Mangrove atau Budidaya ?



Media Penyuluhan Perikanan - Aturlah pemotongan mangrove untuk aktivitas budidaya ! Mangrove dan akuakultur dapat berdampingan. Bahkan kegiatan budidaya perikanan dapat dilakukan di area mangrove. Dan mangrove itu sendiri dapat berkembang dengan baik di daerah yang terkena limbah proses produksi budidaya dibandingkan dengan mangrove yang tidak terkena limbah tersebut. Mangrove juga dapat menghilangkan level nitrogen dan limbah padat dari limbah udang di tambak.

Apa Yang Harus Dilakukan ?
  • Mempertahankan mangrove pada luasan sekitar 1,4 – 1,6 ha untuk memproses limbah dari 1 ha lahan tambak intensif atau semi intensif. Jangan gunakan antibiotic dan bahan kimia atau biologi lainnya yang dapat merusak mangrove
  • Tahan limbah tambak udang selama 6 jam atau lebih di lahan basah mangrove untuk mengurangi kadar nitrogen sebelum limbah itu dibuang ke sungai
  • Panen mangrove secara parsial (seperti batang Avicennia, Sonneratia dan non-Rhizophoraceae lainnya) atau pohon secara utuh (untuk Rhizophorea, Ceriops dan jenis Rhizophoraceae lainnya) dan menanamnya kembali dengan benih yang baru. Untuk tambak yang berdekatan dengan saluran air (saluran, sungai, atau pantai) area treatment mangrove dapat disediakan greenbelt sekitar 20 – 50 meter yang diatur melalui hokum (peraturan atau undang-undang)

Air limbah dari tambak udang yang menerapkan good management practices tidak memiliki efek negative terhadap mangrove.


GOOD MANAGEMENT PRACTICES

Ilustrasi konsep tambak udang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi fisik dan biologis yang terintegrasi sebagai sistem pengolahan limbah dengan air yang diolah diresirkulasi melalui reservoir.

Sumber : 
Anonymous, 2007. InfoTips on mangrove-friendly shrimp farming, Southeast Asian Fisheries Development
Center (SEAFDEC), Aquaculture Development. Philipines

Comments