Mengenal Ikan Batak (Terancam Punah)



Media Penyuluhan Perikanan - Bentuk tubuh spesies ini seperti layaknya anggota suku Cyprinidae lainnya, misalnya yang paling dikenal masyarakat umum, seperti ikan mas (Cyprinus carpio), ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Nilem (Ostechilus vittatus). Jenis ini dikenal dengan istilah ikan Batak; pemanfaatannya sebagai ikan konsumsi yang banyak dicari dengan harga yang relatif mahal. Ikan konsumsi ini secara adat dijadikan status sosial oleh etnis Batak. Penampilan morfologi luar sepintas ikan ini mirip ikan Tor sp. atau ikan semah, soro, ikan dewa atau kancra, bedanya ikan batak ini bibir di rahang bawahnya tidak mempunyai tonjolan berdaging.

Klasifikasi:
Sistematika pada ikan ini masih perlu diteliti lebih lanjut, namun spesies ini telah diberi deskripsi secara tentatif dan diakui secara sah.
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Teleostei (Pisces)
  3. Bangsa : Cypriniformes
  4. Suku : Cyprinidae
  5. Marga : Neolissochilus
  6. Spesies : Neolissochilus thienemanni (Ahl, 1933)
Morfologi.
Lebar badan 4 kali lebih pendek dari pada panjang standar; 10 sisik didepan sirip punggung; 10 baris pori-pori yang tidak teratur (masing-masingmemiliki tubus yang keras) pada masing-masing sisi moncong dibawah mata; alur dari bagian belakang sampai ke bibir bawah terputus dibagian tengah.

Habitat dan penyebaran di Indonesia
Habitat berupa Danau dan Sungai. Penyebarannya adalah Danau Toba, Sumatra, Indonesia

Status :
Belum dilindungi Undang-undang-RI; IUCN Red List Status: Critically Endangered (CR)

Ancaman:
Penggundulan hutan dan eksploitasi yang berlebihan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan terutama menggunakan dinamit dan racun; Lingkungan disekitar habitatnya banyak dialih fungsikan yang tentu berpengarus terhadap kualitas perairan danau Toba sebagai habitat ikan ini.
Disamping itu, penebaran ikan Mujair (Oreochromis spp) bertahun lalu merupakan kompetitor baik pakan maupun ruang bagi ikan ini. Beberapa tahun lalu ditebar pula ikan Bilih Singkarak, Mystacoleucus padangensis di D. Toba, yang menambah kompetitor ikan Batak.

Saran:
Segera ditetapkan status perlindungannya baik habitat maupun spesies tersebut, mengingat sebarannya terbatas dan adanya keterancaman. Kemudian diaharapkan adanya upaya rehabilitasi habitat dan lingkungannya, mengingat spesies ini endemik pulau Sumatra, khususnya hanya ada di danau Toba dan sekitarnya.

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Comments