Akses Pembiayaan Usaha Garam Rakyat Melalui KKMB

Media Penyuluhan Perikanan -













Sumber : Sri Bawono, 2014

Garam Beryodium Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Media Penyuluhan Perikanan - Kita semua tentu sering mendengar garam beryodium, bahkan banyak kampanye yang dilakukan pemerintah mengenai pentingnya konsumsi garam beryodium. Bahkan pemerintah kita sampai memproteksi kepentingan pentingnya garam beryodium dengan dikeluarkannya beragam peraturan perundangan, paling tidak ada 3 undang-undang, 1 peraturan pemerintah, dan 1 peraturan menteri.

Lalu untuk apa itu semua ?

Jika kita menilik lebih dalam tentang maksud pemerintah tersebut, tentu kita akan menemukan fakta bahwa sebenarnya itu semua demi kepentingan kualitas SDM Indonesia. Karena ternyata kekurangan yodium akan menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan yang serius.

Apakah gondok ?

Ya, salah satunya adalah gondok. Namun bukan itu saja, perlu diketahui bahwa Yodium yang cukup sangat diperlukan oleh bayi bahkan mulai dari dalam kandungan. Yodium ini berguna untuk membuat hormon kelenjar Thyroid yang berguna bagi pertumbuhan otak dan syaraf. Jadi ketika asupan yodium pada bayi kurang akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan syaraf dan otak, sehingga mengakibatkan cebol dan idiot, dan tidak main-main kemunduran IQ yang terjadi bisa mencapai 13,5 point.

Rendahnya IQ mengakibatkan rendahnya daya nalar seseorang, sehingga mungkin saja manusia Indonesia yang cenderung mengesampingkan nalar dalam menghadapi persoalan dewasa ini akibat dari kurangnya asupan yodium ketika mereka masih kecil ? sehingga mereka cenderung mengedepankan kekerasan dalam menghadapi masalah yang ditemukan (mungkin saja).


Berdasarkan dari Micronutrient Initiative Indonesia, dapat diketahui bahwa saat ini 1  dari  3 Ibu hamil di Indonesia tidak terlindung dari  GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) bahkan 1 dari 3 bayi yg lahir di Indonesia saat ini berisiko GAKI dengan Risiko paling besar, yg banyak diderita masyarakat  yang  tidak mengkonsumsi garam beryodium adalah “Kemunduran Kemampuan Intelektual” 13,5 poin.


Relakah kita melihat masa depan generasi Indonesia yang semakin menurun kualitasnya ? Mari kita produksi garam Indonesia yang berkualitas dan beryodium !

Sumber : Micronutrient Initiative Indonesia, 2014

Teripang Si Kenyal Yang Berkhasiat

Media Penyuluhan Perikanan - Teripang (gamat, timun laut, sea cucumber) adalah hewan laut bertubuh lunak berfillum Echinodermata, kelas Holothuroidae. Beberapa jenis berbentuk silindris memanjang seperti mentimun, sehingga disebut mentimun laut atau sea cucumber. Selain sebagai bahan pangan yang lezat, ternyata teripang terbukti dapat menyembuhkan penyakit. Di China, pemanfaatan teripang sebagai obat dan tonik penguat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Sementara itu di Pulau Lengkawi (sebuah pulau kecil di Semenanjung Malaysia), teripang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai antiseptik tradisional dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, pada saat itu teknologi yang digunakan masih sederhana yaitu dengan cara air teripang diminumkan kepada wanita setelah melahirkan untuk menghentikan pendarahan dan mempercepat proses penyembuhan luka khitan pada anak laki-laki.

Kandungan dan Manfaat Teripang

Hasil studi di China mengungkapkan bahwa sea cucumber mengandung saponin glycosides. Komponen ini mempunyai struktur yang serupa dengan komponen gingseng aktif, ganoderma, dan tumbuh-tumbuhan bahan tonik terkenal. Studi ini menunjukkan adanya kandungan anti kanker pada saponin dan polisakarida yang terkandung di dalam teripang. Selain itu, studi modern ini membuktikan bahwa teripang dapat digunakan sebagai suatu tonik dan suplemen gizi. Teripang bermanfaat untuk berbagai jenis penyakit yang berbahaya seperti stroke, asma, jantung koroner, hepatitis, tumor, dll.

Teripang bermanfaat sebagai obat dikarenakan kandungannya yang komplek. Menurut dr. Pieter A. W. Pattinama, dari RS PGI Cikini Jakarta, teripang dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena dalam waktu yang singkat mampu menumbuhkan sel-sel yang hilang/rusak, kaya akan nutrisi dan senyawa aktif terbanyak berupa antioksidan, baik untuk perbaikan sel tubuh manusia.

Hasil penelitian Prof. Dr. Ridzwan Hashim dari Malaysia, teripang mengandung 86,8% protein, kolagen 80%, mineral, mukopolisakarida, glucasaninoglycans (GAGs), antiseptik alamiah, chondritin, omega – 3, 6 dan 9 serta asam amino. Protein teripang mudah diuraikan oleh enzim pepsin dan bermanfaat untuk regenerasi sel; kolagen sebagai pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan kulit; kondritin sulfat memulihkan penyakit-penyakit sendi dan membangun kembali tulang rawan; omega 3 menghambat proses penuaan, menurunkan kolesterol jahat LDL dan VLDL dalam tubuh sehingga mengurangi resiko penyakit jantung.

Penelitian medis menyimpulkan, teripang dapat menjadi agen anti tumor dan sebagai obat Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hasil tes laboratorium dengan menggunakan sel limfoid menunjukkan, teripang mengandung gula bernama lektin yang bersifat mitogenik dan antimikroba yang efektif melawan kanker otot pada tikus serta kanker paru-paru manusia dengan dosis 5 dan 50 mikrogram. Lektin berefek terapi bagi HIV karena mampu menggumpalkan sel jahat serta berperan sebagai indikator adanya tumor.

Teripang memiliki gas beracun bagi ikan bernama holotrin, tetapi hanya berakibat iritasi bagi mata dan kulit manusia. Karena ampuh untuk membunuh ikan, racun teripang kini dikembangkan sebagai obat antiseptik alami untuk melawan kanker dan infeksi. Saat ini sudah beredar produk ekstrak teripang Stichopus hermanii yang lebih dikenal dengan nama teripang emas yang diolah menjadi produk suplemen berupa jeli maupun kapsul, sampo, krim dan gel, pasta gigi, krim badan, serta minyak urut. Ke depan, pemanfaatan teripang akan semakin berkembang.

Antiangiogenesis, Anti tumor dan Memperbaiki Tulang

Keampuhan teripang mengusir tumor telah dibuktikan Tong Y, dkk, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, China. Tong mengisolasi saponin sulfat dari teripang Pentancta quadrangulari yang disebut philinopside A. Dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter philinopside A pada aorta tikus, pembentukan pembuluh darah mikro baru (angiogenesis) pada sel tumor dapat dicegah. Akibatnya, sel tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang dan akhirnya mati. Hasil itu membuktikan bahwa philinopside A pada teripang berpotensi sebagai antitumor.

Di Rusia, Popov AM, periset Pacific Institute of Bioorganic Chemistry, Far East Division of the Russian Academy of Sciences, Vladivostok, Rusia, juga meneliti khasiat teripang untuk mengatasi tumor. Ia membandingkan efek sitotoksik antara teripang dan ginseng. Pada pemberian 5-20 mikrogram ginsenosida-karbohidrat dari ginseng, tidak memberikan efek sitotoksik yang signifikan. Sedangkan glikosida dari teripang seperti echinosida A dan B, holothurin A dan B, holotoxin A1, dan curcumariosida G1, mempunyai aktivitas sitotoksik signifikan. Hal itu mengukuhkan khasiat teripang yang berpotensi sebagai antitumor dan antikanker. Dr Mittchell Kurk, direktur medis Biomedical Revitalization Center of Lawrence, New York, menunjukkan teripang meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang atau linu sendi dan tulang kaku. Teripang memiliki komponen kondroprotektif yang memperbaiki tulang muda dengan cara merangsang metabolisme anabolis kondrosit serta menghambat reaksi katabolisme saat peradangan atau nyeri.

