Mengenal Ikan Hiu Martil (Terancam Punah)

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Chondrichthyes
  3. Sub–Kelas : Elasmobranchii
  4. Bangsa : Carcharhiniformes
  5. Suku : Sphynidae
  6. Marga : Sphyrna
  7. Spesies : Sphyrna lewini (Griffith & Smith, 1834)
Morfologi

  1. kepala melebar ke samping, lebarnya kurang dari sepertiga panjang tubuhnya;
  2. tepi kepala bagian depan sangat melengkung, terdapat lekukan dangkal pada bagian tengahnya;
  3. sirip punggung pertama tinggi, agak lancip melengkung;
  4. sirip punggung kedua pendek, dengan ujung belakang panjang dan bagian tepi yang agak cekung;
Habitat dan Penyebaran
Merupakan kelompok hiu martil yang biasa ditemukan di perairan paparan benua, mulai dari perairan pantai hingga laut lepas, hidup di lapisan permukaan semi oseanik pelajik hingga pada kedalaman 275 m. Di perairan Indonesia, sebarannya mencakup Samudera Hindia, Selat Sunda, Laut Jawa, barat dan timur Kalimantan, Laut Cina Selatan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Status
Di Indonesia, upaya perlindungan Sphyrna lewini sedang dilakukan dengan menyusun KepMen Kelautan dan perikanan tentang perlindungan ikan hiu tahun 2013; IUCN – Endangered; CITES – Appendiks II.

Ancaman
Upaya penangkapan ikan hiu sudah berlangsung sejak tahun 1980an. Spesies ikan ini merupakan salah satu hasil tangkapan sampingan (bycatch) dari berbagai alat tangkap yang dioperasikan baik di perairan pesisir maupun perairan lepas. Umumnya ikan yang tertangkap nelayan di perairan pesisir adalah ikan-ikan anakan (juvenil) sehingga merupakan ancaman terhadap populasi spesies ikan ini di masa mendatang. Di lain pihak, adanya kemungkinan praktek finning, yaitu nelayan hanya mengambil siripnya saja sedangkan bagian tubuh lainnya dibuang ke laut.

Saran
Diperlukan adanya peningkatan kesadaran bagi masyarakat nelayan untuk tidak melakukan praktek finning dan melakukan pembatasan ukuran hasil tangkapan minimumnya.

Sumber : Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Comments