Mengenal Udang Kelong Yang Terancam Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Anak Kelas : Crustacea
  3. Kelas : Malacostraca
  4. Bangsa : Decapoda
  5. Suku : Penaeidae
  6. Marga : Fenneropenaeus PĂ©res Farfante, 1969
  7. Spesies : Fenneropenaeus indicus (H. Milne Edwards, 1837)
  8. Sinonim : Penaeus indicus longirostris De Man, 1892

Morfologi
Rostrum (tanduk, cucuk) jumlah gigi bagian atas 8, sedangkan pada bagian bawah 5. Rostrum dengan Rumus gigi 8/5. Rostrum sangat kuat baik yang muda maupun dewasa. Kulit putih bersih, lebih tebal dibandingkan Penaeus merguiensis. Antennule pendek belang-belang berwarna kuning coklat. Ukuran lebih kecil dari Penaeus merguiensis, yaitu 13 cm di alam. Di Aceh paling banyak ditemukan di tambak.

Habitat dan Penyebaran
Habitat: Kedalaman 10- 45 m. Dasar substrat lumpur. Pesisir pantai dan laut. Udang bersifat benthik, hidup pada permukaan dasar laut. Habitat yang disukai adalah dasar laut yang lunak (soft) yang terdiri dari campuran pasir dan lumpur. Perairan berbentuk teluk dengan aliran sungai yang besar merupakan daerah udang yang sangat baik, seperti di Indonesia (daerah pemusatan fishing ground) adalah di: Sumatera Timur mendapat aliran sungai Asaha, sungai Rokan, sungai Kampar, sungai Indragiri, sedangkan Kepulauan Bangka dan Riau memberi lindungan terhadap perairan tersebut dari arus laut Cina selatan yang terbuka dan lewat Laut Jawa. Walaupun sedikit menyerupai teluk dan sungai yang mengalir hanya kecil, pantai utara Jawa antara Cirebon dan Jawa tengah dapat memenuhi kesuburan dan merupakan daerah penting pemusatan udang (Unar, 1965).

Penyebaran: Sebaran di dunia Indo-West Pacific: mulai dari Teluk Persian ke Thailand, Hong Kong, Philippines. Indonesia, New Guinea, New Caledonia dan utara Australia (north of 29°S). Di Indonesia mulai dari Selat Malaka, pantai utara pulau Jawa, pantai selatan pulau Jawa (Cilacap khususnya), Maluku dan laut Aru selatan Papua, penangkapan udang telah melampaui lestari. Pantai selatan Nusa Tenggara dan pantai selatan Kalimantan, penangkapan udang belum dilakukan secara memadai. Daerah potensial untuk udang adalah di laut sekitar Sulawesi (Teluk Bone, Teluk Tomini, Selat Makasar dan laut Sulawesi), sebelah utara Nusa Tenggara (laut Flores) dan pantai selatan Nusa Tenggara (Unar, 1965).

Menurut Naamin (1977) udang ini tersebar hampir di seluruh perairan laut yang relatif dangkal, terutama sepanjang pantai timur pulau Sumatera, di beberapa daerah pantai selatan pulau Jawa (Cilacap serta Pangandaran), pantai utara Jawa, pantai Kalimantan, pantai Sulawesi Selatan, serta perairan Aru dan Arafuru.

Status
Telah dilindungi SK. Mentan No. 214/Kpts/Um/V/1973. Penaeus indicus Milne Edwards, (Indian Prawn) dilarang untuk dieksport untuk induk dan calon induk. Belum terdaftar dalam list IUCN.

Ancaman
Dari banyaknya spesies udang laut yang terdapat diperairan Indonesia, ada 11 spesies yang dapat dikategorikan mempunyai nilai niaga penting. Marga Penaeus merupakan komoditi eksport terpenting, marga Metapeaeus merupakan spesies penting yang kedua dan disusul oleh udang air tawar yaitu Macrobrachium dan Panulirus (Lobster) (Toro & Soegiarto, 1979). Diperkirakan populasinya kian menurun, karenanya perlu dilindungi untuk kelestarian spesies dan pemanfaatan berkelanjutan.

Saran
Dimasukan dalam list IUCN: Fenerropenaeus indicus Milne Edwards, dilarang eksport untuk induk dan calon induk.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Junk Food Kurang Menyehatkan ? Tambah Alginat Aja !

Media Penyuluhan Perikanan - Makanan cepat saji (fast food) yang umumnya dikelola dalam suatu rantai restoran dengan sistem waralaba dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Alasan kepraktisan dan penyajiannya secara cepat dengan hasil masakan yang standar sehingga harganyapun standar hampir di semua lokasi menjadi daya tarik bagi konsumen sehingga bisnis ini berkembang cepat. Menyebut makanan cepat saji tak bisa lepas dari peran Amerika Serikat yang punya kepiawian dalam mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat dunia. Sebut saja harmburger dan hotdog (frankfurter) asalnya dari Jerman, dan pizza asalnya dari Itali, tetapi yang menjadikan makanan tersebut mendunia adalah Amerika Serikat yang mengembangkan penjualan makanan tersebut melalui rantai restoran cepat saji. Begitu pula dengan ayam goreng yang telah dijual secara cepat saji di banyak tempat hingga ke kota-kota kecil di Indonesia.

Kepopuleran makanan cepat saji yang telah merebut hampir semua segmen di masyarakat dari semua kelompok umur tersebut mengkhawatirkan bagi para ahli gizi. Makanan cepat saji umumnya banyak mengandung lemak jenuh dengan komposisi nutrisi yang tidak seimbang, sehingga mendapat julukan sebagai junk food yang secara harfiah dapat diartikan sebagai “sampah”. Kurangnya serat (fiber), merupakan salah satu kelemahan yang sangat berbahaya. Serat berperan sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit antara lain kanker usus besar, penyakit jantung dan penyakit lain akibat kegemukan. Celakanya, banyak anggota masyarakat kurang begitu menyukai makanan sumber serat seperti buah dan sayuran. Oleh karenanya, perlu dicari terobosan pengayaan serat pada makanan-makanan yang telah populer dan banyak dikonsumsi masyarakat.

Tim dari Universitas Newcastle Inggris telah mempublikasikan temuannya dalam Journal Critical Reviews in Food Science and Nutrition bahwa alginat, ekstrak dari sejenis rumput laut dapat digunakan untuk manambah kandungan serat pada cakes, burger, dan berbagai junk food serta makanan atau camilan lain yang umumnya banyak mengandung lemak jenuh dan kurang mengandung nutrisi yang menyehatkan. Tim ilmuwan melakukan riset keunggulan dari rumput laut coklat dari jenis Lessonia dan Laminaria. Kandungan alginat yang didapat dari ekstrak rumput laut tersebut terus diteliti manfaatnya dan kemungkinan aplikasi penggunaannya pada industi makanan. Tepung alginat tidak berbau dan berwarna putih gading atau sedikit kecoklatan. Dikatakan bahwa alginat telah terbukti memperkuat mucus, perlindungan alamiah dari dinding usus, dapat memperlambat pencernaan, dan dapat memperlambat pelepasan gizi di dalam tubuh. Lebih lanjut, alginat mengandung serat yang tinggi, mengandung mineral penting, mudah dicerna, enak dan aman.
Selama ini alginat telah banyak digunakan sebagai bahan jelly, perekat makanan bertepung, bahan pengental pada pembuatan minuman semacam bir, es krim, cream pada yoghurt dan lainlain. Kemungkinan penggunaan lain yang perlu dipopulerkan adalah sebagai bungkus sosis, mengingat sosis sebagai makanan praktis yang populer dan saat ini di Eropa masih banyak menggunakan gelatin yang berasal dari usus babi.

Masalah malnutrisi, saat ini tidak hanya kekurangan gizi tetapi juga kegemukan akibat pola makan dengan gizi tidak seimbang. Akibat malnutrisi tersebut sama-sama dapat menurunkan produktivitas masyarakat akibat penyakit yang ditimbulkannya. Guna memerangi hal tersebut, konsumsi serat menjadi hal penting yang perlu diprioritaskan dan penggunaan tepung alginat pada roti atau makanan pokok ataupun camilan yang banyak dikonsumsi masyarakat kiranya dapat menjadi alternatif. Agar lebih memasyakat, perlu dukungan penyediaan tepung alginat yang terjangkau dan sosialisasi penggunaannya hingga ke industri skala rumah tangga yang banyak memproduksi jajanan anak-anak.

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Siput Laut Ternyata Berkhasiat !

Media Penyuluhan Perikanan - Siapa sangka ternyata siput dari jenis Conus geographus yang banyak dijumpai di bawah laut tropis khususnya Indonesia dan Philipina dapat dijadikan bahan baku untuk obat. Hasil riset menyimpulkan, racun yang dikeluarkan oleh siput berupa ratusan polipeptida toksik yang digunakan untuk membunuh mangsanya, salah satunya bernama omega-conotoxin MVIIA telah disetujui oleh FDA(Food and Drug Administration) Amerika Serikat untuk obat nyeri pada pasien kanker, AIDS dan gangguan syaraf tertentu.