Pasokan teripang saat ini hanya dipenuhi dari hasil tangkapan di laut dan populasinya diperkirakan semakin menurun, sehingga hal ini menjadi tantangan bagi para ilmuwan dan peneliti.

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Mengenal Taman Wisata Perairan Pulau Pieh

Media Penyuluhan Perikanan -  Salah satu dari 185 pulau-pulau kecil yang masuk dalam daerah administrattif Kabupaten Padang Pariaman adalah Pulau Pieh. Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya mempunyai potensi bahari dan biota laut yang perlu dilindungi dan dapat dikembangkan untuk pemanfaatan wisata bahari. Potensi yang dimiliki Pulau Pieh antara lain hamparan terumbu karang, topografi bawah laut
yang unik, ikan karang, penyu, mangrove, biota lainnya pantai pasir putih dan air laut yang jernih.

Keunikan lainnya dari Pulau Pieh yaitu daerah daratan di tengah pulau yang berupa lahan rawa yang langsung berhubungan dengan laut, dimana ketinggian air yang terdapat di rawa-rawa ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Daerah ini dapat dikembangkan sebagai aquarium alam yang sangat menarik bagi wisatawan. Berdasarkan kondisi di atas Kawasan Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan dan perkebunan RI sebagai Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) berdasarkan Surat Keputusan No. 070/Kpts-II/2000 tanggal 28 Maret 2000 dengan luas kawasan 39.900 hektar. Penentuan status TWAL tersebut berdasarkan kriteria penentuan kawasan konservasi laut yang memiliki keanekaragaman biota laut dan lingkungan yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata.

Saat ini Pengelolaan Pulau Pieh dan perairan sekitarnya telah diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan berita acara serah terima no: BA.01/menhut-IV/2009 dan No BA. 108/MEN.KP/III/2009 pada tanggal 4 maret 2009 dengan nama Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan Laut di sekitarnya (TWP Pulau Pieh).

Kawasan konservasi perairan dengan fungsi Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan Laut di sekitarnya, terdiri dari beberapa pulau, yaitu pulau Bando, Pulau Pieh, Pulau Air, Pulau Toran dan Pulau Pandan. Kawasan ini memiliki luas 39.900 Ha dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP. 70/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Pieh dan laut di sekitarnya di provinsi Sumatera Barat. Pulau Pieh dan laut disekitarnya ditetapkan sebagai Taman Wisata Perairan (TWP).

Pulau Pieh merupakan pulau sedimentasi yang ditengahnya di dominasi oleh lumpur, pecahan batu yang tipis dan tanah liat bercampur kapur yang masih berusia relative muda. Tanah pulau ini cukup subur namun tanahnya peka terhadap erosi. Tipe tanah tergolong rezinea dan carnbiosols dengan tekstur tanah baik (FAO-UNESCO, 1979) hal ini menunjukkan kandungan haranya lebih miskin dibandingkan dengan tanah hujan tropis pada umumnya (WWF 1980).

Di Pulau Pieh flora dominan adalah kelapa dan Nipah (Nypa frutican). Pada Pulau Pieh tumbuhan ini merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis burung dan satwa daratan lainnya. Beberapa jenis burung yang
terdapat di Pulau Pieh antara lain, Elang Laut (Haliarctus leucogaster), Dara laut (Sterna sp.), Pucung (Roko-roko), Barabah, Barau-barau (Cucak rawa) dan Burung Raou. Reptil yang dijumpai di Pulau Pieh antara lain Biawak (Varanus sp.), Penyu hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Erecmochelys imbricata).

Terumbu Karang
Terumbu Karang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi. Fungsi ekologisnya antara lain sebagai tempat pemijahan, pembesaran, tempat mencari makan, terumbu karang juga dipandang penting karena produk yang dihasilkan seperti ikan karang, ikan hias, udang, alga dan bahan-bahan bio-aktif.

Berdasarkan hasil pengambilan data Loka KKPN Pekanbaru (2009) kondisi terumbu karang berada pada status jelek dengan nilai rata-rata tutupan karang sebesar 4%, nilai tersebut terdiri dari 1% Acropora dan 3% Non Acropora sebagian kawasan yang diamati ditumbuhi oleh Alga, 10,5% ditutupi oleh pasir, sementara sisanya ditutupi oleh Rubbie dan Sponge.

Disamping terumbu karang perairan Pieh juga sangat kaya dengan ikan karang, baik berupa ikan hias, maupun ikan konsumsi. Ikan hias laut di kawasan Pieh ini cukup potensial untuk didayagunakan, khususnya bagi wisata bawah air maupun objek penelitian.

Disamping ikan di Pieh juga dapat ditemui penyu, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Pualu Pieh merupakan lokasi bertelurnya penyu-penyu tersebut. Penyu ini bertelur pada malam hari dari pukul 20.00 sampai 04.00.


Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta 

Mengenal Teripang Duri (Stichopus variegatus)

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Echinodermata
  2. Kelas : Holothuroidea
  3. Bangsa : Aspidochirotda
  4. Suku : Holothuriidae
  5. Marga : Stichopus
  6. Spesies : Stichopus variegatus Semper, 1868


Morfologi
Bentuk badan bulat panjang, panjang mencapai 25 – 35 cm, warna coklat mulus dengan bercak-bercak yang tidak teratur. Terdapat duri yang sebagian berwarna coklat tua dan sebagian lagi berwarna coklat muda.

Habitat dan Penyebaran
Merupakan spesies yang hidup di perairan dangkal, ditemukan pada terumbu karang dan laguna, umumnya terdistribusi dekat permukaan perairan hingga pada kedalaman 25 m. Banyak ditemukan pada daerah padang lamun, pecahan karang, dan dasar perairan yang berpasir-lumpur. Populasinya tidak dapat mencapai densitas tinggi, dengan rata-rata kepadatan sekitar 0.005/m2 . Reproduksi sexual terjadi selama musim hangat dimana suhu perairan lebih hangat. Spesies ini memiliki fekunditas rendah dan lambat mengalami kematangan seksual. Teripang ini terdistribusi luas pada perairan tropis indo-pasifik, termasuk seluruh perairan pantai karang di Indonesia.

Satus
Belum dilindungi UU-RI; menjadi isu dan dibahas pada COP 14 CITES

Ancaman
Spesies teripang ini memiliki fekunditas rendah dan lambat mengalami kematangan seksual, sehingga akan terancam mengalami kepunahan bila ditangkap berlebihan (Overfishing).

Saran
Penelitian untuk rekomendasi kebijakan pengelolaan teripang spesies Stichopus variegatus, segera ditetapkan status perlindungannya, dan upaya konservasi pada beberapa wilayah habitatnya.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Makan Belut Banyak Manfaatnya Lho !!!

Media Penyuluhan Perikanan - Belut (Monopterus albus) merupakan ikan yang tidak mempunyai sirip atau anggota badan lain untuk bergerak. Bentuknya yang menyerupai ular dan sangat licin, kadang-kadang membuat sebagian orang enggan untuk mengkonsumsinya. Namun ternyata, daging belut ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dan mempunyai kandungan gizi yang sangat bermanfaat terhadap kesehatan. Belut mempunyai Berat Dapat Dimakan (BDD) sebesar 100% artinya semua bagian dari belut tersebut seluruhnya dapat dimakan. Kandungan gizi dari 100 gr Berat Dapat Dimanakan (BDD) antara adalah energi 82 kkal, protein 6,7 gr, lemak 1,0 gr dan karbohidrat 10,9 gr.

