Ikan Turunkan Risiko Kelahiran Prematur dan Berat Lahir Bayi



Media Penyuluhan Perikanan - Risiko kelahiran bayi prematur dan berat lahir bayi yang terlalu rendah dapat diturunkan dengan mengkonsumsi ikan pada masa kehamilan. Di negara-negara berkembang di seluruh dunia pada setiap tahunnya terdapat lebih dari 13 juta bayi dilahirkan secara prematur. Observasi yang dilakukan di Pulau Faroe dan Orkney dimana masyarakatnya banyak mengkonsumsi ikan, diperoleh hasil bahwa masyarakat di pulau tersebut mengalami masa kehamilan sesuai waktu dengan berat lahir bayi yang normal.

British Medical Journal telah mempublikasikan hasil penelitian bahwa rata-rata berat lahir dan masa kehamilan sesuai waktunya berhubungan langsung dengan jumlah ikan yang dimakan oleh wanita hamil. Percobaan secara acak telah menunjukkan hubungan antara konsumsi ikan yang mengandung asam lemak omega-3 dengan lamanya masa kehamilan serta risiko kelahiran prematur.

Peneliti di Aarthus Denmark mengkompilasi daftar pertanyaan yang diisi oleh hampir 9000 wanita untuk menilai tingkat konsumsi ikan, hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi ikan sedikitnya sekali seminggu hanya 1,9 % yang mengalami kelahiran prematur.

Sedangkan pada wanita yang tidak pernah mengkonsumsi ikan kelahiran prematur meningkat menjadi 7,1 %. Peneliti dari Universitas Bristol di Inggris yang merupakan bagian dari penelitian yang lebih luas dari Avon Longitudinal of Parent and Children (ALSPAC) telah mengamati secara detil sekitar 14.000 ibu-ibu selama kehamilannya serta anak-anak yang dilahirkan. Mereka dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan pada berapa banyak mereka mengkonsumsi ikan. Wanita-wanita tersebut telah melaporkan apakah mereka makan ikan putih, kekerangan atau minyak ikan yang kaya asam lemak omega-3. Hasilnya menunjukkan kelompok dengan konsumsi ikan yang tinggi, rata-rata mempunyai bayi dengan berat antara 70 dan 80 g lebih dibanding mereka yang tidak makan ikan sama sekali. Sedangkan faktor lainnya seperti kelas sosial dan apakah ibu tersebut merokok tidak menunjukkan perbedaan berat lahir diantara kelompok tersebut.

Penelitian oleh Public Health Institut of Iceland yang dimuat dalam British Journal of Obstetrics and Gynecology volume 112 bulan April halaman 424-9 mengemukakan bahwa mengkonsumsi minyak ikan pada awal kehamilan bisa mengakibatkan bayi lahir lebih besar. Penelitian dilakukan terhadap 435 wanita hamil yang sehat yang diminta untuk mengisi daftar pertanyaan pada umur kehamilan antara 11 dan 15 minggu dan antara 34 dan 37 minggu. Wanita yang mengkonsumsi minyak ikan dalam bentuk cairan di awal kehamilan, 14 % diantaranya melahirkan bayi lebih berat dan mengalami masa kehamilan sesuai waktunya.

Disamping itu, wanita-wanita sehat yang mengkonsumsi minyak ikan cair, lebih dari 11 kalinya melahirkan
bayi dengan berat 4,500 g atau lebih dengan umur kehamilan yang sesuai waktunya. Selain konsumsi ikan, memang masih banyak faktor lain yang juga berperan pada kelahiran prematur. Infeksi di kandungan misalnya dapat menyebabkan kontraksi lebih awal, pembukaan servik dan juga pecahnya cairan ketuban lebih awal. Dr Imogen Roger juga melaporkan bayi dengan berat lahir sangat kecil berhubungan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi dan permasalahan lainnya pada wanita paruh baya. Konsumsi ikan yang tinggi nampaknya memang tidak mampu menetralkan efek infeksi, tetapi bagaimanapun dari segi nutrisi konsumsi ikan dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dan berat lahir yang sangat kecil.

Hasil penelitian-penelitian tersebut semakin menguatkan pentingnya mengkonsumsi ikan bagi wanita hamil serta menguatkan rekomendasi bahwa wanita hamil harus mengkonsumsi ikan sekurang-kurangnya dua kali seminggu. Mengkonsumsi ikan yang mengandung minyak adalah suatu kebiasaan yang baik dan perlu didorong untuk menghindari bayi lahir prematur dengan berat lahir sangat kecil. Berat lahir lebih tinggi akan menurunkan risiko penyakit di kemudian hari dalam kehidupannya.

Jadi bagi wanita yang sedang hamil, jangan tunda lagi segera konsumsi ikan terutama yang mengandung omega-3 seperti tenggiri, patin, lemuru dan sardin. Dengan mengkonsumsi ikan berarti anda telah membantu melindungi anak-anak anda melawan sejumlah penyakit pada saat anak-anak anda menjadi dewasa kelak. Peneliti juga menyarankan bagi wanita yang tidak mengkonsumsi ikan perlu mempertimbangkan suplemen minyak ikan. Hanya saja, perlu diketahui juga bahwa tidak semua ikan direkomendasikan untuk wanita hamil. The UK Standards Agency menyarankan agar wanita hamil menghindari mengkonsumsi ikan yang diduga mengandung merkuri yang relatif lebih tinggi

Comments