Kelebihan Protein Siput

Omega-conotoxin MVIIA dapat menghambat transportasi kalsium di dalam sel saraf yang akan menghantarkan sinyal rasa nyeri. Di samping itu, hasil percobaan lainnya membuktikan bahwa senyawa ini memiliki kemampuan sebagai penghilang rasa sakit seribu kali lebih ampuh di banding morphine.

Senyawa peptida ini mirip dengan neuropeptida, sehingga akan terhindar dari efek ketergantungan/ketagihan akan obat tersebut. Senyawa obat ini adalah hasil dari penelitian Dr Baldomero M. Olivera, warga negara Philipina yang sekarang bekerja di Universitas Utah, Amerika Serikat. Berkat kerja keras dan ketekunannya,
akhirnya penelitiannya membuahkan hasil yang cukup gemilang dan membantu para penderita nyeri yang banyak dialami oleh manusia dengan berbagai sebab. Tindakan peneliti ini memberikan teladan bagi para peneliti di negara-negara lain untuk meniru strategi dan usaha kerasnya.

Sampai saat ini, Dr Olivera telah berhasil memurnikan 150 peptida dari senyawa beracun tersebut dan telah mengetahui urutan asam amino lebih dari 2000 jenis peptida racun yang dihasilkan oleh conus/siput laut. Dalam rumus kimia, peptida - peptida yang dihasilkan oleh siput ini umumnya memiliki panjang 12 sampai 35 asam amino dan memiliki daya ikat spesifik ke permukaan sel atau reseptornya. Sehingga cara bekerjanya senyawa tersebut bersifat spesifik dan sangat cocok untuk obat. Keunggulan lain senyawa ini adalah sangat cepat beraksi didalam sel serta sangat mudah untuk memproduksinya.

Selain Omega-conotoxin MVIIA, masih ada beberapa senyawa lain yang telah diuji cobakan pada pasien diantaranya Contulakin-G dari jenis lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati epilepsi. Mengingat terdapat lebih dari 500 spesies dari siput laut dan jika masing-masing siput memiliki 50-200 senyawa aktif maka dapat diperkirakan masih ada lebih dari 50.000 jenis senyawa aktif yang berpotensi untuk obatobatan
yang belum terungkap. Indonesia kaya akan hasil laut dan invertebrata termasuk spesies conus, oleh karenanya penemuan tersebut membuka peluang besar bagi para peneliti Indonesia untuk menggali potensi alamnya sebagai sumber obat baru. Obat berbahan baku siput laut tersebut telah dikomersialkan dan di produksi oleh Elan Corporation dengan nama dagang prialt (ziconotide intratechal infusion).

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Tambah Sehat dan Cantik Dengan Kerang Emas

Media Penyuluhan Perikanan - Tidak asing lagi bagi kita jika kekerangan digunakan sebagai bahan pangan atau media penghasil mutiara. Namun lain halnya dengan jenis kerang yang satu ini, kerang ini memiliki warna putih kekuning-kuningan sehingga disebut sebagai Kerang Emas (Atactodea sp). Kerang tersebut telah digunakan sebagai obat tradisional untuk mencegah penyakit kuning di Maluku dengan cara merebus kemudian air dan dagingnya dikonsumsi.

Bermula dari kegunaan yang ada pada kerang tersebut maka Dr. Ir. Linawati Hardjito, M.Sc Ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Institut Pertanian Bogor beserta mahasiswa bimbingannya melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat yang terkandung didalam kerang tersebut. Terbukti bahwa Kerang Emas tersebut bermanfaat sebagai anti degeneratif, mencegah kerusakan hati (hepatoprotector), hepatitis, dan kanker. Kerang Emas merupakan pangan yang bergizi karena memiliki kandungan protein yang besar, inhibitor enzim Topoisomerase I yang berfungsi mencegah kanker, dan 17 macam asam amino yang terdiri dari 9 asam amino esensial meliputi histidin, arginin, treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, dan lisin serta 8 asam amino non esensial yang meliputi asam aspartat, asam glutamat, tirosin, sisitin, serin, glisin, alanin, dan prolin.

Saat ini dua jenis produk berbahan baku Kerang Emas dalam bentuk lotion dan pil telah berada di pasar. Lotion tersedia dengan aroma kenanga dan sereh berkhasiat meningkatkan keelastisitasan kulit karena asam amino yang ada dapat meningkatkan pembentukan kolagen. Pil kerang emas berfungsi sebagai suplemen anti degeneratif dengan mengurangi jumlah sel yang mati dan dapat mencegah berbagai penyakit. Produk lotion 35 ml dijual dengan harga Rp15.000 per botol sedangkan produk pil yang berisi 25 pil dengan berat bersih sebesar 500 gr per botol dijual seharga Rp50.000. Produk lotion dan pil kerang emas diproduksi oleh Departemen THP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB bekerjasama dengan PT Araminta Sidhakarya.


Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Mengenal Udang Barong Yang Terancam Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus versicolor Latreille, 1804
  7. Sinonim : Palinurus versicolor Latreille, 1804

Morfologi
Lempeng antennule dengan empat buah duri terletak terpisah dan tanpa tambahan duri-duri kecil. Permukaan bagian atas ruas abdomen tidak mempunyai alur melintang dan tidak mempunyai rambut, kecuali pada bagian tepi belakang dan lekuk bagian sisi. Bagian belakang permukaan atas abdomen ditandai oleh garis putih melintang yang bergerak dari tepi sebelah kiri ke tepi sebelah kanan. Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting). Antenna warna merah muda. Warna udang ini bervariasi, warna dasar hijau terang dengan garis putih melintang diapit oleh garis hitam. Udang muda warna dasar kebiruan atau keunguan. Panjang tubuh maksimum dapat mencapai 40 cm dan rata-rata panjang tubuh adalah kurang dari 30 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai.

Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. versicolor mulai dari Aceh, Nias, Sumatera Barat, Jawa Barat, Tengah dan Timur, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara TImur, Timor, Makassar, Manado, Ternate, Halmahera, Maluku Utara, Ambon dan Pulau-pulau sekitar Banda. P. ornatus sebaran dimulai dari Aceh, Utara Jawa, dan Tengah, Makassar, Manado, Ambon, Maluku Utara, Halmahera dan Ambon.

Status
Belum dilindungi UU-RI dan belum terdaftar dalam list IUCN.

Ancaman
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran
Perlu dilindungi oleh undang-undang RI dan dimasukkan ke dalam appendix 2, serta dimasukkan dalam IUCN Redlist: Vulnerable (VU) (rentan), karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Udang Terancam Punah : Lobster Lumpur Berduri

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus polyphagus (Herbst, 1793)
  7. Sinonim : Palinurus fasciatus (Fabricius, 1798)
Morfologi
Lempeng antennulla dengan dua buah duri besar terletak pada bagian sebelah muka. Bagian sebelah belakang dari permukaan atas ruas abdomen di tandai oleh garis putih melintang dari tepi sebelah kiri ke tepi sebelah kanan. Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting). Panjang tubuh maksimum dapat mencapai 40 cm dengan rata-rata panjang tubuh antara 20 –25 cm. Warna dasar hujau muda kebiruan dengan garis melintang pada setiap segmen. Kaki berbercak putih.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai.

Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. polyphagus menyebar di Pulau Jawa (Barat, dan Tengah), Sulawesi Selatan (Makassar) dan Manado. P. longipes sebaran dimulai dari Jawa Tengah, Karimun Jawa, Sulawesi Selatan (Makassar) dan Manado dan Pulau Talaud. P. versicolor mulai dari Aceh, Nias, Sumatera Barat, Jawa Barat, Tengah dan Timur, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara TImur, Timor, Makassar, Manado, Ternate, Halmahera, Maluku Utara, Ambon dan Pulau-pulau sekitar Banda

Status
Belum dilindungi oleh undang-undang RI. Sudah masuk IUCN dengan status Least Concern ver 3.1 (diperhatikan).

Ancaman
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran
Segera dilindungi dengan undang-undang RI dan dimasukkan ke dalam appendix 2, serta masukkan dalam IUCN Redlist: Vulnerable (VU) (rentan), karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Si Udang Jaka Diambang Kepunahan

Media Penyuluhan Perikanan - Lobster bertanduk bercabang dan berduri, udang jaka, udang karang Pronghorn spiny lobster, rock lobster

Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus penicillatus (Olivier, 1791)
  7. Sinonim : Astacus penicillatus Olivier, 1791, Palinurus penicillatus Olivier
Morfologi
Lempeng antenulla dengan empat buah duri dan bagian dasar saling berhubungan, tanpa duri-duri tambahan disebelah belakangnya. Permukaan bagian atas ruas abdomen dengan bulu-bulu keras terletak menyebar, rambut terdapat pada tepi bagian belakang abdomen dan lekuk pada bagian sisi. Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting).

Warna hijau muda sampai hijau kecoklatan. Udang jantan biasanya berwarna lebih gelap. Kaki bergaris putih. Panjang tubuh maksimum sekitar 40 cm, panjang tubuh lobster dewasa sekitar 30 cm. Lobster jantan biasanya memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar dibandingkan betina.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai.

Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. penicillatus sebaran mulai dari: Aceh (Simeleu), Nias, Jawa Barat, Tengah dan Timur, Sumbawa, Manado, Gorontalo, Tondano, Pulau Salebaru, Nusa Tenggara Timur, Timor Timur dan Ambon.

Status
Belum dilindungi Undang-undang RI. Sudah masuk IUCN dengan status Least Concern ver 3.1 (diperhatikan)

Ancaman
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran
Perlu dilindungi dengan undang-undang RI. Dimasukkan ke dalam appendix 2, dan dimasukkan dalam IUCN Redlist: Vulnerable (VU) (rentan), karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Teripang & Omega 3 Dapat Mengendalikan Lupus

Media Penyuluhan Perikanan - Awalnya, penderita Lupus sering dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi, bercak-bercak merah di bagian wajah atau lengan, atau menderita panas, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, persendian bengkak dan sariawan. Namun penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Jumlah penderita Lupus tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 kasus per 100.000 orang. Di Indonesia hingga saat ini tercatat sekitar 50.000 penderita. Sedangkan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang ditangani sejak awal 1991 sampai akhir 1996, 1 dari 23 penderitanya adalah laki-laki. Penyakit Lupus masih jarang diketahui masyarakat. Ahli menduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen karena Lupus kerap kali menyerang wanita subur. Misalnya pada wanita hamil yang kemudian terjadi abortus, gangguan perkembangan janin ataupun bayi meninggal saat lahir. Kehamilan bisa memperburuk gejala Lupus, jadi sering dijumpai gejala muncul pada penderita sewaktu hamil atau setelah melahirkan. Penyakit ini sering menyerang wanita usia produktif sampai usia 50 tahun, namun ada juga pria yang mengalaminya.

Teripang (sea cucumber) dapat mengendalikan lupus sendi. Setelah dikonsumsi selama seminggu, akan terlihat hasilnya, sakit berkurang, linu hilang, rambut menjadi tebal, kulit kembali kenyal dan halus. Hasil tes laboratorium untuk konsumsi gamat (tripang) selama satu bulan, nilai ANA negatif, C3 sebagai aktivitas protein antibodi berkisar normal dengan angka 98 mg/dl, C4 meningkat ke angka 20 mg/dl, dan Laju Endap Darah 19 mm/jam. Ginjalnya diperiksa untuk mengetahui efek samping konsumsi gamat. Nilai uretum 15 mg/dl, tetap pada ambang batas 13-43 mg/dl dan kreatinin 0,6 mg/dl, pada kisaran normal 0,5-0,9 mg/dl.

Menurut Howard Benedikt, MS, DC ahli nutrisi dari Long Island University, Amerika Serikat, menyebutkan vitamin E, omega-3 EPA, dan kelompok antioksidan gamat berpengaruh dalam pembuangan sitokinin. Hasil temuan Dr. Mittchell Kurk direktur medis Biomedical Revitalization Center of Laurence, New York, menunjukkan gamat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang atau linu sendi, tanpa efek samping. Sebab gamat memiliki komponen kondroprotektif yang memperbaiki tulang muda dengan merangsang metabolisme anaboliskondrosit serta menghambat reaksi katabolisme saat peradangan.

Jadi untuk lebih sehat, mulai sekarang tingkatkan konsumsi ikan termasuk aneka hasil laut yang kaya akan sumber nutrisi.

Sumber : Manfaat Ikan, Ditjen P2HP (2012)

Minyak Ikan Mencegah Kanker Kulit

Media Penyuluhan Perikanan - Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang kaya manfaat karena mengandung sekitar 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid/PUFA ) didalamnya akan membantu proses tumbuh-kembang otak, serta perkembangan indra penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita. Minyak ikan juga tergolong sebagai sumber lemak yang rendah kolesterol, sehingga para ahli gizi dan kesehatan sepakat bahwa minyak ikan aman untuk dikonsumsi oleh bayi, balita, orang dewasa serta ibu hamil.

Ada 2 jenis PUFA yang sangat terkenal, yakni DHA dan EPA, dimana gabungan konfigurasi atom karbon keduanya dikenal sebagai omega-3. Jenis ikan laut yang “kaya” kandungan omega-3 antara lain salmon, tuna (khususnya tuna sirip biru, tuna sirip kuning, dan albacore ), sardin, herring, mackerel dan kerang-kerangan. Para peneliti di Inggris telah menemukan fakta menarik bahwa minyak ikan dapat mencegah kanker kulit. Para peneliti melakukan riset di RS Hope, Manchester Inggris terhadap 42 kelompok orang sehat dengan diberikan suplemen minyak ikan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Kelompok lain diberikan minyak zaitun dengan perbandingan porsi dan waktu yang sama. Hasilnya dalam kurun waktu 3 bulan tingkat kekebalan
terhadap penyakit kanker meningkat 33 %, dan bagi kelompok yang menderita alergi terhadap sinar matahari meningkat pesat kekebalannya setelah 6 bulan. Riset ini juga mensyaratkan untuk mengurangi kebiasaan berjemur di pantai selama satu bulan. Sementara itu, hasil berbeda didapatkan pada kelompok yang diberikan minyak zaitun, mereka tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan rentang waktu yang sama.

Di Inggris tingkat penderita kanker kulit meningkat 2 kali lipat setiap dekade sejak tahun 1940, jumlah penderitanya saat ini berkisar 100.000 kasus dengan tingkat kematian 2000 orang pertahun. Kenaikan kasus ini disebabkan oleh banyaknya turis dari Inggris yang berlibur ke luar negeri dan mereka berjemur berlebihan. Penyebab utama kanker kulit adalah terbakarnya kulit akibat sinar matahari, sehingga menyebabkan kerusakan DNA. Oleh karena itu intensitas terkena terik sinar matahari dan penggunaan alat pelindung harus diperhatikan.

Kegiatan di luar rumah tanpa disadari juga menjadi potensi penyebab penyakit kanker seperti saat berjemur di pantai, berjalan-jalan dan berbelanja di tempat terbuka atau mungkin berkebun. Hal lain yang tanpa disadari, misalnya saat berada pada ruangan berpendingin yang menggigit kulit kemudian terkena terik panas sinar matahari dengan tiba-tiba tanpa menggunakan alat perlindungan terhadap sinar matahari. Beberapa orang berpendapat bahwa menggunakan alat perlindungan sinar matahari diperlukan ketika hanya akan berjemur saja dan ternyata pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena ternyata kita membutuhkannya setiap kita akan keluar rumah agar terlindung dari sinar matahari.

Para peneliti mengungkapkan bahwa pencegahan kanker kulit diawali dengan perubahan pola makan dan pengurangan intensitas terkena sinar matahari baik yang ringan maupun ketika sangat terik. Kemudian pola makan diharuskan terdapat unsur omega 3 yang terdapat di ikan seperti salmon, makarel, sarden dan lain-lain. Kandungan omega 3 terbukti dapat menolong anak-anak dalam menjaga kerusakan hati, demensia, dan menjaga kerusakan kulit akibat kerusakan DNA yang menyebabkan kanker kulit.

Salah seorang anggota kelompok mengemukakan kisahnya ketika pernah menderita kanker akibat sinar matahari, yang ditandai dengan kulit berbisul dan rasanya gatal pada sekujur tubuhnya. Kemudian ia mengatur pola makannya dengan mengkonsumsi makanan serba ikan. Menu sandwichnya dikombinasi dengan salmon, atau tuna, makarel, sarden kaleng atau ikan bakar. Ia juga mengatur jadwal kepergiannya, dan tidak keluar ketika awal musim panas dan dibatasi hanya pergi ketika senja tiba, sehingga saat ini ia merasa lebih baik, kulitnya tidak melepuh dan terasa panas. Penelitian ini mengejutkan anggota tersebut bahwa kesehatannya yang lebih baik ini diakibatkan oleh karena mengkonsumsi ikan lebih banyak belakangan ini dibandingkan ketika masih muda dulu. Awalnya ia berasumsi bahwa kasus itu terjadi karena tipisnya lapisan kulit ketika masih muda dan semakin menebal ketika bertambah tua. Ia sangat senang bahwa
pola makan sehat menolongnya untuk mencegah kanker kulit.