Berdasarkan komposisi gizinya belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, sehingga belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Kandungan protein belut juga cukup tinggi dan ditambah dengan nilai cerna protein yang cukup baik sehingga sangat cocok untuk dijadikan sumber protein bagi semua kelompok usia. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino esensial yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu Asam linotenat, EPA, DHA, leusin, Isoleusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat.

Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Disamping itu, leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Kandungan asam glutamat yang tinggi pada belut menyebabkan daging belut terasa enak dan gurih. Asam glutamat berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan asam aspartat bermanfaat untuk membantu kerja neurotransmitter.

Belut juga mengandung arginin (asam amino non esensial) yang dapat bermanfaat untuk mempengaruhi produksi Human Growth Hormone (HGH). Hormon HGH berperan dalam membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Belut termasuk jenis ikan yang tergolong tinggi kandungan mineralnya seperti kalsium, phospor dan zat besi. Pada 100 gram belut mengandung 840 mg kalsium, atau lebih tinggi bila dibandingkan dengan 100 gram keju yang hanya mengandung 770 mg kalsium. Disamping kalsium, belut juga mengandung hormon kalsitonin. Kalsium dan kalsitonin berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang.

Pada 100 gram belut mengandung 4,9 mg zat besi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 100 telur ayam yang hanya mengandung 2,7 mg. Kebutuhan tubuh akan zat besi secara ideal adalah sebesar 25 mg/hari, sehingga dengan mengkonsumsi 250 gram belut setiap hari maka telah memenuhi setengah kebutuhan zat besi. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu. Zat besi berguna meningkatkan kekebalan tubuh dan membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh sehingga memperlancar oksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Oleh karena itu, saat ini belut sering digunakan sebagai obat/jamu untuk meningkatkan vitalitas tubuh.

Pada 100 gram belut segar terkandung 533 mg fosfor, sedangkan 100 gram belut goreng mengandung 872 mg. Kandungan fosfor pada belut segar hampir sama dengan kuning telur ayam hanya mengandung fosfor sebesar 586 mg dan jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan dendeng daging sapi yang hanya mengandung 370 mg. Fosfor berfungsi untuk membentuk massa tulang. Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Oleh karena itu konsumsi fosfor harus diimbangi dengan kalsium dan protein sehingga dapat membuat tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis.

Siapa sangka belut yang bentuknya seperti ular, licin dan tidak menarik ternyata menyimpan banyak manfaat karena kandungan berbagai macam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan. Jadi jangan ragu lagi untuk mengkonsumsi belut, apalagi saat ini sudah tersedia berbagai macam olahan belut yang lezat dan gizinya bermanfaat.

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Mengenal Lebih Jauh Taman Wisata Perairan Kepulauan Padaido

Media Penyuluhan Perikanan - Kepulauan Padaido adalah sebuah gugusan pulau yang terletak di Samudera Pasifik tepatnya di sebelah timur pulau Biak atau kabupaten Biak Numfor. Dahulu Kepulauan ini dikenal dengan nama Kepulauan Schouter, yang berasal dari nama pelaut belanda William Schouter yang menemukan kepulauan ini di tahun 1602. Kata Padaido sendiri berasal dari bahasa daerah setempat yang memiliki arti keindahan yang tidak dapat diungkapkan. Kepulauan Padaido memiliki pantai dan panorama yang luar biasa indah.

Kepulauan Padaido merupakan salah satu tempat yang memilliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar di dunia. Disana terdapat pusat rehabilitasi terumbu karang sehingga potensi wisata bahari yang ada di kepulauan tersebut dapat tertata dengan baik. Di kepulauan ini terdapat 95 spesies koral. 155 spesies ikan seperti berbagai jenis hiu karang dan gurita serta berbagai kekayaan maritime lainnya. Kekayaan biologi lain yang ada di kepulauan ini antara lain 48 spesies pohon, 26 spesies burung, 14 spesies reptile dan 7 Spesies mamalia.

Kepulauan Padaido memiliki taman laut yang luar biasa indah dan berkelas dunia. Pulau yang paling favorit diantaranya adalah pulau Ureb dan Mansurbabo. Pantai disana memiliki pasir yang seputih kapas dan air yang jernih sehingga sinar matahari menembus ke dasar laut dan kita dapat melihat biota laut dari daratan.

Selain memiliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar didunia, hal lain yang menarik para divers untuk tidak melewatkan menyelam di Kepulauan Padaido adalah gua di bawah lautnya yang menantang untuk dijelajahi. Selain itu di bawah laut kepulauan Padaido terdapat bangkai-bangkai kapal laut, pesawat terbang dan tank yang karam. Besi-besi tua itu kini menjadi tempat hidup terumbu karang yang menjadi tumpuan seluruh kehidupan laut.

Berdasarkan kondisi di atas Kawasan Kepulauan Padaido dan Perairan Sekitarnya telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan dan perkebunan RI sebagai Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) berdasarkan Surat Keputusan No. 91/Kpts-VI/1997 tanggal 13 Februari 1997 dengan luas kawasan 183.000 hektar. Penentuan status TWAL tersebut berdasarkan kriteria penentuan kawasan konservasi laut yang memiliki
keanekaragaman biota laut dan lingkungan yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata.

Saat ini Pengelolaan Kepulauan Padaido dan perairan sekitarnya telah diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan berita acara serah terima no: BA.01/menhut-IV/2009 dan No BA. 108/MEN.KP/III/2009 pada tanggal 4 maret 2009 dengan nama Taman Wisata Perairan Kepulauan Padaido dan Laut di sekitarnya (TWP Pulau Padaido).

Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Padaido Beserta Laut di Sekitarnya seluas lebih kurang 183.000 (seratus delapan puluh tiga ribu) hektar, ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 68/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Padaido dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Papua.

Kepulauan Padaido terdiri dari 29 pulau, 5 gosong karang yang dikelilingi oleh laut dalam, 8 pulau dihuni secara permanen oleh masyarakat dan pulau-pulau lain dimanfaatkan sebagai tempat singgah bila cuaca buruk. Secara tradisional pulau-pulau tersebut dikelompokkan atas dua gugusan pulau yaitu gugus pulau-pulau Padaido Bawah yang merupakan karang atol. Sedangkan Padaido Atas merupakan gugusan pulau-pulau karang yang tidak terikat. Hampir semua pulau di Kepulauan Padaido memiliki hamparan pasir putih, dan sebagian kecil merupakan pantai landai berpasir dan pantai terjal. Kawasan ini memiliki daya tarik yang memikat dengan air yang sangat jernih dan keragaman terumbu karangnya yang relative masih utuh dan indah. Ekosistem lamun terhampar luas di sebagian besar pulau yang ada di padaido bawah. Ketika air laut surut, hamparan lamun ini akan muncul di permukaan laut sehingga satu pulau dengan pulau lain seakan menyatu. Hampir semua pulaunya memiliki terumbu karang terutama di Pulau Workbondi Timur, pulau Yummi, Pulau Yerri, pulau Urbanisasi dan di Pulau Brommi selatan.

