Follow by Email

Makan Ikan Kurangi Risiko Penyakit Kronis

Media Penyuluhan Perikanan - Konferensi “Seafood dan Kesehatan 05” yang diadakan di Washington pada bulan Desember 2005, semakin mengukuhkan pentingnya manfaat mengkonsumsi ikan terhadap kesehatan. Ikan merupakan sumber protein, rendah kandungan lemak jenuh, kaya akan lemak tak jenuh seperti omega-3, mineral (yodium selenium), vitamin D esensial dan vitamin E. Ikan tuna kaleng dan salmon kaleng dengan tulang merupakan sumber kalsium yang berkualitas.

Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sumber omega-3 lainnya. Pada 100 gram ikan rata-rata mengandung 210 mg omega-3, tiram 150 mg, udang 120 mg, dan lobster 105 mg, sedangkan 100 gram daging sapi hanya mengandung 22 mg omega-3, daging ayam 19 mg, daging kambing 18 mg dan babi sebenarnya tidak mengandung omega-3. Disamping itu juga telah dibuktikan bahwa mengkonsumsi omega-3 yang berasal dari ikan lebih efektif dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan olahan yang telah difortifikasi dengan omega-3.

Delegasi dari Australia mengungkapan bahwa lebih dari 50.000 orang Australia mati dalam setahun yang disebabkan penyakit cardiovasculer seperti penyakit jantung, stroke dan penyakit aliran darah. Hal ini disebabkan konsumsi ikan orang Australia rendah. Berdasarkan survei konsumsi ikan di Melbourne yang dipublikasikan akhir-akhir ini menunjukkan rata-rata konsumsi edible fish per tahun di Melbourne adalah 12,5 kg per orang, Sydney 15,1 kg dan Perth 14,7 kg. Konsumsi tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Perancis, Spanyol dan Jepang.

Karena rendahnya konsumsi ikan di Australia, maka National Health and Medical Recearch Council (NHMRC) merekomendasikan bahwa makan ikan dapat menghindari dan meminimalkan penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker rahim, depresi dan gangguan ketidakstabilan emosi lainnya. Orang berjenis kelamin laki-laki harus mengkonsumsi omega-3 rata-rata 610 mg, sedangkan wanita 430 mg dalam sehari. Rekomendasi tersebut jauh lebih tinggi daripada rata-rata omega-3 yang dikonsumsi orang Australia pada saat ini. Ikan juga berperan positif pada kesehatan bayi. NHMRC juga merekomendasikan agar makanan yang mengandung kalori tinggi dan makanan serta minuman rendah nutrisi diganti dengan makanan yang kaya omega-3 khususnya berasal dari ikan seperti tuna, salmon dan mackerel.

Penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa negara-negara dimana penduduknya mengkonsumsi banyak ikan seperti Jepang dan Norwegia, mempunyai tingkat depresi yang rendah. Penelitian yang dilakukan pada pasien depresi menunjukkan bahwa level omega-3 pada pasien tersebut adalah rendah. Hal ini berhubungan dengan komposisi otak, dimana 60% nya terdiri dari lemak khususnya omega-3 dari ikan dan omega-6. Omega-3 penting untuk permeabilitas membran sel sehingga memberikan kebebasan aliran kimia masuk dan keluar dari neuron otak. Tingkat omega-3 yang rendah di otak dapat memperbesar gangguan ketidakstabilan emosi. Penelitian yang dilakukan di beberapa negara termasuk Inggris, Belanda, Finlandia dan New Zealand membuktikan bahwa mengkonsumsi ikan khususnya omega-3 mempunyai pengaruh positif pada penderita depresi umum, depresi setelah melahirkan dan tingkat ketidakstabilan emosi pada orang dewasa muda, sehingga ikan berfungsi sebagai stabilizer emosi.

Dalam konferensi tersebut juga diungkapkan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Ikan juga berperan dalam menurunkan penyakit Alzheimer (kepikunan), meningkatkan intelegensia, konsentrasi dan emosi, menurunkan radang, membuat hidup lebih sehat serta memotong risiko penyakit hati, kanker, stroke, diabetes serta rematik. Konsumsi ikan dan kekerangan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan tubuh setelah treatment untuk kanker, sakit yang menyerang kekebalan, alergi, asma, migrain dan sakit kulit.

Konferensi juga meyakini bahwa ikan lebih efektif untuk mencegah kematian mendadak daripada obat-obatan anti kolesterol. Obat-obatan untuk menurunkan kolesterol dan membantu mencegah serangan jantung pada prinsipnya dikenal sebagai statins yang saat ini harganya sangat mahal. Penelitian lainnya menunjukkan penggunaan kombinasi statins dengan minyak omega-3 pada pencegahan kesehatan jantung, 19% lebih efektif dibandingkan hanya dengan statins. Dalam pertemuan tersebut, Seafood Services Ausralia (SAA) mengemukan bahwa total populasi Australia yang hanya 20 juta, lebih dari 1,2 juta menggunakan obat anti kolesterol khususnya statins dengan total biaya lebih dari 1 trilyun dollar setahun. Seafood Services Ausralia (SAA) mengemukakan bahwa mengkonsumsi minyak ikan 3 kali atau lebih dalam seminggu dapat
mengurangi kematian 1000 orang dan menghemat ratusan juta dolar biaya kesehatan setiap tahun. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila banyak slogan yang mengatakan “jika ingin sehat perbanyaklah makan ikan”

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

0 Response to "Makan Ikan Kurangi Risiko Penyakit Kronis"

Post a Comment

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.