Takaran mengkonsumsi minyak ikan

Manfaat minyak ikan sangat besar dan baik bagi kesehatan, namun takaran konsumsinya harus diperhatikan. Konsumsi minyak ikan pada bayi dan balita per harinya didasarkan pada berat badan. Misalnya saja, bila berat badan anak anda 10 kg, cukup mengkonsumsi minyak ikan sebanyak satu sendok teh setiap harinya. Jika berat badannya lebih dari 10 kg, gunakan alat takar berupa sendok makan, karena jumlah kebutuhannya juga akan meningkat. Untuk dewasa biasanya menyesuaikan dengan takaran yang sudah tercantum dalam kemasan produk. Hal lain yang harus diperhatikan adalah proses penyimpanan. Proses oksidasi lemak yang terkandung dalam minyak ikan dapat terjadi akibat terkena oksigen dalam jangka lama dan pemanasan sehingga merusak kualitas minyak ikan dan mengubah aromanya menjadi tengik. Sebaiknya simpan minyak ikan di dalam wadah yang tertutup rapat dan letakkan di tempat yang sejuk

Lobster Mutiara, Jenis Udang yang Juga Terancam Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus ornatus (Fabricius, 1798)
  7. Sinonim : Palinurus ornatus Fabricius, 1798


Morfologi
Tubuh lobster mutiara terdiri dari dua bagian utama, yaitu kepala yang menyatu dengan dada (cephalothorax), dibungkus oleh karapas yang keras berduri, melekat 5 pasang kaki jalan (periopod) dan bagian badan terdiri dari daging, punggung dibungkus oleh karapas, tempat melekat kaki renang (pleopod) 4 pasang dan ekor (telson). Pada lobster puerulus (larva) belum terbentuk kaki renang. Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting). Warna karapas lobster mutiara dewasa dominan coklat muda bergaris-garis hitam, tingkat warna coklat sangat dipengaruhi oleh habitat/media pemeliharaan. Lobster mutiara (Panulirus ornatus) biasanya ukurannya jauh lebih kecil, yaitu antara 30 –35 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai.

Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. ornatus sebaran dimulai dari Aceh, Utara Jawa, dan Tengah, Makassar, Manado, Ambon, Maluku Utara, Halmahera dan Ambon.

Status
Belum dilindungi oleh Undang-undang RI., Belum terdaftar dalam list IUCN.

Ancaman
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran
Perlu dilindungi oleh undang-undang RI dan dimasukan ke dalam appendix 2, serta dimasukkan dalam IUCN Redlist: Vulnerable (VU) (rentan), karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Udang Karang si Lobster Bunga Juga Terancam Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus longipes (A. Milne Edwards, 1868)
  7. Sinonim : Panulirus longipes femoristriga (Von Martens, 1872), Panulirus japonicus (Von Siebold, 1824)

Morfologi
Lempeng antennule dengan dua buah duri terletak pada bagian muka. Di belakang duri tersebut terdapat masing-masing sebaris duri kecil berjumlah satu sampai enam buah pada tiap barisnya, umumnya jumlah duri kecil ini tiga buah.

Badan besar dan dilindungi kulit keras yang mengandung zat kapur. mempunyai duri-duri keras dan tajam, terutama di bagian atas kepala dan antena atau sungut; pasangan kaki jalan tidak punya chela atau capit, kecuali pasangan kaki kelima pada betina; Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting); memiliki warna bermacam-macam yaitu, ungu, hijau, merah, dan abu-abu, serta membentuk pola yang indah; antena tumbuh baik, terutama antena kedua yang melebihi panjang tubuhnya. Abdomen berbintik-bintik putih. Kaki jalan berbintik bintik putih dengan warna pucat memanjang pada tiap-tiap ruas kaki. Ukuran panjang tubuh maksimum adalah 30 cm dengan rata-rata panjang tubuh antara 20 –25 cm, dan maksimum panjang karapas 12 cm dengan rata-rata panjang karapas antara 8 –10 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai. Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. longipes sebaran dimulai dari Jawa Tengah, Karimun Jawa, Sulawesi Selatan (Makassar) dan Manado dan Pulau Talaud.

Status
Belum dilindungi UU RI, tetapi sudah masuk IUCN dengan status Least Concern ver 3.1 (diperhatikan).

Ancaman
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran
Perlu dilindungi oleh undang-undang RI dan dimasukkan ke dalam appendix 2, karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen.

Lobster Hijau Pasir Yang Terancam Punah

Media Penyuluhan Perikanan -
Klasifikasi
  1. Filum : Arthropoda
  2. Kelas : Malacostraca
  3. Bangsa : Decapoda
  4. Suku : Palinuridae
  5. Marga : Panulirus
  6. Spesies : Panulirus homarus (Linnaeus, 1758)
  7. Sinonim : Panulirus dasypus (H. Milne Edwards, 1837), Panulirus burgeri (De Haan, 1841)
Morfologi
Lempeng antennule dengan dua buah duri besar yang terletak pada bagian muka. Dibelakang duri tersebut terdapat masing-masing sebaris duri terdiri dari dua sampai enam buah duri kecil dan duri paling belakang berukuran besar, tetapi masih lebih kecil dibandingkan dengan duri besar yang terletak di sebelah muka. Lobster mempunyai tubuh besar yang diselubungi dengan kerangka kulit dan berzat kapur, serta terdapat duri-duri keras dan tajam terutama di bagian atas kepala dan antena atau sungut. Antena pada lobster tumbuh baik terutama antena kedua yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya. Pasangan kaki jalannya tidak mempunyai chela atau capit, kecuali pasangan kaki lima pada lobster betina. Dalam periode pertumbuhan lobster selalu berganti kulit (molting). Warna karapas hijau atau kecoklatan dengan hiasan bintik-bintik terang tersebar di seluruh permukaan segmen abdomen. Kaki memiliki bercak-bercak putih. Ukuran panjang tubuh maksimum adalah 31 cm, panjang karapas 12 cm dan rata-rata panjang tubuh antara 20 –25 cm.

Habitat dan Penyebaran
Habitat di laut, perairan dangkal (perairan pesisir), dari sublittoral turun ke kedalaman 15 m, kadang-kadang sedikit keruh. Di daerah terumbu karang, sering ditemukan pada tepi arah laut dari dataran terumbu. Pada substrat berpasir dan berlumpur, kadang-kadang di bawah berbatuan, dekat mulut sungai. Penyebaran tropis Indo-Pasifik, juga menyebar hingga Australia. P. homarus sebarannya mulai dari Sumatera Barat, Jawa (Panaitan, Kepulauan Seribu); Sulawesi Selatan (Makassar), Sulawesi Utara (Manado), Maluku (Ambon).

Status:
Belum di lindungi oleh Undang-undang RI., Sudah masuk IUCN dengan status Least Concern ver 3.1 (diperhatikan).

Ancaman:
Merupakan salah satu marga dari Crustacea laut yang mempunyai potensi ekonomi penting, di Indonesia mulai berkembang dan dibeberapa daerah juga sangat berpotensi untuk di eksport. Sangat diburu terutama restoran-restoran sea food, perlu dilindungi keberadaan di alam yang semakin dicari baik untuk eksport maupun untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan untuk pelestarian spesiesnya.

Saran:
Perlu segera dimasukan dalam undang-undang RI dan dimasukkan ke dalam appendix 2, serta dalam IUCN Redlist: Vulnerable (VU) (rentan), karena perlu pembatasan ukuran individu yang dipanen. Khusus induk betina bertelur dilarang dipanen.

Sumber : 
Ubaidillah, Rosichon. dkk. 2013. BIOTA PERAIRAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA - Prioritas Perlindungan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta


Makan ikan atau suplemen minyak ikan ?

Media Penyuluhan Perikanan - Banyaknya manfaat omega-3 terhadap kesehatan, mendorong berbagai perusahaan makanan menerapkan strategi bisnisnya untuk menarik konsumen dengan memfortifikasi omega 3 dalam produknya. Demikian juga, dengan makin maraknya perusahaan obat-obatan yang memproduksi suplemen minyak ikan. Minyak ikan mempunyai konsentrasi kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan utuh, sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif khususnya bagi orang yang bermasalah untuk makan ikan atau orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, untuk memperoleh efek omega 3 dalam menurunkan konsentrasi triglyceride (lemak dalam darah), mengurangi resiko denyut jantung yang tidak normal dan mengoreksi depresi diperlukan asupan omega 3 dalam jumlah tertentu. Untuk memperoleh
efek tersebut diatas, sebagian orang harus makan ikan setara 2 – 3 kali dengan 100 gram per sekali makan dalam sehari atau sekitar 6 - 9 gram minyak ikan per hari (rata rata 100 gram ikan mengandung minyak ikan sekitar 3 gram).

Minyak ikan mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding dengan makan ikan. Namun demikian, beberapa manfaat makan ikan terhadap beberapa penyakit tidak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi minyak ikan. Bagi penderita tekanan darah tinggi misalnya, akan lebih bermanfaat makan ikan daripada minyak ikan karena penurunan tekanan darah disebabkan oleh tingginya proporsi DHA dan EPA. Ikan lebih banyak mengandung DHA dan EPA dibandingkan minyak ikan.

Beberapa nutrisi dalam ikan seperti protein dengan asam aminonya, micronutrient, coenzym Q10 tidak ditemukan dalam minyak ikan. Ikan juga mengandung faktor anti-oksidan yang melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi sebelum dan sesudah proses pencernaan, sedangkan minyak ikan tidak mengandung anti-oksidan tersebut.

Guna memperoleh asupan omega-3 lebih banyak, menggunakan minyak ikan memang lebih praktis. Hanya saja, mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan akan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan diantaranya adalah kecenderungan pendarahan, kecenderungan peningkatan kolesterol (tidak hanya kolesterol baik/HDL tetapi juga kolesterol jahat/LDL) khususnya untuk penderita diabetes dan penderita yang sedang menurunkan triglyceride. Secara umum ikan tetap lebih bermanfaat dibandingkan minyak ikan, kecuali bagi orang tertentu yang mempunyai masalah makan ikan dan bagi orang yang memerlukan asupan
omega-3 dalam jumlah besar. Bagi orang tersebut maka minyak ikan dapat dijadikan alternatif dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, perlu adanya pengawasan medis yang ketat apabila minyak ikan tersebut digunakan dalam jumlah banyak.