Vegetasi darat Kepulauan Padaido terdiri atas hutan pesisir, hutan primer/sekunder, semak belukar dan kebun rakyat. Hutan pesisir dijumpai di pesisir pantai dan didominasi oleh pohon kelapa (Cocos nucifera). Karena letaknya di daerah pesisir, pohon kelapa banyak yang tumbang karena proses abrasi pantai. Selain tanaman kelapa, tanaman budidaya yang ditemukan di Kepulauan Padaido adalah pisang (Musa paradisiacea), ubi jalar (Ipomea batatas), jambu air (Colacasia esculenta), papaya (Carica papaya), singkong (Manihot uttilissima), kangkung (Ipomea aquatica), sirih (Piper betel) dan katuk (Sauropus androgynus).

Vegetasi besar, tanaman perdu, rerumputan pantai dan semak belukar dari hutan pesisir adalah Butong (Barringtonia asiatica), waru laut (Hibiscus tiliaceus), bintanggur (Calophyllum inophyllum), pinang (Areca catechu), matoa (Pometia coreacea), mengkudu (Morinda citrifolia), pandan (Pandanus odoratissima), kranji (Pongamia pinnata), Jarag (Ricinus communis), ketapang (Terminalia catappa), sukun (Artocarpus sommunis), cemara laut (Casuarinas aquisetifolia), beringin (Ficus spp), kayu besi (Instia bijuga), nas (Hablolobus floribundus), bram (Urandra brassi), kayu hitam (Diosspyros spp), kayu lawang (Cinnamomum spp), biduri (Calotropis gigantea), Lamtoro (Leucaena glauca), mangga brabu (Serbera manghas), tuba laut (Derris trifoliata), basang siap (Finlaysonia maritima), katang-katang (Ipomea pes-caprae), ceplukan (Passiflora foetida), bakungbakung (Scaevola taccada), gelang laut (Sesuvium portulacastrum) dan sernai (Wedelia biflora).

Jenis-jenis fauna yang ditemukan dibedakan atas fauna yang hidup bebas dan dilindungi oleh negara serta hewan yang diternakan. Jenis-jenis burung yang hidup bebas adalah kakatua putih jambul kuning (Cacatua galerita), nuri kepala hitam (Chalcopsitta atre), nuri merah (Charmosyna placentis), jalak ekor panjang (Aplanis magna brevicauda), dara laut (Heliaeetue leucogaster), camar laut (Sterna hirundo), elang  laut (Pandion haleaitus), bangau (Egretta sacra), kelelawar (Dobsonia peroni), bebek laut (Esacus magnirostris), sirip gunting (Sterna albifrons), betet raja ambon (Alisterus amboinensis), merpati hutan (Columba domestica), kumkum hitam (Dudula pinon) dan burung malam (Caprimulgus spp).

Karena daya dukung lahan daratan terbatas, jenis-jenis hewan yang diternak tidak beragam. Umumnya hewan yang diternak oleh penduduk adalah ayam kampong, itik manila dan babi. Selain dimanfaatkan oleh keluarga, hewan ternak dijual pada waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Kedalaman perairan wilayah kepulauan Padaido dikelilingi oleh laut yang relatif dalam, berkisar antara 100 sampai 1200 meter. Kedalaman di atas 500 meter berada di wilayah Utara, Selatan dan Timur. Namun demikian, 90% kedalaman perairan berada di bawah 500 meter. Suhu permukaan di perairan berkisar antara 28 -30oC, salinitas permukaan perairan berkisar pada nilai 27 – 34,5 ppm sedangkan kecerahan perairan berkisar pada nilai >15 meter.

Tinggi gelombang laut berkisar antara 1,12 – 1,21 meter. Pada bulan Februari  sampai Juli arus permukaan bergerak ke timur dengan kecepatan antara 18 – 38 cm/det, pada bulan Agustus sampai Januari kecepatan arus berkisar antara 24 – 75 cm/det dengan arah ke barat. Jenis pasang surut yang terjadi adalah campuran harian ganda, yang berarti setiap hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang berbeda dalam tinggi dan waktunya.

Terumbu karang di Kepulauan Padaido memiliki 4 bentuk terumbu karang yaitu terumbu karang pantai, terumbu karang penghalang, terumbu karang atol dan terumbu karang gosong. Keragaman karang cukup tinggi terdiri dari 90 jenis yang tergolong dalam 41 genera dan 13 famili serta beberapa jenis karang lunak yaitu Sinularia polydatil, Sacrophyton trocheliophorum, Labophytum strictum dan L. Crassum. Jenis karang dominan adalah Faviidae, Fungidae, Pociloporidae dan Acroporidae. Tutupan karang di gugusan pulau Padaido bawah berkisar antara 0 – 67 % pada kedalaman 3 m dan 0 – 25,9% pada kedalaman 10 m, pada gugusan pulau Padaido atas berkisar antara 13,7 – 70,7% pada kedalaman 3 m dan 9,6 -66,7% pada kedalaman 10 m. Ditemukan kurang lebih 127 jenis ikan target (konsumsi), 34 jenis ikan dan indikator, 185 jenis ikan mayor (lainnya).

Mangrove yang ditemukan di peraian Kepulauan Padaido berjumlah tujuh jenis, yaitu Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora apiculata, R. stylosa, Sonnetaria alba, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea, dan Avicenia alba. Lamun ditemukan pada hampir semua pulau, ditemukan berjumlah Sembilan jenis, yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, C. serullata, Halodule universis, H. Pinifolia, Halophila ovalis, H. spinulosa, dan Syringodium isoetifolium. Rumput laut ditemukan kurang lebih 58 jenis dimana 11 jenis bernilai ekonomis penting, seperti Euchema, Gracilaria, Hypnea, Laurencia, Gelidiella, Halimenia, Caulerpa, Codium, Chaetomorpha, Sargassum dan Turbinaria.

Potensi Perikanan
Ikan pelagis berpotensi untuk dikembangkan dimasa-masa mendatang sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat selain ikan karang. Di pasar, ikan pelagis yang banyak dipasarkan adalah ikan cakalang. Sarana perikanan tangkap di Kepulauan Padaido terdiri dari perahu tak bermotor dan perahu motor temple. Perahu tak bermotor memiliki jumlah sebanyak 728 unit, sedangkan perahu motor temple hanya 78 unit. Ini menunjukkan bahwa 90,3% rumah tangga nelayan masih tradisional. Alat penangkapan ikan yang umum digunakan adalah jarring insang (gill net), pancing (hook and line) dan alat tangkap lain (panah dan tombak).


Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta 

Delapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional


Media Penyuluhan Perikanan -Di Indonesia, terdapat delapan kawasan konservasi perairan nasional (KKPN) yang secara resmi ditetapkan oleh menteri kelautan dan perikanan pada tanggal 3 September 2009. Delapan kawasan konservasi perairan yang ditetapkan tersebut, merupakan kawasan suaka alam dan/atau kawasan pelestarian alam (KSA/KPA) yang telah diserahterimakan dari Kementerian Kehutanan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kawasan-kawasan konservasi perairan tersebut adalah:

