australia, Jepang, Mexico, Panama, Venezuela dan Tahiti. Mutiara ini dari perairan tawar didapatkan dari sungai Missisippi dan anak-anak sungainya, juga dari Skotlandia dan China. Dalam perdagangan mutiara terdapat beberapa merek dagang, diantaranya adalah berikut ini :


Profil Usaha dan Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Mutiara
Hal yang terpenting dalam usaha budidaya mutiara adalah ketepatan dalam pemilihan lokasi. Lokasi budidaya kerang mutiara hendaknya berada di perairan atau pantai yang memiliki arus tenang dan terlindung dari pengaruh angin musim. Selain itu, kualitas air disekitar budidaya kerang mutiara harus terbebas dari polusi atau pencemaran serta jauh dari perumahan penduduk, karena polusi dan pencemaran dapat mengakibatkan kegagalan usaha.


Lokasi yang sesuai adalah berupa teluk dan pulau-pulau kecil yang tenang. Dasar perairan yang memiliki karang atau berpasir merupakan lokasi yang baik untuk melakukan budidaya kerang. Kondisi suhu yang baik untuk kerang adalah berkisar antara 25 - 30 derajat C dan suhu air berkisar antara 27 - 31 derajat C. Perubahan kondisi suhu yang drastis dapat mengakibatkan kematian spat karena suhu air menentukan pola metabolisme.

Pola Pembiayaan
Untuk memulai usaha budidaya kerang mutiara memang dibutuhkan investasi yang relatif besar, paling tidak 750 juta rupiah - 1 miliar rupiah untuk 10.000 jumlah tiram yang dibudidayakan. Ada beberapa alasan bank
kurang berminat untuk menyalurkan kredit untuk budidaya tiram mutiara, diantaranya adalah :
  1. Bank belum mengetahui secara detail profil usaha budidaya mutiara
  2. Bank belum memiliki tenaga yang berpengalaman dan ahli untuk bidang budidaya mutiara.
  3. Bank beranggapan bahwa budidaya tiram mutiara ini memiliki risiko kegagalan yang tinggi.
  4. Kurangnya perhatian pemerintah untuk pengembangan usaha budidaya mutiara, misalnya dalam bentuk bantuan teknis.
Bila sampai saat ini ada bank yang menyalurkan kredit untuk usaha budidaya mutiara, biasanya bank mensyaratkan adanya bisnis sampingan (sidebusiness) dari debitur yang mengajukan kredit untuk budidaya mutiara sehingga apabila budidaya mutiara ini mengalami kegagalan, maka bisnis lain tersebut dapat dijadikan sebagai pengganti sehingga tidak terjadi kemacetan kredit.

Bank memberikan kredit untuk perusahaan (misalnya PT), dan tidak untuk kelompok, apalagi secara individu. Kredit yang diberikan oleh bank biasanya digunakan untuk investasi sebesar 70 persen dan untuk modal kerja sebesar 30 persen. Selain itu biasanya bank tidak mensyaratkan adanya bantuan teknis yang berkaitan dengan usaha budidaya mutiara dari dinas terkait, misalnya Dinas Perikanan dan Kelautan.

Dalam memberikan kreditnya, bank biasanya menilai beberapa aspek yang dinilai penting dalam analisis aspek kelayakan usaha. Aspek tersebut diantaranya adalah :



Sumber :
Anonymous. POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) BUDIDAYA MUTIARA. Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. Bank Indonesia. Jakarta

Comments