Secara keseluruhan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega-3 yang dikandung dalam ikan mempunyai peran dalam kesehatan tubuh manusia baik di bagian otak, mata, jantung, paru-paru, otot, pencernaan, kulit maupun persendian. Kandungan nutrisi ikan yang luar biasa tersebut, menyebabkan pentingnya ikan dalam diet diperluas dari diet untuk menyembuhkan penyakit menjadi diet untuk pencegahan penyakit. Jadi anda tak perlu lagi takut menyajikan dan mengkonsumsi ikan. Mengkonsumsi ikan minimal 2 – 3 kali seminggu adalah pilihan yang bijaksana, karena anda telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit. Disamping itu, efek jangka panjangnya generasi yang akan datang diharapkan akan menjadi cerdas dan sehat

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Tulang dan Kulit Ikan Pemacu Pertumbuhan Ikan

Media Penyuluhan Perikanan - Para peneliti di Institut Penelitian Perikanan dan Budidaya Norwegia di Bergen telah mendeteksi sebuah kandungan dalam tepung ikan yang dapat merangsang ikan untuk tumbuh lebih cepat. Pakan salmon saat ini mengandung sekitar 30 persen tepung ikan. Karena tepung ikan semakin langka, maka produsen menggunakan pakan dengan kandungan protein nabati yang semakin meningkat. Peneliti di institut tersebut memfokuskan kepada pengidentifikasian kandungan dalam tepung ikan pakan utama salmon, sehingga ahli nutrisi ikan dapat menyediakan pakan yang lebih baik dan dengan harga yang terjangkau.

Peneliti mendeteksi komponen kunci, hydroxyproline-sebuah asam amino dan blok protein pembangun yang bertanggung jawab untuk mempercepat pertumbuhan salmon. Anders Aksnes, ilmuwan senior dari institut tersebut, menyatakan bahwa dengan lebih banyak hydroxyproline dalam pakan, salmon akan makan lebih banyak dan beratnya semakin bertambah 14 % dibandingkan dengan hasil yang menggunakan kebanyakan
pakan komersial yang tersedia di pasar saat ini.

Karena pertumbuhan ikan lebih cepat, periode produksi dikurangi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pakan dengan kandungan hydroxyproline dapat mengurangi terjadinya perubahan bentuk struktur tulang ikan dan perbaikan kesehatan ikan, yang berarti kualitas ikan menjadi lebih baik. Kandungan dari hydroxyproline dalam tepung ikan akan meningkat pada produksi tepung ikan yang menggunakan kulit dan tulang ikan yang kaya akan hydroxyproline. Hal ini tentunya, berita menggembirakan dalam industri seafood
karena kulit dan tulang ikan umumnya tidak laku terjual, dan sering dibuang. Institut tersebut telah mengajukan hak paten untuk penggunaan hydroxyproline dalam pakan ikan.

Sumber diolah : Ditjen P2HP

Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat (SAP)

Media Penyuluhan Perikanan - Perairan Kepulauan Raja Ampat dan Laut di Sekitarnya ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) pada 3 September 2009 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor Kep.64/Men/2009. Keputusan ini menetapkan perairan Kepulauan Raja Ampat dan Laut di sekitarnya
sebagai Suaka Alam Perairan (SAP). Kepulauan Raja Ampat secara administratif berada di bawah pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Kabupaten yang dibentuk melalui UU Nomor 26 Tahun 2002 tersebut merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran Kabupaten Sorong. Raja Ampat ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) karena memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang tinggi berupa terumbu karang, mangrove, litoral dan rumput laut. Wilayah ini terletak di ‘jantung’ kekayaan terumbu karang dunia yang dikenal dengan sebutan Segitiga Karang/Coral Triangle. Kepulauan ini merupakan salah satu kawasan yang memiliki fauna ikan karang terkaya di dunia yang terdiri dari paling sedikit 1,074 spesies serta merupakan areal pembesaran bagi sebagian besar jenis penyu yang terancam punah.

Secara geografis, Kabupaten Raja Ampat terletak pada koordinat 2°25’LU-4°25’LS & 130°-132°55’BT.

Kabupaten Raja Ampat memiliki batas wilayah sebagai berikut :
  1. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Seram Utara, Provinsi Maluku.
  2. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
  3. Sebelah timur berbatasan dengan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.
  4. Sebelah Utara berbatasan langsung dengan Republik Federal Palau.
Mengingat Kepulauan Raja Ampat pada bagian utara (Pulau Fani) berbatasan langsung dengan wilayah luar negeri (Republik Palau), maka wilayah ini termasuk memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu gerbang dunia internasional.

Luas Suaka Alam Perairan (SAP) Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Raja Ampat dan laut sekitarnya + 60.000 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut :
  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Pulau Waigeo
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan perairan Kepulauan Fam
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan perairan Pulau Gam
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan perairan Pulau Batangpele dan Pulau Maijafun
Kepulauan ini terletak di sebelah barat ekuator Lautan Pasifik dan di sebelah timur laut “alur masuk” arus lintas Indonesia dari Lautan Pasifik menuju Lautan Hindia. Sebagian besar kawasan ini terletak di salah satu bagian dari dua kawasan paparan benua yang dipisahkan oleh Selat Sagewin yang sempit. Keberadaan tepian paparan benua ini mengakibatkan tingginya variasi habitat laut dari perairan yang jernih.

Kepulauan Raja Ampat meliputi lebih dari empat juta hektar kawasan darat dan laut. Termasuk diantaranya empat pulau besar yakni Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool.

Menurut pendataan TNC-WWF, di wilayah ini tercatat sekitar 899 jenis ikan karang sehingga Raja Ampat diketahui mempunyai 1104 jenis ikan yang terdiri dari 91 famili. Diperkirakan jenis ikan di kawasan Raja Ampat dapat mencapai 1346 jenis. Berdasarkan fakta tersebut, kawasan ini menjadi kawasan dengan kekayaan jenis ikan karang tertinggi di dunia. Selain itu dikawasan ini juga ditemukan 699 jenis hewan lunak
(jenis moluska) yang terdiri atas 530 siput-siputan (gastropoda), 159 kerang-kerangan (bivalva), 2 Scaphoda, 5 cumi-cumian (cephalopoda), dan 3 Chiton.

Sementara itu, populasi padang lamun hampir tersebar di seluruh Kepulauan Raja Ampat. Padang lamun tersebar di sekitar Waigeo, Kofiau, Batanta, Ayau, dan Gam. Padang lamun yang terdapat di Kabupaten Raja Ampat umumnya homogen dan berdasarkan ciri-ciri umum lokasi, tutupan, dan tipe substrat, dapat digolongkan sebagai padang lamun yang berasosiasi dengan terumbu karang. Tipe ini umumnya ditemukan di lokasilokasi di daerah pasang surut dan rataan terumbu karang yang dangkal. Jenis lamun yang tumbuh baik di kawasan tersebut antara lain jenis Enholus acoroides, Thoiossio hemprichii, Holophilo ovolis, Cymodoceo rotundoto, dan Syringodium isoetifoiium.

Potensi Perikanan
Perairan Raja Ampat sangat cocok untuk budidaya ikan-ikan karang (Kerapu dan Napoleon), rumput laut, mutiara dan teripang. Adapun potensi lestari perikanan tangkap perairan Raja Ampat (MSY) sebesar 590.600 ton/tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sekitar 472.000 ton/tahun (80% MSY). Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat sumberdaya yang telah dimanfaatkan baru sekitar 38.000 ton/tahun, sehingga peluang pemanfaatan masih sekitar 434.000 ton/tahun. Hal tersebut merupakan kesempatan bagi nelayan setempat untuk meningkatkan perekonomian dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya perikanan.

Raja Ampat mengandalkan wisata bahari sebagai tulang punggung sektor pariwisata. Keanekaragaman hayati yang tinggi dan pemandangan alam yang luar biasa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Raja Ampat. Para wisatawan biasanya tinggal di resort yang ada di Waigeo Selatan (P. Mansuar) namun sebagian besar tinggal di atas kapal (liveaboard) dengan lama tinggal 10 sampai 21 hari.

Wisatawan asing banyak yang tinggal di atas kapal (liveaboard) karena mereka mengikuti paket kunjungan (paket liveaboard) yang disediakan perusahaan penyedia jasa pariwisata. Musim kunjungan wisatawan liveaboard ke Raja Ampat adalah mulai dari bulan September sampai bulan Mei setiap tahunnya. Liveaboard yang beroperasi di Raja Ampat berjumlah 18 kapal dan yang sudah resmi terdaftar/melapor kepada Dinas Pariwisata sebanyak 10 kapal. Hampir semua perusahaan/operator liveaboard ini berbasis di luar Sorong dan Raja Ampat.