  1. Suaka Alam Perairan Kepulauan Aru Bagian Tenggara dan Laut Sekitarnya seluas lebih kurang 114.000 (seratus empat belas ribu) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 63/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Aru Bagian Tenggara dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Maluku
  2. Suaka Alam Perairan di Kawasan Perairan Kepulauan Raja Ampat dan Laut Sekitarnya seluas lebih kurang 60.000 (enam puluh ribu) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 64/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Raja Ampat dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Papua Barat
  3. Suaka Alam Perairan di Kawasan Perairan Sebelah Barat Kepulauan Waigeo dalam hal ini Kepulauan Panjang dan Laut Sekitarnya seluas lebih kurang 271.630 (dua ratus tujuh puluh satu ribu enam ratus tiga puluh) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 65/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Papua Barat
  4. Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut di Sekitarnya seluas lebih kurang 50.000 (lima puluh ribu) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 66/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Kapoposang dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Sulawesi Selatan
  5. Taman Wisata Perairan Pulau Gili Ayer, Gili Meno, dan Gili Trawangan dan Sekitarnya seluas lebih kurang 2.954 (dua ribu sembilan ratus lima puluh empat) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Ayer, Gili Meno, dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat
  6. Taman Wisata Perairan Kepulauan Padaido Beserta Laut di Sekitarnya seluas lebih kurang 183.000 (seratus delapan puluh tiga ribu) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 68/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Padaido dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Papua
  7. Taman Wisata Perairan Laut Banda seluas lebih kurang 2.500 (dua ribu lima ratus) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 69/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Banda di Provinsi Maluku
  8. Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya seluas lebih kurang 39.900 (tiga puluh Sembilan ribu Sembilan ratus) hektar, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 70/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Pieh dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Sumatera Barat
Tindak lanjut yang dilakukan pasca penetapan 8 (delapan) kawasan konservasi perairan nasional (KKPN) tersebut adalah: (1) mengumumkan dan mensosialisasikan kawasan konservasi perairan nasional tersebut kepada masyarakat, serta (2) menunjuk Panitia Penataan Batas Kawasan yang terdiri dari unsur-unsur pejabat pemerintah dan pemerintah daerah, untuk melakukan penataan batas. Menteri Kelautan dan Perikanan menunjuk Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) untuk mengelola Kawasan Konservasi Perairan tersebut. Dalam teknis pengelolaan di kawasan, saat ini Direktorat Jenderal KP3K telah mempunyai 2 (dua) Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dipersiapkan untuk mengelola kawasan konservasi perairan nasional, yaitu Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) yang berkedudukan di Kupang dan Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) yang berkedudukan di Pekan Baru. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan dibeberapa lokasi, sekaligus dilakukan untuk membentuk kelembagaan transisi berupa gugus tugas (joint task force) untuk mengelola kawasan konservasi perairan nasional yang telah ditetapkan. Ke depan masing-masing kawasan akan memiliki unit organisasi pengelolaan sendiri. Inisiasi pembentukan Satuan Kerja (Satker) di masing-masing kawasan telah dimulai dan diharapkan pada tahun 2011 unit organisasi satker pada masing-masing KKPN tersebut telah terbentuk.

Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta 

Mengenal Ikan Popta’s Buntingi (Terancam Punah)

Media Penyuluhan Perikanan - Spesies ini merupakan anggota dari suku Adryanichthydae yang dideskripsi oleh Prof. Dr. MC Wilhelm Weber dan Prof. Dr. Lieven Ferdinand de Beaufort pada tahun 1922. Spesies in mempunyai beberapa kesamaan dengan kerabatnya A ooporus.

Klasifikasi:
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Teleostei (Pisces)
  3. Bangsa : Cyprinodontiformes
  4. Suku : Adryanichthydae
  5. Marga : Adrianichthys
  6. Spesies : Adrianichthys poptae (Weber & de Beaufort 1922).
Morfologi
Tubuhnya gilig memanjang, sisik di sisi tubuhnya sekitar 75-85. Sama halnya dengan A. ooporus, rahang atas dan bawahnya hampir sama panjangnya. Diameter mata jelas terllihat lebih kecil dari panjang moncongnya,yaitu sekitar 33-35 % dari panjang kepala. Semua sirip ditubuhnya berupa jari-jari lemah, sirip punggung terdiri dari 11-13, sirip anal berkisar 24-27. Panjang total maksimal mencapai 17,1 cm. Telur melekat ditubuh, diantara sirip perut.

Habitat dan Penyebaran
Habitat berupa Danau air tawar, pH sekitar 7,5 – 8,5, suhu sekitar 24°C - 29°C. Penyebarannya hanya dijumpai di Danau Poso, Sulawesi.

Status :
Belum dilindungi Undang – Undang – RI; IUCN Red List Status: Critically Endangered (CR) (A1ae).

Ancaman:
Berupa perdagangan, karena termasuk komoditi perdagangan ikan hias.

Saran:
Jenis ini endemik dan hanya di danau Poso, perlu segera ditetapkan status perlindungan baik habitat maupun spesies tersebut, selain endemik spesies ini sebarannya terbatas dan terancam punah di habitatnya

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Mengenal Ikan Pembawa Telur (Terancam Punah)

Media Penyuluhan Perikanan - Spesies ini merupakan anggota dari suku Adryanichthydae, Spesies ini dideskripsi oleh Dr. Maurice Kottelat ini sangat menarik perhatian, karena ikan betinanya membawa telur diluar tubuh yaitu diantara sirip perutnya. Nama yang diberikan dalam bahasa latin, maupun bahasa Inggris yang berarti ikan pembawa telur.

Klasifikasi:
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Teleostei (Pisces)
  3. Bangsa : Cyprinodontiformes
  4. Suku : Adryanichthydae
  5. Marga : Adrianichthys
  6. Spesies : Adrianichthys ooporus (Kottelat 1990)

Morfologi
Tubuhnya gilig memanjang, sisik di sisi tubuhnya sekitar 58-65. Berbeda dengan A. kruyti, rahang atas dan bawahnya hampir sama panjangnya. Diameter mata hampir sama dengan panjang moncongnya,yaitu sekitar 33-35 % dari panjang kepala. Semua sirip ditubuhnya berupa jari-jari lemah, sirip punggung terdiri dari 8 - 10, sirip anal berkisar 20 - 22. Panjang total maksimal mencapai 8,5 cm, namun umumnya panjang standar berukuran 6,5 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat berupa Danau air tawar, pH sekitar 7,5 – 8,5, suhu sekitar 24°C - 29°C. Penyebarannya hanya dijumpai di Danau Poso, Sulawesi.

Status :
Belum dilindungi Undang – Undang – RI, IUCN Red List Status: Endangered (E) (A2e).

Ancaman:
Berupa perdagangan, karena termasuk komoditi perdagangan ikan hias.

Saran:
Jenis ini endemik dan hanya di danau Poso, perlu segera ditetapkan status perlindungan baik habitat maupun spesies tersebut, selain endemik spesies ini sebarannya terbatas dan terancam punah di habitatnya

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Lebih Dekat dengan Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang

Media Penyuluhan Perikanan - Kepulauan Kapoposang merupakan bagian dari Kepulauan Spermonde dan secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan. SK Menteri Kehutanan No. 588/Kpts-VI/1996 tanggal 12 September 1996 menetapkan Kepulauan Kapoposang sebagai Taman Wisata Alam Laut dengan luasan sebesar 50. 000 hektar dan memiliki panjang batas 103 km. Posisi geografis kawasan ini berada di 118derajat 54’ 00 BT – 119derajat 10’ 00’’ BT dan 04derajat37’00’’ LS – 04derajat 52’ 00’’ LS.

Taman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang terletak di Kecamatan Liukang Tupabbiring pada 2 desa berbeda, yakni Desa Mattiro Ujung di sebelah barat, yang meliputi Pulau Pandangan dan Pulau Kapoposang; dan Desa Mattiro Matae di sebelah timur, yang meliputi Pulau Gondongbali, Pulau Tambakulu, Pulau Suranti, dan Pulau Pamanggangan. Luas Wilayah Kecaman Liukang Tupabbiring mencakup 140 Km2, sebagian besar terdiri dari perairan dan 43 buah pulau. Ibukota kecamatan berna Mattiro Sompe terletak di pulau Balang Lompo. Jarak Mattiro Sompe dari Pangkajene mencapai 22 Km.

