Manfaat Picung Beku Bagi Ikan

Media Penyuluhan Perikanan - Biji picung (Pangium edule Reinw.) telah lama digunakan sebagai pengawet ikan oleh nelayan di daerah Banten, Jawa Barat, Sulawesi Utara, serta daerah lain yang sulit mendapatkan pasokan es.

Dalam pemanfaatannya, nelayan biasa mencampurkan picung yang telah dicacah yang dicampur dengan garam, kemudian melumurkannya ke seluruh permukaan dan bagian rongga perut ikan.

Dalam praktek, penggunaan picung ini dapat mengawetkan ikan selama beberapa hari.

Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa penggunaan 3 – 4% picung yang dicampur dengan 2 – 3% garam, dapat mempertahankan kesegaran ikan hingga 4 hari pada suhu ruang.

Persiapan

Biji picung disiapkan dengan cara :
  • Buah picung dikupas kulitnya dan diambil bijinya,
  • Biji picung dibersihkan lalu dibuka dengan memecahkan kulitnya
  • Bagian dalam biji picung dicungkil, dikumpulkan dan dicincang

Selama proses pengupasan dan pencincangan biji picung harus diusahakan agar proses pencoklatan dihindarkan dengan selalu menggunakan suhu rendah, mengurangi cahaya, dan bekerja cepat.




Biji picung cincang dikemas dalam kantong plastik berukuran ± 1 kg
Biji picung dalam kemasan plastik dibekukan pada suhu -10 s/d - 18°C selama beberapa jam, selanjutnya disimpan dalam keadaan beku



Aplikasi

Biji picung beku dilelehkan pada suhu ruang sebelum digunakan
Konsentrasi yang disarankan sebanyak 4% dari bobot ikan segar, penggunaannya dapat dikombinasikan dengan garam sebanyak 1-2% dari bobot ikan
Biji picung dilumurkan ke seluruh permukaan ikan dan dimasukkan ke rongga perut ikan yang telah disiangi isi perutnya.

Perlu diperhatikan bahwa sejak pemanenan, biji picung harus dilindungi dari cahaya matahari, udara (oksigen) dan suhu tinggi.

Tanaman picung mengandung asam sianida yang cukup besar jumlahnya baik pada batang, daun dan buahnya. Namun demikian, asam sianida bersifat mudah menguap bahkan pada suhu kamar sehingga akan hilang pada saat ikan dimasak, sehingga tidak beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen.


Comments