Sejumlah potensi wisata lain yang juga dapat dikembangkan di Raja Ampat antara lain tersebar di beberapa kawasan :

1). Kepulauan Ayau
Kepulauan ini terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang berada di atas kawasan atol yang sangat luas. Pantai-pantai di kepulauan ini berpasir putih dengan areal dasar laut yang luas yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lain. Di kepulauan ini terdapat pulau-pulau pasir yang unik, masyarakat setempat menyebutnya zondploot, dan di atasnya tidak terdapat tumbuhan/vegetasi. Jenis wisata yang dapat dikembangkan di Kepulauan Ayau adalah keunikan kehidupan suku dan budaya yang berupa penangkapan cacing laut (insonem) yang dilakukan secara bersama-sama oleh ibu-ibu dan anak-anak, mengunjungi tempat peneluran penyu hijau, dan wisata dayung tradisional dengan perahu karures.

2). Waigeo Utara
Di Waigeo Utara terdapat beberapa tempat yang dapat dijadikan lokasi wisata yaitu goa-goa peninggalan perang dunia II dan keindahan bawah laut.

3). Waigeo Timur
Di sini, khususnya di depan Kampung Urbinasopen dan Yesner terdapat atraksi fenomena alam yang sangat menarik dan unik yang hanya bisa disaksikan setiap akhir tahun, yaitu cahaya yang keluar dari laut dan berputar-putar di permukaan sekitar 10-18 menit, setelah itu hilang dan bisa disaksikan lagi saat pergantian tahun berikutnya. Masyarakat di kedua kampung ini menamakan fenomena ini sebagai “Hantu Laut”.

4). Teluk Mayalibit
Lokasi wisata Teluk Mayalibit cukup unik, karena merupakan sebuah teluk yang cukup besar dan hampir membagi Pulau Waigeo menjadi dua bagian. Banyak atraksi yang bisa dilihat disini, seperti cara penangkapan ikan tradisional dan bangkai kerangka pesawat yang bisa dijadikan sebagai tempat penyelaman.

5). Salawati
Di Salawati para wisatawan dapat menyaksikan bunker-bunker peninggalan Perang Dunia II buatan Belanda dan Jepang (Jeffman) dan juga merupakan tempat yang menarik untuk snorkeling dan diving.

Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Mengenal Kawasan Konservasi Kepulauan Aru Bagian Tenggara

Media Penyuluhan Perikanan - Suaka Alam Perairan Kepulauan Aru Bagian Tenggara terletak di Maluku Tenggara, Maluku. Kawasan konservasi ini menempati lahan seluas 114.000 hektar. Diresmikan sebagai cagar alam berdasarkan Menhut No. 72/Kpts-II/1991, 2 April 1991. Luas kawasan terestrial adalah 64.000 Ha dan luas kawasan laut adalah ± 50.000 Ha.

Untuk mencapai Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Aru Bagian Tenggara dari Ambon harus di tempuh dengan menggunakan pesawat atau kapal laut ke Tual, dilanjutkan dengan kapal Ferry selama 11 jam ke Dobo. Dari Dobo ke Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Aru Tenggara tidak selalu tersedia sarana transportasi umum. Untuk menuju daerah tersebut, harus menyewa ketinting, kapal motor kayu, speed boat 80PK milik perusahaan local atau speed boat milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Aru. Perjalanan dari Dobo ke kawasan cagar alam memakan waktu selama 14-18 jam dengan ketinting atau kapal motor kayu, sedangkan dengan speed boat 80PK perjalanan memerlukan waktu selama 6-9 jam. Sebenarnya, ada juga angkutan laut regular (kapal perintis) yang melayani rute Dobo ke desa-desa
sekitar kawasan cagar alam yang berlabuh di Desa Batu Goyang (salah satu desa di Pulau Trangan), namun jadwal satu bulan sekali dan belum terlalu efektif sehingga masih jarang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pulau Enu
Secara astronomis Kabupaten Kepulauan Aru terletak antara 134⁰2’59”BT-134⁰54’35 BT dan 5⁰19’50LS-7⁰6’13,56”LS. Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Aru yakni 6.374,80 km2 dan memilki 187 Buah pulau. Berdasarkan klasifikasinya ,terdapat 5 buah pulau besar yakni Pulau Wokam, Kobror, Maekor, Tragen dan Koala. Secara administratif Kabupaten Kepulauan Aru terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Aru dengan Ibukota Dobo, Kecamatan Aru Tengah dengan Ibukota Benjina dan Kecamatan Aru Selatan dengan Ibukota Jerol. Pulau Enu merupakan bagian dari Kecamatan Aru selatan.

Pulau Karang
Pulau Karang yang merupakan salah satu dari 8 pulau kecil terluar (perbatasan) di Kabupaten Kepulauan Aru, termasuk dalam wilayah Kecamtan Aru Selatan. Letak astronomis Pulau Karang adalah antara 07⁰01’08”LS-134⁰41’26” BT. Perhitungan menggunakan data lapangan dan setelah dikonfirmasi dengan hasil analisis peta serta data citra satelit, total luas rataan pasang surut Pulau Karang berdasarkan data landsat 7 ETM+ adalah 15,49 km2, dengan rataan pasang surut berpasir 3,38km2. Luas Pulau Karang mencapai 1,419 km2 dengan keliling pulau adalah 4,381 km.

Pulau Kultubai Selatan
Secara administratif, Pulau Kultubai Selatan yang merupakan salah satu dari 8 pulau kecil terluar (perbatasan) di Kabupaten Kepulauan Aru, termasuk dalam wilayah Kecamatan Aru Selatan yang tidak berpenghuni. Letak astronomis dari pulau Kultubai Selatan adalah antara 06⁰49’54”-LS 134⁰47’14”BT. Perhitungan menggunakan data survai dan setelah di konfirmasi dengan hasil analisis peta serta data citra satelit, total luas dataran P.Kultubai Selatan berdasarkan data landsat 7EMT+ adalah 26.808 km2 dengan keliling Pulau 30.31 km2.

Pengelolaan Konservasi Suaka Alam Perairan
Salah satu upaya pengembangan pengelolaan sumberdaya pesisir secara berkelanjutan adalah dengan menerapkan konsep konservasi yang memberikan perlindungan bagi sumber daya pesisir di maksud. Sumberdaya pesisir ini salah satunya harus memenuhi persyaratan kelangkaan, berperan penting dalam ekosistem, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi penggembangan kawasan ekowisata.

Setidaknya terdapat empat jenis organisme yang dilindungi (terdiri dari tiga jenis mamalia laut dan satu jenis reptilian) yang ditemukan pada perairan pesisir dan laut sekitar kawasan Suaka Alam Perairan Kepulauan Aru ini, yang dapat dilindungi. Mamalia laut yang dimaksud adalah Lumba-Lumba, Dugong (Duyung) dan Paus. Lumba-lumba sering terlihat berenang pada perairan laut kawasan ini yang agak dalam sebagai jalur
migrasinya untuk berbagai tujuan hidup, terutama unuk mencari makan. Jenis Lumba-lumba yang dimaksud adalah Pseudorca crassidens, dan Globicephalla macrorhynchus. Sementara jenis dugong yaitu Dugong dugon sering hadir pada perairan pesisir kawasan ini berkaitan dengan tujuan memanfaatkan jenis-jenis lamun sebagai sumber makanannya. Pengamatan di lapangan menunjukkan adanya bekas-bekas jalur makan
dari Dugong. Sementara itu, secara temporal jenis paus yaitu Physeter catodon (Sperm Whale) sering juga terlihat melintasi perairan pesisir dan laut sekitar kawasan yang relatif dalam.

Di lain pihak, hasil-hasil penelitian memberikan informasi bahwa sebanyak 4 jenis penyu yang menggunakan pantai kering P.Enu untuk bertelur atau perairan pesisir sebagai tempat mencari makan. Jenis-jenis penyu itu adalah penyu hijau (Chelonia mydas),Penyu sisik (Lepidochelys Olivacea) dan penyu pipih (Natator depressus). Hampir seluruh areal pantai kering P. Enu merupakan tempat bertelur yang ideal bagi penyu-penyu tersebut. Ironisnya, hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa hampir sepanjang pantai P.Enu di temukan bangkai-bangkai penyu yang berserakan.Hasil wawancara dan pengamatan langsung dari lapangan, ternyata bahwa banyak anggota masyarakat yang bermukiman di dekat P. Enu, yang karena ke tidaktahuan dan tuntutan ekonominya membuat mereka memburu dan membantai reptilian ini.

Kenyataan-kenyataan di atas semakin mengukuhkan pentingnya dilakukan pengembangan dan pengelolaan konservasi di P. Enu. Namun hal tersebut harus dimulai dengan kegiatan penyadaran masyarakat melalui pedekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat, meningkatkan intensitas penyuluhan-penyuluhan perikanan dan kelautan serta sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan di bidang perikanan tangkap dan perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Kemudian perlu juga dilakukan sosialisasi peraturan-peraturan perikanan, penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kapabilitas fungsi pengawasan terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi.

Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Mengenal Kawasan Konservasi Laut Sawu (TNP)

Media Penyuluhan Perikanan - Nama Kawasan : Taman Nasional Perairan Laut Sawu dan sekitarnya (TNP Laut Sawu)

Luas kawasan : 3,5 juta hektar
Terdiri dari dua wilayah perairan :
  1. Wilayah Perairan Selat Sumba dan sekitarnya : 567.170 hektar Wilayah ini meliputi 6 Kabupaten: Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat.
  2. W ilayah Perairan TIROSA -BATEK dan sekitarnya: 2,95 juta hektar Wilayah ini meliputi 4 Kabupaten: Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Letak:
118°54’54.44”E - 124°23’17.089” E dan 8°45’49.964” S - 11°9’43.919” S Taman Nasional Perairan Laut Sawu berada pada Ekoregion Sunda Kecil

Kependudukan:
Total penduduk di Propinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 4.448.873 jiwa. Kepadatan penduduk 91,98 jiwa per km2 dengan laju pertambahan penduduk 1,79% per tahun. Taman Nasional Perairan Laut Sawu memiliki cakupan 151 desa pesisir (Wilayah Perairan Selat Sumba dan Wilayah Perairan TIROSA -BATEK) dan 28 kecamatan.

Keanekaragaman hayati:
Perairan Laut Sawu berada pada wilayah Coral Triangle atau wilayah Segitiga Terumbu Karang, yaitu wilayah yang memiliki keanekaragaman terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut lainnya (termasuk ikan) tertinggi di dunia, yang meliputi Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan Kepulauan Solomon.

Keanekaragaman terumbu karang:
Diperkirakan sedikitnya terdapat 500 jenis karang (Hoeksema, 2007) ditemukan di Laut Sawu.

Keanekagaraman ikan karang:
Berdasarkan hasil survei reconaissance 2001-2002, ditemukan 336 jenis ikan karang. Beberapa jenis predator ikan karang besar dilaporkan masih banyak terlihat di beberapa lokasi pengamatan.

Setasea:
14 spesies setasea telah diidentifikasi di Laut Sawu (Pet-Soede 2002), diantaranya:
  1. Blue whale (Balaenoptera musculus )
  2. Pygmy killer whale (Feresa attenuata)
  3. S hort-finned pilot whale (Globicephala macrohynchus)
  4. Risso’s dolphin (Grampus griseus)
  5. Sperm whale (Physeter macrocephalus)
  6. Pantropical spotted dolphin (Stenella attenuate)
  7. Spinner dolphin (Stenella longirostris)
  8. Sough-toothed dolphin (Steno bredanensis)
  9. Bottlenose dolphin (Tursiops truncatus)
Penyu:
Jenis-jenis penyu yang ditemukan di perairan Laut Sawu
  1. Penyu sisik (Eretmochelys imbricate)
  2. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  3. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)

Beberapa daerah pantai peneluran penyu seperti di Pulau Semau dan Pulau Ndaa telah diidentifikasi, namundemikian penelitian lebih mendetail harus dikerjakan untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif dan menjawab kebutuhan konservasi penyu di Laut Sawu.

Sumber :
Suraji, dkk. 2010. Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan Nasional - Profil  Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Makan Ikan Kurangi Depresi Pasca Melahirkan

Media Penyuluhan Perikanan - Kelahiran si buah hati, tentu merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Namun demikian, sebagian ibu setelah melahirkan justru merasakan hal yang sebaliknya. Sebagian ibu justru merasakan kesedihan, mengalami perubahan emosi yang cepat dan bergantiganti (mood swing). Suka menangis, hilang nafsu makan, gangguan tidur, mudah tersinggung, cepat lelah, cemas dan merasa kesepian. Kondisi yang demikian di dalam dunia kesehatan sering disebut baby blues. Baby blues dapat terjadi segera setelah kelahiran, tetapi biasanya akan berlalu dalam beberapa hari hingga 2 minggu.

Baby blues yang berlangsung lama perlu diwaspadai sebagai gejala depresi pasca melahirkan (postpartum depression). Gejala postpartum depression hampir sama dengan baby blues, namun demikian postpartum depression dapat terjadi kapanpun di dalam jangka waktu satu tahun setelah melahirkan. Postpartum depression dapat mengacaukan keberadaan wanita dan dapat membuat dirinya tak dapat berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari dalam jangka waktu yang lama. Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 10 sampai 20 persen wanita mengalami depresi setelah melahirkan.

Meskipun sangat jarang terjadi, seorang Ibu setelah melahirkan dapat juga mengalami postpartum psikosis. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa postpartum psikosis terjadi pada 1 atau 2 wanita dalam setiap 1000 orang wanita yang melahirkan. Postpartum psikosis biasanya dimulai pada minggu pertama sampai dengan 6 minggu setelah melahirkan. Perempuan yang menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schizoaffektif disorder mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena postpartum psikosis. Gejalanya dari postpartum psikosis antara lain: halusinasi, gangguan saat tidur, dan obsesi mengenai bayi. Penderita dapat terkena perubahan mood secara drastis, dari depresi ke kegusaran dalam waktu singkat.

Depresi pasca melahirkan mengakibatkan penderitaan batin ibu, merenggangkan hubungan dengan pasangan, menyebabkan menurunnya fungsi sosial dan kualitas hidup si ibu dan bahkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa ibu yang depresi bisa menyebabkan gangguan emosional dan kognitif pada bayi yang baru lahir.

Hasil penelitian mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan depresi pasca melahirkan antara lain depresi selama kehamilan, rasa rendah diri, stress dalam mengurus anak-anak, kecemasan sebelum melahirkan, hidup yang penuh tekanan, dukungan sosial rendah, kehidupan perkawinan kurang baik, riwayat depresi sebelumnya, bayi rewel atau bermasalah, tingkat ekonomi yang rendah dan kehamilan yang tidak direncanakan. Disamping itu, perubahan hormon diduga menyebabkan perubahan kimiawi di dalam otak yang mengarah menuju depresi. Setelah melahirkan terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh wanita. Selama kehamilan, terjadi lonjakan jumlah estrogen dan progesteron. Dalam jangka waktu 24 jam setelah melahirkan, jumlah estrogen dan progesteron kembali normal seperti sebelum saat kehamilan. Perubahan hormonal ini yang dapat memicu terjadinya depresi. Biasanya, tingkat dari hormon tiroid juga turun setelah melahirkan. Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang membantu mengatur metabolisme tubuh ( bagaimana tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari makanan). Tingkat tiroid yang rendah dapat menyebabkan gejala depresi, termasuk mood deperesi, kehilangan semangat hidup, gusar, lemas, sukar berkonsentrasi,
sulit tidur, dan bertambahnya berat tubuh.

Pengaruh Makanan

Menurut pakar nutrisi, makanan yang kita makan dapat membuat kita merasa lebih baik, atau merasa lebih buruk, baik dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Beberapa nutrisi yang berfungsi mencegah depresi antara lain :

1. Vitamin B 12 dan Asam Folat

Menurut Edward Reynolds, MD, dari the Institute of Epileptology, Kingstone College, London, vitamin B12 dan asam folat berfungsi mencegah kelainan sistem saraf pusat, gangguan mood, serta demensia. Ikan merupakan salah satu sumber vitamin B12.

2. Selenium

Selenium merupakan mineral yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Apa hubungan antioksidan dengan perasaan gembira atau sedih? Hasil studi menunjukkan, mereka yang mengkonsumsi selenium mempunyai kadar selenium yang lebih tinggi dalam sirkulasi darah dan mengalami penurunan gejala-gejala depresi yang signifikan. Seafood seperti tiram, kerang, sardines, dan ikan merupakan sumber selenium

3. Asam lemak Omega-3

Menurut Jay Whelan, PhD, ketua Department of Nutrition di the University of Tennessee, asam lemak omega-3 dari ikan berdampak positif pada perubahan mood yang teridentifikasi secara klinis, seperti depresi pasca melahirkan. Mengapa asam lemak omega-3 mengurangi risiko depresi? Karena asam lemak essensial
omega-3 merupakan kunci pembangun blok otak dan diet rendah asam lemak omega-3 terkait dengan rendahnya tingkat zat kimia otak yang disebut serotonin. Kadar serotonin yang rendah pada gilirannya terkait dengan tingkat depresi. Wanita hamil dapat sangat rentan terhadap rendahnya tingkat asam lemak omega-3 karena perkembangan fetus mengambil pasokan dari tubuh ibu. Jika Ibu tidak cukup makan, asam lemak omega-3 menjadi berkurang.

Penelitian yang dilakukan di Inggris telah menganalisis 11.721 wanita. Pada penelitian ini, wanita yang mengkonsumsi ikan dua atau tiga kali seminggu digolongkan dalam tipe / group asupan tinggi. Penelitian yang tidak menerima dana dari industri perikanan atau suplemen makanan ini telah dirilis pada pertemuan tahunan the American Psychiatric Association. Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi lemak omega-3 dari seafood lebih banyak selama trisemester ketiga, sedikit yang mengalami depresi pada periode tersebut sampai lebih dari 8 bulan setelah melahirkan. Pada kenyataannya, tingkat depresi pada wanita dengan asupan omega-3 yang tinggi hanya sekitar separuhnya dari wanita dengan asupan yang rendah, kata peneliti dan psikiatri Dr. Joseph R. Hibblen.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengkonsumsi salmon, sardine atau ikan lainnya dapat membantu wanita hamil terhindar dari depresi sebelum dan sesudah melahirkan. Pemerintahan Federal mengingatkan wanita hamil tentang kewaspadaan terhadap ikan yang barangkali terkontaminasi merkuri, tetapi masih merekomendasi makan ikan sampai 3,36 ons per minggu dari berbagai jenis. Data dari pemerintah Federal menunjukkan sangat sedikit kandungan merkuri dalam salmon, catfish dan scallop. Menurut Hibeln, suplemen minyak ikan juga disarankan karena terbebas dari merkuri.