Kawasan Pelestarian Alam dengan fungsi Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut di sekitarnya yang diserahterimakan dari Kementerian Kehutanan ke Kementerian Kelautan terdiri dari 6 pulau, yaitu pulau Kapoposang dengan luas ± 42 Ha, Pulau Papandangan dengan luas ± 13 Ha, Pulau Kondongbali dengan luas ± 15 Ha, Tambakhulu ± 5 Ha, Pamanggangang ± 5 Ha dan Suranti ± 4 Ha. Kepulauan Kapoposang masuk dalam wilayah administratif kecamatan Liukang Tuppabiring. Kecamatan Liukang Tuppabiring meliputi 1 kelurahan, 13 desa, 2 lingkungan,24 dusun, 3 RW dan 91 RT. Kawasan ini memiliki luas 50.000 Ha dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan no KEP. 66/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Kapoposang dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, daratan dalam Kepulauan Kapoposang terdiri dari tanah berpasir. Semakin kearah pantai kandungan pasir semakin besar. Pulau-pulau dikawasan ini memiliki tanah yang cukup subur untuk beberapa jenis tanaman. Lahan yang ada vegetasi semak belukar ditambah pohon pinus, sukun, kelapa, pisang serta perdu yang cukup lebat. Pada Beberapa bagian daratan, pelongsoran tanah oleh tekanan air laut (abrasi) sering terjadi. Iklim dalam kawasan TWP Kepulauan Kapoposang ditandai oleh dua musim dengan keadaan cuaca yang secara significant berbeda yaitu musim timur (musim Hujan) pada bulan November-Mei dan musim Barat (Kemarau) pada bulan Juni – November. Musim Timur ditandai dengan keadaan laut yang berombak tinggi, curah hujan yang intensif dan angin yang bertiup kencang, sedangkan pada musim Barat laut relative tenang dan curah hujan rendah. Hari hujan 159 hari/tahun. Rata-rata temperature 27derajat C dan berkisar antara 18derajat C-37derajat C.

Secara umum luasan pasir putih di kawasan kapoposang relative terbatas/sempit. Endapan pasir dominan ada di pinggir pulau, terbentuk akibat adanya proses abrasi dan akresi.

Potensi Flora, Fauna laut dan Ekosistem
Flora darat dapat ditemukan dalam jumlah dan variasi cukup banyak di pulau kapoposang, tambak hulu, Pamanggangan dan Suranti. Sedangkan di Pulau Kondongbali dan Papandangang flora darat relative terbatas, karena penggunaan lahan sudah didominasi oleh pemukiman. Potensi flora di daratan kepulauan Kapoposang meliputi tiga jenis pohon utama, yakni Kelapa, cemara laut dan sukun. Selain itu pula terdapat sejumlah perdu dengan jenis yang agak banyak adalah santigi ditambah dengan pisang yang telah dibudidayakan secara intensif.

Flora laut yang potensial adalah rumput laut, hanya berdasarkan hasil pengamatan lapangan penutupan rumput laut di kepulauan Kapoposang sudah berkurang bahkan bias dikatakan sdh tdk ada. Tumbuhan padang lamun terlihat sangat mendominasi areal sekitar pantai, dengan demikian, areal sekitar pantai yang letaknya berbatasan dengan terumbu karang, penutupannya didominasi oleh padang lamun.

Fauna laut yang dominan di kepulauan kapoposang adalah berbagai jenis ikan perairan, baik sebagai ikan pangan, ikan hias maupun obyek wisata laut. Ikan pangan didominasi oleh Lutjanus decussates, Siganus Spp dan Naso spp. Ikan yg berpotensi sebagai ikan hias dan daya Tarik wisata didominasi jenis Hemitaurichtys polylepis dan Chaetodon kleini dari suku Chaetodontidae. Jenis-jenis ikan ini masing-masing dapat ditemui pada daerah paparan terumbu karang dan drop off.

Dalam 5 tahun terakhir, terdapat kecenderungan penurunan hasil tangkapan ikan karang utama oleh nelayan pancing di kepulauan kapoposang, tetapi untuk nelayan yang menggunakann alat tangkap bahan peledak atau racun pembius yang umumnya berasal dari luar kawasan kapoposang, jumlah tangkapannya tetap bahkan meningkat.

Potensi wisata

1. Diving :
Selama ini pantai Pulau Kapoposang dijadikan tempat untuk bermain Diving oleh wisatawan. Hal ini karena keindahan terumbu Kapoposang mempunyai nilai keindahan yang cukup besar bila dibandingkan dengan pantai lainnya. Kegiatan ini sangat menarik wisatawan untuk mengunjungi pantai Pulau Kapoposang. Ditambah lagi dengan kualitas pantai yang belum tercemar oleh kerusakan alam dan juga pasir putih yang mengelilingi sepanjang kawasan pantai.

2. Snorkeling :
Pantai Pulau Kapoposang mempunyai ekosistem terumbu karang dan jenis flora dan fauna yang keanekaragamannya cukup tinggi. Keindahan ini sangat menarik minat wisatawan untuk melakukan kegiatan snorkeling untuk menikmati keindahan pantai Kapoposang di waktu senggang.

3. Fishing :
Pantai Pulau Kapoposang juga memiliki jenis ikan yang sangat beranekaragam. Jenis ikannya masih cukup banyak karena masih belum dirusak oleh aktivitas penangkan ikan dengan menggunakan alat-alat keras ataupun karena faktor lingkungan. Wisatawan melakukan kegiatan Fishing pada waktu-waktu senggang sambil menikmati suasana keindahan pantai Pulau Kapoposang.

4. Budidaya Rumput Laut :
Pulau Kapoposang selain mempunyai jenis flora dan fauna yang beranekaragam, juga memiliki jenis rumput laut yang cukup bagus. Sehingga hal ini menarik wisatawan untuk datang dan belaar tentang bagaimana kegiatan budidaya rumput laut yang sudah dijadikan tradisi bagi masyarakat Pulau Kapoposang.

5. Melihat Penyu Bertelur dan Aktivitas Penangkapan Nener :
Pada lokasi pantai lain, kegiatan melihat Penyu bertelur dan aktivitas Penangkapan Nener sudah jarang kita dapati. Hal ini disebabkan oleh kondisi kerusakan pantai yang belum tertangani dengan baik. Di pantai Pulau Kapoposang keadaan hewan seperti Penyu, Nener masih terjaga dengan baik dari kerusakan. Kondisi ini menjadikan wisatawan untuk mengunjunginya.

6. Sun Rise & Sun Set :
Dengan keindahan pantai yang masih alami, kondisi lingkungan yang masih bagus. Menarik wisatawan untuk menikmati keindahan Sun Rise dan Sun Set. Untuk ini cukup menarik untuk dilakukan karena didukung oleh nilai keindahan pantai yang cukup bagus.


Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta 

Mengenal Ikan Paruh Bebek (Terancam Punah)

Media Penyuluhan Perikanan - Ikan ini biasa disebut ikan paruh. Spesies ini merupakan anggota dari suku Adryanichthydae yang hanya terdiri dari 2 marga, yaitu Adrianichthys dan Oryzias. Marga Adrianichthys terdiri dari empat spesies, yaitu Adryanichthys kruyti, A. Ooporus, A. poptae dan A. roseni. Keempat spesies tersebut merupakan jenis endemik di Danau Poso, Sulawesi. Spesies ini dideskripsi oleh Prof. Dr. Max Carl Wilhelm Weber.

