Potensi Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Laut Banda

Media Penyuluhan Perikanan -  Taman Wisata Perairan (TWP) Laut Banda terletak kurang lebih 132 km sebelah Tenggara Ambon. Secara administratif, Taman Wisata Perairan (TWP) Laut Banda termasuk ke dalam Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Secara ringkas, kecamatan banda pada kawasan pesisir pantai ditemukan formasi percaprea (katang katang), berbagai jenis vegetasi campuran, semak belukar pantai, ladang dan tegalan, pemukiman (kota, kecamatan dan desa), area tambatan kapal motor, area pelabuhan niaga, pelabuhan motor tempel, area wisata terutama di Pulau Molana, dan benteng pertahanan (Duurstede) di Saparua.

Kawasan perairan di kepulauan ini memiliki kehidupan bawah air yang sangat mengagumkan; surga bagi penyelam bawah air. Wisatawan juga dapat melakukan snorkeling di kawasan terumbu karang yang sangat indah. Bila hal tersebut belum cukup tersedia Gunung Api untuk didaki. Bandaneira merupakan titik awal yang bagus bagi wisatawan yang akan melakukan eksplorasi di kepulauan Banda. Pada masa lalu Bandaneira merupakan kota kolonial yang sibuk dan memiliki rumah-rumah besar (mansion) yang dihuni pendatang dari Eropa. Saat ini Bandaneira merupakan tempat yang sepi namun menyenangkan dengan masyarakatnya yang ramah.

Pulau Gunung Api memiliki sebuah gunung vulkanis setinggi 666 meter bernama Gunung Api. Gunung ini telah beberapa kali meletus; letusan terakhir terjadi tahun 1988 yang menewaskan tiga orang dan menghancurkan 300 rumah penduduk. Saat ini Gunung Api sudah relatif stabil dan dapat didaki hingga ke puncak selama satu setengah jam. Untuk mengunjungi Pulau Gunung Api wisatawan dapat menyewa perahu motor dari pasar ikan Bandaneira. Pengemudi perahu akan memberitahu dimana wisatawan harus mendarat untuk memulai pendakian. Pulau Gunung Api memiliki kawasan pantai dengan bentuk batu karang yang indah yang berada di utara pulau.

Pulau Syahrir Pulau ini juga dikenal dengan nama Pulau Pisang karena bentuknya yang menyerupai pisang. Pulau Syahrir memiliki kawasan pantai yang indah dihiasi dengan aneka batu karang dan kehidupan bawah air dengan aneka ikan warna-warni. Pulau ini dapat dicapai dengan menumpang perahu motor selama 40 menit dari Bandaneira.

Perairan Teluk Banda Neira merupakan bagian dari Laut Banda, terletak di hadapan pulau Gunung Api Banda. Sebagai bagian dari Laut Banda, daerah ini terkenal subur dan kaya hasil laut, khususnya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan kerang mutiara yang dibudidayakan.

Perikanan adalah mata pencaharian pokok dengan aktivitas perikanan yang didukung oleh 5.635 nelayan. Hal lain yang diungkapkan, potensi laut banda sebagai penghasil ikan pelagis kecil seperti ikan layang, selar, tembang, lemuru dan kembung. Kapal nelayan beroperasi dengan menggunakan mesin (di dalam maupun di luar kapal), yang target utamanya adalah ikan tuna ekor kuning Thunnus albacores atau jenis pelagis lainnya. Sedangkan nelayan yang beroperasi tanpa menggunakan mesin adalah kebanyakan nelayan tradisional yang mencari nafkah dengan peralatan sederhana dan sebagian hasilnya yang terbatas dipasarkan pada pasar lokal.

Di Pulau Banda terdapat dua perusahaan perikanan yang membeli ikan pelagis langsung dari nelayan. Pemerintah daerah telah membuat sebuah peraturan dan sistem perpajakan untuk para nelayan. Tapi masih ada beberapa hambatan yang masih harus dihadapi oleh industri perikanan di wilayah ini yaitu masalah kurangnya mesin penghasil es, ketidakadaan sistem perbankan, kurangnya keahlian dalam mengelola hasil pasca panen, harga bahan bakar yang tinggi, dan kurangnya persaingan antara perusahaan pembeli ikan. Di Pulau Hatta, kebiasaan penduduk lokal masih menggunakan sistem pengaturan terbuka dan tertutup untuk penangkapan jenis – jenis throchus, turbo, dan teripang. Tampaknya terdapat juga sistim kepemilikan untuk terumbu karang dan ada juga sistim pengawasan keamanan berbasiskan masyarakat di Pulau ini.

Aktifitas perdagangan ikan karang hidup nampak jelas dengan adanya kandang ikan karang dimana didapati jenis ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) dan Epinephelus spp. diantara Pulau Neira sebelah timur dan Gunung Api Pulau Banda. Pengelola kandang ikan bermaksud untuk mengekspor tangkapannya apabila tangkapan ikannya telah mencapai ± 1 ton atau sesuai pesanan konsumen. Juga didapati, perusahaan budidaya mutiara yang dikelola dan dimiliki oleh perusahaan Jepang.


Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta 

Comments