Disamping itu, menurut Dr Katherine Wisner dari University of Pittsburgh AS untuk menghindari bahaya merkuri, maka ibu-ibu harus mengikuti rekomendasi dari instansi berwenang setempat tentang ikan dapat dimakan. Menurut Wisner, hasil penelitian baru menunjukkan hubungan statistik yang kuat antara rendahnya
tingkat asam lemak omega-3 dan gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak benar-benar bertanggung jawab dan mendorong memerangi tingkat depresi.

4. Vitamin D

Cahaya matahari membantu tubuh mensintesa dan mengatur vitamin D. Penelitian baru-baru ini menunjukkan adanya hubungan antara rendahnya kadar serum vitamin D dengan gangguan mood. Menurut peneliti dari Medical University of South Carolina, orang-orang dapat mengatur mood mereka dengan mendapatkan paling sedikit 1000-2000 IU vitamin D per hari. Beberapa peneliti menganjurkan untuk mendapatkan asupan vitamin D dari berbagai sumber seperti cahaya matahari pagi, suplemen vitamin D, serta mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin D ini bisa diperoleh dari makanan seperti ikan salmon, tuna, dan mackerel, hati sapi, keju, serta kuning telur.

Ikan mengandung berbagai nutrisi yang berhubungan dengan depresi seperti vitamin B12, selenium Asam lemak omega-3, dan vitamin D. Oleh karena itu, bagi Ibu hamil sangatlah bijaksana bila mengkonsumsi ikan minimal 2 kali dalam seminggu, karena ikan dapat mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. Dengan makan ikan, Ibu terhindar dari baby blues dan depresi pasca melahirkan sehingga kelahiran si buah hati akan disambut dengan rasa bahagia dan si bayi pun akan tumbuh sehat dan cerdas.

Sumber diolah : Ditjen P2HP

Menu Ikan Tingkatkan Kecerdasan Anak

Media Penyuluhan Perikanan - Wanita yang mengkonsumsi ikan secara rutin selama kehamilan akan mempunyai anak dengan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik sebelum usia 18 bulan, demikian menurut studi di Inggris yang hasilnya telah dipublikasikan tahun 2004 yang lalu. Studi tersebut memfokuskan pada hubungan menu ikan dengan perkembangan neurologis dan aspek kognitif dengan melibatkan lebih dari 7000 anak.

Efek terbesar terlihat pada kemampuan anak dalam memahami dan mengingat berbagai kosa kata yang didengarnya pada usia 15 bulan. Anak-anak yang ibunya mengkonsumsi ikan paling sedikit seminggu sekali menunjukkan kemampuan yang lebih daripada anak-anak yang ibunya tidak pernah mengkonsumsi ikan.
Kemampuan sosial serta perkembangan kemampuan bahasa juga diteliti pada anak. Hasilnya, anak-anak yang telah diberi menu ikan paling sedikit satu minggu sekali sebelum usia satu tahun mempunyai kemampuan yang lebih dari rata-rata. Hasilnya lebih baik lagi apabila selama hamil dan selama memberikan ASI, ibunya mengkonsumsi ikan secara rutin. Lebih lanjut, penelitian di Norway tentang perkembangan mental dan kecerdasan juga memperlihatkan bahwa para ibu yang banyak mengkonsumsi docosahexaenoic acid (DHA) selama kehamilannya, maka pada usia 4 tahun anak-anaknya akan mempunyai kecerdasan yang jauh melebihi daripada anak-anak yang ibunya tidak mengkonsumsi DHA selama kehamilannya. Begitu pula dengan bayi usia 4 bulan pertama yang menerima ASI dari ibu yang mengkonsumsi DHA akan mempunyai daya konsentrasi dan atensi yang lebih baik.

Ikan khususnya yang masuk kategori oily fish (misalnya sardin, tengiri, patin, salmon) kaya akan eicosapentaenoic (EPA) dan DHA yang amat penting dalam perkembangan struktur dan fungsi otak selama dalam kandungan dan sebelum usia satu tahun. Konsentrasi DHA dalam otak janin berkembang pesat pada 3 bulan terakhir dalam rahim ibu. Lain lagi penelitian yang dilakukan di Denmark. Ilmuwan di negara tersebut telah menemukan bahwa risiko melahirkan bayi prematur dapat dikurangi secara signifikan apabila
para ibu banyak mengkonsumi ikan selama kehamilannya.

Efek positif lainnya adalah bayi lahir dengan berat normal. Bahkan kepada para ibu hamil disana yang tidak dapat mengkonsumsi ikan, dianjurkan untuk minum kapsul minyak ikan sebagai bahan pengganti. Kabar ini menambah panjang urutan manfaat asam lemak tidak jenuh yang dikandung oleh ikan. Jadi jangan ragu lagi segera hadirkan menu ikan pada keluarga anda. Pilihlah ikan yang bermutu baik untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Anak Cerdas Berkat Ikan

Karena kesehatan janin tergantung dari kondisi ibunya, maka wanita hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi omega-3 yang cukup. Sumber utama omega-3 terbesar adalah ikan.

Media Penyuluhan Perikanan - Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, sehingga pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasannya perlu mendapatkan perhatian. Perkembangan kecerdasan anak sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan, sehingga makanan yang dikonsumsi seorang ibu pada masa kehamilan akan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh Ibu yang mengkonsumsi asam amino omega-3 mempunyai kecerdasan dan ketrampilan sosial yang lebih baik dibandingkan dengan yang dilahirkan oleh Ibu yang tidak mengkonsumsi asam amini omega-3.

Tim National Institutes of Health melakukan penelitian terhadap 9000 Ibu dan anak-anak yang dilahirkan. Penelitian di AS dilakukan dalam jangka waktu yang lama, dan dari analisa data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Ibu yang mengkonsumsi asam amino omega-3 lebih sedikit melahirkan anak dengan IQ yang lebih rendah, mempunyai kemampuan motorik yang lambat dan koordinasi tangan dan mata yang lambat.

Dari 9000 Ibu yang pada masa kehamilan mendapatkan asupan omega-3 yang rendah mempunyai anak dengan IQ verbal 6 kali lebih rendah dibandingkan rata-rata. Sebaliknya Ibu yang pada masa kehamilan mengkonsumsi mackerel, sarden dan sumber omega-3 lainnya dalam jumlah yang besar melahirkan anak dengan kemampuan motorik yang baik pada usia usia 3 tahun. Disamping itu, Ibu hamil dengan asupan asam omega-3 yang rendah juga melahirkan anak yang mempunyai masalah dalam interaksi sosial seperti ketidakmampuan dalam berteman. Ketua peneliti Dr. Joseph Hibbin mengatakan bahwa 14 % dari anak berumur 17 tahun yang dilahirkan oleh Ibu yang mengkonsumsi omega-3 dalam jumlah kecil selama masa kehamilan menunjukkan tingkah laku yang lebih jelek dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh kelompok dengan asupan yang tinggi.

Profesor Jean Golding dari Universitas Bristol melakukan penelitian The Avon Longitudinal Study of Parent and Children pada 25 tahun yang lalu untuk melihat kecenderungan penyakit. Omega-3 yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak tidak dapat disediakan oleh bayi dan diperoleh dari asupan omega-3 ibunya. Penelitian yang baru di AS menunjukkan bahwa Ibu yang mengkonsumsi minyak ikan secara rutin pada masa kehamilan mempunyai anak dengan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik. Ahli Nutrisi Patrick Holford yang juga Direktur dari Brain Bio Center mengatakan bahwa omega-3 adalah kunci intelegensia anak-anak sebab otak terdiri dari 60% lemak dan 30% adalah asam lemak esensial. Penelitian yang lain juga menunjukkan secara jelas adanya hubungan intelegensia dengan konsumsi asam lemak esensial omega-3.

Karena Omega-3 dari bayi diperoleh dari asupan omega-3 dari ibunya maka wanita hamil sangat penting untuk mengkonsumsi omega-3 yang cukup. Sumber utama omega-3 terbesar adalah ikan. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah kualitas perairan tempat ikan ditangkap. Karena alasan tersebut Mr. Holford merekomendasikan wanita hamil untuk mengkonsumsi 2 porsi dari ikan salmon, trout atau sardine yang berasal dari tangkapan atau ikan organic setiap minggu. Biji-bijian seperti biji rami dan labu adalah sumber omega-3 untuk vegetarian tetapi perlu dikonsumsi dalam jumlah yang besar untuk manfaat yang sama. Wanita hamil dapat juga mengkonsumsi supplemen omega-3 dengan kualitas baik.

Sumber diolah : Ditjen P2HP