Klasifikasi:
Spesies ini merupakan anggota dari suku Adryanichthydae yang beranggotakan marganya kecil, hanya terdiri adri 2 marga, salahsatunya adalah marga dari spesies ini yakni Adrianichthys; spesies ini merupakan spesies tunggal dari marga Adrianichthys.
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Teleostei (Pisces)
  3. Bangsa : Cyprinodontiformes
  4. Suku : Adryanichthydae
  5. Marga : Adrianichthys
  6. Spesies : Adrianichthys kruyti (Weber, 1913)

Morfologi
Bentuk paruhnya yang sangat unik, menyerupai paruh bebek membuatnya sangat berbeda dengan anggota suku lainnya. Badan relatif silinder, moncong relatif panjang dan besar, dengan dengan beberapa deret gigi kecil. Bola mata berukuran relatif besar; rahang bawah masuk kedalam rahang atas, matanya menyembul di atas bagian punggung dan dapat terlihat dari bawah. Jari-jari terakhir pada sirip perut tidak dihubungkan oleh sebuah membran dengan badan. Sirip punggung 14 – 17; sirip dubur 24 - 25. Sirip punggungnya berjumlah 14 - 16 jari-jari lemah, sisik di sisi tubuh sekitar 75.

Habitat dan penyebaran di Indonesia
Habitat berupa Danau air tawar, dengan pH sekitar 7,5 – 8,5, temperatur sekitar 22°C - 25°C. Penyebarannya hanya dijumpai di Danau Poso, Sulawesi.

Status :
Belum dilindungi Undang – Undang – RI; IUCN Red List Status: Critically Endangered (CR) (A1ae).

Ancaman:
Berupa perdagangan, kerena termasuk komoditi perdagangan ikan hias.

Saran:
Mengingat spesies ini endemik ikan air tawar danau Poso, maka segera ditetapkan status perlindungan baik habitat maupun spesies tersebut, selain endemik spesies ini sebarannya terbatas dan adanya keterancaman punah di habitatnya.

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Mengenal Ikan Batak (Terancam Punah)

Media Penyuluhan Perikanan - Bentuk tubuh spesies ini seperti layaknya anggota suku Cyprinidae lainnya, misalnya yang paling dikenal masyarakat umum, seperti ikan mas (Cyprinus carpio), ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Nilem (Ostechilus vittatus). Jenis ini dikenal dengan istilah ikan Batak; pemanfaatannya sebagai ikan konsumsi yang banyak dicari dengan harga yang relatif mahal. Ikan konsumsi ini secara adat dijadikan status sosial oleh etnis Batak. Penampilan morfologi luar sepintas ikan ini mirip ikan Tor sp. atau ikan semah, soro, ikan dewa atau kancra, bedanya ikan batak ini bibir di rahang bawahnya tidak mempunyai tonjolan berdaging.

Klasifikasi:
Sistematika pada ikan ini masih perlu diteliti lebih lanjut, namun spesies ini telah diberi deskripsi secara tentatif dan diakui secara sah.
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Teleostei (Pisces)
  3. Bangsa : Cypriniformes
  4. Suku : Cyprinidae
  5. Marga : Neolissochilus
  6. Spesies : Neolissochilus thienemanni (Ahl, 1933)
Morfologi.
Lebar badan 4 kali lebih pendek dari pada panjang standar; 10 sisik didepan sirip punggung; 10 baris pori-pori yang tidak teratur (masing-masingmemiliki tubus yang keras) pada masing-masing sisi moncong dibawah mata; alur dari bagian belakang sampai ke bibir bawah terputus dibagian tengah.

Habitat dan penyebaran di Indonesia
Habitat berupa Danau dan Sungai. Penyebarannya adalah Danau Toba, Sumatra, Indonesia

Status :
Belum dilindungi Undang-undang-RI; IUCN Red List Status: Critically Endangered (CR)

Ancaman:
Penggundulan hutan dan eksploitasi yang berlebihan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan terutama menggunakan dinamit dan racun; Lingkungan disekitar habitatnya banyak dialih fungsikan yang tentu berpengarus terhadap kualitas perairan danau Toba sebagai habitat ikan ini.
Disamping itu, penebaran ikan Mujair (Oreochromis spp) bertahun lalu merupakan kompetitor baik pakan maupun ruang bagi ikan ini. Beberapa tahun lalu ditebar pula ikan Bilih Singkarak, Mystacoleucus padangensis di D. Toba, yang menambah kompetitor ikan Batak.

Saran:
Segera ditetapkan status perlindungannya baik habitat maupun spesies tersebut, mengingat sebarannya terbatas dan adanya keterancaman. Kemudian diaharapkan adanya upaya rehabilitasi habitat dan lingkungannya, mengingat spesies ini endemik pulau Sumatra, khususnya hanya ada di danau Toba dan sekitarnya.

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Apa Sih Kandungan Nutrisi Ikan Nila ?

Media Penyuluhan Perikanan - Nila/Tilapia mengandung protein, selenium, vitamin B12, Niasin, fosfor dan kalium.

Selenium merupakan mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai antioksidan untuk meredam aktivitas radikal bebas. Selenium tidak diproduksi oleh tubuh, tetapi diperoleh dari konsumsi makanan sehari-hari antara lain dari tumbuh-tumbuhan dan makanan laut. Orang dewasa dianjurkan untuk mengkonsumsi, 55 mikrogram (mcg) selenium setiap hari. Namun perempuan dewasa yang sedang hamil dianjurkan meningkatkan asupan selenium menjadi 60 mcg per hari. Kebutuhan tersebut akan meningkat saat seorang ibu harus menyusui, menjadi sebesar 70 mcg per hari. Vitamin B12 atau dikenal juga dengan kobalamin adalah vitamin yang bertugas membantu darah membawa oksigen ke seluruh tubuh, pembentuk sel darah merah, serta mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin (lapisan pembungkus serabut saraf). Karena peranannya dalam pembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkan berkurangnya jumlah sel darah merah.

Akibatnya, terjadi anemia. Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil (pada orang dewasa dibutuhkan 2 mikrogram per hari), namun vitamin ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Karena itu menu harian Anda sebaiknya bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan zat gizi penting lainnya. Saat ini memang banyak tersedia suplemen vitamin yang mengandung B12, namun karena tubuh hanya membutuhkannya dalam jumlah sangat sedikit, jauh lebih baik mendapatkan vitamin ini dari makanan segar. Bagi Anda yang terbiasa mengonsumsi vitamin C dosis tinggi perlu waspada.

Pasalnya vitamin C dalam dosis tinggi bisa mengubah sejumlah B12 menjadi antivitamin B12. Jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan defisiensi vitamin B12. Pada mereka yang “alergi” makanan hewani, yang notabene merupakan sumber kobalamin (nama lain vitamin B12) dan pola makan vegetarian (hanya makan dari sumber nabati) juga dapat menjadi faktor penyebab kekurangan vitamin ini. Niasin berperan merangsang pembentukan prostaglandin I2, suatu hormon yang membantu mencegah pengumpulan keping darah. Oleh karena itu niasin dapat memperkecil proses aterosklerosis yang pada akhirnya dapat memperkecil resiko serangan jantung. Niasin juga terbukti mencegah berulangnya proses pengapuran pasca operasi bypass jantung koroner. Peranan mineral fosfor menempati urutan kedua setelah kalsium dalam total kandungan tubuh. Fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesa DNA serta penyerapan dam pemakaian kalsium.

Kalium (K) adalah sebuah mineral yang mempunyai banyak fungsi bagi tubuh kita. Kalium dimanfaatkan oleh sistem syaraf otonom (SSO) untuk mengontrol detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya. Kalium juga terbukti membantu menurunkan tekanan darah, membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh dan juga dibutuhkan dalam proses sintesa protein dari makanan. Kadar kalium yang stabil juga menghindarkan tubuh dari munculnya penyakit diabetes tipe 2. Orang-orang yang paling membutuhkan suplemen kalium adalah mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas dan para olahragawan.

