Udang Windu Jangan Biarkan Dia Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Anak Kelas : Crustacea
  3. Kelas : Malacostraca
  4. Bangsa : Decapoda
  5. Suku : Penaeidae
  6. Marga : Penaeus Fabricius, 1798
  7. Spesies : Penaeus monodon Fabricius, 1798
  8. Sinonim : Penaeus carinatus Dana, 1852; Penaeus tahitensis Heller, 1862

Morfologi
Rostrum (tanduk, cucuk) jumlah gigi bagian atas 7, sedangkan pada bagian bawah 3. Rostrum dengan Rumus gigi 7/3. Badan bewarna loreng-loreng besar vertikal hijau kebiruan atau kehitaman bagi individu yang hidup di laut. Yang merupakan tanda istimewa ialah pada badan terdapat ban ungu hitam yaitu pada masing-masing ruas terdapat 2 ban. Warna tersebut jelas sekali pada udang yang masih hidup. Kulit tebal dan keras, tetapi tidak kaku. Warna kaki pada umumnya berwarna merah. Ukuran panjang total dapat mencapai 35 cm di alam. Sedang umumnya 20-25 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat: Kedalaman 10- 45 m. Dasar substrat lumpur. Pesisir pantai dan laut. Habitat yang disukai adalah dasar laut yang lunak (soft) yang terdiri dari campuran pasir dan lumpur. Daerah fishing ground di: Sumatera Timur mendapat aliran sungai Asahan, sungai Rokan, sungai Kampar, sungai Indragiri, sedangkan Kepulauan Bangka dan Riau memberi lindungan terhadap perairan tersebut dari arus laut Cina selatan yang terbuka dan lewat Laut Jawa. Pantai utara Jawa antara Cirebon dan Jawa tengah merupakan daerah penting pemusatan udang (Unar, 1965).

Penyebaran: Sebaran di dunia Indo-West Pacific: mulai dari Teluk Persian ke Thailand, Hong Kong, Philippines. Indonesia, New Guinea, New Caledonia dan utara Australia (north of 29°S). Di Indonesia mulai dari Selat Malaka, pantai utara pulau Jawa, pantai selatan pulau Jawa (Cilacap khususnya), Maluku dan laut Aru selatan Papua, penangkapan udang telah melampaui lestari. Pantai selatan Nusa Tenggara dan pantai selatan Kalimantan, penangkapan udang belum dilakukan secara memadai. Daerah potensial untuk udang adalah di laut sekitar Sulawesi (Teluk Bone, Teluk Tomini, Selat Makasar dan laut Sulawesi), sebelah utara Nusa Tenggara (laut Flores) dan pantai selatan Nusa Tenggara (Unar, 1965).

Menurut Naamin (1977) udang ini tersebar hampir di seluruh perairan laut yang relatif dangkal, terutama sepanjang pantai timur pulau Sumatera, di beberapa daerah pantai selatan pulau Jawa (Cilacap serta Pangandaran), pantai utara Jawa, pantai Kalimantan, pantai Sulawesi Selatan, serta perairan Aru dan Arafuru.

Status
Belum dilindungi undang-undang RI. Penaeus monodon Fabricius, 1798 dilarang eksport untuk induk dan calon induk. Belum terdaftar dalam list IUCN.

Ancaman
Dari banyaknya spesies udang laut yang terdapat diperairan Indonesia, ada 11 spesies yang dapat dikategorikan mempunyai nilai niaga penting. Marga Penaeus merupakan komoditi eksport terpenting, marga Metapeaeus merupakan spesies penting yang kedua dan disusul oleh udang air tawar yaitu Macrobrachium dan Panulirus (Lobster) (Toro & Soegiarto, 1979). Diperkirakan populasinya kian menurun, karenanya perlu dilindungi untuk kelestarian spesies dan pemanfaatan berkelanjutan.

Saran
Perlu dilindungi dan diatur dalam undang-undang RI. Dimasukan dalam list IUCN: Penaeus monodon Fabricius, 1798 dilarang eksport untuk induk dan calon induk.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Comments