Pasta Pengental Dari Alginat

Media Penyuluhan Perikanan - Alginat Sebagai Bahan Pasta Pengental Pada Pencapan Tekstil


Teknologi ini menggunakan alginat sebagai bahan pasta pengental pada pencapan tekstil atau batik (textile printing). Penggunaan alginat sebagai bahan pengental sangat efisien karena dengan konsentrasi 1,5% sudah mencukupi untuk masuk ke dalam serat tekstil, selain itu juga hasil pencapan sangat memuaskan karena membuat warna dan gambar lebih tajam atau lebih cemerlang Hal ini terjadi karena struktur kimia alginat memungkinkan untuk mengikat zat pewarna, dan mudah melepaskannya pada bahan tekstil.

Tujuan teknologi ini adalah untuk menggunakan alginat yang diekstrak dari rumput laut Sargassum spp. pada proses pencapan tekstil. Alginat yang digunakan untuk pencapan tekstil adalah yang mempunyai viskositas dengan kisaran 1000-2000 cPs. Manfaat teknologi ini adalah mengurangi biaya pencapan tekstil karena harga alginat lebih murah dibandingkan dengan bahan pengental komersial yang umum digunakan yaitu manutex, yang masih diimpor.

RINCIAN DAN APLIKASI TEKNIS

Persyaratan teknis agar alginat dapat digunakan sebagai pengental pada proses pencapan tekstil
yaitu:
  1. Tersedianya alginat yang memenuhi standar seperti kadar air maksimum 15% dan viskositas 1000-2000 cPs
  2. Tersedianya peralatan proses batik printing: sendok, timbangan, ember, alat pengaduk, dan membran pencapan.
Pembuatan pasta pengental diawali dengan menambahkan sebanyak 1,5% (dari jumlah air) tepung alginat sedikit demi sedikit ke dalam air dingin, sambil diaduk sehingga menjadi massa yang rata, dan dihomogenkan dengan mixer selama 30 menit. Setelah pengadukan biasanya suhu agak meningkat sehingga perlu dibiarkan dingin sebelum zat warna ditambahkan dan diaduk kembali menggunakan alat pengaduk hingga homogen dan pasta pengental siap digunakan dalam pencapan tekstil.

Pelekatan pasta pengental pada tekstil dapat dilakukan dengan alat membran pencapan. Membran pencapan diletakkan di atas tekstil, kemudian pasta pencapan dimasukkan di membran pencapan dan didorong dengan kayu pendorong berulang-ulang (minimal 3 kali). Setelah itu dilakukan pengeringan dengan menggunakan mesin pengering atau diangin-anginkan, dan diuapi menggunakan mesin penguap pada suhu 1050-1100 derajat C selama 1 jam. Berikutnya dilakukan fiksasi menggunakan air panas dan pencucian dengan air yang
mengandung sabun/deterjen dengan alkali (natrium karbonat).

Sumber :
Anonymous. 2013. Rekomendasi Teknologi Kelautan dan Perikanan 2013. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Comments