Mengkonsumsi terlalu banyak kalium menimbulkan efek samping seperti masalah perut, meningkatnya gas dalam lambung, nyeri abdomen, diare, mual dan bersendawa. Jumlah kalium yang terlalu banyak dapat mengakibatkan serangan jantung Dengan kandungan dan kebutuhan yang tercantum diatas, nampaknya tilapia dapat memenuhi kebutuhan harian gizi anda...

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

MEMBANGUN PERAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM PUGAR 2014



Media Penyuluhan Perikanan -
PUGAR SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN

       Program pemberdayaan selalu  terkait dengan sebuah upaya  untuk memberikan solusi terhadap masalah ketertinggalan dengan keadaan kreativitas yang tertahan dan teralienasi dari individu atau kelompok individu / masyarakat yang terpinggirkan, seperti; perempuan dan masyarakat miskin.
       Program pemberdayaan didasarkan pada asumsi dasar, bahwa semua unsur yang terkait dalam proses pemberdayaan memiliki kedudukan yang equal sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing, mereka berdialog, berinteraksi dan berinterelasi, belajar membangun pemahaman bersama dan bersama-sama merumuskan program dan melaksanakan program demi suatu perubahan dan perbaikan.
       Program pemberdayaan berorientasi pada peningkatan kemampuan kelompok-kelompok marjinal untuk mengakses sumber-sumber informasi untuk mendukung pengembangan ekonomi mereka, misalnya mengenai informasi pasar, permodalan, teknologi, dan manajemen Ini sekaligus menjadi isyarat pentingnya pengembangan ekonomi jaringan (Sasono, 1999)
       Persoalan dasar yang tidak kalah penting dalam program pemberdayaan adalah pengembangan kemampuan teknis dan manajerial kelompok-kelompok sasaran dan petugas pendamping

Urgensi Peningkatan Peran Perempuan

       Posisi strategis perempuan (keluarga & komunitas) sebagai entitas sosial dengan stereotipe feminime
       Partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan dalam keluarga & masyarakat relatif minim
       Kepeloporan & Kepemimpinan perempuan tidak berkembang
       Keterbatasan peran publik yang dapat diakses perempuan -> terdomestifikasi
           ~ Ketidakberdayaan secara kultural, sosial dan politik

Identifikasi Masalah Internal Perempuan:
       Terbelenggu oleh interpretasi nilai-nilai tradisi, adat-istiadat dan agama yang dimiliki
       Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dalam usaha produktif (SDM)
       Keterbatasan lingkungan kehidupan sosial
       Keterbatasan kepercayaan diri dan berkomunikasi
       Kurang berani mengambil resiko dan bersaing
         ~  Menghambat tumbuhnya jiwa entrepreneurship
Identifikasi Masalah Eksternal Perempuan:
  • Terdapat kelompok sosial dominan dalam sektor usaha produktif yang menguasai economic resources dan secara struktural menutup akses dan equitas usaha produktif perempuan à entrepreneur2 besar adalah kaum pria yang menguasai jaringan dan pasar à patriakhi
       Eksistensi organisasi, jaringan, asosiasi usaha produktif perempuan belum fungsional optimal à posisi tawarnya rendah
Pemberdayaan Perempuan Oleh Pemerintah?
       Upaya pemberdayaan perempuan cederung parsial dan sektoral
       Kelompok sasaran sebagai objek bukan subjek
       Normatif formalis
       Kontinuitas program rendah
       Kurang berorientasi pada proses
Ragam Strategi Pemberdayaan Perempuan
       Penguatan kelembagaan (sosial, ekonomi & budaya) yang telah mereka miliki (arisan, pertemuan RT, RW, pengajian, majelis ta’lim, dll.)
       Intervensi dan Advokasi Program Penguatan Partisipasi Perempuan dalam Institusi di tingkat komunitas; BPD, Rapat Desa , Perdes, dll.
       Lobi, Intervensi, Advokasi dan Pengawasan
Strategi Pemberdayaan Perempuan Oleh Tenaga Pendamping
       Penguatan dan atau Pembentukan KUP:
      Identifikasi jaringan kerja yang relevan & punya komitmen pd pemberdayaan ekonomi perempuan; menginventarisasi hubungan kerja antar lembaga, antara lembaga dengan individu, dan antar individu dengan individu, antara & dlm usaha à daftar jaringan kerja yang ada sebagai modal dasar awal & pengemb. KUP. Granovetter à berkembangnya dunia usaha sangat tergantung dari sifat hubungan personal dan jaringan hubungan antara dan dalam perusahaan.
      Identikasi landasan saluran komunikasi yg diakrabi perempuan; ikatan  teritorial/kedaerahan, kekerabatan, pertemanan dan kesamaan kepentingan -> saluran komunikasi gethok tular atau pesan berantai, IT ~ Personal, akrab & intim. Weber-Polanyi -> Tindakan ekonomi embeddedness hubungan sosial, mk keberhasilan usaha sgt ditentukan oleh hubungan-hubungan sosial yang terbangun di antara pelaku usaha.
      Prosedur pembentukan KUP; asal ide/pemrakarsa, visi, misi, tujuan, kepengurusan, mekanisme kerja dan kepemimpinan yang kuat -> prioritas berasal dari dalam komunitas
       Penyusunan program kerja bersama dlm KUP:
      Belanja masalah dengan diskusi bersama tenaga pendamping dengan kelp perempuan; isu-isu strategis -> keuntungannya (1) program menjadi terfokus pada permasalahan penting, (2) program merupakan perwujudan dari perhatian utama , (3) program menjadi basis bagi perubahan organisasi, (4) program memberi informasi dasar bagi pemecahan masalah, dan (5) program merupakan proses belajar yang penting.
      Penyusunan Program Kerja; relevan dan kontekstual berorientasi pada pemecahan inti masalah utk pengemb usaha ek. perempuan-> merupakan jalan keluar
       Pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program kerja:
      Pelaksanaan program menekankan partisipasi semua unsur; pemanfaatan potensi sumber daya perempuan dengan prinsip kemitraan -> Teknik  pilot project, promosi dan persuasi untuk mendukung seluruh komponen anggota KUP terprovokasi mengikuti agenda program KUP.
      Pemantauan dan evaluasi program secara partisipasif; aktivitas yang terus-menerus dilakukan tenaga pendamping, mulai dari kunjungan ke lokasi KUP untuk diskusi, mengamati program, mengumpulkan data dan informasi, pengawasan hingga memberi penilaian.
       Pengembangan organisasi KUP
      Internal; tenaga pendamping membantu pengemb. nilai-nilai entrepreneur  (berani mengambil resiko, semangat bersaing, kreatif & inovatif) dan soliditas tinggi serta masing-masing memiliki keunggulan komparatif dan kemudahan untuk saling mengakses bahan baku, tenaga kerja, teknologi, dan modal serta pasar -> Pengembangan manajemen dan stimulan modal usaha (dana bergulir, pinjaman lunak.dll.)
      Eksternal;  jika mungkin tenaga pendamping membantu terbangunnya jaringan mitra usaha dengan semua komponen pelaku usaha dan pemangku kepentingan
Penutup:
       ‘Ideologi’ pemberdayaan dan peningkatan peran perempuan dalam program PUGAR sebuah kebutuhan dasar yang berorientasi pada proses dan oleh karena itu membutuhkan waktu, tahapan dalam kontinuitas, terintegrasi antar sektor, dukungan anggaran memadai melalui strategi intervensi dan pendampingan.
       Tenaga pendamping dalam mengembangkan peran perempuan dalam program PUGAR, selalu melibatkan perempuan dalam keseluruhan rangkaian proses secara terus menerus dengan administrasi dan dokumentasi -> Lakukan yang ditulis dan tulis yang dilakukan

Sumber : Yety Rochwulaningsih (2014)